Pengalaman Religius, Cerita Pengalaman Hamil Anak Laki-laki
Dalam islam, anak laki-laki ataupun perempuan diperlakukan sama, tidak ada anak yang lebih mulia. Ini menghapuskan kebiasaan buruk orang-orang Jahiliyah yang suka mengubur bayi perempuan hidup-hidup karena dianggap aib dan mengagungkan bayi laki-laki.
Meski diperlakukan sama, tetap saja banyak para ibu yang penasaran dengan jenis kelamin anak yang dikandungnya. Rasa penasaran menimbulkan keinginan untuk mencari tahu cerita pengalaman hamil anak laki-laki dari orang lain.
Pengalaman Hamil Anak Laki-laki Ciri Subjektif
Sebagai manusia beriman, maka sikap yang baik saat hamil adalah mendoakan kebaikan untuk anak yang dikandung dan merutinkan tilawah Al Quran. Menebak-nebak jenis kelamin bayi boleh saja dilakukan, tapi tidak perlu mengharap jenis kelamin tertentu secara berlebihan.
Perbuatan ini bisa membuat seseorang tidak bersyukur kalau akhirnya bayi yang lahir tidak sesuai prediksi dan harapan. Meski begitu, tetap saja ada beberapa pengalaman hamil anak laki-laki yang bisa dijadikan pelajaran tanpa berniat untuk menduga atau meramalkannya.
Sesuai pengalaman pribadi, berikut beberapa ciri subjektif saat hamil anak laki-laki.
1. Alergi Bau Bumbu Masakan dan Males Masak
Meskipun dalam islam memasak bukan kewajiban seorang istri, namun sebagian besar wanita memiliki keinginan dan rasa tanggung jawab pada tugas yang satu ini. Jika tidak memasak rasanya belum afdhal sebagai istri.
Perasaan inilah yang membuat saya tetap berusaha memasak meskipun sedang hamil. Sayangnya hamil anak laki-laki ini tidak seperti anak perempuan sebelumnya. Selama hamil, penciuman memang tidak begitu tajam.
Tapi anehnya, bau bumbu masakan seperti bawang merah, bawang putih, dan kawan-kawannya terasa lebih menyakitkan dihidung. Perasaan mual dan ingin muntah selalu muncul. Belum lagi air mata yang lebih sensitif mengalir deras saat mengiris bawang atau mengulek.
Padahal biasanya mengulek bawang dengan jumlah yang sedikit tidak akan membuat saya menangis. Tapi anehnya hamil anak laki-laki ini mata sangat perih saat harus mencium sedikit saja bau bawang sekalipun.
Alhasil, terpaksa tidak memasak dan minta suami untuk membelikan lauk setiap pagi. Kelihatannya sih enak seperti raja, tapi batin sebagai wanita tetap saja tidak tega lihat suami wira-wiri beli lauk. Namun sekali lagi, ini boleh kok karena menyediakan makanan istri dalam islam adalah kewajiban suami.
2. Nafsu Makan Tinggi
Ciri kedua yang sifatnya subjektif adalah nafsu makan yang terasa lebih tinggi. Sama halnya dengan anak laki-laki yang makannya lebih banyak dari anak perempuan, demikian pula perasaan yang dirasakan ibu mengandung.
Saat hamil anak laki-laki rasanya sulit sekali untuk berhenti makan berat ataupun sekadar cemilan. Tidak heran kalau saat ditimbang bobot kandungan bisa lebih besar daripada saat mengandung anak perempuan.
3. Perasaan Tidak Terlalu Sensitif
Sekali lagi ini hanya ciri yang sifatnya subjektif berdasarkan perasaan pribadi yang dirasakan tanpa ada bukti ilmiah yang menguatkannya. Saat hamil anak laki-laki rasanya memang lebih kuat dan tangguh.
Dibanding hamil anak perempuan yang mudah sensitif, nangis, dan baperan. Hamil anak laki-laki bisa lebih cuek dengan omongan tetangga, sikap suami, atau hal lainnya yang biasanya ditanggapi dengan berlebihan.
4. Lebih Kuat Menahan Lelah
Bukan hanya kuat dalam perasaan saja, badan juga terasa lebih kuat dan tidak mudah lelah ataupun sakit saat melakukan aktivitas tertentu. Baik hamil besar ataupun hamil muda, perasaan sakit, lelah, dan mual masih bisa ditahan.
Berbeda dengan hamil anak perempuan yang saat lelah sudah tidak bisa aktivitas lagi atau benar-benar tidak mampu ditahan.
5. Lebih Mandiri
Mengangkat barang yang tidak terlalu berat, menyapu, mengambil barang ini dan itu secara mondar mandir juga bisa dilakukan sendiri. Tidak merasa terlalu manja dan sedikit-sedikit minta diambilkan suami. Meski tetap saja dalam aktivitas berat lainnya butuh bantuan suami.
Pengalaman Hamil Anak Laki Ciri Fisik
Setiap ibu tetap saja memiliki pengalaman mengandung anak lelaki yang berbeda-beda. Tapi saya sendiri merasakan beberapa kondisi fisik berikut saat hamil anak laki-laki.
1. Perut Berbentuk Lebih Bulat
Saya tidak pernah percaya dengan omongan orang-orang tua zaman dahulu yang bisa menebak jenis kelamin bayi dari bentuk perut bunda yang hamil. Saat hamil memang banyak yang mengatakan bayi saya laki-laki.
Bentuk kehamilan anak laki-laki ini memang lebih bulat dan posisinya agak ke atas. Berbeda dengan saat hamil anak perempuan yang bentuknya bulat agak oval yang meluber ke bawah.
2. Arah Gundukan ke Depan di Tengah
Saat hamil perut akan sangat gendut, namun kalau diperhatikan pasti ada bagian gundukan yang lebih menonjol ke depan. Saat hamil anak laki-laki posisi gundukan yang maju ke depan ini berada tepat di tengah-tengah perut.
Sedangkan saat hamil anak perempuan gundukannya lebih melebar dan merata ke seluruh bagian perut.
3. Lebih Banyak Strech Mark
Strechmark yang biasanya hanya berada di beberapa bagian perut juga lebih banyak saat hamil anak laki-laki. Mulai dari samping, depan, hingga belakang perut ada garis-garis merah ini.
Bahkan pada bagian paha juga lebih banyak sehingga terkadang mengurangi rasa percaya diri saat bersama suami.
Beberapa pengalaman hamil anak laki-laki di atas bisa dijadikan referensi atau sekadar sebagai cerita yang menghibur saat hamil saja. Adapun jenis kelamin anak nantinya laki-laki atau perempuan tetap menjadi ketentuan Allah yang tetap harus disyukuri dan diambil hikmahnya.
Jangan sampai generasi Ibu islami saat ini malah kembali seperti orang jahiliyah yang suka menebak-nebak jenis kelamim bayi secara berlebihan. Akibatnya saat lahir tidak sesuai prediksi malah menimbulkan kekecewaan yang berujung kufur nikmat.
Agar lebih objektif dan akurat, ada baiknya untuk mencoba USG saja ketika kandungan sudah 6 bulan ke atas. Kalau di bawah 6 bulan biasanya jenis kelamin masih rawan tidak terlihat atau tertutupi.

0 Response to "Pengalaman Religius, Cerita Pengalaman Hamil Anak Laki-laki"
Post a Comment