Persiapan Bulan Ramadan, Hal yang Wajib Kamu Lakukan Agar Amalan Membekas di Hati



Banyak orang yang meninggalkan segala amalan yang dilakukannya ketika Ramadan sudah berakhir, padahal ini hanya akan merugikan diri mereka sendiri, karena mendapat lelah saat puasa tanpa keikhlasan. Ketika Ramadan berlalu, segala amalan baik  mulai ditinggalkan dan diganti dengan perbuatan dosa sehingga pahala yang dikumpulkan lebih ringan dari dosa yang diperbuat selain di bulan Ramadan. Untuk mencegah hal ini, maka dibutuhkan persiapan di bulan Ramadan yang sangat matang agar segala yang dilakukan tidak sia-sia dan menyatu dalam keseharian di bulan lainnya.  

 

Perbuatan dan Persiapan di Bulan Ramadan yang Wajib Kamu Lakukan


Kebanyakan orang cenderung akan berpikir target apa yang nantinya akan ia lakukan di bulan Ramadan, atau amalan apa yang akan diperbanyak untuk dilakukan. Padahal bulan ramadan bukan sekadar banyak-banyak an amal di bulan itu saja, namun harus ada kualitasnya.

 Jika amalan nya banyak namun tidak berkualitas itu sama dengan kesia-siaan belaka. Oleh sebab itu, anda harus menyiapkan diri fisik dan psikis agar kualitas amalan tetap terjaga, persiapan dan pebuatan tersebut meliputi

1.Kurangi Perbuatan Dosa Secara Bertahap


Mendekati bulan Ramadan, hingga sampai ke bulan tersebut, diri kita harus selalu dipersiapkan agar selalu pantas untuk menjalaninya. Persiapan di bulan Ramadan pertama yang harus anda lakukan adalah mulai mengurangi perbuatan dosa secara bertahap.

Carilah tahu perbuatan dosa atau aktivitas kurang bermanfaat yang paling sering anda lakukan, misal anda suka Ghibah atau berbicara kasar, maka mulailah untuk menguranginya. Ingat, segala sesuatu butuh proses, jangan karena terlalu bersemangat menyambut Ramadan, anda menuntut diri agar berhenti total dari kebiasaan buruk tersebut dan melakukannya dengan tergesa-gesa.

Terlalu tergesa-gesa meninggalkan kebiasaan buruk karena bulan Ramadhan, dan bukan karena Allah seringkali membuat setan masuk untuk membuatnya lelah karena berat meninggalkan kebiasaan buruknya. Rasulullah bersabda

Sifat perlahan-lahan (sabar) itu dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan” (HR Baihaqi)

Jika anda sering ghibah, dan melakukannya di pagi, siang dan sore, maka kurangi sedikit demi sedikit kuantitas nya, misal hanya sore saja atau hanya pagi saja. Atau misal sehari bisa menghibah 2 orang, kurangi menjadi satu orang, sehingga kebiasaan itu perlahan anda tinggalkan sama sekali. Demikian juga dengan perbuatan dosa lainnya, seperti melihat wanita yang bukan mahrom bagi lelaki, misal sehari bisa melihat di media sosial, di televisi, hingga di jalan, maka kurangi kuantitas nya sedikit demi sedikit.

Jika anda tidak melakukannya secara bertahap, maka kemungkinan besar setelah Ramadan berlalu, maka kebiasaan buruk tersebut kembali di lakukan. Padahal tujuan bulan Ramadan melatih nafsu kita tidak hanya pada bulan itu saja, namun harus memberikan bekas di bulan-bulan lainnya.

 

2.Ganti dengan Amal Shalih


Setelah mengurangi perbuatan dosa yang sering dilakukan secara bertahap dan perlahan, maka langkah persiapan di bulan Ramadan selanjutnya adalah mengganti perbuatan tersebut dengan amal shalih. Sama dengan meninggalkan perbuatan buruk, melakukan amal shalih juga harus dilakukan secara bertahap, jangan serta merta atau tergesa-gesa.

Melakukannya secara keseluruhan tanpa tahap, justru akan membuat anda mudah bosan dan merasa di paksa, sehingga ketika lepas dari Ramadan yang dirasa mengekang nya, ia akan meninggalkan amal baik tersebut. Banyak orang yang bersemangat menyambut bulan Ramadan dengan membuat target yang begitu berat dari kebiasaannya sehari-hari, seperti harus hatam Al Quran 3 kali, atau shalat duha 8 rakaat sehari.

Rasa bosan atau futur akan mudah menghinggapi orang yang beramal terlalu mementingkan kuantitas, bukan kualitas. Rasulullah bersabda

Setiap amal itu pasti ada masa semangat nya, dan setiap masa semangat itu pasti ada masa futur nya, barang siapa dalam kemalasan nya masih dalam sunah Nabi, maka dia berada dalam pentunjuk” (HR Thabrani)

Memang pada sebagian orang, untuk mencapai target sesekali harus dipaksa, namun sebagian besar orang tidaklah memiliki karakter yang sama yakni suka dipaksa. Oleh sebab itu, lakukan saja perbuatan baik secara bertahap, misal yang biasanya tidak sedekah, mulai bersedekah seminggu sekali.

Ingatlah, bahwa semua perbuatan baik itu akan menimbulkan rasa nikmat ketika dilakukan secara ikhlas tanpa paksaan. Sementara jika dilakukan secara terpaksa karena dituntut target yang terlalu tinggi dan jauh diluar kebiasaan, maka ketika melakukannya hanya ada rasa puas karena mencapai target. Namun tidak ada rasa nikmat yang menimbulkan ketagihan, sehingga ketika Ramadan berlalu, amalan tersebut tidak dilakukan lagi dan tidak membekas di hati.

Inilah mengapa Allah sangat menyuruh hamba Nya agar melakukan segala amal dengan niat ikhlas karena Allah, bukan paksaan atau tekanan. Allaah berfirman dalam Al Quran surah Al Bayyinah ayat 5 yang artinya

Padahal mereka tidak disuruh kecuali hanya untuk beribadah kepada Allah dan memurnikan ketaatan kepada Nya dengan menjalankan agama yang lurus, melaksanakan salat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus”

 

3.Hindari Bisikan Setan


Mengapa salah satu persiapan di bulan Ramadan harus menghindari bisikan setan, padahal setan sudah dibelenggu pada bulan Ramadan, sesuai dengan hadis yang berbunyi

Ketika masuk bulan Ramadan maka setan-setan dibelenggu, pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup” (HR Bukhari Muslim)


Walaupun setan diikat Allah, namun bukan berarti bisikan setan tidak akan muncul di hati dan telinga kita. Bisikan setan inilah yang terus mempengaruhi nafsu untuk berbuat dosa dan melakukan amal dengan berat. Berikut beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk menghindari bisikan setan

a. Lakukan Pencegahan dari Aplikasi Atas Bisikan yang Buruk Tersebut

Bisikan buruk biasanya diiringi dengan rencana, misalnya bisikan untuk bertemu dengan pacar, akan dilakukan ketika acara buka bersama. Maka cegah rencana tersebut, jangan ikut acara buka bersama, dan lebih memilih buka di rumah, dengan demikian bisikan setan tidak akan terealisasi.

b. Menanamkan Bisikan yang Baik dalam Hati Agar bisikan Buruk Hilang

Seperti air memadamkan api, demikian pula bisikan baik memadamkan keinginan bisikan buruk. Jika terdengar bisikan buruk dari hatimu, maka sebelum merencanakannya ganti dengan perbuatan baik. Caranya dengan melihat sisi buruk bisikan tersebut, misalnya “daripada saya ketemuan sama pacar, nanti dia minta belanja ini itu, badan capek diajak jalan-jalan, lebih baik saya buka bersama di rumah sama teman-teman, bisa tadarus bareng sekalian”

c. Yakini Bahwa Allah Sedang Melihat Bisikan-bisikan Buruk yang Bercokol dalam Hatimu

Orang yang beriman, akan selalu merasa di awasi Allah dimana pun dan dalam kondisi apapun, bahkan rencana yang ada dalam hati bisa diketahui Allah swt. Oleh sebab itu kuatkan iman dengan meyakini bahwa Allah mengetahui bisikan buruk tersebut sehingga anda merasa malu untuk merealisasikannya.

 

4.Yang Terpenting Istiqomah


Banyak yang selalu mengutamakan kuantitas atau banyaknya amalan yang dilakuan di bulan Ramadan, sehingga ketika berlalu ia tidak mampu melakukannya kembali karena dirasa terlalu berat. Padahal, amalan yang baik itu bukan yang paling banyak, namun yang dilakukan secara istiqomah.


Rasulullah bersabda: “dan ketahuilah bahwasanya amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus menerus walaupun sedikit” (HR.Muslim)

Bahkan imam syafii pernah berkata bahwa al istiqoomah khoirun min alfi karomah, istiqomah itu lebih baik dari seribu keutamaan.

Oleh sebab itu, mulailah melakukan perbuatan yang paling mudah untuk diistiqomah kan menurut anda sebagai persiapan di bulan Ramadan. Misalnya, daripada membaca Al Quran 3 juz hanya di waktu malam, namun semalaman suntuk sampai menahan ngantuk dan hilang ikhlasnya. Maka lebih baik membaca hanya 2 lembar atau bahkan 2 ayat saja setelah salat lima waktu, namun istiqomah melakukannya karena hanya 2 ayat tidaklah berat.

Dengan demikian hati anda akan lebih ikhlas menjalankannya dan ketagihan untuk menambah bacaan, hingga yang tadinya hanya 2 ayat sehabis shalat bisa sampai 1 juz karena sudah ikhlas dan merasa nikmat. Jika anda sudah merasa nikmat, maka setelah Ramadan berlalu, anda tetap ingin melakukan amalan tersebut sehingga bisa istiqomah.

 

5.Ubah Keluhan dengan Berbagi Kebahagiaan


Sungguh beruntung orang yang bisa menemui bulan Ramadan yang mulia ini, karena banyak diantara kita yang tidak bisa ikut ramadan karena meninggal, atau sedang sakit parah hingga tidak bisa puasa. Oleh sebab itu, sangat tidak pantas jika mereka yang menemui bulan ramadan masih banyak mengeluhkan kehidupan nya, padahal menemui bulan mulia ini adalah keberuntungan.

Jika anda tergolong orang yang sangat mudah mengeluh, maka kebiasaan tersebut sangat mudah dikurangi dengan berbagi kebahagiaan, karena memberi kebahagiaan kepada orang lain akan membawa kelegaan di hati, seperti saat mengeluh pada orang lain. Seorang peneliti psikologis, yakni Elisabeth Dunn mengatakan bahwa menghabiskan uang untuk orang lain bisa meningkatkan kebahagiaan. Oleh karena itu, ketika kita sedang ingin mengeluh di media sosial seperti status wa misal nya, maka ubah niat keluhan itu dengan status wa yang menyenangkan orang lain ketika dilihat.

Atau ketika ingin mengeluh dengan tetangga, maka ganti keluhan itu dengan memberikan buka puasa kepada orang yang membutuhkan, pakaian, sedekah harta atau yang paling mudah hanya dengan membagi senyuman yang tulus.  Ketika orang merasa bahagia atas pemberian anda, maka akan memberikan kepuasan dan kelegaan sendiri dalam hati, tanpa harus mengeluhkan masalah yang dimiliki.


Selain 5 hal di atas, masih banyak persiapan di bulan Ramadan yang bisa anda lakukan, agar nantinya anda siap memasuki bulan Ramadan dengan segala amal baik yang ikhlas dan membekas. Muslim yang baik, jangan sampai merasa terbebani dengan bulan yang mulia ini hanya karena merasa berat saat puasa. Padahal sejatinya, berat saat puasa masih lebih ringan dibandingkan beratnya dosa yang harus kita pikul dan pertanggung jawabkan di akhirat kelak

0 Response to "Persiapan Bulan Ramadan, Hal yang Wajib Kamu Lakukan Agar Amalan Membekas di Hati"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel