Wawasan yang Luas dalam Islam
Sunday, April 5, 2020
Add Comment
Muslim sejati, bukanlah muslim
yang hanya taat beribadah saja baik ibadah vertikal ataupun horizontal tanpa
pengetahuan atau ilmu. Banyak kisah-kisah ulama di masa lalu yang menceritakan
betapa banyak muslim yang taat beribadah namun harus celaka karena tidak
melakukannya dengan ilmu. Oleh sebab itu, sebagai seorang muslim, sudah
sepantasnya memiliki wawasan yang luas, agar tidak terperosok dalam kebodohan
yang tidak dianjurkan dalam islam.
Definisi Wawasan yang Luas
Wawasan yang luas adalah
pengetahuan yang banyak, tidak hanya dalam satu bidang saja, namun pada bidang
yang lainnya juga. Jika seseorang hanya fokus dalam satu bidang saja, misalnya dalam
ilmu publik speaking, maka itu di sebut pandai. Sementara wawasan yang luas
akan menguasai atau minimal memahami semua bidang, baik dalam pendidikan,
publik speaking, agama bahasa, ekonomi, sains, politik dan sebagainya.
Wawasan yang Luas dalam Al Quran
Dalam Al Quran, tidak dijelaskan
secara terperinci mengenai definisi dari wawasan yang luas. Namun, Allah
mewajibkan umat muslim untuk terus berfikir, yang artinya wajib untuk terus
menambah wawasan. Salah satunya terdapat dalam Al Quran surah Ali Imran :190
yang artinya
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya
malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal”
Jadi, dalam Al Quran, Allah hanya
menjelaskan bahwa tanda-tanda Nya, hanya untuk orang yang berfikir. Sehingga
mereka yang tidak mau menggunakan akalnya untuk berfikir tidak akan bisa
membaca tanda-tanda Allah ataupun atau pun hidayah dan ilmu Allah.
Contoh, kisah nabi yang menerima
hidayah Allah karena wawasan nya adalah nabi Ibrahim as. Dimana dalam mencari Tuhan
yang Esa, beliau terus menggunakan akalnya untuk memikirkan tanda-tanda yang
diberikan Allah di alam semesta. Mulai dari matahari, bulan dan bintang,
sehingga akhirnya beliau menyadari bahwa Tuhan nya adalah yang menciptakan itu
semua. Hal ini diabadikan Allah dalam Al Quran Surah Al An’am ayat 76-78
“Ketika malam sudah gelap, dia melihat bintang, (lalu) dia berkata ‘Inilah
Tuhan ku’ tetapi tatkala bintang itu tenggelam, dia berkata ‘saya tidak suka
kepada yang tenggelam”
“Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata ‘inilah Tuhan ku’
Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata ‘sesungguhnya jika Tuhan ku
tidak memberi petunjuk kepada ku pastilah aku termasuk orang yang sesat”
“kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata ‘Inilah Tuhan
ku, ini yang lebih besar’ , maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata ‘hai
kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan”
Sementara itu, contoh saat ini
yang menerima hidayah dengan berfikir menggunakan akal sangat banyak, salah
satunya adalah Deddy Corbuzier. Dia terus berfikir akan tanda-tanda Allah,
mengenai alam semesta, serta penciptaan bentuk bumi yang ternyata ada dalam Al
Quran.
Selain itu, dia juga berfikir
mengenai para hafidz Quran yang sering diundang dalam acara yang ia bawakan. Kalau
bukan karena Allah, mana mungkin Al Quran itu bisa dihafal dalam bahasa Arab
oleh seluruh umat muslim di dunia, dan isinya dari ratusan tahun yang lalu
hingga sekarang tetap sama.
Keutamaan Muslim yang Berwawasan Luas
Banyak keutamaan yang akan diperoleh
jika seorang muslim memiliki wawasan yang luas, dibandingkan mereka yang
stagnan pada pengetahuannya, diantaranya
1.Tidak Mudah Dibodohi
Karena memiliki wawasan yang
luas, maka ia tidak akan mudah dibodohi orang lain, dimana pada umumnya orang
bisa membodohi orang lain yang tidak memiliki pengalaman dalam suatu bidang.
Misalnya mereka tidak memiliki wawasan dalam kredit rumah syariah, maka muslim
yang bodoh bisa tertipu dengan mudah.
2.Lebih Tenang Dalam Menghadapi
Masalah
Orang berwawasan luas biasanya diiringi
dengan pengalaman dalam menemukan berbagai macam masalah serta tahu solusinya. Dengan
demikian, ketika mereka menemui masalah, bisa bersikap lebih tenang dan tidak
tergesa-gesa.
3.Berfikir Jauh ke Depan
Segala yang dilakukan oleh orang
yang berwawasan luas selalu mempertimbangkan dampak ke depannya. Dengan
demikian segala perkara yang diputuskan akan meminimalisir dampak buruk yang
kemungkinan bisa terjadi.
4.Menjadi Perantara Penyebaran Ilmu
Pengetahuan
Peluang dakwah orang yang
berwawasan luas jauh lebih besar dibandingkan mereka yang tidak berwawasan. Hal
ini disebabkan karena wawasan yang dimiliki dijadikan perantara belajar bagi
orang lain yang ingin menambah ilmu. Dengan menyisipkan dakwah ketika
menyebarkan ilmu, maka akan mudah diterima oleh masyarakat.
5.Disegani
Sudah bukan rahasia lagi bahwa
mayoritas masyarakat akan segan kepada mereka yang berwawasan luas. Namun,
tetap wawasan luas di sini harus diimbangi dengan pengaplikasian nya dalam
kehidupan sehari-hari yang diketahui. Jika tidak, justru orang akan menganggap
apa yang disampaikan hanya teri yang tidak memberikan bukti.
Tips Berwawasan Luas
Melihat banyaknya keutamaan yang
akan didapatkan dengan memiliki wawasan yang luas, tentu banyak orang yang
ingin memperkaya pengetahuannya dengan ilmu. Namun, sayang nya tidak semua
orang mengetahui bagaimana caranya memperkaya wawasan. Oleh sebab itu, berikut
adalah beberapa tips yang bisa di terapkan agar seorang muslim bisa memiliki
wawasan yang luas walaupun tidak pandai atau memiliki IQ tinggi
1.Tumbuhkan Rasa Ingin Tahu
Dengan rasa penasaran, maka
seseorang akan menjadi terpacu untuk mengetahui lebih dalam mengenai suatu hal
hingga segala pertanyaan yang belum terjawab bisa terpenuhi. Banyak referensi
yang akan dijadikan rujukan, seperti internet, bertanya kepada orang lain,
ataupun melalui buku.
2.Keluar dari Zona Nyaman
Banyak orang yang sudah ahli di
bidang ekonomi hanya belajar mengenai ekonomi. Padahal untuk menambah wawasan
seseorang harus berani keluar dari zona nyamannya, dan belajar hal lain yang
sulit dan diluar keahliannya. Misalnya seorang penulis juga harus mengetahui
ilmu publik speaking yang jauh dari zona nyamannya demi menambah wawasan.
3.Buat Tantangan
Banyaknya ilmu yang sulit dan
tidak disukai, justru harus menjadi tantangan bagi seseorang untuk mempelajari
atau mengetahui nya. Dengan demikian, wawasan yang dimiliki lebih luas, karena
merasa tertantang belajar politik, maka ia akan mempelajarinya demikian dengan ilmu
lainnya, walaupun politik hal yang tidak disukai.
4.Belajar hal dari yang Mendasar
Kesalahan yang paling sering
dilakukan seseorang adalah terlalu berapi-api belajar sesuatu yang ingin
diketahui. Akibatnya mereka tidak belajar dari dasarnya terlebih dahulu,
padahal akibat dari perbuatan ini justru akan menyebabkan taklid karena sekadar
ikut-ikutan tanpa tahu dasar ilmunya.
5.Belajar Secara Berulang
Secerdas apapun seseorang, jika
pengetahuan yang dimiliki tidak dipelajari secara berulang maka akan mudah
terlupakan. Oleh sebab itu, walaupun sudah mengetahui sebuah ilmu, jangan segan
untuk mengulangi belajar ilmu yang sama di tempat lain.
6.Rajin Membaca
Membaca adalah sumber
pengetahuan, tidak heran jika orang yang suka membaca akan memiliki wawasan yang
lebih luas dibanding mereka yang malas membaca. Koleksilah buku sebanyak
mungkin, atau lebih sering browsing di internet dari sumber yang sudah
terpercaya.
7.Belajar Melalui Orang Lain di Sekitar
Walaupun sudah memiliki
pendidikan yang lebih tinggi, jangan segan atau merasa gengsi untuk belajar hal lain pada
orang di sekitar. Misalnya seorang wanita yang sudah menyelesaikan pendidikan
S2 tetap harus belajar pada orang lain yang lebih tua dan berpengalaman
mengenai cara hidup berumah tangga, ataupun merawat anak yang baik.
8.Pilih Tokoh yang Bisa
Memotivasi
Orang yang berwawasan luas harus
memiliki tokoh yang dijadikan motivasi agar senantiasa bersemangat untuk
belajar. Seperti Rasulullah, nabi Ibrahim, ataupun Ali bin Abu Thalib yang
merupakan sahabat nabi dengan julukan pintu ilmu. Selain itu, seseorng juga
bisa menjadikan ibu, atau tokoh tertentu di sekitarnya sebagai motivasi selama
niatnya positif untuk belajar karena Allah, bukan karena orang tersebut.
9.Bagikan Ilmu Kepada Orang Lain
Guru tidak akan pernah kehilangan
ilmunya walaupun sudah membaginya dengan banyak orang ataupun murid ajar nya.
Itulah salah satu bukti bahwa untuk mengikat ilmu dalam ingatan justru dengan
mengajarkannya dengan orang lain. Dengan demikian ilmu yang dimiliki akan menjadi
berkah dan tidak semakin berkurang , melainkan terus bertambah.
10.Belajar Menjadi Peneliti
Jangan terbiasa menerima ilmu
atau informasi dari orang lain internet, bahkan guru sekalipun secara mentah-mentah
tanpa ada dasarnya atau meneliti kebenarannya. Padahal islam sangat
menganjurkan penganutnya agar senantiasa menelilit kebenaran segala informasi
yang diperoleh. Sesuai dengan firman Allah dalam Al Quran surah Al Hujurat ayat
6 yang artinya
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada mu orang fasik
membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan
suatu musibah kepada satu kaum tanpa mengetahui keadaan yang menyebabkan kamu
menyesal atas perbuatan mu itu”
Demikianlah informasi yang wajib diketahui
setiap muslim mengenai wawasan yang luas serta urgensi nya dalam kehidupan. Dengan
mengetahui keutamaan, serta pentingnya berwawasan luas, maka sudah seharusnya umat
muslim yang taat berlomba-lomba untuk menambah wawasan dengan beberapa tips di
atas.

0 Response to "Wawasan yang Luas dalam Islam"
Post a Comment