Ibu Muda Jangan Stres! Inilah Cara Islami Mendidik dan Merawat Anak di Lingkungan yang Kuno
Thursday, April 16, 2020
Add Comment
Menjadi ibu adalah anugerah
terindah yang dirasakan seorang wanita, karena dengan melahirkan anak, wanita
akan menyandang 3 gelar sekaligus, yakni ibu, istri, dan anak. Namun,
kebanyakan wanita yang baru pertama kali menjadi ibu, akan mengalami banyak
tekanan dalam merawat dan mendidik anak. Tekanan itu bisa karena faktor dari
dalam seperti kelelahan, ataupun dari lingkungannya terkait cara mendidik dan
merawat anak di lingkungan kuno .
Pandangan Ibu Muda di Masyarakat
Sudah menjadi hal yang lumrah
bahwa ketika menjadi ibu untuk pertama kali, maka cara mendidik dan merawat
anak akan disoroti oleh orang ataupun keluarga sekitar yang merasa lebih
berpengalaman. Padahal, tidak semua ibu muda tidak mengerti cara merawat dan
mendidik anak yang benar. Bahkan banyak dari mereka yang justru sudah memiliki
banyak pengetahuan terkait hal tersebut karena beragam informasi akurat yang di
dapatkan.
Dalam islam sendiri, tidak
memungkiri bahwa mereka yang lebih muda belum tentu kurang pengalaman dan
kecerdasannya. Hal ini dibuktikan dengan dipilihnya beberapa panglima perang yang
masih muda di zaman nabi. Salah satunya adalah Usamah bin Zaid yang saat itu
masih berusia 18 tahun dan ditunjuk langsung oleh Nabi saw untuk melakukan
perlawanan di perbatasan Syam.
Kondisi ini tentu membuat para
sahabat mempertanyakan dan meremehkan Usamah, karena saat itu banyak sahabat yang
lebih tua dan berpengalaman seperti Sa’ad bin Abi Waqash, dan said bin Zaid.
Namun, mendengar sikap para sahabat yang meremehkan tersebut, Rasulullah sangat
marah dan meyakinkan bahwa Usamah adalah pilihan terbaik menjadi panglima. Hasilnya,
terbukti Usamah bisa mengalahkan lawan dengan sangat cepat sehingga 40 hari
kemudian sudah kembali ke Madinah.
Peristiwa tersebut, sama dengan yang sering
dialami ibu muda yang dianggap remeh dan selalu salah dalam mendidik dan
merawat anak. Tidak jarang, pada akhirnya ibu muda ini memilih mengalah
terhadap yang lebih tua, dan mengikuti anjuran mereka yang tidak sepenuhnya
benar. Lalu bagaimana cara menghadapi kondisi tersebut?
Beberapa Anjuran Masyarakat yang Salah Terkait Mendidik dan Merawat Anak
Sebelum mencari tahu cara mendidik
dan merawat anak di lingkungan kuno ada
baiknya untuk mengenal beberapa anjuran masyarakat kuno atau “orang zaman dulu”
yang salah. Hal ini akan membantu anda untuk memfilter saran mereka yang kurang
tepat terhadap anak, diantaranya
1.Memakaikan Gurita pada Bayi
Banyak fenomena ibu muda yang
harus berdebat panjang dengan ibu, mertua ataupun tetangga terkait kebolehan
memakaikan gurita. Menurut orang zaman dulu, penggunaan gurita bisa menghindari
kondisi perut bayi yang kembung seta pusar yang bodong. Padahal, dari segi
kesehatan, pemakaian gurita justru membahayakan bayi karena perut bayi yang masih
lemah, tidak bisa leluasa memompa udara untuk membantu kerja paru-paru.
2.Memberikan Bedak pada Kemaluan
Bayi
Banyak orang tua yang
menganjurkan ibu muda untuk memakaikan bedak pada kemaluan bayi agar tidak
mudah iritasi dengan popok. Padahal penggunaan bedak yang mengandung partikel
asbes justru membuat iritasi, bahkan dalam jangka panjang bisa menyebabkan kanker
ovarium.
3.Sakit Sedikit Dibawa ke Dokter
Ibu muda yang tidak segera
membawa anaknya ke dokter ketika sakit pilek atau panas, seringkali mendapat
omelan dari orang tua karena dianggap tidak bisa merawat anak nya. Padahal,
jika sakit masih ringan dan barau sehari, alangkah baiknya jika ditangani
sendiri dengan obat tradisional. Terlalu sering mengkonsumsi obat kimia justru
akan membahayakan organ tubuh lainnya, karena obat kimia tentu memberikan efek
samping yang bisa terlihat di masa mendatang.
4.Terlalu Memanjakan Anak
Sangking terlalu sayangnya,
banyak masyarakat yang terbiasa menuruti permintaan anak tanpa melatih mereka
untuk berusaha. Hal ini biasanya terjadi pada nenek yang terlalu menyayangi
cucu mereka, sehingga apa yang diminta dituruti, padahal ibu tidak menghendaki
hal ini. Jika anak sejak kecil di biasakan mendapat hadiah, atau dituruti
kemauannya tanpa melakukan usaha apapun, maka ketika besar kelak akan menjadi
anak manja yang tidak mampu hidup mandiri.
5.Terlalu Protektif
Ibu yang cerdas, akan membiarkan
anak mereka bereksplorasi, tentunya dengan penjagaan yang ketat. Namun,
beberapa orang tua atau mertua, justru mengajarkan ibu muda untuk terlalu
protektif terhadap anak karena khawatir terjadi hal membahayakan pada cucu nya.
Padahal, sikap over protektif orang tua akan membangun jiwa penakut dalam diri
anak ketika dewasa, serta mudah alergi dan sakit karena tidak terbiasa terkena
kondisi lingkungan tertentu.
Selain 5 hal di atas, masih
banyak cara mendidik dan merawat yang salah dan tetap diterapkan oleh orang tua
zaman dulu hingga saat ini. Ibu yang cerdas, tidak akan terpengaruh untuk
melakukan anjuran yang tidak tepat untuk kesehatan ataupun jiwa anaknya.
Bagaimana Cara Mendidik dan Merawat Anak di Lingkungan Kuno?
Sebagai ibu muda dan masih baru,
maka ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk tetap cerdas mendidik anak dengan
cara yang benar. Jangan sampai terpengaruh dengan cara yang salah hanya untuk
menghindari setres atau perdebatan, cara tersebut diantaranya
1.Tetap Percaya Diri
Karena tergolong masih baru
menjadi ibu, maka wajar jika rasa percaya diri akan hilang jika di kelilingi
oleh sekelompok orang yang kekeh dengan anjuran yang salah. Terlebih jika
sampai mendapat ejekan ibu yang tidak bisa mendidik anak, tentu julukan itu
bisa meruntuhkan rasa percaya diri. Tidak sedikit ibu yang mengalami frustrasi dan
stres berlebihan hanya karena mendengar olokan lingkungannya terkait cara
mendidik anak.
Untuk membangun percaya diri,
anda harus memiliki dasar dan sumber yang jelas terkait cara mendidik anak yang
anda anggap benar. Seringlah membaca referensi untuk memperkuat pendapat
tersebut, sehingga anda enggan meninggalkannya walaupun di remeh kan banyak
orang.
Ingat kembali Firman Allah dalam
Al Quran berikut sebagai penguat pendirian anda selama itu benar
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini,
niscaya mereka akan menyesatkan mu dari jalan Allah” (Q.S Al An Am:116)
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati,
padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajat nya) jika kamu
orang-orang yang beriman (Q.S Ali Imran:139)
2.Diam dan Buktikan
Sebagai seorang muslim yang baik,
kita harus tetap menjaga sopan santun dan rasa hormat kepada mereka yang lebih
tua, walaupun berbeda pendapat mengenai cara mendidik dan merawat anak. Cara
terampuh untuk mengatasi mereka bukanlah menjawab dan menjelaskan panjang lebar
kebenarannya kepada mereka.
Sebaliknya, jelaskan fakta dan
dasar anda melakukan secukupnya, jika mereka tidak menerima diam dan jangan
melawan. Namun, tetap lakukan cara
merawat dan mendidik yang benar sesuai pendapat anda, dan buktikan kebenaran
nya kepada mereka. Banyak orang yang tidak terima dan menjawab ketika mendapat
ejekan dari cara mendidiknya yang dianggap salah, padahal dengan menjawab maka
lawan bicara akan semakin tidak terima dan mengeras hatinya terlebih jika
usianya lebih tua. Allah berfirman
“Serulah ke jalan Tuhan mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan
bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhan mu, Dialah yang
lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih
mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk” (Q.S An Nahl: 125)
Sementara itu, dalam sebuah hadis
yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Adi dari Abu Hurairah ra Rasulullah bersabda
“Hikmah itu ada sepuluh bagian, sembilan darinya adalah di dalam
menyendiri, dan satunya di dalam diam”
3.Ibu Adalah Orang yang Paling
Berhak dengan Anaknya
Jangan terlalu mengambil pusing
dengan pendapat atau nasihat orang lain selama itu salah, karena ibu adalah
orang yang paling berhak dengan anak nya. Selain menguatkan diri anda, hal ini
juga bisa dijadikan alasan, jika ada orang lain yang mengejek anda karena tidak
mau menerima pendapatnya terkait cara mendidik dan merawat anak.
Ibu paling berhak kepada anaknya
karena ibu lah yang mengandung, melahirkan, menyusui, hingga menyapihnya.
Dengan demikian, ibulah yang paling berhak memberikan pendidikan pertama dan
terbaik kepada anak. Ahmad Syauqi berkata
“Ibu adalah sekolah, jika engkau menyiapkan generasi ibu dengan baik,
berarti engkau menyiapkan generasi yang berkarakter mulia”
4. Habiskan Lebih Banyak Waktu
dengan Anak
Jika ingin pola asuh anda terekam
dalam diri anak anda, maka cobalah untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan
anak. Jangan karena ada baby siter atau orang tua dan mertua, anda terlalu mengandalkan
mereka dalam menggantikan peran ibu.
Tidak salah jika pada akhirnya
pola asuh yang anda gunakan tidak memberikan hasil maksimal pada anak, akibat
tecampurnya pola asuh orang lain yang juga mendominasi di dalamnya. Jika masih
memungkinkan untuk melakukan aktivitas sambil mengajak anak, maka sebisa
mungkin untuk tidak menitipkan pada orang lain, seperti saat makan, ataupun
memasak.
Selain untuk memberikan
pendidikan yang mendominasi, kedekatan anda dengan anak juga akan membuat anak
merasa nyaman dan lebih terbuka kelak setelah dewasa. Selain itu, kedekatan
fisik atau emosional bisa mengurangi tingkat stres anak secara signifikan,
sesuai dengan hasil penelitian dari Queen’s University di Australia.
5.Cari Hiburan
Jangan biarkan diri anda stres
selama menjadi ibu muda, jika sampai stres, maka justru tidak akan mampu
mengatasi kondisi lingkungan ketika menganggap salah cara anda merawat dan
mendidik anak. Selain itu, tanggapan yang anda berikan akan mengabaikan unsur etika akibat emosional dari stres yang terlalu
tinggi. Akibatnya, orang akan semakin tidak percaya bahwa cara merawat dan
mendidik anak yang anda lakukan itu benar
6.Curahkan Pada Orang Terdekat
Seorang ibu membutuhkan banyak
dukungan dari orang lain agar memiliki kekuatan untuk teguh menggunakan
cara-cara yang cerdas dalam mendidik anak. Oleh sebab itu, untuk mengurangi
stres, ibu muda wajib memiliki tempat untuk mencurahkan kelelahan nya, dan
orang yang paling tepat adalah suami.
Dengan mencurahkan semua keluh
kesah dalam mendidik anak, maka akan menjadi sumber kekuatan tersendiri bagi
wanita. Hal ini bisa menjadi semangat untuk meneguhkan pendirian dalam mendidik
anak dengan cara yang benar walaupun mendapat banyak tantangan.
Demikianlah beberapa cara yang bisa
anda lakukan untuk meneguhkan pendirian dalam memberikan yang baik walaupun
sedang berada di lingkungan yang tidak mendukung atau kuno. Tetaplah
bersemangat dalam memberikan yang terbaik kepada anak sebagai salah satu ladang
dakwah seorang ibu. Semakin baik cara mendidik dan merawat anak di lingkungan
kuno yang dilakukan ibu, maka semakin baik pula generasi
penerus bangsa dan agama di masa depan

0 Response to "Ibu Muda Jangan Stres! Inilah Cara Islami Mendidik dan Merawat Anak di Lingkungan yang Kuno"
Post a Comment