10 Jurus Mengendalikan Nafsu di Usia Remaja




Usia remaja merupakan masa peralihan antara masa anak-anak  menuju dewasa, sehingga di masa ini rasa ingin tahu remaja sangat tinggi, termasuk nafsu yang sulit dikendalikan. Oleh sebab itu, banyak orang yang terperosok dalam jurang dosa justru di kalangan remaja, namun banyak pula yang meraih kesuksesan di usia tersebut. Ada banyak cara mengendalikan nafsu remaja yang bisa dilakukan, namun sebagai umat islam, tentu pedoman utamanya adalah Al Quran dan hadis.


Cara Mengendalikan Nafsu Remaja dalam Islam



Nafsu remaja tidak hanya meliputi nafsu sex belaka, namun juga ingin menjalin hubungan dengan lawan jenis seperti pacaran, nafsu emosional, dan nafsu lainnya. Biasanya nafsu yang sering muncul pada remaja menyesuaikan lingkungannya, jika lingkungan banyak terdapat remaja yang pacaran, maka nafsu pacaran akan mendominasi, demikian dengan yang lainnya. Oleh sebab itu, jika remaja berada di lingkungan yang kurang tepat, maka ia harus memiliki benteng yang kuat untuk membatasinya.

Untuk mengetahui cara mengendalikan nafsu remaja, sebaiknya berkaca kembali pada ajaran islam yang semua petunjuk hidupnya ada dalam al Quran dan hadis Rasulullah. Dr Shalih Al Munajjid memiliki beberapa jurus yang bisa dilakukan untuk mengendalikan nafsu, diantaranya


1.Mengatakan Pada Diri Sendiri “Ma’adzallah” Sesungguhnya Saya Takut Pada Allah


Sekilas perkataan ini memang tidak terlalu berpengaruh pada remaja yang tidak memiliki keimanan yang kuat kepada Allah. Namun, pada kenyataannya banyak orang yang tidak memiliki keimanan yang kuat, bisa lari ketakutan ketika orang lain mengatakan “takutlah kamu kepada Allah”. Itu berarti, mereka yang memiliki sedikit saja keimanan karena beragama islam, masih cukup efektif jika menggunakan jurus ini.

Salah satu contohnya adalah sebuah kisah lelaki yang terkunci dalam goa bersama tiga teman nya, lalu untuk meminta kepada Allah agar membukakan pintu Goa, maka ia mengakui ketakutannya pada Allah yang pernah ia alami. Dimana pemuda itu pernah menyukai keponakannya sendiri, sehingga ketika keponakannya itu meminta bantuan pinjaman uang ia memiliki akal licik untuk memperdaya nya.

Lelaki itu berjanji akan memberikan uang 120 dinar kepada keponakannya itu jika bersedia menyerahkan kehormatan kepadanya. Namun, ketika akan melakukan maksiat tersebut, dan posisi sudah siap di ranjang, tiba-tiba keponakannya berkata “Aku tidak memperbolehkan mu membuka keperawanan ku kecuali dengan cara yang halal (dibolehkan Allah)”. Seketika lelaki itu ingat Allah dan merasa ketakutan, hingga berlari meninggalkan keponakan yang sangat dia ingini.

Demikianlah kekuatan jurus pertama yang bisa menjadi cara mengendalikan nafsu remaja ataupun nafsu manusia semua usia. Ketika nafsu negatif mulai muncul, maka ucapkanlah “aku takut kepada Allah” dan biasakan untuk mengucapkannya. Dengan demikian nafsu itu perlahan akan hilang dengan sendirinya ketika rasa takut mulai muncul

Orang yang takut kepada Allah ketika akan melakukan maksiat, atau melampiaskan nafsu negatif tidak hanya menyelamatkannya dari perbuatan maksiat. Namun, ia juga tergolong dalam orang yang termasuk mendapat pertolongan Allah dimana pada saat itu tidak ada naungan selain naungan Nya.


2.Menjaga Pandangan


Tidak dapat dipungkiri, bahwa semua perbuatan maksiat ataupun dosa yang dilakukan seseorang berawal dari pandangan yang tidak terjaga. Baik berupa perbuatan zina, mabuk, judi, ataupun tindak kriminal semua berawal dari pandangan. Seseorang bisa melakukan pencurian karena terlalu memandang keindahan dunia secara berlebihan sehingga menghalalkan segala cara untuk mendapat uang.

Oleh sebab itu, latihlah pandangan anda agar senantiasa terjaga, terlebih di usia remaja yang memiliki rasa ingin tahu cukup besar. Pandangan mata yang wajib di jaga tidak hanya memandang secara zahir, namun juga secara batin sehingga efektif menjadi cara mengendalikan nafsu remaja.

Pandangan zahir yang wajib dijaga seperti memandang wanita yang bukan mahrom, memandang aurat lawan jenis, baik secara langsung atau melalui media. Sementara itu, menjaga pandangan secara batin yang perlu dijaga adalah memandang keindahan dunia secara berlebihan sehingga berkeinginan untuk mendapatkannya.

Seseorang yang hatinya terus memandang dunia secara berlebihan, maka akan membuat hatinya tertutupi dunia, sehingga sulit mendapat cahaya hidayah Allah dan mudah melakukan perbuatan dosa. Oleh sebab itu, untuk mengendalikan nafsu, maka jagalah pandangan demi meraih kesucian lahir dan batin, seperti yang diperintahkan Allah dalam Al Quran surah  An Nur ayat 30

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluan nya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat”


3.Menolak Bisikan yang Buruk


Menurut Ibnu Qoyyim, bisikan terdiri dari tiga macam, yakni bisikan yang datang dari Allah, dari setan, dan dari diri sendiri. Untuk mengenalinya, maka bisikan yang baik akan selalu mengarahkan pada rasa takut kepada Allah, melakukan ketaatan , dan selalu merasa di awasi. Sementara itu bisikan setan akan selalu mengarahkan manusia untuk durhaka kepada Allah, sementara bisikan manusia adalah yang memilih antara keduanya dengan menggunakan akal.

Cara menolak bisikan yang burukadalah dengan tidak memberikan toleransi kepada perbuatan buruk sedikitpun untuk menyelinap di dalamnya. Biasanya setan sangat pandai menggoda manusia dengan mengatakan kebaikan dari keburukan yang akan dikerjakan.

 Misalnya, ketika seseorang ingin berkomunikasi dengan lawan jenis karena tertarik dan ingin menjalin hubungan yang lebih dekat. Maka seta akan mengatakan kebaikan perbuatan dosa tersebut, seperti “ah saya hanya menghubunginya untuk menanyakan tentang pelajaran saja, itu kan tidak dosa, saya kan berbicara karena ada kepentingan”

Jika anda menyadari bahwa ditengah perbuatan buruk yang akan anda lakukan terdapat bisikan yang memandang seakan perbuatan itu baik, maka jangan turuti bisikan itu. Selain dengan mengenali bisikan nya, masih banyak cara mengatasi bisikan setan dalam hati seperti melakukan pencegahan ataupun menanamkan bisikan baik yang bisa mengalihkannya.


4.Bagi yang Mampu Menikah, dan yang Belum, Berpuasa


Cara mengendalikan nafsu remaja yang ke empat ini sebenarnya lebih spesifik pada nafsu sex atau nafsu kepada lawan jenis. Jika seorang remaja memiliki libido yang tinggi, serta berada di lingkungan yang terlalu bebas tanpa batasan antara lelaki dan perempuan, maka cara ini perlu dilakukan. Jika dirasa mampu secara fisik seperti finansial dan psikis seperti kesiapan pribadi yang dewasa, maka lebih baik jika remaja ini menikah.

Menikah di usia muda pernah di lakukan oleh putra almarhum ust Arifin Ilham, yakni Alvin dengan seorang wanita mualaf, namun dari segi fisik dan psikis memang Alvin sudah siap untuk menikah. Namun jika belum siap, jangan menjadikan pernikahan sebagai media main-main atau sekadar mencari cara penghalalan nafsu belaka. Anda bisa mencari alternatif lain dengan cara rajin berpuasa sunah seperti yang disarankan nabi, karena ia merupakan perisai nafsu yang paling ampuh

Wahai kaula muda, siapa saja diantara kalian yang mampu menikah, maka hendaklah menikah. Dan siapa saja yang belum mampu menikah maka hendaklah ia berpuasa karena ia merupakan perisai baginya” (HR Bukhari)


5.Menjauhkan Diri dari Perkataan Keji dan Kotor


Sama dengan mata atau pandangan, lisan juga seringkali menjadi perantara atau permulaan orang melakukan maksiat atau perbuatan dosa. Oleh sebab itu, jagalah lisan dari perkataan buruk, dan hindari orang-orang yang mampu memancing lisan untuk berkata buruk.

Allah tidak menyukai ucapan buruk (yang diucapkan) dengan terus terang, kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui” (Q.S An Nisa’:148)

Allah membenci sesuatu tentu bukan tanpa alasan,  banyak bukti yang bisa dilihat di lingkungan banyak orang bertengkar, saling membunuh, dan berbuat zina karena berawal dari lisan yang buruk. Salah satu lisan yang tidak terjaga dan sering dilakukan remaja adalah bercanda dan chating dengan lawan jenis.

Seringkali ketika chating dengan lawan jenis akan mengarah pada ucapan cinta, rayuan, ataupun hal lain yang tidak pantas untuk diceritakan. Selain itu bercanda yang melampaui batas juga sering dilakukan hingga membuat mereka lalai mengendalikan lisan.

Oleh sebab itu, berusahalah untuk lebih jeli dalam menjaga lisan dan memilah-milah mana perkataan yang baik dan buruk. Jangan sampai kita memancing munculnya nafsu negatif karena perkataan buruk yang tidak segera kita sadari, sehingga mengikis keimanan kepada Allah.


6.Menghindari Lingkungan yang Negatif


Banyak anak kyai yang tergelincir dalam perbuatan maksiat karena berada di lingkungan yang tidak tepat. Oleh sebab itu cara mengendalikan nafsu remaja yang paling ampuh adalah dengan menempatkan mereka di area yang bebas dari pengaruh negatif. Hal ini  membutuhkan peran yang besar dari orang tua, khususnya bagi remaja yang masih bersekolah.

Sementara itu, bagi remaja yang sudah mandiri, maka harus pandai memilih lingkungan yang baik, misalnya ketika kuliah di luar kota, maka memilih tempat kos yang berada di lingkungan religius. Selain itu, tameng yang kuat juga harus dimiliki remaja agar bisa menghindari lingkungan negatif 
yang masih ada di sekitarnya, sehingga tidak mudah terpengaruh.


7.Tidak Menjadikan Rumah Sebagai Kuburan


Rumah atau tempat tinggal, khususnya kamar adalah lokasi yang paling privasi, dan tidak bisa diketahui banyak orang. Di sinilah karakter asli dan watak seseorang bisa terlihat dengan jelas, bahkan banyak orang alim ternyata sering melakukan maksiat ketika di rumah karena merasa tidak ada yang melihat.

Berada di rumah, terlebih yang sepi tanpa keluarga, akan sangat berpotensi seseorang melakukan perbuatan maksiat. Harimau akan mudah menerkam buruannya yang sedang sendirian daripada di keramaian, demikian hal nya dengan setan. Mereka akan mudah menggoda manusia yang berada di tempat sepi dan sendirian untuk berbuat maksiat, seperti melihat film dan situs porno, ataupun melakukan masturbasi.

Oleh sebab itu, jangan biarkan rumah atau kediaman anda seperti kuburan yang sepi dari aktivitas ibadah, dan hanya digunakan untuk istirahat. Sebisa mungkin untuk sering melakukan ibadah di dalamnya dan memenuhi kamar dengan barang-barang yang bisa mengingatkan kepada Allah.

Dengan demikian, ketika keinginan maksiat mulai muncul, anda akan malu melakukannya karena ingat Allah, Seperti meletakkan Al Quran di meja kamar yang mudah dijangkau, dan sering membacanya ketika sendirian. Atau meletakkan hadis-hadis motivasi di dinding-dinding kamar yang selalu mengingatkan anda untuk melakukan hal positif.


8.Menyibukkan Diri dengan Ketaatan


Ketaatan tidak hanya terfokus pada ibadah mahdah saja seperti puasa, shalat, dzikir, membaca Al Quran dan sebagainya. Tidak bisa di pungkiri bahwa manusia memiliki watak mudah bosan, sehingga melakukan aktivitas ibadah mahdah dengan monoton tidak maksimal sebagai cara mengendalikan nafsu remaja.

Namun ketaatan yang dimaksud di sini adalah bisa melakukan ibadah ghairu mahdah yang mengarahkan kepada ketaatan. Misalnya menjadi anggota organisasi kampus atau sekolah, menyalurkan hobi yang dimiliki dengan niat ibadah, bahkan membantu orang tua atau orang di sekitar juga bisa menjadi ibadah.

Anda bisa menyibukkan diri dengan aktivitas tersebut, perbanyak kegiatan di sekolah, ikut acara pengajian remaja, atau jika di rumah sering membantu kedua orang tua melakukan pekerjaan rumah. 
Dengan demikian, anda akan mudah lelah dan tidak memiliki banyak waktu untuk memikirkan sesuatu yang negatif dan membangkitkan nafsu. Selain itu, waktu yang anda miliki akan lebih bermanfaat dan tidak membuat anda tertipu olehnya

ada dua kenikmatan yang membuat banyak manusia tertipu dengannya, yakni kesehatan dan waktu luang” (HR Bukhari)

Penghuni surga itu tidak akan mengalami penyesalan, kecuali penyesalan atas waktu yang telah mereka lewati, dan mereka tidak dapat mempergunakan waktu itu untuk mengingat Allah”
(HR Thabrani)

9.Menggunakan Senjata Orang Beriman


Orang beriman memiliki senjata khusus untuk melawan segala sesuatu, termasuk cara mengendalikan nafsu remaja yang bergejolak. Semua usaha yang dilakukan tidak akan membuahkan hasil jika orang beriman tidak menggunakan senjata ini dalam menaklukan nafsunya

dan apabila orang-orang beriman bertanya kepada mu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan  permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (Q.S  Al Baqarah:186)

Rasulullah bersabda “tidak ada seorang muslim pun di muka bumi ini, yang berdoa kepada Allah dengan suatu doa melainkan Allah akan mengabulkan doanya, atau Allah akan memalingkannya dari keburukan yang sama, selama ia tidak berdoa dengan doa yang terdapat di dalam nya dosa atau bertujuan memutus hubungan kekeluargaan”….. (HR At Trimidzi)

Ya, gunakanlah senjata  tersebut, yakni doa, perbanyak berdoa dan meminta kepada Allah agar membantu anda mengendalikan nafsu dan tidak mudah terperosok ke dalam jurang dosa. Selain itu, anda juga bisa meminta doa orang yang mustajab agar menjaga anda dari perbuatan dosa, yakni doa Ibu.


10.Tidak Berputus Asa


Putus asa sangat sering dirasakan oleh seorang remaja yang jiwa nya masih sangat labil, padahal berputus asa merupakan salah satu tanda seseorang yang tidak memiliki iman. Ketika anda sudah melakukan segala macam cara dan tetap terperosok ke dalam jurang dosa, jangan anda merasa hina dan jijik pada diri sendiri sehingga terus melakukan perbuatan maksiat.

Hal ini sering sekali terjadi, ketika seseorang berbuat dosa besar, ia merasa dosanya tidak akan diampuni dan malu untuk bertobat sebagai alasan. Akhirnya ia meneruskan perbuatan maksiat nya sebagai pilihan, padahal Allah senantiasa mengampuni dosa orang yang bertobat, Allah berfirman

katakanlah, hai hamba-hamba Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”(Q.S Az Zumar:53)

Demikianlah 10 jurus mengendalikan nafsu di usia remaja yang bisa di terapkan di rumah, terlebih saat ini mendekati bulan Ramadhan, maka pengaplikasian nya akan lebih efektif. Sesulit apapun mengendalikan nafsu, dan berapa kali pun anda terperosok dalam kubang dosa, jangan ragu untuk bangkit dan terus mengumpulkan kekuatan untuk mengendalikannya. Dengan demikian cara mengendalikan nafsu remaja yang anda ikhtiar kan insya Allah memberikan hasil selama dijalani dengan kesabaran.


0 Response to "10 Jurus Mengendalikan Nafsu di Usia Remaja"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel