Materi Tarbiyah Akhwat, Berjuang Melawan Hawa Nafsu (Mujahadatun Linafsihi)
Istilah berjuang melawan hawa nafsu sangat
terkenal di kalangan umat islam dan jarang dibahas dalam agama lainnya. Dalam
islam sendiri, istilah ini disebut dengan mujahadatun linafsih. Tentu saja nafsu
yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah nafsu yang mengajak pada perbuatan
munkar.
Definisi Mujahadatun
Linafsihi
Mujahadatun
Linafsih atau melawan hawa nafsu adalah kekuatan dalam diri manusia untuk
melawan segala keinginan nafsu yang mengajak pada perbuatan maksiat dan tidak
terpuji. Adapun nafsu yang menjadi fitrah manusia seperti makan tidak perlu
dilawan tapi cukup dikendalikan saja.
Banyak orang
awam yang sering meremehkan pembelajaran mengenai melawan hawa nafsu karena
menganggap nafsu adalah fitrah yang diberikan Allah pada manusia. Fitrah ini
memang tidak perlu dilawan tapi cukup dikendalikan, kecuali nafsu yang jelas
mengajak pada perbuatan maksiat.
Berjuang Melawan Hawa Nafsu
dalam Al Quran dan Hadis
Dalam Al
Quran dan hadis juga terdapat beberapa ayat yang membahas ataupun menyinggung
tentang melawan dan mengendalikan hawa nafsu. Dasar inilah yang bisa dijadikan
rujukan untuk menguatkan azam dalam menahan nafsu. Di antara ayat dan hadis
tersebut adalah:
1. Surat Al Jatsiyah Ayat
23
Bunyi dari
Surat Al Jatsiyah ayat 23 yang berkaitan dengan nafsu:
“Maka
pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai Tuhannya dan
Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya. Dan Allah telah mengunci
pendengaran dan hati serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapa
yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat?)
Dalam ayat
ini Allah tidak memerintahkan untuk melawan dan menghilangkan hawa nafsu pada
manusia. Tapi Allah memerintahkan manusia untuk mengendalikannya sehingga tidak
menuhankan nafsu.
Menuhankan
nafsu berarti selalu mengikut apa saja keinginan perintah nafsu seakan-akan
keinginan tersebut adalah tuhan yang harus ditaati.
Apabila
manusia tidak mampu mengendalikan nafsu dan senantiasa menuruti keinginannya,
maka Allah akan membiarkannya berada dalam kesesatan dan sulit mendapatkan
hidayah akibat hatinya terkunci.
Ayat ini
juga bisa menjadi pembelajaran bagi umat muslim bahwa salah satu penyebab
seseorang sulit mendapatkan hidayah dari Allah adalah karena selalu menuruti
nafsu dan keinginannya.
2. Hadis Riwayat Ahmad,
Tirmidzi, dan Abu Dawud
Banyak hadis
yang membahas tentang mengendalikan dan memerangi hawa nafsu. Misalnya saja
pada hadis yang muncul terkait kemenangan umat muslim setelah perang badar di
bulan Ramadhan. Namun hadis yang palings sahih dan bisa dijadikan rujukuan
berbunyi :
“Mukmin yang
paling utama keislamannya adalah umat islam yang selamat dari keburukan lisan
dan tangannya. Mukmin paling utama keimanannya adalah yang paling baik
perilakunya. Muhajirin paling utama adalah orang yang meninggalkan larangan
Allah. Jihad paling utama adalah jihad melawan nafsu sendiri karena Allah”
Hadis ini menjelaskan
pada manusia bahwa jihad yang paling utama adalah melawan nafsu. Berarti ini
termasuk jihad berperang secara fisik seperti yang ada Palestina saat ini.
Jihad
melawan nafsu dikatakan paling utama karena ia menempati urutan pertama sebelum
seseorang berjihad pada ranah lainnya. Ketika nafsunya sudah mampu dilawan,
tentu saja jihad yang dilakukan dalam peperangan dilakukan karena Allah, bukan
karena nafsu.
Sebaliknya,
ketika ia gagal melawan nafsu atau tidak berjihad melawan nafsu, maka jihad
fisik apapun yang dilakukannya akan bernilai sia-sia kalau hanya diniatkan
untuk menuruti keinginan atau nafsu semata.
Pentingnya Berjuang Melawan
Hawa Nafsu dalam Islam
Melawan hawa
nafsu yang buruk dalam islam tentu menempati posisi yang sangat penting
sehingga wajib diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa faktor terkait
pentingnya jihad melawan nafsu ini adalah:
1. Memudahkan
Manusia Menjalankan Ketaatan
Banyak yang
bertanya mengapa jihad melawan nafsu bisa lebih utama dibandingkan jihad fisik,
ini dikarenakan jihad nafsu akan memudahkan manusia untuk melakukan ketaatan.
Ketika
seseorang tidak mampu melawan nafsunya, tentu saja tidak akan mau berjihad fisik
di medan perang yang melelahkan dan memerlukan banyak pengorbanan. Tapi kalau
jihad nafsu ini sudah mampu dilewati, maka jihad-jihad lainnya akan mudah
dilakukan dengan ketaatan karena Allah semata.
2. Nafsu Hal Terdekat yang Senantiasa
Mengajak Pada Keburukan
Manusia
tidak sadar bahwa musuh yang paling dekat dengan dirinya adalah yang ada dalam
dirinya sendiri. Banyak orang menjadi bodoh karena tidak bisa melawan nafsunya
untuk bermalas-malasan. Banyak orang bahkan bisa mati karena tidak bisa melawan
nafsu untuk mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri.
Nafsu paling
dekat dengan manusia karena berada dalam hati manusia itu sendiri. Apabila
tidak ingin kalah dan binasa dengan cepat, maka musuh terdekat harus dibasmi lebih
dahulu yakni nafsu yang buruk.
3. Meningkatkan Kewaspadaan
Terhadap Perbuatan Dosa
Ketika
seseorang sudah berusaha untuk terus melawan dan mengendalikan nafsunya, maka
tingkat kewaspadaannya terhadap perbuatan dosa jauh lebih tinggi. Setiap ada dorongan untuk melakukan
sesuatu, ia akan waspada dalam menentukan apakah dorongan itu baik atau buruk.
Jika
dorongan itu adalah nafsu yang buruk, ia bisa langsung meninggalkannya. Jadi perbuatan
dosa sulit masuk dalam dirinya akibat siaga dan waspada yang tinggi layaknya
tentara yang berjaga di garda depan pertempuran.
4. Tidak Mudah Meremehkan
Dosa Kecil
Dosa kecil
yang diremehkan bisa menjadi dosa besar yang merugikan manusia di dunia dan
akhirat. Untuk itulah, dosa kecil sebisa mungkin untuk dikurangi bahkan
dihindari sama sekali. Ketika ada tekad yang kuat untuk berjuang melawan hawa
nafsu, tentu saja ajakan untuk berbuat dosa kecil bisa langsung ditepis.
5. Menutup Celah Setan
Nafsu adalah
salah satu celah yang dimanfaatkan oleh setan untuk mengajak manusia berbuat
maksiat. Sementara tameng yang diberikan Allah untuk mencegah godaan setan
tersebut adalah keimanan.
Saat nafsu
yang muncul selalu diperangi dan dikendalikan ke arah yang positif, tentu setan
akan kesulitan menggoda manusia dan menyesatkannya karena celah nafsu itu sudah
ditutup rapat.
Contoh Berjuang Melawan
Hawa Nafsu
Ada banyak sekali
contoh perbuatan seseorang yang melawan hawa nafsu dalam kehidupan. Sebagai
bahan pembelajaran, berikut contoh-contohnya.
- · Menahan diri untuk tidak ikut berkumpul dengan tetangga yang suka menggunjing.
- · Menahan diri dari amarah ketika menasihati anak dan keluarga.
- · Melawan keinginan pacaran dengan memperbanyak aktivitas .
- · Berhenti makan meski menunya sangat disukai.
- · Berhenti bekerja saat azan berkumandang dan segera shalat.
- · Memilih untuk tidak terlalu sering berkomunikasi dengan lawan jenis agar tidak berkeinginan untuk pacaran.
Berjuang melawan hawa nafsu yang
disebut sebagai jihad paling utama ini, menjadi salah satu akhlak yang harus
dimiliki oleh umat muslim. Tentu saja anjuran ini bukan berarti bahwa jihad
fisik itu tidak penting. Bahkan seorang muslim dituntut untuk memiliki kekuatan jasmani agar bisa melakukan
jihad fisik seperti perang membela islam hingga bekerja dan menuntut ilmu.

0 Response to "Materi Tarbiyah Akhwat, Berjuang Melawan Hawa Nafsu (Mujahadatun Linafsihi)"
Post a Comment