Materi Tarbiyah Akhwat, Kewajiban Ukhti Terhadap Tuhannya


 

Setiap manusia yang mengaku beragam islam pasti akan melaksanakan rukun islam yang diwajibkan Allah dalam Al Quran. Sayangnya, banyak yang tidak menyadari bahwa kewajiban ukhti terhadap Tuhannya bukan sekedar menggugurkan kewajiban saja.

Tidak heran kalau saat ini banyak yang sudah rajin beribadah namun juga aktif melakukan maksiat. Salah satu penyebabnya karena ibadah yang dilakukan sekedar memenuhi syarat islam saja.

Materi Tarbiyah Akhwat, Kewajiban Terhadap Tuhanannya

Sebagai seorang wanita yang menerima pendidikan islam atau tarbiyah, sepatutnya bisa menerapkan kewajiban terhadap Allah dengan penuh kesadaran. Adapun kewajiban terhadap Allah yang wajib diterapkan oleh akhwat yang sudah mendapat tarbiyah yaitu:

1. Menjalankan Rukun Islam dengan Kesadaran

Rukun islam yang menjadi syarat agar seseorang bisa dikatakan beragama islam ada 5 berdasarkan Al Quran dan hadis nabi riwayat Bukhari Muslim, yakni syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji.

Kewajiban ukhti terhadap Tuhannya tersebut harus dijalankan dengan penuh kesadaran serta tahu urgensi dan aplikasinya yang benar seperti berikut ini.

  • Syahadat

Syahadat merupakan salah satu jalan utama bagi seseorang untuk masuk agama islam. Bahkan berdasarkan hadis nabi, syahadat termasuk cabang tertinggi dari iman.

 

Syahadat yang wajib diucapkan umat muslim ada dua, yakni syahadat tauhid yakni mengesakan Allah (asyhaduanlaailaahaillallah), dan syahadat rasul mengakui bahwa Muhammad utusan Allah (asyhaduannamuhammadarrasulullah).

  • Shalat

Shalat berperan sebagai tiang agama, sehingga siapa saja yang menjalankannya berarti telah menegakkannya. Sebaliknya, mereka yang tidak menjalankannya seakan telah meruntuhkan tiang agama tersebut.

 

Ibadah shalat sangat penting karena termasuk dalam ibadah wajib yang paling pertama dihisab ketika hari perhitungan. Ini berdasarkan hadis riwayat Tirmidzi yang datang dari Abu Hurairah

  •  Puasa

Puasa yang masuk dalam ibadah wajib adalah puasa di bulan Ramadhan. Selain wajib, ibadah ini memiliki banyak sekali keutamaan.

 

Salah satunya dalam hadis riwayat Bukhari yang mengatakan bahwa puasa adalah benteng. Artinya benteng yang bisa melindungi umat muslim dari serangan hawa nafsu yang sebagian besar mengajak kepada keburukan.

  •  Zakat

 

Ibadah zakat dilakukan ketika menjelang hari raya Idul Fitri dengan cara mengeluarkan sebagian harta kepada orang  yang membutuhkan atau termasuk golongan penerima zakat.

 

Zakat juga memiliki tujuan batiniah berupa menekan rasa pelit dan cinta kepada dunia, sekaligus peduli kepada orang di sekitar yang membutuhkan. Dengan diwajibkannya ibadah ini, maka mustahil ada umat muslim yang tidak pernah memberi sama sekali pada yang membutuhkan.

  •  Haji

Haji merupakan salah satu ibadah yang diwajibkan kepada mereka yang mampu saja. Ada banyak sekali hikmah dan pahala yang diperoleh bagi mereka yang melaksanakan ibadah haji.

 

Meski diwajibkan bagi yang mampu, setiap umat muslim setidaknya memiliki niat untuk naik haji dengan mengumpulkan sebagian hartanya agar bisa melaksanakan ibadah haji tersebut.

 

Dalam ibadah haji juga ada dimensi persatuan dan kesatuan umat muslim karena seluruh orang islam di seluruh dunia dari segala ras dan bahasa akan berkumpul di Ka’bah dalam waktu yang bersamaan.

 

Ada juga pesan sejarah yang mengingatkan kembali umat muslim terhadap sejarah islam dan dakwah nabi yang bermula di dakwah. Bahkan ada bekas jejak kaki nabi Ibrahim yang menjadi pendiri dari Ka’bah.

2. Tawakal, Berserah Diri Kepada Allah

Muslimah yang sudah mendapat tarbiyah juga harus menyadari kewajibannya untuk bertawakal dan berserah diri kepada Allah. Jadi, tidak ada muslimah tarbiyah yang masih khawatir dengan kelancaran rezeki, jodoh, dan ambisi dunia lainnya.

Muslimah harus bercermin dari kisah para istri Nabi yang sempat menuntut dunia kepada Nabi sehingga turun Al Quran Surat Al Ahzab ayat 28-29. Adapun poin penting yang menjadi pesan dari firman Allah tersebut adalah:

·         Memberikan pilihan pada istri nabi agar bisa menentukan sendiri pilihan yang benar.

·         Pilihan pertama adalah dunia dan segala perhiasannya. Apabila menginginkan ini, Allah pasti akan memberikannya. Tapi Rasul akan menceraikannya sehingga tidak mendapat kebaikan di akhirat.

·         Pilihan kedua adalah memilih Allah dan Nabi Muhammad saw yang bisa mengalahkan keindahan dunia serta isinya, karena akan mendapatkan imbalan terbaik di akhirat.

3. Ikhlas

Sebagai seorang anak ataupun seorang istri, kewajiban ukhti terhadap Tuhannya berkaitan dengan karakter adalah memiliki kepribadian yang ikhlas. Terlebih ikhlas ini menjadi salah satu dari ini segala ibadah yang dilakukan. Ini sesuai dengan sabda Nabi dalam hadis riwayat Muslim.

Dalam hadis tersebut dipertegas bahwa segala sesuatu akan dibalas tergantung dengan niatnya. Jika semua ibadah yang dilakukan ikhlas karena Allah bukan karena faktor lain, barulah ibadah itu bisa diterima. 

Wanita muslim juga harus memiliki pondasi ikhlas dalam mendasari segala perjuangan dakwah yang dilakukan, agar semuanya bernilai ibadah. Tidak sampai ternodai oleh keinginan dunia, sehingga mudah futur dan sakit hati ketika tujuan ibadahnya tersebut tidak terpenuhi.

4. Sabar

Teori sabar sebenarnya juga dipengaruhi oleh tingkat pemahaman dan ilmu yang dimiliki seseorang. Semakin muslimah memahami tentang masalah tertentu, maka semakin tinggi tingkat sabar yang dimiliki.

Sebaliknya, semakin buruk pengetahuan dan pemahamannya, semakin sulit pula menerapkan kesabaran dalam kehidupan sehari-hari.

Ibnu Taimiyah membagi sabar menjadi 3 kategori yang harus dimiliki umat muslim, di antaranya:

  • Sabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah agar tidak mudah merasa lelah dan mengeluh.
  • Sabar dalam meninggalkan dan menjauhi perbuatan maksiat meski terus mendapat godaan setiap waktu.
  • Sabar dalam menerima ketetapan dan takdir yang diberikan Allah.

Demikian pentingnya perbuatan sabar, sehingga Nabi mengatakan bahwa sabar itu merupakan benturan pertama dari musibah yang menimpa manusia (Sumber H.R. Bukhari dan Muslim).

Untuk menjadi seorang wanita muslimah sejati, maka kewajiban ukhti terhadap Tuhannya benar-benar harus dipahami dan diterapkan. Dengan begitu, langkah dakwah dan ibadah yang dilakukan bisa lebih ringan. Selain itu, muslimah yang menerapkannya juga bisa menjadi contoh yang baik bagi lingkungannya. 


1 Response to "Materi Tarbiyah Akhwat, Kewajiban Ukhti Terhadap Tuhannya"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel