Tips Menjadi Keluarga yang Sakinah Ma Waddah Wa Rahmah dengan Memaknai Pernikahan dalam Islam
Thursday, November 14, 2019
Add Comment
Pernikahan
adalah sesuatu yang sangat umum terjadi, dan bersifat musiman, dimana dalam suatu bulan tertentu yang dianggap baik,
maka marak orang
menikah. Namun yang sangat disayangkan, marak orang menikah, marak juga orang
bercerai. Kalau menikah adalah sesuatu yang sudah umum terjadi, maka
berceraipun menjadi sesuatu yang sudah tabu dimasyarakat sehingga tips menjadi
keluarga sakinah ma waddah wa rahmah perlu untuk diketahui bersama.
Makna Pernikahan dalam Islam
Perceraian
seringkali terjadi karena masyarakat menikah tanpa
mengetahui makna pernikahan itu sendiri. Sebagian
orang mengatakan menikah adalah
menghalalkan hubungan laki laki dan perempuan yang tadinya bukan mahrom,
menjadi mahrom yang halal untuk di gauli. Ada pula yang mengatakan
menikah itu menyatukan antara laki laki dan perempuan dengan hubungan yang
halal demi melanjutkan keturunan.
Namun
makna pernikahan tidak hanya sebatas itu saja, ada pemahaman luas di dalamnya
yang jika diterapkan bisa menghasilkan beberapa tips menjadi keluarga sakinah
ma waddah wa rahmah seperti berikut
1.Pernikahan adalah Tameng Perzinahan
Menikah dapat menghindari seseorang dari
perbuatan zina yang di larang Allah karena dampak buruk bagi pelakunya dan juga
merugikan orang. Zina sendiri adalah perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah sebagaimana Allah berfirman dalam surah Al Isra ayat 32 yang artinya
Dan janganlah kamu mendekati zina;
sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu
jalan yang buruk.
Jadi, dengan
menikah, seseorang
sudah mengunci mati rayuan rayuan syaithan untuk menggodanya dari peerbuatan maksiat. Disebabkan karena nafsu
syahwat yang dimiliki seseorang sudah bisa terlampiaskan pada pasangan halal. Kalau sebelum menikah, berpegangan
tangan, atau berciuman dengan pasangan akan dinilai maksiat, maka sebaliknya dalam
pernikahan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Jika kalian bersetubuh dengan istri-istri
kalian termasuk sedekah!.” Mendengar sabda Rasulullah itu para shahabat
keheranan dan bertanya: “Wahai Rasulullah, seorang suami yang memuaskan nafsu
birahinya terhadap istrinya akan mendapat pahala ?” Nabi shallallahu alaihi wa
sallam menjawab: “Bagaimana menurut kalian jika mereka (para suami) bersetubuh
dengan selain istrinya, bukankah mereka berdosa .? “Jawab para shahabat : “Ya,
benar”. Beliau bersabda lagi : “Begitu pula kalau mereka bersetubuh dengan
istrinya (di tempat yang halal), mereka akan memperoleh pahala!”.
(Hadits Shahih Riwayat Muslim, Ahmad dan
Nasa’i).
2. Pernikahan adalah Proses Mengikuti Sunnah
Sudah umum di masyarakat bahwa pernikahan
adalah salah satu sunah Rasulullah SAW, dimana beliau bersabda
وَعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم حَمِدَ اَللَّهَ , وَأَثْنَى عَلَيْهِ , وَقَالَ : لَكِنِّي أَنَا أُصَلِّي وَأَنَامُ , وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ , وَأَتَزَوَّجُ اَلنِّسَاءَ , فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari Anas Ibnu Malik Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam setelah memuji Allah dan menyanjung-Nya
bersabda: "Tetapi aku sholat,
tidur, berpuasa, berbuka, dan mengawini perempuan. Barangsiapa membenci
sunnahku, ia tidak termasuk ummatku." Muttafaq Alaihi.
Setelah mengetahui hadis ini, maka dari sekarang perbaikilah niat
dalam menikah, yakni niat menjalankan sunnah Rasulullah yang merupakan ibadah. Dimana yang namanya ibadah, akan membantu
seseorang
untuk lebih dekat dengan Allah. Bagi
pasangan yang
sudah terlanjur menikah, tidak masalah, ubah niatnya mulai detik ini, Niatkan karena Allah, dengan
begitu keutuhan dan keharmonisan Rumah tangga akan terjaga.
Saat ini banyak
orang menikah, banyak juga yang bercerai salah
satu penyebabnya adalah karena mereka menikah bukan karena
Allah, bukan untuk beribadah, tapi karena nafsu. Atau yang lebih parah lagi mereka menikah hanya untuk menutupi
aibnya yang terlanjur kebobolan sebelum halal. Maka tidak heran jika pernikahan
mereka tidak berjalan lama, karena niatnya dari awal sudah salah.
Ibnu athailah
berkata dalm kitabnya al hikam
Min alamatin nujhifin ni-hayati ar rujuu ilallahi fil
bidayati
(Salah
satu tanda sukses di akhir perjalanan adalah kembali kepada Allah di awal
perjalanan
Jadi, ketika
di awal pernikahan niat kita karena Allah, maka ketika sudah menikah dan ada
masalah di dalamnya, tentu Allah akan menjaga rumah tangga seseorang, sehingga masalah yang dihadapi dapat terselesaikan dengan baik,)
3.Pernikahan adalah Upaya Melengkapi Separuh Agama
Mengapa
dikatakan melengkapi separuh agama? karena
sebagian besar amal ibadah seseorang
,dan hal yang mampu memasukkan mereka ke
neraka atau ke syurga adalah amal perbuatannya
dalam pernikahan.
Selain
itu Didalam sebuah hadits yang
diriwayatkan oleh Thabrani dari Anas bahwa Rasulullah saw bersabda,
”Barangsiapa
yang diberikan rezeki oleh Allah seorang istri yang sholehah maka sungguh dia
telah dibantu dengan setengah agamanya maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah
dalam setengah yang lainnya.”
Lihat saja
salah satu sebab wanita menjadi bidadari syurga, yakni karena taat pada suami. Sebaliknya salah satu
penyebab wanita masuk ke dalam neraka yang paling dalam adalah karena durhaka
kepada suami.
Rasulullah
SAW:"Dan ada empat golongan wanita yang akan dimasukkan ke dalam Neraka
(diantaranya) ialah wanita yang kotor atau jahat lidahnya terhadap suaminya.
Kalau sudah
mengerti makna ini dengna baik, sudah sepantasnya seseorang sangat bergembira ketiika menikah,
karena itu artinya ia sudah
membuka ladang pahala. Namun juga harus berhati hati karena pernikahan yang tidak
dijaga akan memasukkan seseorang ke dalam jurang neraka yang paling dalam.
Untuk para
wanita, harus sadar bahwa setelah ia menikah, maka syurga tidak lagi ada di
telapak kaki ibu, tapi sudah berpindah pada ridha suami. Jika istri melakukajn perbuatan yang tidak
diridhai suami, berarti ia sudah menutup pintu syurganya. Dalam catatan suami yang
dimaksud tentu suami yang “taat kepada Allah”
Namun sayang
nya, banyak para wanita mengabaikan makna ini, mereka
menganggap pernikahan hanya sekedar menghalalkan hubungan, tanpa tahu banyaknya
pahala yang dapat disemai. Misalnya,ketika
kita tersenyum saat suami pulang, istri menggembirakannya, dan berdandan cantik di depannya, maka itu
sudah memberikan pahala yang luar biasa bagi wanita.
Namun
anehnya, saat ini wanita justru berdandan cantik jika diluar rumah, sementara jika
bersama suami, ia asal asalan berdandan. Bahkan ada yang tidak berdandan sama
sekali, dengan menggunakan daster bau bawang merah. Suami mana yang suka
meliahat istrinya seperti itu maka
jangan disalahkan jika pernikahannya tidak awet, krena suami selingkuh.
Coba
pikirkan, seandainya dirumah istri
berdandan asal asalan, ketika suami kerja ia akan menemui wanita yang sudah
berdandan rapi dan cantik. Laki laki
mana yang tidak tergiur dengan dendeng
yang masih baru, daripada harus
melahap dendeng dirumahnya yang
sudah jatuh kotor dilumuri bau bawang.
4.Perkawinan Adalah Upaya Menyatukan dua Insan yang Berbeda
Makna terakhir
adalah perkawinan merupakan upaya menyatukan dua insan yang berbeda.
Berbeda ciri fisik, berbeda pemikiran, berbeda pendapat, dan lain sebagainya
yang disatukan dalam sebuah hubungan pernikahan. Namun sayangnya, banyak orang yang salah memaknai perbedaan tersebut menjadi sebuah masalah.
Ketika
ada perbedaan pendapat atau pemikiran antara seseorang dengan pasangannya, maka jangan dijadikan itu bahan pertengkaran. Justru dengan perbedaan itu, mestinya
salaing menutupi kekurangan pasangan masing-masing. Jangan kekurangan pasangan malah diumbar kesana kemari. Ingat Allah
SWT berfirman dalam Al Quran Surah Al Baqoroh ayat 187 yang bunyinya :
“Dihalalkan
bagi kalian pada malam hari (bulan) puasa bercampur dengan isteri-isterimu;
(karena) mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kalian pun adalah pakaian bagi
mereka. Allah mengetahui bahwasanya kalian tidak dapat menahan diri, maka Allah
mengampuni dan memaafkan kalian
Demikianlah 4 makna pernikahan
yang merupakan tips menjadi keluarga sakinah ma waddah wa rahmah. Hal yang perlu diingat adalah bahwa
Nabi mengatakan pernikahan yang berkah
itu adalah pernikahan yang didasari
agama. Pernikahan dengan didasari hal ini, akan menjadikan suami sebagai imam
yang mengerti arah dan tujuan di dalam pernikahannya tersebut. Laki-laki yang
beragama, mengetahui tujuan hidup pernikahannya, begitu juga istri yang
sholihah, mengetahui ke mana ia akan melangkah hidup.

0 Response to "Tips Menjadi Keluarga yang Sakinah Ma Waddah Wa Rahmah dengan Memaknai Pernikahan dalam Islam"
Post a Comment