Kedudukan Tauhid dalam Islam

Tauhid adalah hal paling dasar yang diajarkan dalam islam, dimana tauhid itu sendiri memiliki makna mengesakan Allah. Tauhid bisa disebut akar dari ajaran islam  karena sebelum mempelajari yang lain, kita harus bertauhid terlebih dahulu. Jenis-jenis tauhid sendiri beragam yang kesemuanya mejadi syarat yang wajib dipenuhi agar amal ibadah kita diterima Allah SWT dimana ibadah tanpa tauhid adalah sia-sia.                     

Pengertian Tauhid

Pengertian tauhid Secara bahasa merupakan masdar / kata benda dari kata wahhda – yuwahhidu, yang artinya menunggalkan / mengesakan sesuatu. Sedangkan secara Istilah syar’i tauhid adalah meyakini bahwa   Allah SWT adalah Esa, tidak ada sekutu bagiNya, dalam rububiyah, (ketuhanan), Uluhiyah (Ibadah), Asma’ dan sifatnya. Dari pengertian inilah muncul jenis-jenis tauhid yang dikenal dalam islam.

Ruang Lingkup Tauhid

Tauhid merupakan bagian dari pembahasan aqidah, yakni bahasan khusus yang berkenaan dengan Rukun Iman – Iman kepada Allah. Cakupan bahasannya meliputi jenis-jenis tauhid yang ada dalam islam, diantaranya

1.Tauhid Rububiyah

Yaitu mengesakan Allah dalam hal perbuatan-perbuatannya, seperti menciptakan, memberi rizki, mengatur segala urusan, menghidupkan, mematikan, dan sebagainya.
Maka tidak ada pencipta pun kecuali Allah. Dalilnya Allah berfirman dalam Al Quran Surah Az Zumar ayat 62
الله خالق كل شيء
Allahlah yang menciptakan segala sesuatu
Dari penjelasan ini dapat ditemukan salah satu dari sekian banyak jenis-jenis tauhid yang sangat penting yakni mengesakan perbuatan yang hanya bisa dilakukan oleh Allah sebagai Sang Khaliq.


 2.Tauhid Uluhiyah

Yaitu mengesakan Allah dengan perbuatan-perbuatan hamba yang diperintahkannya. Karena itu segala ibadah yang dilakukan harus ditujukan hanya kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagi Nya. Maka kita tidak berdo’a kecuali kepada Allah. Allah berfirman
وقل ربكم دعوني استجب لكم
“dan tuhanmu berfirman,dan berdo’alah kepadaku,niscaya akan aku perkenankan bagimu (Al Mu’min:60)

3.Tauhid Asma Wa Shifat

Jenis-jenis tauhid yang ke tiga  ini menerangkan bahwa Dzat Alah tidak terdiri dari unsur-unsur atau oknum-oknum ,dan tidak ada sesuatu pun yang menyerupai zat dan sifat-sifat Nya. Tauhid ini disebut dalam surah al ikhlas ayat 1-4 yang artinya;
                Katakanlah; Dia adalah Allah yang Maha esa, Allah tempat bergantung segala sesuatu, Tidak beranak dan diperanakkan, Dan tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia
Allah adalah nama zat yang Maha Sempurna, dan Maha Agung, karena itu manusia tidak boleh berfikir tentang dzat tersebut karena tidak mungkin akan mengetahuinya. Jika manusia ingin mengenal Nya cukuplah ia menggunakan akalnya untuk melihat, mengamati, dan memikirkan keagungan dan kehebatan makhluk-makhluk ciptaan Nya.

Kedudukan Tauhid

Tauhid memiliki kedudukan yang sangat penting, yang menjadi pegangan pokok  dan sangat menentukan bagi kehidupan manusia. Dimana permasalahan  tauhid merupakan hal yang sangat penting dan mendasar, dakwah Nabi di mekah 10 tahun hanya terfokus pada penanaman akidah, baru pada tahun ke 10 kenabian ada perintah shalat. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan akidah adalah sangat penting dan mendasar.

Barangsiapa yang tauhid nya benar, maka baik pula Islamnya, dan barangsiapa tauhid nya rusak, maka sia-sia amalnya. Tauhid adalah salah satu syarat diterimanya ibadah. Hanya amal yang dilandasi tauhidullah menurut tuntutan islam yang akan mengantarkan manusia ke kehidupan yang lebih baik. Dan kebahagiaan hakiki di akhirat nanti. Allah berfirman ;
مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُون
Artinya :
Barang siapa yang mengerjakan amal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang  baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik lagi dari apa yang telah mereka kerjakan (QS An Nahl :97)
Sementara ibadah sendiri adalah salah satu tugas makhluk Allah ,dimana tujuan Allah menciptakan makhluknya adalah untuk beribadah kepada Nya. Sebagaimana firman Allah :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُون
Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepadaKu(Adz dzariyat :56)
 Sesuangguhnya ibadah yang diperintahkan Allah tidak disebut ibadah kecuali dengan mentauhidkan Allah SWT, karena itu ibadah menjadi tidak sah jika disertai dengan syirik.
Tidaklah seseorang itu dikatakan ‘abd (hamba)   allah kecuali dengan merealisasikan tauhid , mengesakan Allah SWT dalam beribadah. Maka barangsiapa beribadah kepada Allah tetapi dia menyekutukan Nya dengan yang lain maka tidaklah ia disebut sebagai hamba Allah

Keistimewaan tauhid

                Seperti kita tahu, tauhid adalah hal pokok dalam ajaran islam, tanpa tauhid, amal seseoang tidak bisa diterima Allah SWT.  Sebagai dasar dari ajaran agama Islam , tauhid memiliki banyak sekali keistimewaan. Diantaranya

1.Mendapat ketentraman dan mendapat jalan hidayah

Allah berfirman dalam QS Al An’am ayat 82
الذين آمنوا ولم يلبسوا إيمانهم بظلم أولئك لهم الأمن وهم مهتدون
Artinya :
Orang-orang yang beriman dan tidak menodai keimanan mereka dengan kedzhaliman (kemusyrikan) ,mereka itulah orang yang mendapatkan ketentraman dan mereka itulah orang –orang ynag mendapat jalan hidayah”

2.Akan  dimasukkan ke Surga

Mengenai hal ini, Rasulullah saw bersabda:
" من شهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأن محمدا عبده ورسوله، وأن عيسى عبد الله ورسوله، وكلمته ألقاها إلى مريم وروح منه والجنة حق والنار حق أدخله الله الجنة على ما كان من العمل " أخرجاه
Artinya:
                “barangsiapa yang bersyahadat bahwa tidak ada sesembahan yang hak(benar) selain Allah saja ,tiada sekutu bagiNya, dan Muhammad adalah hamba dan rasulNya,dan bahwa Isa adalah hamba dan rasulNya,dan kalimatNya yang disampaikan kepada Maryam,serta ruh daripadaNya, dan surga itu benar adanya,maka Allah pasti akan memasukkannya kedalam surga,betapapun amal yang telah diperbuatnya. (HR Bukhari & Muslim)

3.Diharamkan Neraka Atasnya

Rasulullah SAW bersabda
" فإن الله حرم على النار من قال لا إله إلا الله يبتغي بذلك وجه الله
Artinya:
“Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka atas orang yang mengucapkan laailaahaillallah dengan ikhlas dan hanya mengharpkan (pahala melihat) wajahNya. (HR Bukhari Muslim)

4.Akan diampuni dosa-dosanya

Mengenai hal ini, Allah telah berfirman dalam hadis Qudsi yang diriwayatkan oleh At Timidzi dari anas bin Malik
" قال الله تعالى : يا ابن آدم، لو أتيتني بقراب الأرض خطايا، ثم لقيتني لا تشرك بي شيئا، لأتيتك بقرابها مغفرة
Artinya :
“Allah berfirman; hai anak adam,jika Engkau datang kepadaKu dengan membawa dosa sejagat raya,dan Engkau ketika mati dalam keadaan tidak menyekutukanKu dengan sesuatupun,pasti Aku akan datang kepadamu dengan membawa ampunan sejaagat raya pula”
Demikianlah penjelasan mengenai tauhid dalam islam, pengertiannya, kedudukan, serta jenis jenis tauhid yang termasuk pembahasan penting dalam akidah. Semoga kita diberi kemudahan untuk memurnikan tauhid kita hanya kepada Allah SWT dalam segala perbuatan.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Wahab,Muhammad.Kitab Tauhid.(Maktab Dakwah dan Bimbingan Jaliyyat Rabwah:Jakarta.2007)
Aziz,Abdul.Tauhid untuk tingat pemula dan lanjutan (Cetakan Departemen dan Agama :1424 H)
Tim Penyusun IAIN Sunan Ampel.Pengantar Studi Islam (IAIN Sunan Ampel Press:Surabaya.2004)




0 Response to "Kedudukan Tauhid dalam Islam"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel