Aku Mencintaimu Karena Allah
Thursday, October 24, 2019
Add Comment
Di usia menuju kedewasaan, setiap orang pasti akan merasakan cinta kepada lawan
jenis karena hal itu merupakan fitrah semua manusia. Dari orang kaya, miskin, pekerja kantoran, pemulung,
bahkan anak pesantren yang paling militan sekalipun akan merasakan
virus ini. Hanya saja, pengungkapan cinta anak pesantren dengan anak kuliahan
atau anak sekolahan biasanya berbeda dengan embel-embel cinta karena
Allah.
Benarkah Cinta Karena Allah?
Kalau
kita, yang masih kuliah ini ketika jatuh cinta kebanyakan perealisasiannya
dalam hubungan pacaran. Sedangkan pengungkapannya dengan kalimat “Aku mencintaimu, atau aku
suka sama kamu, mau gak jadi pacaraku” dan sebagainya.
Sementara kalau anak
pesantren beda lagi, dimana saat ini sedang ngetreen istilah pacaran Islami, dengan ungkapan aku mencintaimu karena Allah. Bahkan sampai pernah dijadikan lagu dangdut cintai aku karena
Allah dan lucunya lagu itu buat joged-joged dipinggir jalan. Bahkan di televisi sudah banyak sinetron yang menyajikan
tayangan kisah cinta anak pesantren.
Cinta karena Allah sebenarnya merupakan istilah sederhana yang memiliki makna sangat
dalam. Namun pertanyaannya, Benarkah cinta yang diungkapkan remaja pondok saat ini
adalah cinta karena Allah?
Kalau iya, kenapa cinta yang dirasakan mereka
yang dibungkus dalam sebuah hubungan pacaran, yang katanya islami itu justru
mendatangkan kegelisahan dalam hati mereka dan sering
meninggalkan konflik dan masalah yang berujung pada sakit hati? Apakah cinta
yang seperti ini pantas disebut cinta
karena Allah?
Pengertian dari Cinta Karena Allah
Sebelum memaknai cinta karena Allah, kita harus mengetahui makna cinta itu sendiri. Pada hakikatnya, cinta adalah suatu perasaan
simpati yang melibatkan emosi yang mendalam, yang timbul secara nurani tanpa
adanya paksaan. Namun cinta disini memiliki makna yang relatif, tergantung
oraang yang memaknainya.
Demikian pentignya cinta ini sehingga setiap
orang berusaha untuk memaknainya. Bahkan Imam Ghazali mengatakan, “cinta adalah inti dari keberagamaan.Ia adalah
awal dan akhir dari sebuah perjalanan kita”.
Orang yang jatuh cinta, biasanya akan selalu
mengingat yang dicintainya, selalu memujinya, serta selalu mengorbankan apapun
demi orang yang dicintainya. Sebelum seseorang mengatakan aku mencintaimu karena Allah, hendaknya secara otomatis orang tersebut terlebih
dahulu mencintai allah. Yakni selalu mengingat Allah, selalu
memuji allah, dan mengorbankan apa saja demi Allah yang dicintainya.
Cinta Karena Allah yang Sesungguhnya
Cinta karena allah adalah cinta yang
dilandasi karena Allah, cinta karena ingin mengharap ridhaNya maka Dia juga
akan mencintai kita. Cinta karena Allah adalah, jika kita mencintai seseorang
karena orang itu melakukan perbuatan yang dicintai Allah. Misalnya membaca Al Quran dan amalan-amalan
sunnah lainnya, atau karena akhlak terpui yang dilakukannya.
Orang yang mencintai karena Allah akan
merasakan kenikmatan yang luarbiasa, karena cintanya dilandasi kepada Sang
Pencipta cinta. Demikian indahnya jika seseorang bisa saling mencintai karena ALLAH. Bahkan
diakhirat nanti akan mendapat naungan
dari Allah karena saling mencintai
karena Allah.
Dalam suatu hadits yang datangnya dari Abu
Hurairah dan diriwayyatkan oleh muslim. Rasulullah bersabda
Sesungguhnya Allah ta’ala pada hari kiamat berfirman “ manakah
orang-orang yang saling mencintai karena keagungan Ku? Pada hari ini Aku
menaungi mereka di bawah naungan Ku, dan tidak ada naungan kecuali naungan Ku (HR Muslim)
Penerapan Orang yang Mencintai Karena Allah
Ketika seseorang sudah bisa memaknai cinta karena Allah yang
sesungguhnya, maka ia akan melakukan beberapa hal ketika merasakan cinta.
Berikut beberapa penerapan orang yang mencintai karena Allah dalam kehidupan
1.Mencintai Tanpa Mendekati Zina
Allah hanya akan meridhai suatu cinta yang berada dalam ikatan
halal, dimana Allah menegaskan hamba Nya untuk jangan dekat-dekat pada
perbuatan zina. Perbuatan zina sendiri merupakan perilaku yang menodai kesucian
cinta karena Allah karena itu
merupakan perbuatan setan. Sesuai dengan penjelasan Allah dalam al Quran surah
Al Isra’ ayat 32.
Dalam pacaran, baik itu pacaran islami, walaupun tidak melakukan
hal apapun, minimal seseorang akan sering bertemu, dan saling pandang. Walaupun
sesaat tanpa sadar seseorang sudah melakukan zina mata. Dimana dalam hadis riwayat
Bukhari Rasulullah bersabda “Zina kedua matanya adalah dengan memandang”
2.Mencintai makhluk dengan Tidak Menandingi Cintanya Pada Allah
Orang yang saling cinta karena Allah mustahil meletakkan cintanya di atas kecintaan nya pada Allah. Karena
itu bukanlah sifat orang beriman, dimana orang beriman bersaksi bahwa tiada Tuhan
selain Allah yang hakikatnya meletakkan Allah di atas segala-gala nya.
3.Mencintai Makhluk yang Membuat Cintanya pada Allah Bertambah
Jika seseorang mencintai makhluk karena Allah, maka akan melihat
orang yang dicintai dari sisi ketaatannya pada Allah. Semua perilaku dari orang
yang dicintai membuatnya semakin cinta kepada Allah. Misalnya orang yang dicintai
itu rajin shalat sunah dan membaca Al Quran, maka perilaku orang itu akan
membuatnya malu dan semakin giat beribadah serta berusaha melakukan shalat sunah
juga, bahkan melebihi orang tersebut.
Dari penjelasan ini dapat disimpulkan bahwa orang yang mencintai
karena Allah akan menjaga perasaannya tanpa mengungkapkannya. Karena ia ingin
menjaga hati orang yang dicintainya karena Allah. Sampai nanti ia telah siap
menghalalkan cinta karena Allah dalam
sebuah pernikahan yang merupakan ibadah terlama setiap insan.

0 Response to "Aku Mencintaimu Karena Allah"
Post a Comment