Asik! Bebas Pacaran Tanpa Batas Tapi Sesuai Syariat
Sunday, July 7, 2013
3 Comments
Ya baru mendengar pacaran saja, para remaja tentunya sudah sumringah, pada semangat baca, maklumlah, remaja sekarang paling hobi kalau disuruh baca tentang cinta dan pacaran. Tetapi kalau baca artikel tentang agama? langsung lari langkah seribu, padahal apa yang ditakutkan?
Fenomena Pacaran di Masyarakat dan Hukumnya dalam Islam
Tentu
kita semua sudah tahu, apa yang dimaksud pacaran. Katanya sih, pacaran itu
ajang perkenalan, dan pendekatan sebelum menikah, are you sure? Tapi kok sekarang
orang pacaran banyak yang cuma untuk main-main saja ya? Pacaran tapi gak sampai
nikah, cuma ajang senang-senang saja bagi kaula muda. Katanya kalau gak pacaran
gak gaul, katrok, ataupun ndeso.
Seperti
kita tahu, pacaran yang kita lihat sekarang ini, lebih didominasi dengan
bermesraan nya daripada perkenalannya. Sehingga pacaran yang bagi orang tua
dulu dilakukan untuk saling mengenal antar pasangan sebelum menikah, sudah
beralih fungsi menjadi ajang bermesraan, bercumbu bebas, sekedar untuk
melepaskan hasrat cinta yang didasarkan dengan nafsu syahwat dan hanya berlaku
sesaat, tujuannya hanya untuk bersenang-senang.
Islam
jelas melarang penganutnya yang belum menikah untuk melakukan hal ini, karena
hal ini tentu akan menyebabkan perbuatan yang sangat dibenci Allah, yaitu zina.
Allah
Berfirman
Ÿوَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Dan
jangan kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang
keji dan suatu jalan yang buruk.(QS. Al- Israa: 32
Jelas
sekali, untuk mendekati zina saja kita dilarang, apalagi sampai melakukan zina
itu sendiri. Apa saja hal yang termasuk mendekati zina? Banyak sekali. Mulai
dari pegangan dengan lawan jenis, pandang-pandangan, saling merayu, atau
ngegombal lah istilahnya.
Kenapa itu dibilanng mendekati zina? karena
dengan perbuatan itu, kita akan merasa terangsang untuk melakukan hal yang
lebih. Pertama memang cuma pegangan saja, tapi setelah pegangan , kok rasanya
enak ya? Akhirnya nyoba pelukan, loh kok lebih enak lagi akhirnya nyoba yang
lebih dari itu, sampai akhirnya terjadilah hal yang tidak diinginkan.
Bahkan
tanpa kita sadari, sebenarnya pandangan, ataupun ngegombal , itu sudah masuk
zina, dimana dalam sebuah hadis yang
diriwayatkan Bukhari Muslim Rasulullah bersabda
“Zinanya
mata adalah melihat [sesuatu], zinanya lisan adalah mengucapkan [sesuatu], zinanya
hati adalah mengharap dan menginginkan [sesuatu], sedangkan alat kelamin
membenarkan atau mendustakan itu [semua]. …”
Dan
semua itu biasanya dilakukan dalam hubungan pacaran. Buktinya, gak sedikit dari
kita, khususnya masyarakat indonesia yang hamil diluar nikah gara-gara pacaran.
Banyak yang menikah dini, karena untuk menutupi aib, bahkan sampai ada yang
aborsi dan membuang anak hasil zina di panti asuhan, atau lebih parahnya di
jalanan. Naudzubillah, semoga kita semua bisa menjaga diri dari maksiat,
Cara Bebas Pacaran yang Sesuai Syariat
Setelah
memahami hukum islam lebih mendalam, biasanya para remaja muslim yang masih
punya keinginan untuk menjaga agamanya, dan mendekatkan diri kepada
Allah, akan berusaha untuk menjauhi itu semua. Tapi tentu sangat sulit dengan mempertahankan
prinsip agama di zaman hedonisme seperti ini, bagaikan mempertahankan diri di
tengah hutan yang penuh dengan hewan buas.
Apalagi
bagi remaja yang punya nafsu tinggi, pasti bakal kelabakan mengendalikan
dirinya. Untuk itulah, islam sudah memberikan 2 jalan untuk kita semua, yaitu
menikah, atau rajin berpuasa bagi yang belum siap menikah. Walaupun
begitu, kita sebagai remaja tentunya tetap ingin tau bagaimana sih rasanya
pacaran, bisa saja remaja merasakan pacaran dengan ara menikah muda.
Menikah
yang dilakukan melalui taaruf, yang hanya membutuhkan waktu sekitar semingguan,
setelah itu langsung menikah. Berhubung kita baru kenal, tentu saat menikah
kita pasti saling malu kan? Anggap kita ini orang yang baru ketemuan.
Lama
kelamaan, malu kita akan hilang, dan kita pun mulai tertarik satu sama lain,
dan mulai banyak ngobrol. Dan inilah PDKT kita. Setelah PDKT, tentu kita mulai
rasa seneng kan, ya jelaslah, secara tiap hari ketemu. Akhirnya Kita
nyatakan cinta deh
“ sayang,, suamiku/ istriku, aku cinta kamu,
aku beruntung banget bisa kenal sama kamu”
sweet
banget kan?
Sang
cewek/istri udah kesemsem deh. Gak
beda jauh kan dengan pacaran yang dilakukan orang-orang disekeliling kita?, bahkan
ini jauh lebih nikmat dan aman dari itu. Setelah menyatakan cinta, biasanya
kita lihat orang pacaran itu ngajak pasangannya jalan-jalan berdua,
pegang-pegangan, mesra-mesraan, bahkan sampai ada yang kebablasan.
Setelah
menikah kita juga bisa mengajak suami/istri untuk jalan-jalan (honeymoon),
bergandengan tangan, atau bermesraan seperti mereka, sampai kebablasan yang menyenangkan, karena
hamilnya dalam pernikahan.
Sama
aja kan dengan orang pacaran? Cuma bedanya, kalau orang pacaran seperti yang
biasa kita lihat (before married) akan mendapatkan dosa, semakin mesra, semakin
besar dosa yang kita dapat, sedangkan kalau pacaran after marriage, kalau kita
bermesraan dengan pasangan, kita akan mendapat pahala. Wah enak dong yah, udah
dapat seneng, bisa muasin nafsu, eh dapat pahala pula. Gak percaya? Yuk kita
simak hadis dibawah ini
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika kalian bersetubuh dengan
istri-istri kalian termasuk sedekah!.” Mendengar sabda Rasulullah itu para sahabat
keheranan dan bertanya: “Wahai Rasulullah, seorang suami yang memuaskan nafsu
birahinya terhadap istrinya akan mendapat pahala ?” Nabi shallallahu alaihi wa
sallam menjawab: “Bagaimana menurut kalian jika mereka (para suami) bersetubuh
dengan selain istrinya, bukankah mereka berdosa .? “Jawab para shahabat : “Ya,
benar”. Beliau bersabda lagi : “Begitu pula kalau mereka bersetubuh dengan
istrinya (di tempat yang halal), mereka akan memperoleh pahala!”. (Hadits
Shahih Riwayat Muslim, Ahmad dan Nasa’i).
Dalam
hadis lain yang khususnya ditunjukkan untuk kaum perempuan/istri, dari Abdullah bin Salam, bahwa Rasulullah
bersabda
”Sebaik-baik
istri ialah istri yang menyenangkan kamu bila engkau memandang (nya), dan taat
kepadamu bila engkau menyuruh (nya), serta menjaga dirinya dan harta bendamu di
waktu engkau tidak berada bersamanya.”
Oleh
karena itu, berdandan untuk suami merupakan bagian dari ibadah. Sehingga istri
kelak akan mendapatkan balasan dan pahala dari Allah di akhirat kelak. Wah enak
kan, kalau after marriage, dandan untuk pasangan kita dapat pahala, kalau
before marriage? Ya jawab sendiri
Jadi
sekarang untuk para remaja muslim and muslimah, don’t worry. Kita juga bisa kok
ngerasain pacaran. Jangan sampai terpengaruh dengan kata-kata teman
“ah lu kalau tetap fanatik sama agama lu, kagak
mau pacaran, lu kagak akan pernah ngerasain indahnya masa remaja, indahnya
pacaran and indahnya jatuh cinta. Masa muda itu untuk dinikmati,
bukan untuk dibatasi”
Wah
siapa bilang.. mereka yang berkata seperti itu jelas salah besar. Mereka gak sadar
kalau agama islam itu agama yang sempurna, urusan pacaran aja sudah dibuat
lebih indah dari yang dibuat manusia, yakni pacaran setelah menikah. Semuanya sudah
diatur dalam Al Quran and hadis. Undang undangnya jauh lebih lengkap and pas.
Ya iya lah, yang buat aja Tuhan Allah, sang Khaliq, mana mungkin gak pas.
bagus sekali ukhtii.... :D
ReplyDeletesyukron akh :)
DeleteBagus infonya, saya izin share ya, biar bisa dibaca sama yang lainnya... Makasih
ReplyDelete