Masih Ada Rezeki Walaupun Wabah Corona

 

Polemik corona di Indonesia menyebabkan banyak orang harus kehilangan pekerjaannya, sehingga sangat menguras pikiran khususnya bagi yang memiliki tanggungan keluarga. Mereka akan berpikir keras bagaimana cara mendapatkan uang, sementara untuk melamar pekerjaan baru juga tidak memungkinkan. Masalah ini sebenarnya bisa menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa rezeki sudah dijamin Allah, apakah ada rezeki walaupun corona melanda?

 

Masih Ada Rezeki Walaupun Wabah Corona Karena Sudah Dijamin Allah


Banyak ayat yang menjelaskan bahwa Allah ar Razaaq, Maha Memberi rezeki, namun sebagian orang merasa kesulitan mendapatkan rezeki, dan mempertanyakan sifat-sifat Allah tersebut. Selain wajib mengimani sifat Allah yang Maha Memberi Rezeki, seseorang hendaknya juga yakin bahwa rezeki kita sudah ditetapkan dan dijamin oleh Allah SWT.

Dengan demikian, hati akan menjadi tenang dan selalu merasa di tolong Allah walaupun sedang berada dalam himpitan ekonomi yang besar seperti ketika terkena wabah corona ini. Berikut adalah hadis yang menerangkan bahwa rezeki kita sudah ditetapkan Allah sejak lahir, walaupun sesulit apapun kita berusaha.

Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaan nya di perut ibu nya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama 40 hari, kemudian menjadi segumpal daging selama 40 hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat, lalu ditiupkan padanya ruh dan diperintahkan untuk ditetapkan 4 perkara, yaitu rezekinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaan nya….”

HR Bukhari

Dengan mengetahui hadis di atas, hendaknya kita juga merenungkan kata-kata dari Hasan Al Bashri, agar lebih tenang menghadapi virus corona yang menghimpit sebagian besar pendapatan masyarakat Indonesia.

Aku tahu rezeki ku tidak akan diambil orang lain, karena itu hati ku selalu tenang. Aku tahu amal ku tidak akan dikerjakan orang lain, karena itulah aku sibuk beramal shalih. Aku tahu Allah SWT selalu memperhatikan ku, karena itulah aku malu jika Allah melihat ku sedang dalam maksiat”

Dengan demikian, salah jika kita menyalahkan pihak lain karena merasa tidak terima dengan keadaan yang dimiliki. Seperti menyalahkan corona, banyaknya karyawan baru yang menyebabkan anda di keluarkan, atau sebagainya, karena pada dasarnya rezeki kita memang sudah ditentukan.

 

Bagaimanakah Sikap Menanti Jaminan Rezeki dari Allah?


Jangan karena rezeki sudah dijamin Allah menjadi alasan anda untuk tidak berusaha atau bergerak, sehingga memilih untuk berdiam diri bangun dan tidur di atas kasur.  Hal ini sesuai dengan sebuah hadis yang berbunyi

Seandainya kalian betul-betul bertawakal kepada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rezeki sebagaimana burung mendapatkan rezeki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar, dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang”
HR Ahmad

Dari hadis di atas, dapat kita ambil hikmah bahwa burung berangkat atau berusaha di pagi hari walaupun tidak memiliki kepastian apakah mereka akan mendapat makanan atau tidak. Namun, mereka bertawakal, dengan tetap berusaha, hasilnya, ketika sore hari mereka selalu pulang dalam keadaan kenyang, tidak pernah kelaparan.

Memang melihat kondisi wabah corona saat ini, sangat sulit untuk melakukan usaha atau bekerja di luar rumah. Terlebih jika berada di wilayah yang menggunakan sistem pembatasan berskala besar. Lalu apa yang harus kita lakukan agar mendapatkan jaminan rezeki dari Allah?

1.Bergerak

Banyak hal yang bisa kita lakukan di rumah, walaupun tidak bekerja, bukan berarti hanya tidur dan duduk santai di depan televisi. Tubuh harus tetap di gerakkan untuk memaksimalkan manfaat nya. Karena menggerakkan atau memfungsikan anggota tubuh adalah bukti syukur kita kepada Allah, semakin banyak bergerak maka semakin banyak kita bersyukur.

2.Lakukan Hal Bermanfaat

Jika badan sudah di gerakkan, selanjutnya lakukan lah hal yang bisa anda lakukan yang tentunya memberikan manfaat. Perbuatan ini termasuk salah satu langkah memancing jaminan rezeki dari Allah dengan lebih mudah. Jika anda memiliki hobi otomotif, maka perbaiki motor anda yang sekiranya perlu di perbaiki, atau jika suka menulis, maka perbanyak lah menulis hal yang bermanfaat.

3.Perbaiki Hubungan dengan Keluarga

Kita tidak tahu, rezeki yang diperoleh apakah benar rezeki kita, atau ternyata dari ibu, istri, ataupun anak kita. Oleh sebab itu, perbaikilah hubungan dengan keluarga, jika selama ini terlalu cuek dengan istri atau orang tua, mohon maaf kepadanya dan perbaiki hubungan anda. Dengan demikian Allah akan mempermudah rezeki anda dari berkah berbakti kepada mereka.

4.Berdoa dan Mendekatkan Diri Pada Allah

Charge ulang kekuatan anda dalam menghadapi ujian dengan senantiasa berdoa kepada Allah. Karena sejatinya segala yang kita minta, pasti akan dikabulkan, sesuai dengan firman Allah dalam Al Quran Surah ghafir ayat 60
berdoalah kepada Ku, pasti aku perkenankan doa kalian"


Selain itu, manfaatkan isolasi anda dengan mendekatkan diri kepada Allah, serta merenungkan segala doa dan meminta ampun kepadanya. Siapa tahu kesulitan ekonomi yang saat ini anda rasakan, disebabkan oleh dosa besar ataupun kecil yang anda remehkan, dan tidak disadari, sehingga menghalau rezeki dari Allah.

5.Menjaga Kesehatan

Terakhir adalah menjaga kesehatan sebagai bukti rasa syukur terhadap kesehatan yang diberikan  Allah, dengan bersyukur maka Allah akan terus menambah nikmat yang kita miliki. Hal ini sesuai dengan janjinya dalam Al Quran surah
Dan ingatlah ketika Tuhan mu memaklumkan, ‘sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepada mu, dan jika kamu mengingkari (nikmat Ku), maka sesungguhnya azab Ku sangat pedih
Ibrahim : 7

Demikianlah beberapa hal yang bisa anda lakukan selama masa karantina dan wabah corona belum berakhir. Dengan melakukan perbuatan tersebut, anda bisa membuktikan bagaimana Allah menjamin Rezeki mu, dan insya Allah akan ada rezeki walaupun corona melanda dari arah mana pun.


0 Response to "Masih Ada Rezeki Walaupun Wabah Corona"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel