Teman Toxic adalah Penyakit, Berikut Ciri dan Cara Islami Menghadapinya
Memiliki banyak teman memang menjadi
suatu kebanggaan dan kesenangan tersendiri bagi setiap orang. Tapi memiliki teman
toxic adalah sebuah musibah yang bisa
merusak hati dan ketenangan. Untuk itulah, Anda harus waspada dan bisa
menyikapi teman tersebut dengan cara yang bijak.
Teman Toxic adalah Penyakit Hati
Toxic adalah sebuah penyakit yang
bisa merusak organisme jika ditinjau dengan istilah medis. Namun istilah ini
sekarang lebih tren disematkan pada diri seseorang yang dianggap memiliki sifat
sepertinya penyakit. Datang lalu merusak dan merugikan.
Teman seperti ini memang sangat
banyak ditemukan. Apabila dibiarkan, ia akan menjadi penyakit hati karena bisa
membuat Anda merasa jengkel dan benci. Padahal islam mengajarkan agar seseorang
bersih dari penyakit hati jengkel dan membenci seseorang seperti apapun
sifatnya.
Jadi, penyakit ini harus bisa
dihadapi dengan benar agar tidak merusak hati yang seharusnya dijaga dengan
baik dan diisi dengan prasangka-prasangka yang baik saja.
Ciri-ciri Teman Toxic
Sebelum mengetahui cara
menghadapi teman toxic, ada beberapa ciri yang harus sebagai indikasi bahwa
seseorang bisa dikatakan toxic. Ciri tersebut meliputi:
1. Hanya Berteman untuk Memanfaatkan Saja
Ciri yang paling mudah dilihat
dari teman toxic adalah terlalu sering memanfaatkan keberadaanmu untuk
kepentingannya saja. Misalnya minta bantuan mengerjakan tugas, mendekati guru,
meminjam uang, minta tebengan, dan masih banyak lagi.
Jika permintaan tolong tersebut
hanya dilakukan sesekali, itu masih tergolong wajar. Tapi kalau berkali-kali
dan tidak peduli dengan kondisimu, ini bisa menjadi indikasi teman yang toxic.
2. Terlalu Sering Membicarakan Kelebihan Diri
Sendiri
Ciri selanjutnya adalah terlalu
sering membicarakan tentang dirinya sendiri, terlebih kelebihan dan
keunggulannya. Padahal seorang teman harus bisa memberi ruang bagi temannya.
Tidak hanya dia yang bercerita, tapi Anda juga diberi ruang dan waktu untuk
menceritakan apa yang ingin diceritakan.
3. Banyak Drama
Membesarkan masalah yang kecil,
marah tanpa sebab, menangis hanya karena hal sepele, dan drama lainnya yang tidak
bisa dipahami juga termasuk ciri teman toxic. Apabila indikasi ini ada pada
teman Anda, sebaiknya tidak usah menanggapinya dengan membawa perasaan.
Beberapa teman biasanya bersikap
sensitif dan baper dengan apa yang dilakukan si Toxic. Sampai merasa bersalah
dengan perbuatan yang sebenarnya bukan atas kesalahannya. Jika dipikirkan,
drama yang dibuat oleh teman toxic ini bisa menyiksa batin sendiri, sehingga
lebih baik abaikan.
4. Suka Menceritakan Rahasiamu Pada Orang Lain
Teman toxic adalah teman yang
bisa merusakmu secara sengaja, baik dari belakang atau dari depan. Salah
satunya adalah dengan menceritakan rahasia pribadimu pada orang lain. Perbuatan
ini juga menjadi salah satu ciri-ciri teman munafik yang baik di depan dan
merusak dari belakang.
Untuk itulah, hindari
menceritakan rahasia apapun yang dimiliki agar teman toxic ini tidak memiliki
celah apapun dalam diri Anda untuk dihancurkan dan diceritakan pada orang lain.
5. Memaksamu Untuk Memahaminya Sementara Ia
Tidak Memahami Kondisimu
Kondisi ini tentu sangat tidak
nyaman, karena dirimu hanya akan merasa tertekan untuk terus memahami kondisinya.
Padahal kondisimu sendiri sedang terpuruk dan butuh dipahami.
Ketika rasa tidak nyaman ini
mulai dirasakan, tidak ada salahnya untuk perlahan menarik diri dari teman
tersebut agar tidak merusak hati karena rasa jengkel dan benci yang tidak
dibenarkan dalam agama.
6. Suka Memberi Kritik yang Menjatuhkanmu
Meskipun bergelar teman, nyatanya
toxic sangat suka mengkritik dengan kritikan yang tajam dan menjatuhkan.
Padahal teman yang baik sebaiknya mengkiritik secara halus dengan kritikan yang
membangun.
7. Selalu Iri dan Ingin Lebih Unggul Darimu
Walau tidak bermaksud menunjukkan
kelebihanmu, terkadang berbagai hal yang unggul darimu dan terlihat oleh teman
toxic membuatnya iri dan dengki. Bahkan ia berusaha lebih unggul dengan segala
cara bahkan menggunakan segala benda yang Anda miliki dan membuatnya iri.
Cara Islami Menghadapinya
Cara menghadapi teman toxic ini
memang terlihat cukup sulit. Apa yang Anda lakukan terasa serba salah dan khawatir
justru menyinggung dan menyakitinya. Tapi kalau terus dibiarkan, teman seperti
ini justru akan mengotori hatimu dengan kebencian, padahal cahaya islam tidak akan masuk pada hati yang
benci.
Untuk mengatasinya, ada beberapa cara
yang lebih bijak untuk dilakukan, yaitu:
1. Lebih Baik Jaga Jarak dan Menjauh untuk
Menjaga Hati
Islam memang mengajarkan untuk
menjaga silaturahmi. Tapi hal yang tidak boleh dilupakan adalah senantiasa
menjaga hati. Apabila hati merasa jengkel bahkan sampai membenci teman yang
toxic, lebih baik menjaga jarak dan tidak terlalu dekat.
Sekedar berteman karena berada
dalam satu sekolah atau tempat kerja saja. Selebihnya, tidak perlu dekat dan
lebih baik jaga jarak agar hati bebas dari rasa dengki yang merusak akhlak dan
menyakiti fisik.
2. Tetap Membantu Saat Kondisinya Sangat Butuh
Bantuan
Walaupun sering merasa dirugikan
oleh teman yang toxic, tidak ada salahnya untuk tetap membantunya ketika
kondisinya memang benar-benar butuh bantuan.
Ingat perbuatan baik apapun yang
dilakukan seorang hamba, itu sebenarnya untuk kebaikan dirinya sendiri. Sebaliknya
perbuatan kejahatan apapun yang dilakukan, itu juga untuk dirinya sendiri (sumber
dalam Q.S Al Isra’ ayat 7).
Dengan berbuat baik pada orang
yang membenci dan merugikan kita, lama kelamaan orang tersebut bisa luluh
dengan sendirinya.
3. Jangan Mudah Percaya dengan Apa yang
Dibicarakan
Teman toxic memiliki ciri-ciri
yang mirip dengan orang munafik dan fasik. Oleh karenanya, cara terbaik adalah
dengan tidak mudah mempercayainya dan memeriksa semua yang disampaikannya
dengan teliti agar tidak menerima dan menyebarkan info yang salah (sumber Q.S
Al Hujurat).
4. Jangan Membicarakan Apapun Tentang Dirimu
Setelah mengetahui adanya
ciri-ciri toxic dalam diri seorang teman, berusahalah untuk tidak membicarakan
apapun tentang dirimu. Kebaikan atau keburukan tetap akan dinilai buruk dan
menjadi senjatanya untuk merugikanmu.
5. Tetap Menyapa dan Ramah Tanpa Harus Dekat
Demi menjalankan syariat islam
dalam menjaga silaturahmi, jangan mengubah sikap pokok seorang muslim dengan
muslim lainnya, yakni ramah dan menyapa. Sekadar menyapa dan tidak perlu
membuat sebuah bahan pembicaraan agar tidak menjadi sarana awal untuk dekat.
Bersikap ramah dan selalu menyapa
memang menjadi cara agar punya banyak teman di sekolah dan di tempat kerja,
sehingga kebiasaan ini tidak perlu dihilangkan hanya karena seorang teman
toxic.
Dari ciri-cirinya secara
keseluruhan, dapat diketahui bahwa teman toxic adalah penyakit yang sebenarnya harus
dihindari agar tidak sampai merusak fisik dan psikis. Oleh karenanya, mengenal
ciri-cirinya sejak dini perlu dilakukan agar bisa memilih teman yang baik dan
memberi dampak baik.

0 Response to "Teman Toxic adalah Penyakit, Berikut Ciri dan Cara Islami Menghadapinya"
Post a Comment