Sejarah Singkat Dakwah Nabi Muhammad SAW Periode Mekkah


Pada usia 40 tahun Nabi Muhammad SAW mulai memisahkan diri dengan masyarakat dan menyendiri di gua Hira. Pada tanggal 17 Ramadhan tahun 61 M, malaikat jibril  muncul di hadapannya dan menyampaikan wahyu pertama yakni surah al Alaq ayat 1-5. Setelah wahyu pertama Jibril tidak muncul lagi untuk beberapa lama, dalam penantian Rasulullah turun wahyu kedua surah Al Mudatsir ayat 1-7 yang isinya memerintahkan nabi menyerukan agama islam di mulai dengan dakwah nabi periode Mekah.

Dakwah Nabi Periode Mekah

Dengan turunnya QS Al Mudatsir nabi mulai berdakwah, dimana pada awalnya beliau melakukannya secara diam-diam di lingkungan sendiri dan dikalangan rekan-rekannya. Mula-mula istrinya Khadijah, saudara sepupunya Ali bin Abu Thalib, Abu bakar sahabat karibnya, lalu Zaid, bekas budaknya, kemudian Ummu Aiman pengasuh nabi sejak ibunya Aminah masih hidup.

Sebagai seorang pedagang yang berpengaruh, Abu Bakar berhasil mengislamkan  beberapa orang teman dekatnya. Diantaranya Usman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqash, dan Talhah bin ubaidillah.  Dengan berdakwah secara diam-diam ini, belasan orang telah masuk Islam atas peran besar dari Abu Bakar ra.

 Setelah beberapa lama dakwah dilaksanakan secara individual, turunlah perintah agar nabi menjalankan perintah secara terbuka. Mula-mula ia menyeru kerabat karibnya dari Bani Abdul Muthalib yang kemudian mendapat celaan dari Abu Lahab paman beliau.  Langkah seterusnya yang dambil Muhammad adalah menyeru masyarakat umum.

Ajaran Pokok yang Didakwahkan Nabi Periode Mekah

Ada beberapa ajaran pokok yang di dakwahkan nabi pada periode Mekah, dimana dakwah ini menyesuaikan dengan kondisi masyarakat Mekah saat itu. Beberapa ajaran yang diajarkan Nabi di Mekah diantaranya penanaman akidah, penegasan kebenaran Al Quran serta penguat kenabian Muhammad SAW.
Selain itu dakwah Nabi pada periode ini juga mengajarkan tentang pembinaan akhlak, penjelasan tentang hakikat manusia. Dimana wahyu mengemukakan sifat-sifat dasar manusia, proses kelahiran dan kematiannya, serta kehidupannya yang sejati.

               
Ketika nabi mulai menyiarkan secara publik agama baru,khususnya ketika dia mulai menentang sistem-sistem pemujaan lama,sebagian besar orang Quraisy tentunya menertawakan dan menentangnya tetapi beliau berhasil memperolejh banyak pengikut  khususnya dikalangan orang-oranag muda. Beberapa diantara pengikutnya ini adalah hamba sahaya atau orang-orang tak bersuku, tetapi sebagian besar berasal dari kalangan orang-orang muda yang tidak mendapat tempat yang layak dari keluarga-keluarga  tingkat yang  sangat terhormat. Dengan perkembangan kota Makkah sebagai pusat perniagaaan dan finansial , standar-standar moral masyarakat Badui tidak dilaksanakan dengan baik lagi. Di Makkah manakala individu mulai bertindak secara lebih bebas untuk mengejar kepentingan-kepentingan pribadinya.

Faktor Pendorong Orang Quraisy Menentang Ajaran Nabi

Mengetahui pengikut Muhammad yang terus bertambah , pemimpin-pemimpin Quraisy mulai berusaha menghalangi dakwah Rasul. Semakin bertambah pengikut Muhammad, semakin keras pula tantangan yang dilancarkan kaum Quraisy. Menurut Ahmad  Syalabi ada lima faktor yang mendorong orang Quraisy  menentang seruan islam.

Pertama, mereka tidak dapat membedakan antara kenabian dan kekuasaan, dan mengira bahwa tunduk kepada nabi berarti tunduk kepada kepemimpinan Bani Abdul Muthalib. Kedua, Kaum bangsawan Quraisy menolak ajaran Nabi Muhammad yang menyerukan persamaan hak antara bangsawan dengan hamba sahaya.

Ketiga, para pemimpin Quraisy tidak dapat menerima ajaran tentang kebangkitan kembali dan pembalasan di akhirat. Ke empat taklid kepada nenek moyang adalah kebiasaan yang berurat akar pada bangsa Arab. Dan kelima, pemahat dan penjual patung memandang  Islam sebagai penghalang rizki mereka.

Perlawanan Kafir Quraisy

Banyak cara yang dilakukan kaum Quraisy untuk mencegah dakwah Nabi, pertama mereka menyusun siasat untuk melepaskan hubungan nabi dengan Abu Thalib yang dianggap sebagai pelindung. Namun cara ini gagal. Kemudian mereka menggunakan cara lain, yakni langsung mendatangi Muhammad. Mereka mengutus Utbah ibn Rabiah, seorang ahli retorika untuk membujuk nabi dengan menawarkan tahta, wanita dan harta, asal Muhammad bersedia menghentikan dakwahnya.

Setelah cara diplomatik dan bujuk rayu yang dilakukan kaum Quraisy gagal, tindakan-tindakan kekerasan fisik yang pernah dilakukan kembali ditingkatkan. Kekejaman-kekejaman yang dilakukan oleh penduduk mekah terhadap kaum muslimin mendorong nabi untuk mengungsikan sahabat-sahabatnya keluar Mekah.
Pada tahun kelima kerasulannya, nabi menetapkan Habsyah (Ethiopia) sebagai negeri tempat pengungsian, karena Negus negeri itu adalah seorang yang adil.  Rombongan pertama yang berangkat berjumlah 10 orang pria dan 4 orang wanita, disusul rombongan kedua yang berjumlah hampir seratus orang.

Menguatnya posisi umat Islam memperkeras reaksi kaum musyrik Quraisy mereka menemukan cara baru dalam melumpuhkan dakwah nabi. Yakni dengan memboikot Bani hasyim untuk tidak mengadakan hubungan komersial apapun dengan mereka. Bani hasyim bertahan terhadap boikot ini selama dua atau tiga tahun, sampai akhirnya muncul perpecahan yang berarti dikalangan orang-orang Quraisy untuk menghentikan boikot.

Hijrah Nabi

Melihat reaksi penduduk Mekah yang melampiaskan amarahnya sedemikian rupa nabi kemudian menyebarkan agamanya keluar kota. Salah satunya adalah kepada penduduk Yastrib (Madinah) yang sedang melakukan haji ke Mekkah. Dakwah nabi disambut baik oleh penduduk Yastrib, sehingga ajarannya terkenal sampai ke kota Yastrib.

Penduduk Yastrib bahkan meminta agar Muhammad bersedia pindah ke Yastrib. Melihat kondisi umat muslim yang terus mendapatkan penindasan dari kaum Quraisy saat itu, akhirnya Rasulullah memutuskan untuk melakukan hijrah ke Yastrib (Madinah).
Demikianlah dakwah nabi periode Mekah yang bisa diambil pelajaran dari teknik berdakwah yang dilakukan, hingga poin-poin yang diajarkan. Sebagai pendakwah sebaiknya meneladani cara Muhammad berdakwah pada periode ini dalam meluluhkan orang-orang yang keras seperti kaum Quraisy.

0 Response to "Sejarah Singkat Dakwah Nabi Muhammad SAW Periode Mekkah "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel