Materi Tarbiyah Akhwat, Kewajiban Ukhti pada Anaknya
Seorang wanita muslimah yang baik
sudah seharusnya menjalankan kewajibannya secara seimbang, baik pada Allah,
diri sendiri, orang tua, anak, dan masyarakat. Untuk mengingatkan kembali porsi
kewajiban tersebut kepada muslimah, maka dibuatlah materi tarbiyah akhwat yang mencakup semuanya.
Materi Tarbiyah Akhwat Kewajiban Ukhti Pada
Anaknya
Anak adalah anugerah terindah
yang banyak diharapkan khususnya bagi mereka yang pertama kali menikah atau
lama tidak dikaruniai anak. Sayangnya, banyak ibu ataupun orang tua yang lupa
memenuhi kewajibannya pada anak karena berbagai alasan.
Padahal, sebagai wanita yang
mendapat tarbiyah, ada beberapa kewajiban pada anak yang harus diketahui dan
dipenuhi, yaitu:
1. Bersyukur pada Allah Ketika Anak Lahir
Saat ini banyak fenomena
mengenaskan, dimana seorang ibu tega membuang bahkan membunuh anaknya sendiri
karena berbagai alasan. Ada yang membuang
karena anak hasil hubungan gelap. Ada juga yang sengaja membunuh karena
lelah mendengar anaknya rewel atau tidak bisa memenuhi kebutuhannya.
Naudzubillah.
Padahal, alasan apapun itu
seorang anak tetap pemberian Allah yang harus disyukuri. Ada banyak sekali cara
bersyukur yang bisa dilakukan ibu kepada anaknya, yaitu:
- Merawat dengan baik.
- Memberikan mereka cinta dan perhatian.
- Tidak memaksakan pikiran sendiri terhadap anak.
- dan masih banyak lagi.
Jangan pernah membunuh anak
karena takut miskin, karena rezeki mereka sudah dijamin dan ditentukan Allah
sejak mereka dalam kandungan. Ingat membunuh anak dengan alasan takut miskin
dan sebagainya termasuk dosa besar yang harus dijauhi, sebagaimana firman Allah
dalam surat Al Isra’ ayat 31.
2. Melaksanakan 6 Sunnah Setelah Anak Dilahirkan
Banyak adat dan budaya yang
sering kali dilakukan di Indonesia yang tidak ada dalam ajaran islam, baik Al
Quran atau sunnah. Bagi sebagian orang, adat tersebut justru memberatkan
sehingga melahirkan dirasa semakin membebani dengan berbagai adat budaya yang harus
dilakukan.
Padahal, dalam islam sendiri
semuanya diatur dengan sangat sederhana. Hanya ada beberapa sunnah yang memang
dicontohkan nabi ketika seorang anak dilahirkan. Sunnah ini juga menjadi
kewajiban seorang muslimah kepada anaknya, yaitu:
- Mengazani anak di telinga kanan bayi yang baru lahir.
- Memperdengarkan iqamah di telinga kirinya.
- Melakukan tahnik, yaitu mengoleskan kurma yang sudah dikunyah dalam rongga mulut anak baru lahir.
- Memberikan nama yang baik dan mengandung doa baik.
- Melakukan aqiqah, yaitu menyembelih kambing yang dilakukan pada hari ke 7, 14, atau 21.
- Mengkhitankan.
3. Menyusui Sampai 2 Tahun
Kewajiban yang harus dilakukan
oleh orang tua kepada anaknya dan hanya bisa dilakukan oleh seorang ukhti atau
wanita adalah menyusui anak sampai 2 tahun. Walaupun boleh melepas proses
menyusui sebelum usia 2 tahun, tapi menyusui yang dianjurkan dan sempurna
adalah sampai usia anak 2 tahun.
Ini difirmankan langsung oleh
Allah dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 233.
Dengan dasar materi tarbiyah
akhwat ini, sebaiknya seorang muslimah bisa bersabar dalam menyusui anak dan
tidak mencari alternatif lain agar bisa lepas dari menyusui sebelum 2 tahun.
Misalnya membelikan susu formula atau cairan lainnya agar kewajiban menyusui
yang harusnya dipenuhi selama 2 tahun bisa dilepas.
4. Mendidik dengan Pendidikan Islami yang Baik
Mendidik anak adalah
kewajiban terberat yang harus dilakukan
seorang ibu karena berkaitan dengan perkembangan anak di masa depan. Salah
mendidik sejak kecil, bisa berakibat fatal di masa mendatang. Parahnya,
dampaknya tidak hanya pada anak itu sendiri, tapi juga pada umat dan
masyarakat.
Hal inilah yang menuntut wanita
untuk menjadi seseorang yang cerdas dan
berilmu. Semua pengetahuan yang dimiliki nantinya akan menjadi dasar
terbentuknya bibit anak-anak yang hebat dan berkualitas. Beberapa pendidikan
yang harus diberikan pada anak sejak lahir di antaranya:
- Pendidikan spiritual, berkaitan dengan ibadah, keimanan, dan pendidikan agama.
- Pendidikan intelektual yang biasanya didapatkan di sekolah juga harus diasah dari rumah.
- Pendidikan perasaan yang menyangkut pengelolaan perasaan emosional anak termasuk cinta dan peduli kepada sesama.
- Pendidikan moral yang berkaitan dengan hubungannya dengan orang lain.
- Pendidikan terkait kebersihan dan kesehatan.
- Pendidikan kemandirian dan kedisiplinan yang bisa diajarkan sejak anak berusia di bawah 5 tahun.
Salah satu kunci agar bisa sukses
memberikan pendidikan tersebut kepada anak adalah dengan memberikan teladan
yang baik terlebih dahulu. Selain itu, strategi terbaik dalam memberikan
pendidikan tersebut adalah:
- Mendidik dengan memberi perhatian yang cukup kepada anak.
- Mendidik dengan metode hadiah dan hukuman atau dikenal dengan istilah reward and punishment.
- Selalu mendoakannya. Ada banyak doa yang bisa ditiru orang tua dari teladan nabi dan sahabat zaman dahulu dalam mendidik anak. Misalnya doa Nabi Ibrahim dalam Al Quran surat Ibrahim ayat 35 sampai 41.
Demikianlah beberapa hal terkait materi tarbiyah akhwat mengenai
kewajiban seorang muslimah terhadap anaknya. Apabila seorang muslimah sudah
mengetahui kewajiban tersebut, tentu akan mengutamakan keluarga dan anak
dibandingkan pekerjaan ataupun urusan lainnya.
0 Response to "Materi Tarbiyah Akhwat, Kewajiban Ukhti pada Anaknya"
Post a Comment