Kedudukan Tauhid dalam Islam
Monday, October 21, 2019
Add Comment
Tauhid adalah hal paling dasar yang diajarkan dalam islam,
dimana tauhid itu sendiri memiliki makna mengesakan Allah. Tauhid bisa disebut
akar dari ajaran islam karena sebelum
mempelajari yang lain, kita harus bertauhid terlebih dahulu. Jenis-jenis tauhid sendiri beragam yang
kesemuanya mejadi syarat yang wajib dipenuhi agar amal ibadah kita diterima
Allah SWT dimana ibadah tanpa tauhid adalah sia-sia.
Pengertian Tauhid
Pengertian tauhid Secara bahasa merupakan masdar / kata
benda dari kata wahhda – yuwahhidu, yang artinya menunggalkan / mengesakan
sesuatu. Sedangkan secara Istilah syar’i tauhid adalah meyakini bahwa Allah SWT adalah Esa, tidak ada sekutu bagiNya,
dalam rububiyah, (ketuhanan), Uluhiyah (Ibadah), Asma’ dan sifatnya. Dari
pengertian inilah muncul jenis-jenis tauhid
yang dikenal dalam islam.
Ruang Lingkup Tauhid
Tauhid merupakan bagian dari pembahasan aqidah, yakni
bahasan khusus yang berkenaan dengan Rukun Iman – Iman kepada Allah. Cakupan
bahasannya meliputi jenis-jenis tauhid yang
ada dalam islam, diantaranya
1.Tauhid Rububiyah
Yaitu mengesakan Allah dalam hal perbuatan-perbuatannya, seperti
menciptakan, memberi rizki, mengatur segala urusan, menghidupkan, mematikan,
dan sebagainya.
Maka tidak ada pencipta pun kecuali Allah. Dalilnya Allah
berfirman dalam Al Quran Surah Az Zumar ayat 62
الله خالق كل شيء
Allahlah yang menciptakan segala sesuatu
Dari penjelasan ini
dapat ditemukan salah satu dari sekian banyak jenis-jenis tauhid yang sangat penting yakni mengesakan perbuatan
yang hanya bisa dilakukan oleh Allah sebagai Sang Khaliq.
2.Tauhid Uluhiyah
Yaitu mengesakan Allah dengan perbuatan-perbuatan hamba yang
diperintahkannya. Karena itu segala ibadah yang dilakukan harus ditujukan hanya
kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagi Nya. Maka kita tidak berdo’a kecuali
kepada Allah. Allah berfirman
وقل ربكم دعوني استجب لكم
“dan tuhanmu berfirman,dan berdo’alah kepadaku,niscaya
akan aku perkenankan bagimu (Al Mu’min:60)
3.Tauhid Asma Wa Shifat
Jenis-jenis tauhid yang ke tiga ini menerangkan bahwa Dzat Alah tidak terdiri
dari unsur-unsur atau oknum-oknum ,dan tidak ada sesuatu pun yang menyerupai
zat dan sifat-sifat Nya. Tauhid ini disebut dalam surah al ikhlas ayat 1-4 yang
artinya;
Katakanlah;
Dia adalah Allah yang Maha esa, Allah tempat bergantung segala sesuatu, Tidak
beranak dan diperanakkan, Dan tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia
Allah adalah nama zat yang Maha Sempurna, dan Maha Agung, karena
itu manusia tidak boleh berfikir tentang dzat tersebut karena tidak mungkin
akan mengetahuinya. Jika manusia ingin mengenal Nya cukuplah ia menggunakan
akalnya untuk melihat, mengamati, dan memikirkan keagungan dan kehebatan
makhluk-makhluk ciptaan Nya.
Kedudukan Tauhid
Tauhid memiliki kedudukan yang sangat penting, yang menjadi
pegangan pokok dan sangat menentukan
bagi kehidupan manusia. Dimana permasalahan
tauhid merupakan hal yang sangat penting dan mendasar, dakwah Nabi di
mekah 10 tahun hanya terfokus pada penanaman akidah, baru pada tahun ke 10
kenabian ada perintah shalat. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan akidah
adalah sangat penting dan mendasar.
Barangsiapa yang tauhid nya benar, maka baik pula Islamnya,
dan barangsiapa tauhid nya rusak, maka sia-sia amalnya. Tauhid adalah
salah satu syarat diterimanya ibadah. Hanya amal yang dilandasi tauhidullah
menurut tuntutan islam yang akan mengantarkan manusia ke kehidupan yang lebih
baik. Dan kebahagiaan hakiki di akhirat nanti. Allah berfirman ;
مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُون
Artinya :
Barang siapa yang mengerjakan amal sholeh, baik laki-laki
maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman maka sesungguhnya akan kami
berikan kepadanya kehidupan yang baik
dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih
baik lagi dari apa yang telah mereka kerjakan (QS An Nahl :97)
Sementara ibadah sendiri adalah salah satu tugas makhluk
Allah ,dimana tujuan Allah menciptakan makhluknya adalah untuk beribadah kepada
Nya. Sebagaimana firman Allah :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُون
Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk
beribadah kepadaKu(Adz dzariyat :56)
Sesuangguhnya ibadah
yang diperintahkan Allah tidak disebut ibadah kecuali dengan mentauhidkan Allah
SWT, karena itu ibadah menjadi tidak sah jika disertai dengan syirik.
Tidaklah seseorang itu dikatakan ‘abd (hamba) allah kecuali dengan merealisasikan tauhid ,
mengesakan Allah SWT dalam beribadah. Maka barangsiapa beribadah kepada Allah
tetapi dia menyekutukan Nya dengan yang lain maka tidaklah ia disebut sebagai
hamba Allah
Keistimewaan tauhid
Seperti
kita tahu, tauhid adalah hal pokok dalam ajaran islam, tanpa tauhid, amal
seseoang tidak bisa diterima Allah SWT.
Sebagai dasar dari ajaran agama Islam , tauhid memiliki banyak sekali
keistimewaan. Diantaranya
1.Mendapat ketentraman dan mendapat jalan hidayah
Allah berfirman dalam QS Al An’am ayat 82
الذين آمنوا ولم يلبسوا إيمانهم بظلم أولئك لهم الأمن وهم مهتدون
Artinya :
“Orang-orang yang beriman dan tidak menodai keimanan
mereka dengan kedzhaliman (kemusyrikan) ,mereka itulah orang yang mendapatkan
ketentraman dan mereka itulah orang –orang ynag mendapat jalan hidayah”
2.Akan dimasukkan ke Surga
Mengenai hal ini, Rasulullah saw bersabda:
"
من شهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأن محمدا عبده ورسوله، وأن عيسى عبد الله ورسوله، وكلمته ألقاها إلى مريم وروح منه والجنة حق والنار حق أدخله الله الجنة على ما كان من العمل " أخرجاه
Artinya:
“barangsiapa
yang bersyahadat bahwa tidak ada sesembahan yang hak(benar) selain Allah saja
,tiada sekutu bagiNya, dan Muhammad adalah hamba dan rasulNya,dan bahwa Isa
adalah hamba dan rasulNya,dan kalimatNya yang disampaikan kepada Maryam,serta
ruh daripadaNya, dan surga itu benar adanya,maka Allah pasti akan memasukkannya
kedalam surga,betapapun amal yang telah diperbuatnya. (HR Bukhari & Muslim)
3.Diharamkan Neraka Atasnya
Rasulullah SAW bersabda
" فإن الله حرم على النار من قال لا إله إلا الله يبتغي بذلك وجه الله
Artinya:
“Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka atas orang yang
mengucapkan laailaahaillallah dengan ikhlas dan hanya mengharpkan (pahala
melihat) wajahNya. (HR Bukhari Muslim)
4.Akan diampuni dosa-dosanya
Mengenai hal ini, Allah telah berfirman dalam hadis Qudsi
yang diriwayatkan oleh At Timidzi dari anas bin Malik
" قال الله تعالى : يا ابن آدم، لو أتيتني بقراب الأرض خطايا، ثم لقيتني لا تشرك بي شيئا، لأتيتك بقرابها مغفرة
Artinya :
“Allah
berfirman; hai anak adam,jika Engkau datang kepadaKu dengan membawa dosa
sejagat raya,dan Engkau ketika mati dalam keadaan tidak menyekutukanKu dengan
sesuatupun,pasti Aku akan datang kepadamu dengan membawa ampunan sejaagat raya
pula”
Demikianlah penjelasan
mengenai tauhid dalam islam, pengertiannya, kedudukan, serta jenis jenis tauhid
yang termasuk pembahasan penting dalam akidah. Semoga kita diberi kemudahan
untuk memurnikan tauhid kita hanya kepada Allah SWT dalam segala perbuatan.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Wahab,Muhammad.Kitab Tauhid.(Maktab
Dakwah dan Bimbingan Jaliyyat Rabwah:Jakarta.2007)
Aziz,Abdul.Tauhid untuk tingat
pemula dan lanjutan (Cetakan Departemen dan Agama :1424 H)
Tim Penyusun IAIN Sunan Ampel.Pengantar
Studi Islam (IAIN Sunan Ampel Press:Surabaya.2004)
0 Response to "Kedudukan Tauhid dalam Islam"
Post a Comment