Sahabat Nabi yang Pendiam Ini Bisa Memotivasi Kamu yang Pendiam
Saat ini banyak orang pendiam yang sering
merasa minder karena kesulitan berbaur di masyarakat. Tapi tidak sedikit juga
yang bangga dengan karakternya dan terus menggali potensi yang dimiliki.
Sebagai motivasi bagi si Pendiam, ada beberapa sahabat nabi yang pendiam yang kehidupannya bisa dijadikan ibrah
dan pelajaran.
Siapakah Sahabat Nabi yang Pendiam?
Sebenarnya ada banyak sekali tokoh islam
yang dikenal memiliki sifat pendiam. Bahkan Nabi Muhammad saw juga memiliki
sifat yang cukup pendiam. Namun tuntutan dakwah yang sangat besar tentu
menuntut Nabi untuk pandai berkomunikasi meski sifatnya tetap pendiam dan
pemalu.
Islam sendiri mengajarkan umatnya untuk
menjadi pribadi yang menjaga lisannya, dan berkata yang baik atau diam seperti
dalam hadis pendek riwayat Bukhari yang
cukup terkenal.
Tentu saja mengamalkan hadis tersebut akan
membuat seseorang lebih sedikit bicara dan menjadi lebih pendiam. Tidak heran
banyak sahabat nabi yang tetap bertahan dalam kependiamannya demi menjaga
lisan, namun ada juga yang dasarnya bukan pendiam terlihat pendiam demi
berusaha menjaga lisan.
Sebut saja Ali bin Abu Thalib yang pendiam
namun bijak saat berbicara, Usman yang pemalu tapi memiliki kedudukan yang
tinggi di sisi nabi, dan banyak sahabat lainnya.
Kisah Sahabat Nabi yang Pendiam Muadz Bin
Jabal
Dari sekian banyak sahabat Nabi yang
pendiam, Muadz bin Jabal yang paling terkenal dengan kependiamannya. Berikut
rentetan kisahnya yang bisa dijadikan pelajaran dan motivasi untuk kamu yang
pendiam.
1. Biografi
Mu’adz bin Jabal merupakan salah satu
sahabat Nabi yang cukup terkenal dari kalangan Anshar. Nama lengkapnya adalah
Muadz bin Jabal bin Amr bin Aus al Khasraji. Beliau termasuk golongan anshar
pertama yang masuk islam. Saat berbai’at masuk islam, usianya masih 18 tahun.
Usia remaja yang bisa memotivasi banyak
kalangan pendiam untuk bisa bangkit menjadi orang cerdas dan berpengaruh.
2. Kelebihan Mu’adz bin Jabal
Meski pendiam, Mu’adz dikenal sebagai
sahabat yang berani mengemukakan pendapatnya seperti sahabat Umar. Namun
sifatnya tetap sangat rendah hati dan sangat beradab dalam mengemukakan
pendapat tersebut.
Dibalik kepandaiannya, Muadz tetap tidak
akan berpendapat dan banyak bicara jika tidak diminta. Sebaliknya, ketika
dimintai pendapat dan diberi waktu untuk mengemukakan pikirannya, Muadz akan
mengeluarkan pendapatnya yang sangat cemerlang terutama dalam hal fikih.
Beberapa hadis nabi dan ungkapan sahabat
yang mengemukakan kelebihan Muadz yang pendiam ini adalah:
- Nabi bersabda, umatku yang paling tahu hukum halal dan haram adalah Muadz bin Jabal (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).
- Saat menjadi khalifah Umar yang sudah terkenal cerdas sering meminta pendapat pada Muadz lalu Umar berkata “Kalau tidak karena Muadz bin Jabal, maka akan celakalah Umar.
- Nabi pernah memuji Muadz dan bersabda, “Muadz bin Jabal adalah imam para ulama di hari kiamat”
- salah satu kata-kata Muadz bin Jabal yang cukup memotivasi mengenai ilmu juga tertulis dalam buku Rijal Haula Rasul karya Khalid Muhammad Khalid, kata-kata tersebut adalah : “Pelajarilah ilmu apa saja yang ingin kalian pelajari. Tapi Allah tidak akan memberikan manfaat kepada kalian dengan adanya ilmu tersebut sebelum kalian mengamalkannya terlebih dahulu”
3. Kisah Hikmah Bersama Rasulullah
Sebagai salah satu sahabat nabi yang pendiam,
Muadz juga memiliki beberapa kisah hikmah bersama Rasulullah SAW yang bisa
dijadikan pelajaran.
Kisah 1.
Suatu hari Nabi akan mengirim Muadz ke Yaman
untuk mengajarkan segala hal tentang islam pada penduduk di daerah tersebut.
Sebelum mengirimnya, Nabi sempat bertanya
“Apa yang menjadi rujukan dan pedoman bagimu
untuk memecahkan dan mengadili suatu masalah wahai Muadz?”
“Kitabullah ya Rasulullah” jawab Muadz.
“Jika tidak kau temukan dalam Al Quran?”
“Aku akan mencari pemecahnya sesuai dengan sunnahmu
ya Rasulullah”
“Jika tidak kau temukan juga?”
“Saya akan menggunakan fikiran saya untuk
berijtihad, dan saya tidak akan berlaku sia-sia (zalim untuk kepentingan
pribadi dan duniawi”
Rasulullah merasa puas dengan jawaban Muadz
dan bisa dilihat dari ekspresi wajahnya yang bersinar.
Kisah 2.
Pada suatu malam, Muadz ingin menemui Nabi,
tetapi ternyata nabi sedang mengendarai unta. Melihat kedatangan Muadz, beliau meminta Muadz untuk turut
serta naik dan berboncengan berdua, dan unta kembali berjalan melanjutkan perjalanan.
Di atas unta Nabi menceritakan kisah amalan
seseorang yang di tolak di langit pertama hingga ke tujuh meski awalnya
diterima. Amal semuanya banyak yang tidak mampu menembus langit ke tujuh karena
tidak dilakukan semata karena Allah. Bahkan orang-orang tersebut mendapat
laknat karena tidak beramal karena Allah.
Muadz menangis tersedu mendengar kisah
panjang tersebut, lalu Muadz berkata
“Ya Rasulullah, bagaimana aku bisa selamat
dari semua yang engkau ceritakan?”
“Wahai Muadz, ikutilah Nabimu dalam masalah
keyakinan” jawab Nabi.
“Engkau adalah Rasulullah sedangkan aku
hanyalah Muadz bin Jabal. Bagaimana aku bisa selamat dan terlepas dari semua
itu?”
“Memang begitulah. Jika ada kelengahan dalam
ibadahmu, jagalah lisan mu agar tidak sampai menjelekkan orang lain terutama
menjelekkan ulama” jawab Rasulullah, lalu beliau melanjutkan.
“Wahai Muadz, yang aku ceritakan tadi akan
mudah bagi orang yang dimudahkan Allah. Engkau harus mencintai orang lain
sebagaimana engkau menyayangi dirimu. Bencilah dari sesuatu yang engkau
membencinya.
4. Menjelang Sakaratul Maut dan Kematian
Muadz meninggal pada masa khalifah Umar bin
Khattab karena terkena wabah penyakit thaun yang melanda kota Amwas, yakni
antara Ramlah dan Baitul Maqdis, termasuk Syam.
Menjelang sakaratul mautnya, ketika berada
dalam alam bawah sadarnya, terlihatlah baginya segala yang bernyawa. Saat itu
Muadz mengucapkan perkataan yang membuktikan bahwa dirinya memang seorang
mukmin yang sangat agung.
Sambil menatap langit ia bermunajat “ Ya
Allah, selama ini aku merasa takut kepada Mu, tapi hari ini aku sangat berharap
kepadaMu.
Ya Allah, Engkau mengetahui aku tidak
mencintai dunia untuk menanam pohon atau mengalirkan air sungai, tapi hanya
berteduh saat terik membakar. Hanya
menguatkan di saat-saat genting, hanya untuk menambah ketaatan, ilmu dan
keimanan”.
Lalu Muadz mengulurkan tangannya seolah akan
bersalaman dengan maut. Sebelum tak sadarkan diri ia kembali berkata “Selamat
datang wahai maut, kekasih datang pada orang yang haus akan diri-Nya”
Sebagai salah satu sahabat nabi yang pendiam, kisah Muadz bin Jabal hendaknya dijadikan
pelajaran bagi mereka yang memiliki karakter pendiam untuk selalu bertafakur
dan merenung dalam kependiamannya.
Meski dibekali kepandaian, si
Pendiam harus mampu menjaga lisannya untuk tetap tidak bicara sebelum memang
dipersilahkan atau diminta. Terlebih menyela perkataan hanya karena merasa
lebih pintar. Sikap ini juga bisa menjadi salah satu caramudah bergaul bagi orang pendiam yang sangat elegan.

0 Response to "Sahabat Nabi yang Pendiam Ini Bisa Memotivasi Kamu yang Pendiam"
Post a Comment