Sejarah Singkat Dakwah Nabi Muhammad SAW Periode Mekkah
Tuesday, October 22, 2019
Add Comment
Pada usia 40 tahun Nabi Muhammad SAW
mulai memisahkan diri dengan masyarakat dan menyendiri di gua Hira. Pada
tanggal 17 Ramadhan tahun 61 M, malaikat jibril
muncul di hadapannya dan menyampaikan wahyu pertama yakni surah al Alaq
ayat 1-5. Setelah wahyu pertama Jibril tidak muncul lagi untuk beberapa lama, dalam
penantian Rasulullah turun wahyu kedua surah Al Mudatsir ayat 1-7 yang isinya
memerintahkan nabi menyerukan agama islam di mulai dengan dakwah nabi periode Mekah.
Dakwah Nabi Periode Mekah
Dengan turunnya QS Al Mudatsir nabi
mulai berdakwah, dimana pada awalnya beliau melakukannya secara diam-diam di lingkungan
sendiri dan dikalangan rekan-rekannya. Mula-mula istrinya Khadijah, saudara
sepupunya Ali bin Abu Thalib, Abu bakar sahabat karibnya, lalu Zaid, bekas
budaknya, kemudian Ummu Aiman pengasuh nabi sejak ibunya Aminah masih hidup.
Sebagai seorang pedagang yang
berpengaruh, Abu Bakar berhasil mengislamkan
beberapa orang teman dekatnya. Diantaranya Usman bin Affan, Zubair bin Awwam,
Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqash, dan Talhah bin ubaidillah. Dengan berdakwah secara diam-diam ini, belasan
orang telah masuk Islam atas peran besar dari Abu Bakar ra.
Setelah beberapa lama dakwah dilaksanakan
secara individual, turunlah perintah agar nabi menjalankan perintah secara
terbuka. Mula-mula ia menyeru kerabat karibnya dari Bani Abdul Muthalib yang
kemudian mendapat celaan dari Abu Lahab paman beliau. Langkah seterusnya yang dambil Muhammad adalah
menyeru masyarakat umum.
Ajaran Pokok yang Didakwahkan Nabi Periode Mekah
Ada beberapa ajaran pokok yang di dakwahkan nabi pada
periode Mekah, dimana dakwah ini menyesuaikan dengan kondisi masyarakat Mekah
saat itu. Beberapa ajaran yang diajarkan Nabi di Mekah diantaranya penanaman
akidah, penegasan kebenaran Al Quran serta penguat kenabian Muhammad SAW.
Selain itu dakwah Nabi pada periode ini juga mengajarkan
tentang pembinaan akhlak, penjelasan tentang hakikat manusia. Dimana wahyu mengemukakan sifat-sifat dasar manusia, proses kelahiran dan kematiannya, serta kehidupannya yang
sejati.
Ketika nabi mulai menyiarkan secara
publik agama baru,khususnya ketika dia mulai menentang sistem-sistem pemujaan
lama,sebagian besar orang Quraisy tentunya menertawakan dan menentangnya tetapi
beliau berhasil memperolejh banyak pengikut
khususnya dikalangan orang-oranag muda. Beberapa diantara pengikutnya
ini adalah hamba sahaya atau orang-orang tak bersuku, tetapi sebagian besar
berasal dari kalangan orang-orang muda yang tidak mendapat tempat yang layak
dari keluarga-keluarga tingkat yang sangat terhormat. Dengan perkembangan kota
Makkah sebagai pusat perniagaaan dan finansial , standar-standar moral
masyarakat Badui tidak dilaksanakan dengan baik lagi. Di Makkah manakala
individu mulai bertindak secara lebih bebas untuk mengejar kepentingan-kepentingan
pribadinya.
Faktor Pendorong Orang Quraisy Menentang Ajaran Nabi
Mengetahui pengikut Muhammad yang
terus bertambah , pemimpin-pemimpin Quraisy mulai berusaha menghalangi dakwah
Rasul. Semakin bertambah pengikut Muhammad, semakin keras pula tantangan yang
dilancarkan kaum Quraisy. Menurut Ahmad
Syalabi ada lima faktor yang mendorong orang Quraisy menentang seruan islam.
Pertama, mereka tidak dapat membedakan
antara kenabian dan kekuasaan, dan mengira bahwa tunduk kepada nabi berarti
tunduk kepada kepemimpinan Bani Abdul Muthalib. Kedua, Kaum bangsawan Quraisy
menolak ajaran Nabi Muhammad yang menyerukan persamaan hak antara bangsawan
dengan hamba sahaya.
Ketiga, para pemimpin Quraisy tidak
dapat menerima ajaran tentang kebangkitan kembali dan pembalasan di akhirat. Ke
empat taklid kepada nenek moyang adalah kebiasaan yang berurat akar pada bangsa
Arab. Dan kelima, pemahat dan penjual patung memandang Islam sebagai penghalang rizki mereka.
Perlawanan Kafir Quraisy
Banyak cara yang dilakukan kaum Quraisy
untuk mencegah dakwah Nabi, pertama mereka menyusun siasat untuk melepaskan
hubungan nabi dengan Abu Thalib yang dianggap sebagai pelindung. Namun cara ini
gagal. Kemudian mereka menggunakan cara lain, yakni langsung mendatangi
Muhammad. Mereka mengutus Utbah ibn Rabiah, seorang ahli retorika untuk
membujuk nabi dengan menawarkan tahta, wanita dan harta, asal Muhammad bersedia
menghentikan dakwahnya.
Setelah cara diplomatik dan bujuk rayu
yang dilakukan kaum Quraisy gagal, tindakan-tindakan kekerasan fisik yang
pernah dilakukan kembali ditingkatkan. Kekejaman-kekejaman yang dilakukan oleh
penduduk mekah terhadap kaum muslimin mendorong nabi untuk mengungsikan
sahabat-sahabatnya keluar Mekah.
Pada tahun kelima kerasulannya, nabi
menetapkan Habsyah (Ethiopia) sebagai negeri tempat pengungsian, karena Negus
negeri itu adalah seorang yang adil. Rombongan
pertama yang berangkat berjumlah 10 orang pria dan 4 orang wanita, disusul
rombongan kedua yang berjumlah hampir seratus orang.
Menguatnya posisi umat Islam
memperkeras reaksi kaum musyrik Quraisy mereka menemukan cara baru dalam
melumpuhkan dakwah nabi. Yakni dengan memboikot Bani hasyim untuk tidak
mengadakan hubungan komersial apapun dengan mereka. Bani hasyim bertahan
terhadap boikot ini selama dua atau tiga tahun, sampai akhirnya muncul
perpecahan yang berarti dikalangan orang-orang Quraisy untuk menghentikan
boikot.
Hijrah Nabi
Melihat reaksi penduduk Mekah yang
melampiaskan amarahnya sedemikian rupa nabi kemudian menyebarkan agamanya
keluar kota. Salah satunya adalah kepada penduduk Yastrib (Madinah) yang sedang
melakukan haji ke Mekkah. Dakwah nabi disambut baik oleh penduduk Yastrib,
sehingga ajarannya terkenal sampai ke kota Yastrib.
Penduduk Yastrib bahkan meminta agar
Muhammad bersedia pindah ke Yastrib. Melihat kondisi umat muslim yang terus
mendapatkan penindasan dari kaum Quraisy saat itu, akhirnya Rasulullah
memutuskan untuk melakukan hijrah ke Yastrib (Madinah).
Demikianlah dakwah nabi
periode Mekah yang bisa diambil pelajaran dari teknik berdakwah yang
dilakukan, hingga poin-poin yang diajarkan. Sebagai pendakwah sebaiknya meneladani
cara Muhammad berdakwah pada periode ini dalam meluluhkan orang-orang yang
keras seperti kaum Quraisy.
0 Response to "Sejarah Singkat Dakwah Nabi Muhammad SAW Periode Mekkah "
Post a Comment