Anda Muslim dan Masih Ragu Untuk Menulis? Keutamaan Menulis yang Menakjubkan Berikut Akan membuat Berubah Pikiran





Menulis adalah kegiatan menuangkan semua ide, pikiran, dan ilmu dalam bentuk tulisan, sehingga bisa dibaca orang lain. Seiring perkembangannya, kegiatan menulis semakin dipermudah dengan kecanggihan teknologi, berawal dari menulis menggunakan tinta dan bulu ayam, pensil, pulpen, mesin ketik, dan terakhir komputer. Namun anehnya masih banyak orang yang malas menulis dengan alasan tidak berbakat dengan mengesampingkan segala keutamaan menulis yang sangat menguntungkan sebagai berikut

1.Menambah Ilmu


Dalam menuangkan ilmu dan pengetahuan melalui tulisan, seseorang butuh pengalaman yang didapatkan dengan cara membaca. Makna membaca disini tentu cukup luas, tidak hanya terbatas pada membaca tulisan, melainkan membaca segala kejadian alam, dan sosial yang ada di lingkungan. Semakin banyak seseorang membaca, maka akan semakin berkualitas pula tulisan yang dihasilkan.

Seseorang yang rajin membaca untuk bahan tulisannya secara tidak langsung akan terus dituntut untuk belajar, sehingga bisa menjadi muslim yang cerdas dan mencerdaskan sebagai salah satu keutamaan menulis. Dalam islam sendiri sangat mengutamakan orang yang mau membaca, hal ini terbukti dengan turunnya wahyu pertama kepada Muhammad saw yang memerintahkan untuk membaca

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan (Al Alaq:1)

Namun yang perlu diingat, sebagai seorang muslim, membaca yang dilakukan haruslah dengan menyebut nama Allah sebagai pencipta manusia dan pencipta ilmu. Jika kaidah menyebut nama Allah diabaikan, maka ilmu yang dimiliki tidak akan berkah dan bermanfaat.

 Banyak orang yang cerdas dan berilmu tinggi, namun karena mengabaikan Allah, timbullah sifat sombong yang menjadi awal mula kerusakan manusia. Tidak hanya rusak dalam pandangan agama, namun juga dalam pandangan masyarakat yang tentunya akan terganggu dengan sifat sombong seseorang.

 

2.Beramal dengan Ilmu


Keutamaan menulis selanjutnya adalah seseorang bisa mengamalkan ilmunya dengan tulisannya yang dibaca orang lain. Semakin banyak orang yang membaca, maka semakin banyak ilmu yang dibagikan dan secara tidak sadar banyak pula orang yang menjadi cerdas karena tulisan kita. Orang yang membagikan ilmunya akan mendapatkan banyak keutamaan, sebagaimana yang ada dalam sebuah hadis, nabi Muhammad saw bersabda

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengerjakannya” (HR Muslim 1893)

Barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikitpun” (HR Muslim 1017)

3.Menjadi Amal Jariyah


Salah satu hal yang dibutuhkan manusia ketika berada di akhirat adalah amal jariyah yang akan sangat membantu menambah pahala seseorang sehingga bisa masuk ke syurga. Ilmu yang diamalkan melalui tulisan, akan menjadi amal jariyah yang tidak akan putus pahalanya. Ketika penulis yang menuliskan kebaikan sudah meninggal, dan tulisannya dibaca orang lain, sehingga membuat orang lain itu mengamalkan kebaikan dan ilmu yang diajarkan maka akan bernilai pahala jariyah yang tiada putus.

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara, (yaitu)  sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholih” (HR Muslim No 1631)

Keutamaan menulis sebagai amal jariyah ini seringkali tidak disadari oleh penulis, karena orientasi penulis di awal kebanyakan karena sekadar hobi ataupun penambah penghasilan.

 

4.Pengingat Diri


Dengan menulis, maka seseorang akan senantiasa diingatkan dengan tulisannya sendiri, ketika ada yang sesuai dengan kehidupannya. Sebagai contoh seseorang yang menulis tentang tips mendidik anak yang baik, sementara ia juga memiliki anak, maka tips yang ia tulis secara otomatis akan mengingatkan dirinya sendiri dalam mendidik anak yang baik.  Dengan demikian keutamaan menulis yang dilakukan tidak hanya bermanfaat untuk mengingatkan orang lain, namun juga mengingatkan dirinya sendiri.

 

5.Mendapat Bonus Dunia Akhirat


Selain banyak kebaikan akhirat yang didapatkan seorang penulis berupa pahala, karena tulisannya yang bernilai amal jariyah, seseorang juga akan mendapatkan bonus di dunia. Banyak penulis yang bisa mendapatkan penghasilan dari tulisannya, dan inilah yang merupakan bonus dari penulis.
Namun yang harus diingat, jangan sampai menulis hanya karena ingin mendapatkan penghasilan semata. Agar segala tulisan yang dituangkan akan mengalir apa adanya, objektif, dan tidak dimanipulasi demi kepentingan komersial.

 

6.Pekerjaan yang Disarankan  Sahabat dan Ulama


Ilmu adalah buruan, dan tulisan adalah ikatannya, ikatlah buruan mu dengan tali yang kuat, termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang setelah itu engkau tinggalkan terlepas begitu saja
(imam syafii)

Dahulu dikatakan bahwa barang siapa yang tidak menuliskan ilmu nya, maka ilmunya itu tidak akan kembali menjadi ilmu (yang dapat dimanfaatkan karena hilang
(Muawiyyah bin Qurrah)

“Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis”
(al Ghazali)


Demikianlah beragam keutamaan yang akan didapatkan seorang muslim dengan menulis. Dengan banyaknya keutamaan menulis ini, hendaknya membuat seseorang tidak perlu ragu untuk menulis, dan jangan pernah mengharapkan bonus agar kualitas tulisan senantiasa terjaga.

0 Response to "Anda Muslim dan Masih Ragu Untuk Menulis? Keutamaan Menulis yang Menakjubkan Berikut Akan membuat Berubah Pikiran"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel