Aku Mencintaimu Karena Allah


               
Di usia menuju kedewasaan, setiap orang pasti akan merasakan cinta kepada lawan jenis karena hal itu merupakan fitrah semua manusia. Dari orang kaya, miskin, pekerja kantoran, pemulung, bahkan anak pesantren yang paling militan sekalipun akan merasakan virus ini. Hanya saja, pengungkapan cinta anak pesantren dengan anak kuliahan atau anak sekolahan biasanya berbeda dengan embel-embel cinta karena Allah.

Benarkah Cinta Karena Allah?


 Kalau kita, yang masih kuliah ini ketika jatuh cinta kebanyakan perealisasiannya dalam hubungan pacaran. Sedangkan pengungkapannya  dengan kalimat “Aku mencintaimu, atau aku suka sama kamu, mau gak jadi pacaraku” dan sebagainya.

Sementara kalau anak pesantren beda lagi, dimana saat ini sedang ngetreen istilah pacaran Islami,  dengan ungkapan aku mencintaimu karena Allah. Bahkan sampai pernah dijadikan lagu dangdut cintai aku karena Allah dan lucunya lagu itu buat joged-joged dipinggir jalan. Bahkan di televisi sudah banyak sinetron yang menyajikan tayangan kisah cinta anak pesantren.

Cinta karena Allah sebenarnya merupakan istilah sederhana yang memiliki makna sangat dalam. Namun pertanyaannya, Benarkah cinta yang diungkapkan remaja pondok saat ini adalah cinta karena Allah?

Kalau iya, kenapa cinta yang dirasakan mereka yang dibungkus dalam sebuah hubungan pacaran, yang katanya islami itu justru mendatangkan kegelisahan dalam hati mereka dan  sering meninggalkan konflik dan masalah yang berujung pada sakit hati? Apakah cinta yang seperti ini pantas disebut cinta karena Allah?

Pengertian dari Cinta Karena Allah


Sebelum memaknai cinta karena Allah, kita harus mengetahui makna cinta itu sendiri.  Pada hakikatnya, cinta adalah suatu perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam, yang timbul secara nurani tanpa adanya paksaan. Namun cinta disini memiliki makna yang relatif, tergantung oraang yang memaknainya.

Demikian pentignya cinta ini sehingga setiap orang berusaha untuk memaknainya. Bahkan Imam Ghazali mengatakan, “cinta adalah inti dari keberagamaan.Ia adalah awal dan akhir dari sebuah perjalanan kita”.

Orang yang jatuh cinta, biasanya akan selalu mengingat yang dicintainya, selalu memujinya, serta selalu mengorbankan apapun demi orang yang dicintainya. Sebelum seseorang mengatakan aku mencintaimu karena Allah,  hendaknya secara otomatis orang tersebut terlebih dahulu mencintai allah. Yakni selalu mengingat  Allah, selalu memuji allah, dan mengorbankan apa saja demi Allah yang dicintainya.

Cinta Karena Allah yang Sesungguhnya


Cinta karena allah adalah cinta yang dilandasi karena Allah, cinta karena ingin mengharap ridhaNya maka Dia juga akan mencintai kita. Cinta karena Allah adalah, jika kita mencintai seseorang karena orang itu melakukan perbuatan yang dicintai Allah.  Misalnya membaca Al Quran dan amalan-amalan sunnah lainnya, atau karena akhlak terpui yang dilakukannya. 

Orang yang mencintai karena Allah akan merasakan kenikmatan yang luarbiasa, karena cintanya dilandasi kepada Sang Pencipta cinta. Demikian indahnya jika seseorang bisa saling mencintai karena ALLAH. Bahkan diakhirat nanti  akan mendapat naungan dari Allah karena  saling mencintai karena Allah.
Dalam suatu hadits yang datangnya dari Abu Hurairah dan diriwayyatkan oleh muslim. Rasulullah bersabda
Sesungguhnya Allah ta’ala pada hari kiamat berfirman “ manakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan Ku? Pada hari ini Aku menaungi mereka di bawah naungan Ku, dan tidak ada naungan kecuali naungan Ku (HR Muslim)

Penerapan Orang yang Mencintai Karena Allah

Ketika seseorang sudah bisa memaknai cinta karena Allah yang sesungguhnya, maka ia akan melakukan beberapa hal ketika merasakan cinta. Berikut beberapa penerapan orang yang mencintai karena Allah dalam kehidupan

1.Mencintai Tanpa Mendekati Zina

Allah hanya akan meridhai suatu cinta yang berada dalam ikatan halal, dimana Allah menegaskan hamba Nya untuk jangan dekat-dekat pada perbuatan zina. Perbuatan zina sendiri merupakan perilaku yang menodai kesucian cinta karena Allah karena itu merupakan perbuatan setan. Sesuai dengan penjelasan Allah dalam al Quran surah Al Isra’ ayat 32.

Dalam pacaran, baik itu pacaran islami, walaupun tidak melakukan hal apapun, minimal seseorang akan sering bertemu, dan saling pandang. Walaupun sesaat tanpa sadar seseorang sudah melakukan zina mata. Dimana dalam hadis riwayat Bukhari Rasulullah bersabda “Zina kedua matanya adalah dengan memandang”

2.Mencintai makhluk dengan Tidak Menandingi Cintanya Pada Allah

Orang yang saling cinta karena Allah mustahil meletakkan cintanya di atas kecintaan nya pada Allah. Karena itu bukanlah sifat orang beriman, dimana orang beriman bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang hakikatnya meletakkan Allah di atas segala-gala nya.

3.Mencintai Makhluk yang Membuat Cintanya pada Allah Bertambah

Jika seseorang mencintai makhluk karena Allah, maka akan melihat orang yang dicintai dari sisi ketaatannya pada Allah. Semua perilaku dari orang yang dicintai membuatnya semakin cinta kepada Allah. Misalnya orang yang dicintai itu rajin shalat sunah dan membaca Al Quran, maka perilaku orang itu akan membuatnya malu dan semakin giat beribadah serta berusaha melakukan shalat sunah juga, bahkan melebihi orang tersebut.

Dari penjelasan ini dapat disimpulkan bahwa orang yang mencintai karena Allah akan menjaga perasaannya tanpa mengungkapkannya. Karena ia ingin menjaga hati orang yang dicintainya karena Allah. Sampai nanti ia telah siap menghalalkan cinta karena Allah dalam sebuah pernikahan yang merupakan ibadah terlama setiap insan.


0 Response to "Aku Mencintaimu Karena Allah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel