Pacaran Setelah Menikah

 


 

Pacaran setelah menikah adalah ungkapan yang sedang tren saat ini di kalangan masyarakat. Istilah ini muncul sebagai jawaban tegas dari orang islam untuk mencegah keinginan pacaran. Sebagai pengibur bagi orang islam yang galau ingin pacaran, maka ungkapan ini terus digunakan.

Pacaran Setelah Menikah

Pacaran menjadi salah satu hubungan yang hampir dimiliki oleh seluruh masyarakat saat ini. Padahal sebagian besar kegiatan pacaran justru merugikan pelakunya sendiri. Tidak heran kalau islam melarang pacaran karena ingin menjaga diri umat muslim dari kegiatan sia-sia yang merugikan diri sendiri.

Kalau melihat dari aktivitas yang dilakukan dalam pacaran, maka hal tersebut bisa saja dilakukan oleh umat islam tanpa melanggar syariat yakni dilakukan setelah menikah.

Adapun keindahan-keindahan yang akan didapatkan dengan tindakan pacaran setelah menikah adalah :

1. Bermesraan dengan Pasangan Bukan Lagi Dosa, Tapi Pahala

Nikmat pertama yang bisa dirasakan adalah bermesraan yang sebelum menikah dianggap dosa karena mendekati zina, justru akan bernilai pahala setelah menikah. Bahkan nabi kerap kali bersikap mesra kepada istri-istrinya karena yang dilakukan akan bernilai pahala dan menyenangkan istri.

2. Segala Masalah yang Dihadapi Bisa Diselesaikan Berdua

Masalah yang selama pacaran masih saling ditutupi, namun saat pacaran setelah menikah justru masalah-masalah tersebut harus disampaikan secara terbuka.  Jadi beban berat yang dimiliki bisa diselesaikan berdua sehingga terasa lebih ringan.

3. Melatih Kemandirian dengan Tinggal Bersama

Aktivitas lucu yang dilakukan saat pacaran adalah berusaha menyenangkan pacar namun masih meminta kepada orang tua. Baik dari segi finansial ataupun kepentingan pendidikan.

Setelah menikah, justru pasangan akan dilatih untuk bersikap mandiri karena harus tinggal bersama. Tentu pacaran jenis ini lebih keren dibanding hanya senang-senang di depan namun menyiksa orang tua dibelakang dengan terus meminta.

4. Menyenangkan Pasangan Tidak Hanya Seru, Tapi Juga Bernilai Ibadah

Bisa menyenangkan hati pasangan masing-masing akan memberikan kesenangan tersendiri bagi saat pacaran. Tapi apa yang dilakukan tersebut hanya sia-sia belaka dan membuang-buang waktu dan biaya. Susah-susah memberi harta dan mengajak belanja, tapi akhirnya ditinggal pergi juga.

Berbeda dengan pacaran setelah  menikah. Apapun yang dilakukan demi menyenangkan pasangan tidak lagi sia-sia, tapi justru bernilai ibadah. Tidak perlu takut rugi finansial karena faktanya pasangan yang sudah menikah akan hidup bersama dalam ikatan yang sah.

5. Hubungan Suami Istri Jadi Lebih Harmonis

Kegiatan pacaran setelah menikah bisa meningkatkan keharmonisan dalam rumah tangga. Apalagi kalau sebelumnya masing-masing suami dan istri memang belum pernah pacaran sama sekali. Jadi apa yang dilakukan berdua terasa sebagai kejutan yang menyenangkan.

Hal-hal ringan yang biasa dilakukan saat pdkt dalam pacaran bisa dijalani saat menikah. Mulai dari makan diluar bersama, jalan-jalan, saling bertukar  kesukaan dan sebagainya. Tentu ini jauh lebih seru bukan?

6. Tidak Perlu Merasa Tua Meski Sudah Menikah

Banyak yang enggan menikah dan lebih memilih pacaran karena merasa tua apabila sudah menikah. Harus memikirkan biaya hidup mandiri, tempat tinggal, hingga mendidik anak-anak. Orang yang merasa tua setelah menikah ini sebenarnya menjadi bukti ketidak dewasaan dalam berpikir.

Apabila berpikir lebih dewasa, maka merawat anak, bekerja, memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri itu adalah suatu prestasi dan keniscayaan yang pasti akan dilalui manusia. Daripada menunda menikah sampai usia tua, lebih baik melatih kemandirian itu dengan menikah jika merasa saatnya menikah tanpa pacaran tentunya.

7. Bisa Saling Mendukung dan Menguatkan Ketika Kesulitan

Keindahan pacaran setelah menikah adalah bisa saling mendukung ketika kesulitan. Tentu saja dukungan itu tidak hanya berupa dukungan secara lisan seperti yang terlihat dalam pacaran. Tapi lebih pada dukungan langsung dengan aplikasinya karena keduanya sudah sah menjadi suami istri.

8. Bebas Melakukan Hubungan Apapun Tanpa Takut Zina

Ketika menikah sebelum pacaran, saat sedang enak melakukan hal tertentu tiba-tiba ingat bahwa perbuatan itu dosa. Bagi yang kalap akan meneruskannya hingga terjerumus dalam perbuatan zina yang termasuk dosa besar.

Tapi kalau pacaran setelah menikah, tidak perlu lagi takut zina. Apa saja yang ingin dilakukan dengan suami bisa dilakukan secara bebas tanpa ada batasan dan ketakutan akan dosa yang terus mengiringi.

9. Tidak Perlu Sakit Hati Ditinggal Menikah

Keindahan terakhir dari pacaran setelah menikah tentu tidak perlu khawatir merasa sakit hati ditinggal menikah, karena status pacaran ini sejatinya adalah pernikahan. Jadi, tidak ada yang merasa dirugikan ketika tiba-tiba ditinggal menikah.

Banyak fenomena orang bunuh diri atau bahkan membunuh karena merasa sakit hati ditinggal menikah. Ini tidak berlaku dalam pacaran setelah pernikahan.

Islam adalah agama yang sangat lengkap dan mengatur segala sesuatu demi kebaikan hambanya. Jadi sesuatu yang terlihat terlalu ekstrem sebenarnya untuk kebaikan hamba itu sendiri. Dengan pacaran setelah menikah, maka tidak perlu ada pihak yang dirugikan karena keduanya sudah berada dalam ikatan yang sah di mata agama dan hukum tanpa khawatir salah satu ditinggalkan.

 

 


0 Response to "Pacaran Setelah Menikah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel