13 Cara Cepat Kaya Menurut Islam, 2 Percaya Diri
Setelah berhasil melakukan
revolusi pertama dengan format pikiran menjadi lebih besar, cara cepat kaya menurut islam selanjutnya
adalah dengan menjadi pribadi yang percaya diri. Percaya diri sangat diperlukan
bagi setiap muslim, bahkan dicontohkan Allah dalam diri Nabi Musa.
Nabi Musa yang memiliki lata
belakang tak sebaik nabi Muhammad ditugaskan untuk berdakwah menghadap Fir’aun
yang memiliki kekuasaan tertinggi. Meski terasa berat, tapi Nabi Musa tetap
percaya diri dan menjadikan Allah sebagai penolong utama dengan berdoa di awal
langkahnya.
Cara Cepat Kaya Menurut Islam 2, Percaya Diri
Jika Anda rajin membaca
terjemahan Al Quran, ada banyak sekali kisah Nabi Musa yang kepercayaan dirinya patut diteladani. Tentu
saja ketika ingin menjadi kaya, sukses, dan berkah, harus ada kepercayaan diri
yang dipupuk kuat dalam diri.
Berkaitan dengan hal ini, ada
faktor-faktor penting yang harus diperhatikan dalam membangun kepercayaan diri,
di antaranya:
1. Tidak Percaya Diri Memperlambat Kesuksesan
Percaya diri menjadi modal utama
untuk mempercepat kesuksesan atas izin Allah. Sebaliknya, tidak adanya rasa
percaya diri akan menghambat kesuksesan, bahkan membiarkan potensi sukses
mengendap begitu saja tidak berarti.
Misalnya saja seorang penulis
yang masih belum percaya diri dengan kualitas tulisannya. Alhasil tulisan yang
sudah siap terbit tidak diterbitkan atau dikirim ke penerbit karena tidak
percaya diri dengan kualitas tulisan sendiri.
Namun pada beberapa tahun
berlalu, barulah ada keberanian dan kepercayaan diri untuk menerbitkan tulisan.
Dan benar saja, tulisan tersebut laris di pasaran dan telah membawa penulis
tadi menuju kesuksesan.
Lihat, betapa rasa percaya diri
yang hilang membuat kesuksesan yang seharusnya didapatkan sejak selesai menulis
harus tertunda hingga bertahun-tahun. Bagaimana jika rasa percaya diri itu
tidak muncul sama sekali? Tentu kesuksesan
tidak akan didapatkan dan potensi yang dimiliki hanya mengendap dalam laci.
2. Pikirkan Bahwa Anda Bisa Menjadi yang Anda
Inginkan
Setiap orang pasti memiliki
keinginan dan impian. Ingin menjadi ini dan itu. Jadilah seperti yang
diinginkan.
Jadilah blogger, youtuber,
penulis, ilmuwan, pengusaha, atau ulama besar kalau memang itu yang diinginkan.
Jangan berusaha menjadi sesuatu yang tidak diinginkan hanya karena orientasi
lainnya.
Banyak orang yang bisa meraih
keinginannya menjadi guru, dokter, hingga menteri, berarti Anda juga bisa
menjadi seperti mereka. Jangan berpikir negatif dengan melihat banyaknya orang
yang bermimpi menjadi pengusaha akhirnya menjadi kulit. Tapi berpikirlah lebih
besar dan menjadikan hal positif sebagai motivasi.
3. Jangan Menebak yang Belum Tentu
Kesalahan yang juga sering
dilakukan masyarakat sehingga kepercayaan dirinya hilang adalah menebak-nebak
sesuatu yang belum pasti. Bahkan kebiasaan menebak ini menjadi hobi yang
akhirnya membuat sebagian orang suka bermain judi.
Seringkali kepercayaan diri
hilang begitu saja ketika menduga dan menebak sendiri apa yang akan terjadi.
Mereka yang memiliki bakat motivator akhirnya tidak bisa menjadi motivator
karena mengira bakat yang dimiliki masih kurang baik dibanding motivator pada
umumnya.
Perkiraan dan dugaan yang dibuat
hanya karena pemikiran sendiri melihat kondisi di sekitar yang semakin
menurunkan rasa percaya diri. Padahal, kemungkinan yang diperkirakan sendiri
belum tentu terjadi.
Bahayanya, perkiraan dan dugaan
ini sampai mengalahkan keimanan seseorang kepada ketetapan Allah. Andai saja
iman terhadap kuasa Allah lebih kuat, tentu dugaan dari pikiran sendiri yang
masih sangat terbatas tidak akan muncul dan menghancurkan rasa percaya diri
tersebut.
4. Tidak Percaya Diri Identik dengan Suudhzan
Pada Allah
Sikap kehilangan percaya diri
memang sangat identik dengan perasaan buruk sangka kepada Allah. Ia berpikir
tulisannya tidak bagus untuk diterbitkan dibanding penulis lainnya. Mana
mungkin ada yang mau membaca.
Padahal, segala sesuatunya telah
ditentukan oleh Allah. Ketika bisa berbaik sangka pada Allah, Allah yang Maha
Baik dan penyayang tentu akan menilai ikhtiar dan membalasnya dengan yang lebih
baik. Maka kepercayaan diri untuk memulai dan mencoba akan terbangun dengan
lebih baik.
Ingat dalam sebuah hadis Qudsi,
Allah berfirman bahwa Allah menurut persangkaan hambaNya. Dan Allah akan
bersama hambaNya dimana saja hamba tersebut mengingat Allah. Kalau berprasangka
buruk pada Allah, maka Allah bisa
mengabulkan apa yang diprasangkakan tadi.
5. Takut Berbuat Kebaikan Menjadi Jaminan Tidak
Akan Bertemu dengan Kemajuan
Mengutip perkataan orang nomor 1
di Indonesia yakni Ir Soekarno, beliau berkata:
“Jika di dalam diri seseorang
masih ada rasa malu dan takut berbuat kebaikan, maka jaminan bagi orang
tersebut adalah tidak akan bertemu dengan kemajuan meski hanya selangkah.”
Perkataan Bung Karno ini patut dijadikan
bahan renungan dan motivasi. Bahwa rasa malu dan takut itu memang perlu, tapi
harus diletakkan pada posisinya. Untuk sebuah perubahan yang baik serta jalan
kesuksesan, rasa tersebut benar-benar haru dihilangkan dan menggantinya dengan
rasa percaya diri.
6. Tidak Percaya Diri = Siap Gagal
Rumus ini benar-benar terbukti
pada banyak orang. Orang miskin yang
tidak percaya diri untuk menjadi kaya, sudah dipastikan gagal dengan usahanya
menjadi kaya atas izin Allah. Sebaliknya, gelandangan yang percaya diri bisa
kaya, akan mudah menemui jalan kesuksesan yang dibukakan Allah.
Ketika merasa tidak siap
menghadapi kegagalan, maka rasa percaya diri itu harus dimunculkan. Apapun
usaha yang sedang diikhtiarkan. Selama keimanan pada Allah diperkuat dengan
rasa percaya diri dan husnudzhan, tidak
ada yang mustahil.
Untuk menerapkan cara cepat kaya menurut islam dengan
percaya diri ini, tentu juga harus diimbangi dengan keimanan yang lebih
hati-hati. Jangan sampai rasa percaya diri terlalu tinggi membuat diri
mengagungkan diri sendiri dan lupa pada Allah. Jadi, letakkan Allah di awal,
tengah, hingga akhir.
Lanjut ke cara cepat kaya menurut
islam revolusi 3 perbaiki tindakan.
0 Response to "13 Cara Cepat Kaya Menurut Islam, 2 Percaya Diri"
Post a Comment