Materi Tarbiyah Akhwat, Kewajiban Ukhti Kepada Orang Tua
Fenomena yang sering terjadi saat
ini, banyak muslimah yang tidak begitu memperdulikan orang tuanya dengan alasan
setelah menikah bakti yang paling utama kepada suami. Untuk mencegah
kesalahpahaman ini, maka salah satu materi
tarbiyah akhwat adalah meluruskannya.
Dengan begitu, muslimah bisa
memperlakukan orang tuanya sesuai dengan kaidah yang diajarkan dalam Al Quran.
Terutama bagi muslimah yang belum menikah. Banyak kisah-kisah di masa lalu yang
mengisahkan kedurhakaan anak wanita kepada ibunya hingga mendapat azab.
Materi Tarbiyah Akhwat Berbakti Ketika Orang Tua
Masih Hidup
Semua manusia pasti menyadari
betapa besar pengorbanan orang tua kepadanya sejak ia dalam kandungan hingga dewasa. Pihak ayah
terus bekerja demi mencukupi kebutuhan anak dan istri agar bisa makan, hidup layak,
hingga mendapat pendidikan.
Bahkan seorang anak perempuan
bisa memenuhi kewajiban kepada dirinya
atas hasil jerih payah ayah. Sementara ibu bersusah payah mengandung,
melahirkan, menyusui, merawat, mendidik, dan mendampingi anak dengan kasih
sayang hingga dewasa.
Tentu saja pengorbanan tersebut
tidak sebanding dengan balasan apapun yang diberikan anak di dunia.
Oleh karenanya, Allah
memposisikan orang tua sangat istimewa sehingga dalam sebuah hadis disebutkan
ridha Allah pada ridha orang tua. Tentu saja ketaatan yang diberikan kepada
orang tua tetap berada dalam koridor islam dan bukan taat dalam hal bermaksiat.
Ini senada dengan firman Allah
dalam Al Quran surat Luqman ayat 15, dimana jika kedua orang tua memaksa
anaknya untuk menyekutukan Allah, maka anak wajib untuk menolak dan tidak
mengikuti keduanya. Tapi tetap menggauli keduanya dengan baik tanpa harus
berbuat kasar.
Beberapa bentuk bakti seorang
muslimah kepada orang tuanya selama hidup di dunia cukup banyak, di antaranya:
- Senantiasa mentaati dan tidak menolak permintaannya selama tidak mengandung maksiat.
- Jika ada perbedaan pendapat, disampaikan dengan baik tanpa menggunakan nada yang menyakitkan.
- Bagi yang sudah menikah, tetap menjaga komunikasi dengan orang tua dan tidak melupakan keduanya.
- Sebisa mungkin untuk senantiasa mencukupi kebutuhan mereka meskipun sudah menikah.
- Menyenangkan dan menghibur hatinya.
Mendoakan Orang Tua
Mendoakan orang tua adalah salah
satu bentuk balas budi terbaik karena tidak hanya memberikan mereka kebaikan di
dunia saja, tapi juga di akhirat kelak. Walaupun doa masih belum bisa membalas
segala kebaikan mereka.
Doa untuk orang tua yang muslim
dan non muslim memiliki perbedaan. Untuk orang tua yang non muslim, maka doa
yang diberikan bisa mencontoh doa Nabi Ibrahim. Doa tersebut berisi permohonan
kepada Allah agar memberikan hidayah kepada orang tua.
Doa Nabi Ibrahim kepada ayahnya
yang non muslim ini juga terdapat dalam Al Quran surat Asy Syu’ara’ ayat 86.
Sayangnya, bagi orang tua yang
meninggal dalam keadaan belum memeluk islam, maka doa tersebut tentu tidak ada
gunanya karena ia sudah mempertanggungjawabkan perbuatannya di akhirat.
Mengutamakan Bakti Kepada Orang Tua dibanding
yang Lain
Ketaatan kepada orang tua
memiliki posisi kedua setelah taat kepada Allah dan Rasul Nya. Semua umat
muslim tentu sudah tahu hadis yang menjelaskan posisi keduanya yang sangat
tinggi. Di mana ibu memiliki prioritas lebih tinggi 3 kali, setelah itu barulah
ayah.
Tapi hal ini tidak berlaku bagi
wanita yang sudah menikah, karena dalam sebuah hadis riwayat Tirmidzi 1159 taat yang paling diutamakan setelah kepada
Allah dan Rasul adalah kepada suami.
Rasul bahkan akan memerintahkan
wanita sujud pada suaminya seandainya dibolehkan seseorang sujud dengan seseorang.
Tapi ini jangan dijadikan alasan bagi muslimah untuk mengabaikan orang tuanya
sama sekali.
Berbakti Kepada Orang Tua Setelah Wafat
Setelah kedua orang tua wafat,
anak masih bisa menunjukkan baktinya dan
memuliakan keduanya sebagai bentuk balasan kebaikan pada keduanya selama hidup.
Beberapa contoh perbuatan berbakti pada orang tua yang sudah meninggal adalah:
- Memandikan, menyalatkan, dan menguburkannya.
- Memohonkan ampunan kepada mereka.
- Menuaikan segala janjinya dan melunasi hutang-hutangnya.
- Memuliakan teman dekat dan menyambung silaturahmi kepada keluarganya.
Dengan materi tarbiyah akhwat terkait berbakti kepada orang tua ini,
sebaiknya muslimah bisa menyadari posisi orang tua yang harus diprioritaskan.
Adapun yang sudah menikah, tidak serta merta meninggalkan keduanya, sementara silaturahmi
kepada keduanya tidak dijaga dengan baik.
0 Response to "Materi Tarbiyah Akhwat, Kewajiban Ukhti Kepada Orang Tua"
Post a Comment