Anda Muslim dan Masih Ragu Untuk Menulis? Keutamaan Menulis yang Menakjubkan Berikut Akan membuat Berubah Pikiran
Tuesday, December 17, 2019
Add Comment
Menulis adalah kegiatan
menuangkan semua ide, pikiran, dan ilmu dalam bentuk tulisan, sehingga bisa
dibaca orang lain. Seiring perkembangannya, kegiatan menulis semakin dipermudah
dengan kecanggihan teknologi, berawal dari menulis menggunakan tinta dan bulu
ayam, pensil, pulpen, mesin ketik, dan terakhir komputer. Namun anehnya masih
banyak orang yang malas menulis dengan alasan tidak berbakat dengan
mengesampingkan segala keutamaan menulis yang sangat menguntungkan sebagai
berikut
1.Menambah Ilmu
Dalam menuangkan ilmu dan
pengetahuan melalui tulisan, seseorang butuh pengalaman yang didapatkan dengan
cara membaca. Makna membaca disini tentu cukup luas, tidak hanya terbatas pada
membaca tulisan, melainkan membaca segala kejadian alam, dan sosial yang ada di
lingkungan. Semakin banyak seseorang membaca, maka akan semakin berkualitas
pula tulisan yang dihasilkan.
Seseorang yang rajin membaca
untuk bahan tulisannya secara tidak langsung akan terus dituntut untuk belajar,
sehingga bisa menjadi muslim yang cerdas dan mencerdaskan sebagai salah satu keutamaan
menulis. Dalam islam sendiri sangat mengutamakan orang yang mau membaca, hal
ini terbukti dengan turunnya wahyu pertama kepada Muhammad saw yang
memerintahkan untuk membaca
Bacalah
dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan (Al
Alaq:1)
Namun yang perlu diingat, sebagai
seorang muslim, membaca yang dilakukan haruslah dengan menyebut nama Allah
sebagai pencipta manusia dan pencipta ilmu. Jika kaidah menyebut nama Allah
diabaikan, maka ilmu yang dimiliki tidak akan berkah dan bermanfaat.
Banyak orang yang cerdas dan berilmu tinggi,
namun karena mengabaikan Allah, timbullah sifat sombong yang menjadi awal mula
kerusakan manusia. Tidak hanya rusak dalam pandangan agama, namun juga dalam
pandangan masyarakat yang tentunya akan terganggu dengan sifat sombong
seseorang.
2.Beramal dengan Ilmu
Keutamaan menulis selanjutnya
adalah seseorang bisa mengamalkan ilmunya dengan tulisannya yang dibaca orang
lain. Semakin banyak orang yang membaca, maka semakin banyak ilmu yang
dibagikan dan secara tidak sadar banyak pula orang yang menjadi cerdas karena
tulisan kita. Orang yang membagikan ilmunya akan mendapatkan banyak keutamaan,
sebagaimana yang ada dalam sebuah hadis, nabi Muhammad saw bersabda
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka ia akan mendapatkan
pahala seperti orang yang mengerjakannya” (HR Muslim 1893)
“Barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh
orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang
yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka
peroleh. Sebaliknya barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kejelekan lalu
diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa
orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikitpun” (HR Muslim
1017)
3.Menjadi Amal Jariyah
Salah satu hal yang dibutuhkan
manusia ketika berada di akhirat adalah amal jariyah yang akan sangat membantu
menambah pahala seseorang sehingga bisa masuk ke syurga. Ilmu yang diamalkan
melalui tulisan, akan menjadi amal jariyah yang tidak akan putus pahalanya. Ketika
penulis yang menuliskan kebaikan sudah meninggal, dan tulisannya dibaca orang
lain, sehingga membuat orang lain itu mengamalkan kebaikan dan ilmu yang
diajarkan maka akan bernilai pahala jariyah yang tiada putus.
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali
tiga perkara, (yaitu) sedekah jariyah,
ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholih” (HR Muslim No 1631)
Keutamaan menulis sebagai amal
jariyah ini seringkali tidak disadari oleh penulis, karena orientasi penulis di
awal kebanyakan karena sekadar hobi ataupun penambah penghasilan.
4.Pengingat Diri
Dengan menulis, maka seseorang
akan senantiasa diingatkan dengan tulisannya sendiri, ketika ada yang sesuai
dengan kehidupannya. Sebagai contoh seseorang yang menulis tentang tips
mendidik anak yang baik, sementara ia juga memiliki anak, maka tips yang ia
tulis secara otomatis akan mengingatkan dirinya sendiri dalam mendidik anak
yang baik. Dengan demikian keutamaan
menulis yang dilakukan tidak hanya bermanfaat untuk mengingatkan orang lain,
namun juga mengingatkan dirinya sendiri.
5.Mendapat Bonus Dunia Akhirat
Selain banyak kebaikan akhirat
yang didapatkan seorang penulis berupa pahala, karena tulisannya yang bernilai
amal jariyah, seseorang juga akan mendapatkan bonus di dunia. Banyak penulis
yang bisa mendapatkan penghasilan dari tulisannya, dan inilah yang merupakan
bonus dari penulis.
Namun yang harus diingat, jangan
sampai menulis hanya karena ingin mendapatkan penghasilan semata. Agar segala
tulisan yang dituangkan akan mengalir apa adanya, objektif, dan tidak
dimanipulasi demi kepentingan komersial.
6.Pekerjaan yang Disarankan Sahabat dan Ulama
Ilmu adalah buruan, dan tulisan adalah ikatannya, ikatlah buruan mu
dengan tali yang kuat, termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang setelah
itu engkau tinggalkan terlepas begitu saja
(imam syafii)
Dahulu dikatakan bahwa barang siapa yang tidak menuliskan ilmu nya,
maka ilmunya itu tidak akan kembali menjadi ilmu (yang dapat dimanfaatkan karena
hilang
(Muawiyyah bin Qurrah)
“Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah
penulis”
(al Ghazali)
Demikianlah beragam keutamaan
yang akan didapatkan seorang muslim dengan menulis. Dengan banyaknya keutamaan
menulis ini, hendaknya membuat seseorang tidak perlu ragu untuk menulis, dan
jangan pernah mengharapkan bonus agar kualitas tulisan senantiasa terjaga.

0 Response to "Anda Muslim dan Masih Ragu Untuk Menulis? Keutamaan Menulis yang Menakjubkan Berikut Akan membuat Berubah Pikiran"
Post a Comment