Materi Tarbiyah Akhwat Kekuatan Jasmani dalam Islam (Qowiyyul Jismi)
Setiap orang tentu menginginkan
tubuh yang kuat baik kuat dari segi jasmani ataupun rohani. Kekuatan jasmani dalam islam ini tentu
tidak sebatas keinginan saja, tapi juga kebutuhan yang wajib dimiliki semua
orang. Bahkan islam sebagai agama yang sempurna juga menganjurkan seseorang untuk
menjaga jasmaninya.
Definisi Kekuatan Jasmani
Kekuatan Jasmani adalah kekuatan
yang dimiliki untuk menopang fisik atau seluruh tubuhnya untuk bisa beraktivitas
dengan normal tanpa masalah kesehatan. Kekuatan pada jasmani ini berkaitan erat
dengan beragam aktivitas olah tubuh serta asupan makanan yang menunjang
kekuatannya.
Salah satu unsur yang paling
penting dalam jasmani yang kuat adalah kemampuan otot-otot dalam menopang tubuh
serta organ dalam yang bisa bekerja normal sesuai fungsinya. Untuk itulah,
pembahasan mengenai kekuatan pada jasmani ini tidak bisa lepas dari ilmu
kesehatan dan olahraga.
Kekuatan Jasmani dalam Al Quran dan Hadis
Sebagai salah satu hal yang
berharga dalam kehidupan, kekuatan pada jasmani juga mendapat perhatian khusus dalam
Al Quran. Jadi tidak ada alasan seorang muslim terlalu sibuk beribadah sampai
lupa untuk menjaga kekuatan jasmaninya. Beberapa Al Quran dan hadis yang
membahas tentang hal ini adalah:
1. Surat
Al Inftitar Ayat 7
Dalam Al Quran surat Al Inftitar,
Allah menjelaskan bahwa Dia telah menciptakan dan menyempurnakan bentuk manusia
dengan susunan yang seimbang. Jadi, Allah memang menciptakan keseimbangan itu
agar manusia bisa melakukan aktivitasnya dengan baik.
Apabila seseorang sakit dan tidak
mampu melakukan aktivitas dengan normal, berarti ada susunan tubuh yang menjadi
tidak seimbang akibat ulah manusia itu sendiri. Misalnya makan berlebihan,
tidak pernah berolahraga, dan tidak beristirahat di malam hari yang dianjurkan.
2. Hadis Riwayat Bukhari Tentang Hak Tubuh
“Dan sungguh pada tubuhmu ada
hak-hak yang wajib dipenuhi, maka penuhilah haknya”
Dalam Hadis ini Nabi menyampaikan
kepada umatnya bahwa badan yang dimiliki manusia itu memiliki hak yang harus
dipenuhi. Ketika hak tersebut tidak dipenuhi maka tubuh bisa melakukan
aktivitas fisik yang menjadi tanggung jawabnya.
Salah satu hak yang wajib
dipenuhi manusia terhadap tubuhnya adalah menjaganya agar senantiasa sehat dan
kuat. Dengan penjagaan yang baik terhadap tubuh, maka jasmani yang kuat bisa
dimiliki.
3. Hadis
Riwayat An Nasa’i Tentang Perbuatan
Sia-sia
“Segala hal yang di dalamnya
tidak mengandung dzikir kepada Allah adalah perbuatan sia-sia, senda gurau, dan
permainan. Kecuali 4 perkara yaitu: senda gurau suami dengan istrinya, melatih
kuda, berlatih memanah, dan berenang”
Hadis ini menjelaskan bahwa
segala perbuatan hendaknya disertai dengan dzikir atau niat karena Allah agar
tidak menjadi sia-sia. Tapi ada perbuatan yang tidak dianggap sia-sia dalam
islam yakni kegiatan yang berkaitan dengan olahraga dan menjaga kekuatan fisik.
Dalam hadis ini, olahraga yang
disebutkan adalah berenang, melatih kuda, dan berlatih memanah. Itulah mengapa
olahraga ini akhirnya menjadi olahraga yang disunahkan selain berlari.
Walaupun seseorang memiliki
aktivitas yang sangat padat, Allah juga sudah memberikan solusi pada umat islam
untuk tetap bisa menjaga fisiknya meski sibuk. Adapun solusi tersebut adalah
dengan melaksanakan ibadah yang diwajibkan Allah secara rutin.
Misalnya ibadah shalat yang sama
dengan gerakan senam, dan ibadah puasa untuk menjaga sistem pencernaan pada
tubuh.
Pentingnya Kekuatan Jasmani dalam Islam Atau
Qowiyyul Jismi
Seorang muslim laki-laki ataupun perempuan
wajib memiliki qowiyyul jismi atau jasmani yang kuat. Ini disebabkan karena berbagai
kegiatan ibadah dan aktivitas sosial sangat membutuhkan kekuatan fisik atau
jasmani.
Apabila umat muslim tidak mampu
menjaganya, tentu saja aktivitas ibadah tersebut tidak bisa dilakukan dan
berbagai ranah kehidupan bisa diambil alih oleh non muslim. Selain itu,
kekuatan pada jasmani juga sangat penting karena beberapa alasan berikut.
1. Tidak Mudah Sakit
Seorang muslim yang memiliki
jasmani kuat tentunya tidak akan mudah terserang penyakit. Dengan begitu,
berbagai kegiatan ibadah bisa dilakukan dengan tenang tanpa harus menunda atau
meninggalkannya.
2. Selalu Bersemangat
Orang yang bersemangat tentu
lebih baik dibandingkan muslim yang lemas. Selain bisa membawa diri menjadi
lebih produktif, muslim yang bersemangat juga bisa mempengaruhi orang di
sekitarnya untuk turut bersemangat dalam menjalani aktivitas yang lebih
maksimal.
3. Memiliki Kekuatan untuk
Berdakwah
Alasan terpenting lainnya adalah
agar memiliki kekuatan untuk berdakwah. Dakwah islam harus terus dilakukan
untuk menyebarkan ajaran agama islam yang rahmatan lil alamin. Ketika
masyarakat menerapkan ajaran agama islam dengan baik, niscaya kerusakan di bumi
bisa berkurang.
Apabila fisik muslim lemah dan
mudah sakit, akibatnya dakwah islam tidak bisa dilakukan, baik dakwah bil qolam,
bil mal, ataupun bil hal.
4. Bisa Menjalankan Peran untuk
Membantu
Sesama muslim wajib membantu
muslim lainnya yang mengalami kesulitan. Tanpa adanya fisik yang kuat, seorang
muslim hanya sibuk mengurusi dirinya yang sakit sehingga tidak mampu membantu
orang lain yang kesulitan dan butuh bantuan.
5. Mampu Melindungi Diri dan
Orang Lain
Melindungi diri dari bahaya juga
termasuk kewajiban umat muslim dalam menjaga fisiknya. Demikian juga dengan
melindungi jiwa orang lain. Tanpa adanya kekuatan pada jasmani, kewajiban ini
tentunya sulit untuk diterapkan.
Contoh Menjaga Kekuatan Jasmani dalam Islam
Dalam kehidupan sehari-hari, ada
banyak sekali contoh menjaga kekuatan pada jasmani yang dimiliki. Contoh ini
tidak hanya bisa dilihat di masa sekarang tapi juga di zaman nabi. Bahkan nabi
sebagai teladan umat manusia banyak mencontohkan cara menjaga kesehatan
jasmani, misalnya:
- Rajin olahraga berlari bersama istrinya setiap pagi.
- Belajar memanah dan berkuda.
- Makan makanan dengan porsi yang cukup, yakni sepertiga makanan, sepertiga air, dan sepertiga udara.
- Makan menggunakan 3 hari untuk menjaga pencernaan.
- Tidak banyak memakan lemak.
- Menjaga kebersihan dengan senantiasa menjaga wudhu.
- Rajin berpuasa.
- Dan masih banyak lagi contoh lainnya.
Dengan memiliki fisik yang kuat,
banyak hal baik dan kewajiban yang bisa dijalankan oleh seorang muslim. Tentu
saja fisik yang kuat juga harus diimbangi dengan akhlak yang kokoh. Apabila tidak memiliki akhlak, maka kekuatan jasmani dalam islam yang
dimiliki hanya bisa merugikan orang lain dan sia-sia belaka.

0 Response to "Materi Tarbiyah Akhwat Kekuatan Jasmani dalam Islam (Qowiyyul Jismi) "
Post a Comment