Wawasan yang Luas dalam Islam






Muslim sejati, bukanlah muslim yang hanya taat beribadah saja baik ibadah vertikal ataupun horizontal tanpa pengetahuan atau ilmu. Banyak kisah-kisah ulama di masa lalu yang menceritakan betapa banyak muslim yang taat beribadah namun harus celaka karena tidak melakukannya dengan ilmu. Oleh sebab itu, sebagai seorang muslim, sudah sepantasnya memiliki wawasan yang luas, agar tidak terperosok dalam kebodohan yang tidak dianjurkan dalam islam.

Definisi Wawasan yang Luas


Wawasan yang luas adalah pengetahuan yang banyak, tidak hanya dalam satu bidang saja, namun pada bidang yang lainnya juga. Jika seseorang hanya fokus dalam satu bidang saja, misalnya dalam ilmu publik speaking, maka itu di sebut pandai. Sementara wawasan yang luas akan menguasai atau minimal memahami semua bidang, baik dalam pendidikan, publik speaking, agama bahasa, ekonomi, sains, politik dan sebagainya.

Wawasan yang Luas dalam Al Quran


Dalam Al Quran, tidak dijelaskan secara terperinci mengenai definisi dari wawasan yang luas. Namun, Allah mewajibkan umat muslim untuk terus berfikir, yang artinya wajib untuk terus menambah wawasan. Salah satunya terdapat dalam Al Quran surah Ali Imran :190 yang artinya

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal”

Jadi, dalam Al Quran, Allah hanya menjelaskan bahwa tanda-tanda Nya, hanya untuk orang yang berfikir. Sehingga mereka yang tidak mau menggunakan akalnya untuk berfikir tidak akan bisa membaca tanda-tanda Allah ataupun atau pun hidayah dan ilmu Allah.

Contoh, kisah nabi yang menerima hidayah Allah karena wawasan nya adalah nabi Ibrahim as. Dimana dalam mencari Tuhan yang Esa, beliau terus menggunakan akalnya untuk memikirkan tanda-tanda yang diberikan Allah di alam semesta. Mulai dari matahari, bulan dan bintang, sehingga akhirnya beliau menyadari bahwa Tuhan nya adalah yang menciptakan itu semua. Hal ini diabadikan Allah dalam Al Quran Surah Al An’am ayat 76-78

Ketika malam sudah gelap, dia melihat bintang, (lalu) dia berkata ‘Inilah Tuhan ku’ tetapi tatkala bintang itu tenggelam, dia berkata ‘saya tidak suka kepada yang tenggelam”

“Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata ‘inilah Tuhan ku’ Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata ‘sesungguhnya jika Tuhan ku tidak memberi petunjuk kepada ku pastilah aku termasuk orang yang sesat”

“kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata ‘Inilah Tuhan ku, ini yang lebih besar’ , maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata ‘hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan”

Sementara itu, contoh saat ini yang menerima hidayah dengan berfikir menggunakan akal sangat banyak, salah satunya adalah Deddy Corbuzier. Dia terus berfikir akan tanda-tanda Allah, mengenai alam semesta, serta penciptaan bentuk bumi yang ternyata ada dalam Al Quran.

Selain itu, dia juga berfikir mengenai para hafidz Quran yang sering diundang dalam acara yang ia bawakan. Kalau bukan karena Allah, mana mungkin Al Quran itu bisa dihafal dalam bahasa Arab oleh seluruh umat muslim di dunia, dan isinya dari ratusan tahun yang lalu hingga sekarang tetap sama.

 

Keutamaan Muslim yang Berwawasan Luas


Banyak keutamaan yang akan diperoleh jika seorang muslim memiliki wawasan yang luas, dibandingkan mereka yang stagnan pada pengetahuannya, diantaranya

1.Tidak Mudah Dibodohi

Karena memiliki wawasan yang luas, maka ia tidak akan mudah dibodohi orang lain, dimana pada umumnya orang bisa membodohi orang lain yang tidak memiliki pengalaman dalam suatu bidang. Misalnya mereka tidak memiliki wawasan dalam kredit rumah syariah, maka muslim yang bodoh bisa tertipu dengan mudah.

2.Lebih Tenang Dalam Menghadapi Masalah

Orang berwawasan luas biasanya diiringi dengan pengalaman dalam menemukan berbagai macam masalah serta tahu solusinya. Dengan demikian, ketika mereka menemui masalah, bisa bersikap lebih tenang dan tidak tergesa-gesa.

3.Berfikir Jauh ke Depan

Segala yang dilakukan oleh orang yang berwawasan luas selalu mempertimbangkan dampak ke depannya. Dengan demikian segala perkara yang diputuskan akan meminimalisir dampak buruk yang kemungkinan bisa terjadi.

4.Menjadi Perantara Penyebaran Ilmu Pengetahuan

Peluang dakwah orang yang berwawasan luas jauh lebih besar dibandingkan mereka yang tidak berwawasan. Hal ini disebabkan karena wawasan yang dimiliki dijadikan perantara belajar bagi orang lain yang ingin menambah ilmu. Dengan menyisipkan dakwah ketika menyebarkan ilmu, maka akan mudah diterima oleh masyarakat.
5.Disegani

Sudah bukan rahasia lagi bahwa mayoritas masyarakat akan segan kepada mereka yang berwawasan luas. Namun, tetap wawasan luas di sini harus diimbangi dengan pengaplikasian nya dalam kehidupan sehari-hari yang diketahui. Jika tidak, justru orang akan menganggap apa yang disampaikan hanya teri yang tidak memberikan bukti.

Tips Berwawasan Luas


Melihat banyaknya keutamaan yang akan didapatkan dengan memiliki wawasan yang luas, tentu banyak orang yang ingin memperkaya pengetahuannya dengan ilmu. Namun, sayang nya tidak semua orang mengetahui bagaimana caranya memperkaya wawasan. Oleh sebab itu, berikut adalah beberapa tips yang bisa di terapkan agar seorang muslim bisa memiliki wawasan yang luas walaupun tidak pandai atau memiliki IQ tinggi

1.Tumbuhkan Rasa Ingin Tahu

Dengan rasa penasaran, maka seseorang akan menjadi terpacu untuk mengetahui lebih dalam mengenai suatu hal hingga segala pertanyaan yang belum terjawab bisa terpenuhi. Banyak referensi yang akan dijadikan rujukan, seperti internet, bertanya kepada orang lain, ataupun melalui buku.

2.Keluar dari Zona Nyaman

Banyak orang yang sudah ahli di bidang ekonomi hanya belajar mengenai ekonomi. Padahal untuk menambah wawasan seseorang harus berani keluar dari zona nyamannya, dan belajar hal lain yang sulit dan diluar keahliannya. Misalnya seorang penulis juga harus mengetahui ilmu publik speaking yang jauh dari zona nyamannya demi menambah wawasan.

3.Buat Tantangan

Banyaknya ilmu yang sulit dan tidak disukai, justru harus menjadi tantangan bagi seseorang untuk mempelajari atau mengetahui nya. Dengan demikian, wawasan yang dimiliki lebih luas, karena merasa tertantang belajar politik, maka ia akan mempelajarinya demikian dengan ilmu lainnya, walaupun politik hal yang tidak disukai.

4.Belajar hal dari yang Mendasar

Kesalahan yang paling sering dilakukan seseorang adalah terlalu berapi-api belajar sesuatu yang ingin diketahui. Akibatnya mereka tidak belajar dari dasarnya terlebih dahulu, padahal akibat dari perbuatan ini justru akan menyebabkan taklid karena sekadar ikut-ikutan tanpa tahu dasar ilmunya.

5.Belajar Secara Berulang

Secerdas apapun seseorang, jika pengetahuan yang dimiliki tidak dipelajari secara berulang maka akan mudah terlupakan. Oleh sebab itu, walaupun sudah mengetahui sebuah ilmu, jangan segan untuk mengulangi belajar ilmu yang sama di tempat lain.

6.Rajin Membaca

Membaca adalah sumber pengetahuan, tidak heran jika orang yang suka membaca akan memiliki wawasan yang lebih luas dibanding mereka yang malas membaca. Koleksilah buku sebanyak mungkin, atau lebih sering browsing di internet dari sumber yang sudah terpercaya.

7.Belajar Melalui Orang Lain di Sekitar

Walaupun sudah memiliki pendidikan yang lebih tinggi, jangan segan  atau merasa gengsi untuk belajar hal lain pada orang di sekitar. Misalnya seorang wanita yang sudah menyelesaikan pendidikan S2 tetap harus belajar pada orang lain yang lebih tua dan berpengalaman mengenai cara hidup berumah tangga, ataupun merawat anak yang baik.

8.Pilih Tokoh yang Bisa Memotivasi

Orang yang berwawasan luas harus memiliki tokoh yang dijadikan motivasi agar senantiasa bersemangat untuk belajar. Seperti Rasulullah, nabi Ibrahim, ataupun Ali bin Abu Thalib yang merupakan sahabat nabi dengan julukan pintu ilmu. Selain itu, seseorng juga bisa menjadikan ibu, atau tokoh tertentu di sekitarnya sebagai motivasi selama niatnya positif untuk belajar karena Allah, bukan karena orang tersebut.

9.Bagikan Ilmu Kepada Orang Lain

Guru tidak akan pernah kehilangan ilmunya walaupun sudah membaginya dengan banyak orang ataupun murid ajar nya. Itulah salah satu bukti bahwa untuk mengikat ilmu dalam ingatan justru dengan mengajarkannya dengan orang lain. Dengan demikian ilmu yang dimiliki akan menjadi berkah dan tidak semakin berkurang , melainkan terus bertambah.
10.Belajar Menjadi Peneliti

Jangan terbiasa menerima ilmu atau informasi dari orang lain internet, bahkan guru sekalipun secara mentah-mentah tanpa ada dasarnya atau meneliti kebenarannya. Padahal islam sangat menganjurkan penganutnya agar senantiasa menelilit kebenaran segala informasi yang diperoleh. Sesuai dengan firman Allah dalam Al Quran surah Al Hujurat ayat 6 yang artinya

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada mu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada satu kaum tanpa mengetahui keadaan yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan mu itu”


Demikianlah informasi yang wajib diketahui setiap muslim mengenai wawasan yang luas serta urgensi nya dalam kehidupan. Dengan mengetahui keutamaan, serta pentingnya berwawasan luas, maka sudah seharusnya umat muslim yang taat berlomba-lomba untuk menambah wawasan dengan beberapa tips di atas.

0 Response to "Wawasan yang Luas dalam Islam"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel