Persiapan Bulan Ramadan, Hal yang Wajib Kamu Lakukan Agar Amalan Membekas di Hati
Wednesday, April 22, 2020
Add Comment
Banyak orang yang meninggalkan
segala amalan yang dilakukannya ketika Ramadan sudah berakhir, padahal ini
hanya akan merugikan diri mereka sendiri, karena mendapat lelah saat puasa
tanpa keikhlasan. Ketika Ramadan berlalu, segala amalan baik mulai ditinggalkan dan diganti dengan perbuatan
dosa sehingga pahala yang dikumpulkan lebih ringan dari dosa yang diperbuat
selain di bulan Ramadan. Untuk mencegah hal ini, maka dibutuhkan persiapan di bulan Ramadan yang sangat
matang agar segala yang dilakukan tidak sia-sia dan menyatu dalam keseharian di
bulan lainnya.
Perbuatan dan Persiapan di Bulan Ramadan yang Wajib Kamu Lakukan
Kebanyakan orang cenderung akan
berpikir target apa yang nantinya akan ia lakukan di bulan Ramadan, atau amalan
apa yang akan diperbanyak untuk dilakukan. Padahal bulan ramadan bukan sekadar
banyak-banyak an amal di bulan itu saja, namun harus ada kualitasnya.
Jika amalan nya banyak namun tidak berkualitas
itu sama dengan kesia-siaan belaka. Oleh sebab itu, anda harus menyiapkan diri
fisik dan psikis agar kualitas amalan tetap terjaga, persiapan dan pebuatan tersebut
meliputi
1.Kurangi Perbuatan Dosa Secara Bertahap
Mendekati bulan Ramadan, hingga
sampai ke bulan tersebut, diri kita harus selalu dipersiapkan agar selalu pantas
untuk menjalaninya. Persiapan di bulan Ramadan pertama yang harus anda lakukan
adalah mulai mengurangi perbuatan dosa secara bertahap.
Carilah tahu perbuatan dosa atau
aktivitas kurang bermanfaat yang paling sering anda lakukan, misal anda suka
Ghibah atau berbicara kasar, maka mulailah untuk menguranginya. Ingat, segala
sesuatu butuh proses, jangan karena terlalu bersemangat menyambut Ramadan, anda
menuntut diri agar berhenti total dari kebiasaan buruk tersebut dan
melakukannya dengan tergesa-gesa.
Terlalu tergesa-gesa meninggalkan
kebiasaan buruk karena bulan Ramadhan, dan bukan karena Allah seringkali
membuat setan masuk untuk membuatnya lelah karena berat meninggalkan kebiasaan
buruknya. Rasulullah bersabda
“Sifat perlahan-lahan (sabar) itu dari Allah. Sedangkan sifat ingin
tergesa-gesa itu berasal dari setan” (HR Baihaqi)
Jika anda sering ghibah, dan
melakukannya di pagi, siang dan sore, maka kurangi sedikit demi sedikit
kuantitas nya, misal hanya sore saja atau hanya pagi saja. Atau misal sehari
bisa menghibah 2 orang, kurangi menjadi satu orang, sehingga kebiasaan itu
perlahan anda tinggalkan sama sekali. Demikian juga dengan perbuatan dosa
lainnya, seperti melihat wanita yang bukan mahrom bagi lelaki, misal sehari
bisa melihat di media sosial, di televisi, hingga di jalan, maka kurangi
kuantitas nya sedikit demi sedikit.
Jika anda tidak melakukannya
secara bertahap, maka kemungkinan besar setelah Ramadan berlalu, maka kebiasaan
buruk tersebut kembali di lakukan. Padahal tujuan bulan Ramadan melatih nafsu
kita tidak hanya pada bulan itu saja, namun harus memberikan bekas di
bulan-bulan lainnya.
2.Ganti dengan Amal Shalih
Setelah mengurangi perbuatan dosa
yang sering dilakukan secara bertahap dan perlahan, maka langkah persiapan di
bulan Ramadan selanjutnya adalah mengganti perbuatan tersebut dengan amal
shalih. Sama dengan meninggalkan perbuatan buruk, melakukan amal shalih juga
harus dilakukan secara bertahap, jangan serta merta atau tergesa-gesa.
Melakukannya secara keseluruhan tanpa
tahap, justru akan membuat anda mudah bosan dan merasa di paksa, sehingga ketika
lepas dari Ramadan yang dirasa mengekang nya, ia akan meninggalkan amal baik tersebut.
Banyak orang yang bersemangat menyambut bulan Ramadan dengan membuat target
yang begitu berat dari kebiasaannya sehari-hari, seperti harus hatam Al Quran 3
kali, atau shalat duha 8 rakaat sehari.
Rasa bosan atau futur akan mudah
menghinggapi orang yang beramal terlalu mementingkan kuantitas, bukan kualitas.
Rasulullah bersabda
“Setiap amal itu pasti ada masa semangat nya, dan setiap masa semangat
itu pasti ada masa futur nya, barang siapa dalam kemalasan nya masih dalam sunah
Nabi, maka dia berada dalam pentunjuk” (HR Thabrani)
Memang pada sebagian orang, untuk
mencapai target sesekali harus dipaksa, namun sebagian besar orang tidaklah
memiliki karakter yang sama yakni suka dipaksa. Oleh sebab itu, lakukan saja
perbuatan baik secara bertahap, misal yang biasanya tidak sedekah, mulai
bersedekah seminggu sekali.
Ingatlah, bahwa semua perbuatan
baik itu akan menimbulkan rasa nikmat ketika dilakukan secara ikhlas tanpa paksaan.
Sementara jika dilakukan secara terpaksa karena dituntut target yang terlalu
tinggi dan jauh diluar kebiasaan, maka ketika melakukannya hanya ada rasa puas
karena mencapai target. Namun tidak ada rasa nikmat yang menimbulkan ketagihan,
sehingga ketika Ramadan berlalu, amalan tersebut tidak dilakukan lagi dan tidak
membekas di hati.
Inilah mengapa Allah sangat
menyuruh hamba Nya agar melakukan segala amal dengan niat ikhlas karena Allah,
bukan paksaan atau tekanan. Allaah berfirman dalam Al Quran surah Al Bayyinah
ayat 5 yang artinya
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali hanya untuk beribadah kepada Allah
dan memurnikan ketaatan kepada Nya dengan menjalankan agama yang lurus,
melaksanakan salat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang
lurus”
3.Hindari Bisikan Setan
Mengapa salah satu persiapan di
bulan Ramadan harus menghindari bisikan setan, padahal setan sudah dibelenggu
pada bulan Ramadan, sesuai dengan hadis yang berbunyi
“Ketika masuk bulan Ramadan maka setan-setan dibelenggu, pintu-pintu
surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup” (HR Bukhari Muslim)
Walaupun setan diikat Allah, namun bukan berarti bisikan setan
tidak akan muncul di hati dan telinga kita. Bisikan setan inilah yang terus
mempengaruhi nafsu untuk berbuat dosa dan melakukan amal dengan berat. Berikut
beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk menghindari bisikan setan
a. Lakukan Pencegahan dari Aplikasi
Atas Bisikan yang Buruk Tersebut
Bisikan buruk biasanya diiringi
dengan rencana, misalnya bisikan untuk bertemu dengan pacar, akan dilakukan
ketika acara buka bersama. Maka cegah rencana tersebut, jangan ikut acara buka
bersama, dan lebih memilih buka di rumah, dengan demikian bisikan setan tidak
akan terealisasi.
b. Menanamkan Bisikan yang Baik
dalam Hati Agar bisikan Buruk Hilang
Seperti air memadamkan api,
demikian pula bisikan baik memadamkan keinginan bisikan buruk. Jika terdengar
bisikan buruk dari hatimu, maka sebelum merencanakannya ganti dengan perbuatan
baik. Caranya dengan melihat sisi buruk bisikan tersebut, misalnya “daripada
saya ketemuan sama pacar, nanti dia minta belanja ini itu, badan capek diajak
jalan-jalan, lebih baik saya buka bersama di rumah sama teman-teman, bisa
tadarus bareng sekalian”
c. Yakini Bahwa Allah Sedang
Melihat Bisikan-bisikan Buruk yang Bercokol dalam Hatimu
Orang yang beriman, akan selalu
merasa di awasi Allah dimana pun dan dalam kondisi apapun, bahkan rencana yang
ada dalam hati bisa diketahui Allah swt. Oleh sebab itu kuatkan iman dengan meyakini
bahwa Allah mengetahui bisikan buruk tersebut sehingga anda merasa malu untuk
merealisasikannya.
4.Yang Terpenting Istiqomah
Banyak yang selalu mengutamakan
kuantitas atau banyaknya amalan yang dilakuan di bulan Ramadan, sehingga ketika
berlalu ia tidak mampu melakukannya kembali karena dirasa terlalu berat.
Padahal, amalan yang baik itu bukan yang paling banyak, namun yang dilakukan
secara istiqomah.
Rasulullah bersabda: “dan ketahuilah bahwasanya amalan yang paling
dicintai Allah adalah yang terus menerus walaupun sedikit” (HR.Muslim)
Bahkan imam syafii pernah berkata
bahwa al istiqoomah khoirun min alfi
karomah, istiqomah itu lebih baik dari seribu keutamaan.
Oleh sebab itu, mulailah
melakukan perbuatan yang paling mudah untuk diistiqomah kan menurut anda
sebagai persiapan di bulan Ramadan. Misalnya, daripada membaca Al Quran 3 juz hanya
di waktu malam, namun semalaman suntuk sampai menahan ngantuk dan hilang
ikhlasnya. Maka lebih baik membaca hanya 2 lembar atau bahkan 2 ayat saja setelah
salat lima waktu, namun istiqomah melakukannya karena hanya 2 ayat tidaklah
berat.
Dengan demikian hati anda akan
lebih ikhlas menjalankannya dan ketagihan untuk menambah bacaan, hingga yang
tadinya hanya 2 ayat sehabis shalat bisa sampai 1 juz karena sudah ikhlas dan
merasa nikmat. Jika anda sudah merasa nikmat, maka setelah Ramadan berlalu,
anda tetap ingin melakukan amalan tersebut sehingga bisa istiqomah.
5.Ubah Keluhan dengan Berbagi Kebahagiaan
Sungguh beruntung orang yang bisa
menemui bulan Ramadan yang mulia ini, karena banyak diantara kita yang tidak
bisa ikut ramadan karena meninggal, atau sedang sakit parah hingga tidak bisa
puasa. Oleh sebab itu, sangat tidak pantas jika mereka yang menemui bulan
ramadan masih banyak mengeluhkan kehidupan nya, padahal menemui bulan mulia ini
adalah keberuntungan.
Jika anda tergolong orang yang
sangat mudah mengeluh, maka kebiasaan tersebut sangat mudah dikurangi dengan
berbagi kebahagiaan, karena memberi kebahagiaan kepada orang lain akan membawa
kelegaan di hati, seperti saat mengeluh pada orang lain. Seorang peneliti
psikologis, yakni Elisabeth Dunn mengatakan bahwa menghabiskan uang untuk orang
lain bisa meningkatkan kebahagiaan. Oleh karena itu, ketika kita sedang ingin
mengeluh di media sosial seperti status wa misal nya, maka ubah niat keluhan
itu dengan status wa yang menyenangkan orang lain ketika dilihat.
Atau ketika ingin mengeluh dengan
tetangga, maka ganti keluhan itu dengan memberikan buka puasa kepada orang yang
membutuhkan, pakaian, sedekah harta atau yang paling mudah hanya dengan membagi
senyuman yang tulus. Ketika orang merasa
bahagia atas pemberian anda, maka akan memberikan kepuasan dan kelegaan sendiri
dalam hati, tanpa harus mengeluhkan masalah yang dimiliki.
Selain 5 hal di atas, masih
banyak persiapan di bulan Ramadan yang
bisa anda lakukan, agar nantinya anda siap memasuki bulan Ramadan dengan segala
amal baik yang ikhlas dan membekas. Muslim yang baik, jangan sampai merasa
terbebani dengan bulan yang mulia ini hanya karena merasa berat saat puasa. Padahal
sejatinya, berat saat puasa masih lebih ringan dibandingkan beratnya dosa yang
harus kita pikul dan pertanggung jawabkan di akhirat kelak

0 Response to "Persiapan Bulan Ramadan, Hal yang Wajib Kamu Lakukan Agar Amalan Membekas di Hati"
Post a Comment