Dakwah Nabi Periode Madinah
Wednesday, October 23, 2019
Add Comment
Setelah
Rasulullah berhijrah pada tanggal 12 Rabiul Awwal dari Mekah ke Madinah dan
diterima penduduk Yatsrib (Madinah), Nabi resmi menjadi pemimpin penduduk kota
itu, dan babak baru dalam sejarah Islam pun dimulai. Berbeda dengan periode Mekah,
dakwah nabi periode Madinah, lebih pada
kekuatan politik. Nabi Muhammad mempunyai kedudukan, bukan saja sebagai kepala
agama, tetapi juga sebagai kepala Negara.
Usaha-usaha Nabi Muhammad dalam Membentuk Masyarakat Islami
Banyak
usaha yang dilakukan Nabi untuk membentuk masyarakat Madinah yang islami, pertama adalah dengan membangun masjid. Langkah selanjutnya
Nabi mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Ansar, membuat perjanjian bantu membantu antara umat islam
dan non islam, serta meletakkan dasar-dasar politik, Ekonomi, Sosial, yang islami.
Materi
dakwah yang disampaikan Rasulullah SAW pada periode Madinah, umumnya ajaran
Islam tentang masalah sosial kemasyarakatan. Mengenai objek dakwah Rasulullah
SAW pada periode Madinah adalah orang-orang yang sudah masuk Islam dari
kalangan kaum Muhajirin dan Anshar. Juga orang-orang yang belum masuk Islam
seperti kaum Yahudi penduduk Madinah, para penduduk di luar kota Madinah yang
termasuk bangsa Arab dan tidak termasuk bangsa Arab.
Dakwah
Rasulullah kepada orang-orang yang sudah masuk Islam bertujuan agar mereka
mengetahui seluruh ajaran Islam baik yang diturunkan di Mekah ataupun yang
diturunkan di Madinah. Kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,
sehingga mereka betul-betul menjadi umat yang bertakwa. Selain itu, Rasulullah
SAW dibantu oleh para sahabatnya melakukan usaha-usaha nyata agar terwujud
persaudaraan sesama umat Islam dan terbentuk masyarakat madani di Madinah.
Mengenai
dakwah yang ditujukan kepada orang-orang yang belum masuk Islam bertujuan agar
mereka bersedia menerima Islam sebagai agamanya, mempelajari ajaran-ajarannya
dan mengamalkannya. Sehingga mereka menjadi umat Islam yang senantiasa beriman
dan beramal saleh, yang berbahagia di dunia serta sejahtera di akhirat.
Tujuan
dakwah Rasulullah SAW yang luhur dan cara penyampaiannya yang terpuji,
menyebabkan umat manusia yang belum masuk Islam banyak yang masuk Islam dengan
kemauan dan kesadaran sendiri. Namun tidak sedikit pula orang-orang kafir yang
tidak bersedia masuk Islam, bahkan mereka berusaha menghalang-halangi orang
lain masuk Islam.
Banyak
pihak yang berusaha melenyapkan agama Islam dan umatnya dari muka bumi seperti
kaum kafir Quraisy penduduk Mekah, kaum Yahudi Madinah, dan sekutu-sekutu
mereka. Setelah ada izin dari Allah SWT untuk berperang dalam surah Al-Hajj
ayat 39 dan Al-Baqarah ayat 190, Rasulullah dan para sahabatnya baru menyusun
kekuatan untuk menghadapi peperangan dengan orang kafir yang tidak dapat
dihindarkan lagi.
Tujuan Peperangan Rasulullah
Peperangan-peperangan
yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para pengikutnya itu tidaklah bertujuan
untuk melakukan penjajahan atau meraih harta rampasan pernag. Ada beberapa tujuan
baik yang ada di dalamnya yakni, membela diri, kehormatan, dan
harta. Selain itu
Islam berperang dengan tujuan memelihara umat Islam agar tidak
dihancurkan oleh bala tentara Persia dan Romawi.
Setelah Rasulullah SAW dan para
pengikutnya mampu membangun suatu negara yang merdeka dan berdaulat, yang
berpusat di Madinah, mereka berusaha menyiarkan agama
Islam ke luar Arab.
Akibatnya bangsa Romawi dan Persia menjadi cemas dan khawatir
kekuatan mereka akan tersaingi, sehingga bertekad untuk menumpas dan menghancurkan umat
Islam dan agamanya. Untuk menghadapi tekad bangsa Romawi Persia tersebut,
Rasulullah SAW dan para pengikutnya tidak tinggal diam sehingga terjadi
peperangan antara umat Islam dan bangsa Romawi.
Peperangan yang Dilakukan Rasulullah Melawan Romawi Persia
Dalam melawan Romawi Persia,
umat islam dipimpin nabi Muhammad melakukan dua peperangan. Peperangan tersebut
dilakukan untuk melindungi umat islam dari perlawanan, bukan untuk memulai
permusuhan, perang tersebut meliputi
1.Perang Mut’ah
Peperangan Mu’tah terjadi
sebelah utara lazirah Arab. Pasukan Islam mendapat kesulitan menghadapi tentara
Ghassan yang mendapat bantuan dari Romawi. Beberapa pahlawan gugur melawan
pasukan berkekuatan ratusan ribu orang itu.
2.Perang Tabuk
Heraklius menyusun pasukan besar
di utara Jazirah Arab, Syria, yang merupakan daerah pendudukan Romawi, dalam pasukan besar itu bergabung Bani Ghassan dan Bani Lachmides. Untuk
menghadapi pasukan Heraklius ini banyak pahlawan Islam yang menyediakan diri
siap berperang bersama Nabi sehingga terhimpun pasukan Islam yang besar pula.
Melihat besarnya pasukan di sini beliau membuat beberapa perjanjian dengan penduduk setempat. Dengan
demikian, daerah perbatasan itu dapat dirangkul ke dalam barisan Islam, dimana
perang Tabuk ini merupakan perang terakhir yang diikuti Rasulullah
SAW.
Peperangan Lainnya yang Dilakukan Pada Masa Rasulullah di Madinah
Selain peperangan melawan Romawi
Persia, umat islam di bawah pimpinan Rasulullah juga melakukan beberapa
peperangan lainnya. Peperangan ini dilakukan oleh penduduk Arab sendiri,
diantaranya
1.Perang Badar
Perang Badar yang merupakan perang antara kaum
muslimin Madinah dan kaum musyrikin Quraisy Mekah terjadi pada tahun 2 H.
Perang ini merupakan puncak dari serangkaian pertikaian yang terjadi antara
pihak kaum muslimin Madinah dan kaum musyrikin Quraisy. Perang ini berkobar
setelah berbagai upaya perdamaian yang dilaksanakan Nabi Muhammad SAW gagal.
2.Perang Uhud
Bagi kaum Quraisy Mekah, kekalahan mereka dalam perang Badar merupakan
pukulan berat, sehingga mereka bersumpah akan membalas dendam. Pada tahun 3
H, mereka berangkat menuju Madinah membawa tidak kurang dari 3000 pasukan
berkendaraan unta, 200 pasukan berkuda di bawah pimpinan Khalid ibn Walid, 700
orang di antara mereka memakai baju besi.
3.Perang Khandaq
Perang yang terjadi pada tahun 5
H ini merupakan perang antara kaum muslimin Madinah melawan masyarakat Yahudi
Madinah. Saat itu masyarakat Yahudi mengungsi ke Khaibar dan bersekutu dengan masyarakat Mekah, karena itu perang ini juga disebut
sebagai Perang Ahzab (sekutu beberapa suku).
3.Perang Hunain
Mendengar berita bahwa kaum
musyrikin akan menyerang umat Islam,
Nabi mengerahkan kira-kira 12.000 tentara menuju Hunain untuk menghadapi
mereka. Pasukan ini dipimpin langsung oleh beliau sehingga umat Islam memenangkan
pertempuran dalam waktu yang tidak terlalu lama. Dengan ditaklukkannya Bani
Tsaqif dan Bani Hawazin, seluruh Jazirah Arab berada di bawah kepemimpinan Nabi
Haji Wada’
Dalam kesempatan menunaikan
ibadah haji yang terakhir, haji wada’, tahun 10 H (631 M), Nabi saw
menyampaikan khotbahnya yang sangat bersejarah. Isi khotbah itu antara lain, larangan menumpahkan darah kecuali dengan haq dan larangan mengambil harta
orang lain dengan batil karena nyawa dan harta benda adalah suci.
Nabi Muhammad juga menyampaikan larangan
riba dan larangan menganiaya, perintah untuk memperlakukan para istri dengan
baik dan lemah lembut dan perintah menjauhi dosa. Semua pertengkaran antara mereka
di zaman Jahiliyah harus saling dimaafkan, balas dendam dengan tebusan
darah sebagaimana berlaku di zaman Jahiliyah tidak lagi dibenarkan.
Persaudaraan dan persamaan di antara
manusia harus ditegakkan, hamba sahaya harus diperlakukan dengan baik,
mereka makan seperti apa yang dimakan tuannya dan memakai seperti apa yang dipakai
tuannya.Dan yang terpenting adalah bahwa umat Islam harus
selalu berpegang kepada dua sumber yang tak pernah usang, Al-Qur’an dan sunnah
Nabi.
Wafatnya Rasulullah SAW
Setelah melaksanakan haji
Wada’, Nabi saw segera kembali ke Madinah, beliau mengatur organisasi masyarakat kabilah yang telah memeluk agama
Islam. Petugas keagamaan dan para dai dikirim ke berbagai daerah dan kabilah
untuk mengajarkan ajaran-ajaran Islam, mengatur peradilan, dan memungut zakat. Dua bulan setelah itu, Nabi saw menderita sakit demam dan Pada hari senin, tanggal 12 Rabi’ul Awal 11 H / 8 Juni 632 M, Rasulullah
SAW wafat di rumah istrinya Aisyah ra.
Dari sejarah singkat dakwah nabi periode Madinah ini banyak
pelajaran yang bisa diambil dan diterapkan sampai saat ini. Salah satunya
adalah, dari sekian banyak peperangan yang dilakukan, tidak ada satu pun perang
yang dilakukan dengan tujuan melawan dan merusak non muslim seperti yang sering
dilakukan para teroris dengan mengatasnamakan islam. Melainkan Nabi melakukan
peperangan karena ingin membela diri dari serangan musuh dan demi kelancaran
berdirinya islam di muka bumi.
0 Response to "Dakwah Nabi Periode Madinah"
Post a Comment