10 Jurus Mengendalikan Nafsu di Usia Remaja
Tuesday, April 21, 2020
Add Comment
Usia remaja merupakan masa peralihan
antara masa anak-anak menuju dewasa,
sehingga di masa ini rasa ingin tahu remaja sangat tinggi, termasuk nafsu yang
sulit dikendalikan. Oleh sebab itu, banyak orang yang terperosok dalam jurang
dosa justru di kalangan remaja, namun banyak pula yang meraih kesuksesan di usia
tersebut. Ada banyak cara mengendalikan
nafsu remaja yang bisa dilakukan, namun sebagai umat islam, tentu pedoman
utamanya adalah Al Quran dan hadis.
Cara Mengendalikan Nafsu Remaja dalam Islam
Nafsu remaja tidak hanya meliputi
nafsu sex belaka, namun juga ingin menjalin hubungan dengan lawan jenis seperti
pacaran, nafsu emosional, dan nafsu lainnya. Biasanya nafsu yang sering muncul
pada remaja menyesuaikan lingkungannya, jika lingkungan banyak terdapat remaja
yang pacaran, maka nafsu pacaran akan mendominasi, demikian dengan yang
lainnya. Oleh sebab itu, jika remaja berada di lingkungan yang kurang tepat,
maka ia harus memiliki benteng yang kuat untuk membatasinya.
Untuk mengetahui cara
mengendalikan nafsu remaja, sebaiknya berkaca kembali pada ajaran islam yang
semua petunjuk hidupnya ada dalam al Quran dan hadis Rasulullah. Dr Shalih Al
Munajjid memiliki beberapa jurus yang bisa dilakukan untuk mengendalikan nafsu,
diantaranya
1.Mengatakan Pada Diri Sendiri “Ma’adzallah” Sesungguhnya Saya Takut Pada Allah
Sekilas perkataan ini memang
tidak terlalu berpengaruh pada remaja yang tidak memiliki keimanan yang kuat
kepada Allah. Namun, pada kenyataannya banyak orang yang tidak memiliki
keimanan yang kuat, bisa lari ketakutan ketika orang lain mengatakan “takutlah
kamu kepada Allah”. Itu berarti, mereka yang memiliki sedikit saja keimanan
karena beragama islam, masih cukup efektif jika menggunakan jurus ini.
Salah satu contohnya adalah
sebuah kisah lelaki yang terkunci dalam goa bersama tiga teman nya, lalu untuk
meminta kepada Allah agar membukakan pintu Goa, maka ia mengakui ketakutannya
pada Allah yang pernah ia alami. Dimana pemuda itu pernah menyukai keponakannya
sendiri, sehingga ketika keponakannya itu meminta bantuan pinjaman uang ia
memiliki akal licik untuk memperdaya nya.
Lelaki itu berjanji akan memberikan
uang 120 dinar kepada keponakannya itu jika bersedia menyerahkan kehormatan
kepadanya. Namun, ketika akan melakukan maksiat tersebut, dan posisi sudah siap
di ranjang, tiba-tiba keponakannya berkata “Aku tidak memperbolehkan mu membuka
keperawanan ku kecuali dengan cara yang halal (dibolehkan Allah)”. Seketika
lelaki itu ingat Allah dan merasa ketakutan, hingga berlari meninggalkan
keponakan yang sangat dia ingini.
Demikianlah kekuatan jurus pertama
yang bisa menjadi cara mengendalikan nafsu remaja ataupun nafsu manusia semua
usia. Ketika nafsu negatif mulai muncul, maka ucapkanlah “aku takut kepada
Allah” dan biasakan untuk mengucapkannya. Dengan demikian nafsu itu perlahan
akan hilang dengan sendirinya ketika rasa takut mulai muncul
Orang yang takut kepada Allah ketika
akan melakukan maksiat, atau melampiaskan nafsu negatif tidak hanya
menyelamatkannya dari perbuatan maksiat. Namun, ia juga tergolong dalam orang
yang termasuk mendapat pertolongan Allah dimana pada saat itu tidak ada naungan
selain naungan Nya.
2.Menjaga Pandangan
Tidak dapat dipungkiri, bahwa
semua perbuatan maksiat ataupun dosa yang dilakukan seseorang berawal dari
pandangan yang tidak terjaga. Baik berupa perbuatan zina, mabuk, judi, ataupun
tindak kriminal semua berawal dari pandangan. Seseorang bisa melakukan pencurian
karena terlalu memandang keindahan dunia secara berlebihan sehingga
menghalalkan segala cara untuk mendapat uang.
Oleh sebab itu, latihlah
pandangan anda agar senantiasa terjaga, terlebih di usia remaja yang memiliki
rasa ingin tahu cukup besar. Pandangan mata yang wajib di jaga tidak hanya
memandang secara zahir, namun juga secara batin sehingga efektif menjadi cara
mengendalikan nafsu remaja.
Pandangan zahir yang wajib dijaga
seperti memandang wanita yang bukan mahrom, memandang aurat lawan jenis, baik
secara langsung atau melalui media. Sementara itu, menjaga pandangan secara batin
yang perlu dijaga adalah memandang keindahan dunia secara berlebihan sehingga
berkeinginan untuk mendapatkannya.
Seseorang yang hatinya terus memandang dunia
secara berlebihan, maka akan membuat hatinya tertutupi dunia, sehingga sulit
mendapat cahaya hidayah Allah dan mudah melakukan perbuatan dosa. Oleh sebab itu, untuk
mengendalikan nafsu, maka jagalah pandangan demi meraih kesucian lahir dan batin, seperti yang diperintahkan
Allah dalam Al Quran surah An Nur ayat
30
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, hendaklah mereka
menahan pandangannya dan memelihara kemaluan nya, yang demikian itu adalah
lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka
perbuat”
3.Menolak Bisikan yang Buruk
Menurut Ibnu Qoyyim, bisikan
terdiri dari tiga macam, yakni bisikan yang datang dari Allah, dari setan, dan
dari diri sendiri. Untuk mengenalinya, maka bisikan yang baik akan selalu
mengarahkan pada rasa takut kepada Allah, melakukan ketaatan , dan selalu
merasa di awasi. Sementara itu bisikan setan akan selalu mengarahkan manusia
untuk durhaka kepada Allah, sementara bisikan manusia adalah yang memilih
antara keduanya dengan menggunakan akal.
Cara menolak bisikan yang burukadalah
dengan tidak memberikan toleransi kepada perbuatan buruk sedikitpun untuk
menyelinap di dalamnya. Biasanya setan sangat pandai menggoda manusia dengan mengatakan
kebaikan dari keburukan yang akan dikerjakan.
Misalnya, ketika seseorang ingin berkomunikasi
dengan lawan jenis karena tertarik dan ingin menjalin hubungan yang lebih
dekat. Maka seta akan mengatakan kebaikan perbuatan dosa tersebut, seperti “ah
saya hanya menghubunginya untuk menanyakan tentang pelajaran saja, itu kan
tidak dosa, saya kan berbicara karena ada kepentingan”
Jika anda menyadari bahwa
ditengah perbuatan buruk yang akan anda lakukan terdapat bisikan yang memandang
seakan perbuatan itu baik, maka jangan turuti bisikan itu. Selain dengan mengenali
bisikan nya, masih banyak cara mengatasi
bisikan setan dalam hati seperti melakukan pencegahan ataupun menanamkan
bisikan baik yang bisa mengalihkannya.
4.Bagi yang Mampu Menikah, dan yang Belum, Berpuasa
Cara mengendalikan nafsu remaja yang
ke empat ini sebenarnya lebih spesifik pada nafsu sex atau nafsu kepada lawan
jenis. Jika seorang remaja memiliki libido yang tinggi, serta berada di
lingkungan yang terlalu bebas tanpa batasan antara lelaki dan perempuan, maka
cara ini perlu dilakukan. Jika dirasa mampu secara fisik seperti finansial dan
psikis seperti kesiapan pribadi yang dewasa, maka lebih baik jika remaja ini
menikah.
Menikah di usia muda pernah di
lakukan oleh putra almarhum ust Arifin Ilham, yakni Alvin dengan seorang wanita
mualaf, namun dari segi fisik dan psikis memang Alvin sudah siap untuk menikah.
Namun jika belum siap, jangan menjadikan pernikahan sebagai media main-main
atau sekadar mencari cara penghalalan nafsu belaka. Anda bisa mencari
alternatif lain dengan cara rajin berpuasa sunah seperti yang disarankan nabi,
karena ia merupakan perisai nafsu yang paling ampuh
“Wahai kaula muda, siapa saja diantara kalian yang mampu menikah, maka
hendaklah menikah. Dan siapa saja yang belum mampu menikah maka hendaklah ia
berpuasa karena ia merupakan perisai baginya” (HR Bukhari)
5.Menjauhkan Diri dari Perkataan Keji dan Kotor
Sama dengan mata atau pandangan,
lisan juga seringkali menjadi perantara atau permulaan orang melakukan maksiat
atau perbuatan dosa. Oleh sebab itu, jagalah lisan dari perkataan buruk, dan
hindari orang-orang yang mampu memancing lisan untuk berkata buruk.
“Allah tidak menyukai ucapan buruk (yang diucapkan) dengan terus terang,
kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha mendengar lagi Maha
mengetahui” (Q.S An Nisa’:148)
Allah membenci sesuatu tentu bukan
tanpa alasan, banyak bukti yang bisa
dilihat di lingkungan banyak orang bertengkar, saling membunuh, dan berbuat
zina karena berawal dari lisan yang buruk. Salah satu lisan yang tidak terjaga
dan sering dilakukan remaja adalah bercanda dan chating dengan lawan jenis.
Seringkali ketika chating dengan
lawan jenis akan mengarah pada ucapan cinta, rayuan, ataupun hal lain yang
tidak pantas untuk diceritakan. Selain itu bercanda yang melampaui batas juga
sering dilakukan hingga membuat mereka lalai mengendalikan lisan.
Oleh sebab itu, berusahalah untuk
lebih jeli dalam menjaga lisan dan memilah-milah mana perkataan yang baik dan
buruk. Jangan sampai kita memancing munculnya nafsu negatif karena perkataan
buruk yang tidak segera kita sadari, sehingga mengikis keimanan kepada Allah.
6.Menghindari Lingkungan yang Negatif
Banyak anak kyai yang tergelincir
dalam perbuatan maksiat karena berada di lingkungan yang tidak tepat. Oleh
sebab itu cara mengendalikan nafsu remaja
yang paling ampuh adalah dengan menempatkan mereka di area yang bebas dari
pengaruh negatif. Hal ini membutuhkan
peran yang besar dari orang tua, khususnya bagi remaja yang masih bersekolah.
Sementara itu, bagi remaja yang
sudah mandiri, maka harus pandai memilih lingkungan yang baik, misalnya ketika
kuliah di luar kota, maka memilih tempat kos yang berada di lingkungan
religius. Selain itu, tameng yang kuat juga harus dimiliki remaja agar bisa
menghindari lingkungan negatif
yang masih ada di sekitarnya, sehingga tidak
mudah terpengaruh.
7.Tidak Menjadikan Rumah Sebagai Kuburan
Rumah atau tempat tinggal, khususnya
kamar adalah lokasi yang paling privasi, dan tidak bisa diketahui banyak orang.
Di sinilah karakter asli dan watak seseorang bisa terlihat dengan jelas, bahkan
banyak orang alim ternyata sering melakukan maksiat ketika di rumah karena
merasa tidak ada yang melihat.
Berada di rumah, terlebih yang
sepi tanpa keluarga, akan sangat berpotensi seseorang melakukan perbuatan
maksiat. Harimau akan mudah menerkam buruannya yang sedang sendirian daripada
di keramaian, demikian hal nya dengan setan. Mereka akan mudah menggoda manusia
yang berada di tempat sepi dan sendirian untuk berbuat maksiat, seperti melihat
film dan situs porno, ataupun melakukan masturbasi.
Oleh sebab itu, jangan biarkan
rumah atau kediaman anda seperti kuburan yang sepi dari aktivitas ibadah, dan
hanya digunakan untuk istirahat. Sebisa mungkin untuk sering melakukan ibadah
di dalamnya dan memenuhi kamar dengan barang-barang yang bisa mengingatkan
kepada Allah.
Dengan demikian, ketika keinginan
maksiat mulai muncul, anda akan malu melakukannya karena ingat Allah, Seperti
meletakkan Al Quran di meja kamar yang mudah dijangkau, dan sering membacanya
ketika sendirian. Atau meletakkan hadis-hadis motivasi di dinding-dinding kamar
yang selalu mengingatkan anda untuk melakukan hal positif.
8.Menyibukkan Diri dengan Ketaatan
Ketaatan tidak hanya terfokus pada
ibadah mahdah saja seperti puasa, shalat, dzikir, membaca Al Quran dan
sebagainya. Tidak bisa di pungkiri bahwa manusia memiliki watak mudah bosan,
sehingga melakukan aktivitas ibadah mahdah dengan monoton tidak maksimal
sebagai cara mengendalikan nafsu remaja.
Namun ketaatan yang dimaksud di sini adalah bisa
melakukan ibadah ghairu mahdah yang mengarahkan kepada ketaatan. Misalnya
menjadi anggota organisasi kampus atau sekolah, menyalurkan hobi yang dimiliki dengan
niat ibadah, bahkan membantu orang tua atau orang di sekitar juga bisa menjadi
ibadah.
Anda bisa menyibukkan diri dengan
aktivitas tersebut, perbanyak kegiatan di sekolah, ikut acara pengajian remaja,
atau jika di rumah sering membantu kedua orang tua melakukan pekerjaan rumah.
Dengan
demikian, anda akan mudah lelah dan tidak memiliki banyak waktu untuk
memikirkan sesuatu yang negatif dan membangkitkan nafsu. Selain itu, waktu yang
anda miliki akan lebih bermanfaat dan tidak membuat anda tertipu olehnya
“ada dua kenikmatan yang membuat banyak manusia tertipu dengannya, yakni
kesehatan dan waktu luang” (HR Bukhari)
“Penghuni surga itu tidak akan mengalami penyesalan, kecuali penyesalan
atas waktu yang telah mereka lewati, dan mereka tidak dapat mempergunakan waktu
itu untuk mengingat Allah”
(HR Thabrani)
9.Menggunakan Senjata Orang Beriman
Orang beriman memiliki senjata
khusus untuk melawan segala sesuatu, termasuk cara mengendalikan nafsu remaja
yang bergejolak. Semua usaha yang dilakukan tidak akan membuahkan hasil jika
orang beriman tidak menggunakan senjata ini dalam menaklukan nafsunya
“dan apabila orang-orang beriman bertanya kepada mu tentang Aku, maka (jawablah)
bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan
orang yang berdoa apabila ia memohon kepada Ku, maka hendaklah mereka itu
memenuhi (segala perintah) Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada Ku, agar
mereka selalu berada dalam kebenaran” (Q.S
Al Baqarah:186)
Rasulullah bersabda “tidak ada seorang muslim pun di muka bumi
ini, yang berdoa kepada Allah dengan suatu doa melainkan Allah akan mengabulkan
doanya, atau Allah akan memalingkannya dari keburukan yang sama, selama ia
tidak berdoa dengan doa yang terdapat di dalam nya dosa atau bertujuan memutus
hubungan kekeluargaan”….. (HR At Trimidzi)
Ya, gunakanlah senjata tersebut, yakni doa, perbanyak berdoa dan
meminta kepada Allah agar membantu anda mengendalikan nafsu dan tidak mudah
terperosok ke dalam jurang dosa. Selain itu, anda juga bisa meminta doa orang
yang mustajab agar menjaga anda dari perbuatan dosa, yakni doa Ibu.
10.Tidak Berputus Asa
Putus asa sangat sering dirasakan
oleh seorang remaja yang jiwa nya masih sangat labil, padahal berputus asa merupakan
salah satu tanda seseorang yang tidak memiliki iman. Ketika anda sudah
melakukan segala macam cara dan tetap terperosok ke dalam jurang dosa, jangan
anda merasa hina dan jijik pada diri sendiri sehingga terus melakukan perbuatan
maksiat.
Hal ini sering sekali terjadi, ketika
seseorang berbuat dosa besar, ia merasa dosanya tidak akan diampuni dan malu
untuk bertobat sebagai alasan. Akhirnya ia meneruskan perbuatan maksiat nya
sebagai pilihan, padahal Allah senantiasa mengampuni dosa orang yang bertobat,
Allah berfirman
“katakanlah, hai hamba-hamba Ku yang melampaui batas terhadap diri
mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya
Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia lah yang Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang”(Q.S Az Zumar:53)
Demikianlah 10 jurus
mengendalikan nafsu di usia remaja yang bisa di terapkan di rumah, terlebih
saat ini mendekati bulan Ramadhan, maka pengaplikasian nya akan lebih efektif.
Sesulit apapun mengendalikan nafsu, dan berapa kali pun anda terperosok dalam
kubang dosa, jangan ragu untuk bangkit dan terus mengumpulkan kekuatan untuk
mengendalikannya. Dengan demikian cara
mengendalikan nafsu remaja yang anda ikhtiar kan insya Allah memberikan
hasil selama dijalani dengan kesabaran.

0 Response to "10 Jurus Mengendalikan Nafsu di Usia Remaja"
Post a Comment