Ibu Muda Jangan Stres! Inilah Cara Islami Mendidik dan Merawat Anak di Lingkungan yang Kuno



Menjadi ibu adalah anugerah terindah yang dirasakan seorang wanita, karena dengan melahirkan anak, wanita akan menyandang 3 gelar sekaligus, yakni ibu, istri, dan anak. Namun, kebanyakan wanita yang baru pertama kali menjadi ibu, akan mengalami banyak tekanan dalam merawat dan mendidik anak. Tekanan itu bisa karena faktor dari dalam seperti kelelahan, ataupun dari lingkungannya terkait cara mendidik dan merawat anak di lingkungan kuno .

Pandangan Ibu Muda di Masyarakat


Sudah menjadi hal yang lumrah bahwa ketika menjadi ibu untuk pertama kali, maka cara mendidik dan merawat anak akan disoroti oleh orang ataupun keluarga sekitar yang merasa lebih berpengalaman. Padahal, tidak semua ibu muda tidak mengerti cara merawat dan mendidik anak yang benar. Bahkan banyak dari mereka yang justru sudah memiliki banyak pengetahuan terkait hal tersebut karena beragam informasi akurat yang di dapatkan.

Dalam islam sendiri, tidak memungkiri bahwa mereka yang lebih muda belum tentu kurang pengalaman dan kecerdasannya. Hal ini dibuktikan dengan dipilihnya beberapa panglima perang yang masih muda di zaman nabi. Salah satunya adalah Usamah bin Zaid yang saat itu masih berusia 18 tahun dan ditunjuk langsung oleh Nabi saw untuk melakukan perlawanan di perbatasan Syam.

Kondisi ini tentu membuat para sahabat mempertanyakan dan meremehkan Usamah, karena saat itu banyak sahabat yang lebih tua dan berpengalaman seperti Sa’ad bin Abi Waqash, dan said bin Zaid. Namun, mendengar sikap para sahabat yang meremehkan tersebut, Rasulullah sangat marah dan meyakinkan bahwa Usamah adalah pilihan terbaik menjadi panglima. Hasilnya, terbukti Usamah bisa mengalahkan lawan dengan sangat cepat sehingga 40 hari kemudian sudah kembali ke Madinah.

 Peristiwa tersebut, sama dengan yang sering dialami ibu muda yang dianggap remeh dan selalu salah dalam mendidik dan merawat anak. Tidak jarang, pada akhirnya ibu muda ini memilih mengalah terhadap yang lebih tua, dan mengikuti anjuran mereka yang tidak sepenuhnya benar. Lalu bagaimana cara menghadapi kondisi tersebut?

 

Beberapa Anjuran Masyarakat yang Salah Terkait Mendidik dan Merawat Anak


Sebelum mencari tahu cara mendidik dan merawat anak di lingkungan kuno ada baiknya untuk mengenal beberapa anjuran masyarakat kuno atau “orang zaman dulu” yang salah. Hal ini akan membantu anda untuk memfilter saran mereka yang kurang tepat terhadap anak, diantaranya

1.Memakaikan Gurita pada Bayi

Banyak fenomena ibu muda yang harus berdebat panjang dengan ibu, mertua ataupun tetangga terkait kebolehan memakaikan gurita. Menurut orang zaman dulu, penggunaan gurita bisa menghindari kondisi perut bayi yang kembung seta pusar yang bodong. Padahal, dari segi kesehatan, pemakaian gurita justru membahayakan bayi karena perut bayi yang masih lemah, tidak bisa leluasa memompa udara untuk membantu kerja paru-paru.

2.Memberikan Bedak pada Kemaluan Bayi

Banyak orang tua yang menganjurkan ibu muda untuk memakaikan bedak pada kemaluan bayi agar tidak mudah iritasi dengan popok. Padahal penggunaan bedak yang mengandung partikel asbes justru membuat iritasi, bahkan dalam jangka panjang bisa menyebabkan kanker ovarium.

3.Sakit Sedikit Dibawa ke Dokter

Ibu muda yang tidak segera membawa anaknya ke dokter ketika sakit pilek atau panas, seringkali mendapat omelan dari orang tua karena dianggap tidak bisa merawat anak nya. Padahal, jika sakit masih ringan dan barau sehari, alangkah baiknya jika ditangani sendiri dengan obat tradisional. Terlalu sering mengkonsumsi obat kimia justru akan membahayakan organ tubuh lainnya, karena obat kimia tentu memberikan efek samping yang bisa terlihat di masa mendatang.

4.Terlalu Memanjakan Anak


Sangking terlalu sayangnya, banyak masyarakat yang terbiasa menuruti permintaan anak tanpa melatih mereka untuk berusaha. Hal ini biasanya terjadi pada nenek yang terlalu menyayangi cucu mereka, sehingga apa yang diminta dituruti, padahal ibu tidak menghendaki hal ini. Jika anak sejak kecil di biasakan mendapat hadiah, atau dituruti kemauannya tanpa melakukan usaha apapun, maka ketika besar kelak akan menjadi anak manja yang tidak mampu hidup mandiri.

5.Terlalu Protektif

Ibu yang cerdas, akan membiarkan anak mereka bereksplorasi, tentunya dengan penjagaan yang ketat. Namun, beberapa orang tua atau mertua, justru mengajarkan ibu muda untuk terlalu protektif terhadap anak karena khawatir terjadi hal membahayakan pada cucu nya. Padahal, sikap over protektif orang tua akan membangun jiwa penakut dalam diri anak ketika dewasa, serta mudah alergi dan sakit karena tidak terbiasa terkena kondisi lingkungan tertentu.

Selain 5 hal di atas, masih banyak cara mendidik dan merawat yang salah dan tetap diterapkan oleh orang tua zaman dulu hingga saat ini. Ibu yang cerdas, tidak akan terpengaruh untuk melakukan anjuran yang tidak tepat untuk kesehatan ataupun jiwa anaknya.

 

Bagaimana Cara Mendidik dan Merawat Anak di  Lingkungan Kuno?


Sebagai ibu muda dan masih baru, maka ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk tetap cerdas mendidik anak dengan cara yang benar. Jangan sampai terpengaruh dengan cara yang salah hanya untuk menghindari setres atau perdebatan, cara tersebut diantaranya

1.Tetap Percaya Diri

Karena tergolong masih baru menjadi ibu, maka wajar jika rasa percaya diri akan hilang jika di kelilingi oleh sekelompok orang yang kekeh dengan anjuran yang salah. Terlebih jika sampai mendapat ejekan ibu yang tidak bisa mendidik anak, tentu julukan itu bisa meruntuhkan rasa percaya diri. Tidak sedikit ibu yang mengalami frustrasi dan stres berlebihan hanya karena mendengar olokan lingkungannya terkait cara mendidik anak.

Untuk membangun percaya diri, anda harus memiliki dasar dan sumber yang jelas terkait cara mendidik anak yang anda anggap benar. Seringlah membaca referensi untuk memperkuat pendapat tersebut, sehingga anda enggan meninggalkannya walaupun di remeh kan banyak orang.

Ingat kembali Firman Allah dalam Al Quran berikut sebagai penguat pendirian anda selama itu benar

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkan mu dari jalan Allah” (Q.S Al An Am:116)

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajat nya) jika kamu orang-orang yang beriman (Q.S Ali Imran:139)

2.Diam dan Buktikan

Sebagai seorang muslim yang baik, kita harus tetap menjaga sopan santun dan rasa hormat kepada mereka yang lebih tua, walaupun berbeda pendapat mengenai cara mendidik dan merawat anak. Cara terampuh untuk mengatasi mereka bukanlah menjawab dan menjelaskan panjang lebar kebenarannya kepada mereka.

Sebaliknya, jelaskan fakta dan dasar anda melakukan secukupnya, jika mereka tidak menerima diam dan jangan melawan.  Namun, tetap lakukan cara merawat dan mendidik yang benar sesuai pendapat anda, dan buktikan kebenaran nya kepada mereka. Banyak orang yang tidak terima dan menjawab ketika mendapat ejekan dari cara mendidiknya yang dianggap salah, padahal dengan menjawab maka lawan bicara akan semakin tidak terima dan mengeras hatinya terlebih jika usianya lebih tua. Allah berfirman

“Serulah ke jalan Tuhan mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhan mu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk” (Q.S An Nahl: 125)


Sementara itu, dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Adi dari Abu Hurairah ra Rasulullah bersabda

“Hikmah itu ada sepuluh bagian, sembilan darinya adalah di dalam menyendiri, dan satunya di dalam diam”

3.Ibu Adalah Orang yang Paling Berhak dengan Anaknya

Jangan terlalu mengambil pusing dengan pendapat atau nasihat orang lain selama itu salah, karena ibu adalah orang yang paling berhak dengan anak nya. Selain menguatkan diri anda, hal ini juga bisa dijadikan alasan, jika ada orang lain yang mengejek anda karena tidak mau menerima pendapatnya terkait cara mendidik dan merawat anak.

Ibu paling berhak kepada anaknya karena ibu lah yang mengandung, melahirkan, menyusui, hingga menyapihnya. Dengan demikian, ibulah yang paling berhak memberikan pendidikan pertama dan terbaik kepada anak. Ahmad Syauqi berkata

Ibu adalah sekolah, jika engkau menyiapkan generasi ibu dengan baik, berarti engkau menyiapkan generasi yang berkarakter mulia”

4. Habiskan Lebih Banyak Waktu dengan Anak

Jika ingin pola asuh anda terekam dalam diri anak anda, maka cobalah untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak. Jangan karena ada baby siter atau orang tua dan mertua, anda terlalu mengandalkan mereka dalam menggantikan peran ibu.

Tidak salah jika pada akhirnya pola asuh yang anda gunakan tidak memberikan hasil maksimal pada anak, akibat tecampurnya pola asuh orang lain yang juga mendominasi di dalamnya. Jika masih memungkinkan untuk melakukan aktivitas sambil mengajak anak, maka sebisa mungkin untuk tidak menitipkan pada orang lain, seperti saat makan, ataupun memasak.

Selain untuk memberikan pendidikan yang mendominasi, kedekatan anda dengan anak juga akan membuat anak merasa nyaman dan lebih terbuka kelak setelah dewasa. Selain itu, kedekatan fisik atau emosional bisa mengurangi tingkat stres anak secara signifikan, sesuai dengan hasil penelitian dari Queen’s University di Australia.

5.Cari Hiburan

Jangan biarkan diri anda stres selama menjadi ibu muda, jika sampai stres, maka justru tidak akan mampu mengatasi kondisi lingkungan ketika menganggap salah cara anda merawat dan mendidik anak. Selain itu, tanggapan yang anda berikan akan mengabaikan unsur  etika akibat emosional dari stres yang terlalu tinggi. Akibatnya, orang akan semakin tidak percaya bahwa cara merawat dan mendidik anak yang anda lakukan itu benar

6.Curahkan Pada Orang Terdekat

Seorang ibu membutuhkan banyak dukungan dari orang lain agar memiliki kekuatan untuk teguh menggunakan cara-cara yang cerdas dalam mendidik anak. Oleh sebab itu, untuk mengurangi stres, ibu muda wajib memiliki tempat untuk mencurahkan kelelahan nya, dan orang yang paling tepat adalah suami.

Dengan mencurahkan semua keluh kesah dalam mendidik anak, maka akan menjadi sumber kekuatan tersendiri bagi wanita. Hal ini bisa menjadi semangat untuk meneguhkan pendirian dalam mendidik anak dengan cara yang benar walaupun mendapat banyak tantangan.


Demikianlah beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk meneguhkan pendirian dalam memberikan yang baik walaupun sedang berada di lingkungan yang tidak mendukung atau kuno. Tetaplah bersemangat dalam memberikan yang terbaik kepada anak sebagai salah satu ladang dakwah seorang ibu. Semakin baik cara mendidik dan merawat anak di lingkungan kuno yang dilakukan ibu, maka semakin baik pula generasi penerus bangsa dan agama di masa depan

0 Response to "Ibu Muda Jangan Stres! Inilah Cara Islami Mendidik dan Merawat Anak di Lingkungan yang Kuno"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel