Pacaran Islami di Sekolah
Pacaran islami di sekolah saat
ini cukup menjadi tren di kalangan pelajar. Kalau pacaran saja sudah menjadi
hal yang lumrah, maka pacaran islami terlihat lebih menarik dan masih sedikit
yang membahasnya. Entah pacaran islami yang dimaksud sebenarnya islami dari
sisi kegiatan atau pelakunya.
Pacaran Islami di Sekolah
Meski
sebagian besar umat muslim berpendapat bahwa pacaran itu haram dalam islam,
beberapa kalangan masih tetap yakin bahwa pacaran itu sebenarnya boleh. Namun
yang haram adalah aktivitas yang dilakukan selama pacaran.
Lalu
apa sebenarnya pacaran islami di sekolah itu?
Melihat
dari fenomena dan kegiatan yang terjadi, pacaran islami adalah aktivitas
pacaran atau kepemilikan antara laki-laki dan perempuan yang kegiatannya lebih
bersifat islami atau didominasi oleh kegiatan-kegiatan islami.
Misalnya
saja pacaran namun keduanya tidak pernah berciuman atau berduaan. Pacaran namun
keduanya sama-sama rajin ke musola atau ke masjid. Pacaran tapi keduanya
dikenal sebagai orang yang alim dan religius di sekolahnya.
Latar Belakang Munculnya
Pacaran Islami di Sekolah
Sejak
istilah pacaran itu muncul, sebenarnya embel-embel islam ini tidak pernah
disandingkan di sebelahnya. Namun seiring besarnya keinginan para remaja usia
sekolah untuk pacaran, maka berbagai istilah pacaran yang sesuai dengan
keinginannya bermunculan, termasuk pacaran islami.
Berikut
adalah beberapa latar belakang munculnya fenomena pacaran islami khususnya pada
anak-anak usia sekolah.
1.
Rasa Ingin Memiliki dari Wanita atau Laki-laki
yang Dimulai Oleh Para Santri
Istilah
pacaran islami pertama muncul sejak merebaknya aktivitas pacaran di pondok
pesantren yang menampung santri laki-laki dan perempuan. Sebelum teknologi
informasi secanggih sekarang, beberapa pondok masih sering menggabung santri
laki dan perempuan pada aktivitas tertentu.
Pertemuan
yang tidak sengaja terjadi antara santri laki dan santri perempuan inilah yang
akhirnya menyisakan kesan besar pada santri. Meski tidak berani bicara,
masing-masing saling melirik saat bertemu sehingga timbullah perasaan suka.
Ketika
rasa suka itu muncul, salah satu pihak mengirim surat melalui teman terdekatnya
untuk menyatakan perasaannya. Ketika pihak wanita atau laki-laki menyambut
perasaan itu, hubungan para santri ini menjadi lanjut dalam pacaran.
Karena
aktivitas yang dilakukan hanya sekadar lirik-lirikan saat bertemu, berkirim
surat, sama-sama aktif kegiatan pondok, mengingatkan untuk rajin shalat,
jadilah hubungan pacaran yang dijalani keduanya disebut pacaran islami.
2.
Rasa Saling
Tertarik oleh Para Anggota Organisasi Islam di Sekolah
Di
sekolah, biasanya ada organisasi khusus keislaman yang biasa disebut kegiatan Rohis.
Kegiatannya berisi kajian dan cara mendakwahkan islam kepada sesama. Sebagian besar
aktivitas di organisasi Rohis atau keagamaan ini adalah untuk belajar agama
islam, mengaji bersama, serta dakwah.
Tentu
saja kontak yang sering terjadi antara anggota laki-laki dan perempuan
menyisakan perasaan kagum pada lawan jenis yang aktivitas keagamaannya sangat
disukai. Meski kajiannya dibatasi antara wanita dan laki-laki, tapi perasaan
kagum pasti akan muncul sebagai hal lumrah di hati remaja sekolah.
Karena
tidak mampu menahan perasaan kagum dan takut orang yang dikagumi bersama dengan
orang lain, salah satu pihak akhirnya mengungkapkan rasa suka secara langsung
atau melalui nomor kontak yang dimiliki.
Perasaan
yang disambut ini akhirnya mengikat keduanya pada hubungan pacaran. Artinya
salah satu pihak tidak boleh terlalu dekat pada laki-laki lain selain pacarnya.
Tentu saja sebagai anggota organisasi islam, kegiatan keduanya hanya berkutat
pada aktivitas islami dan dakwah saja.
Kalaupun
bertemu, keduanya hanya membicarakan perihal agama, saling mengingatkan untuk
taat beribadah, dan aktivitas islami lainnya. Inilah yang kemudian dilihat
orang sebagai pacaran islami.
3.
Alasan Enggan Pacaran tapi Keduanya Sangat Dekat
Bagi yang
sudah mengetahui hukum agama islam yang melarang untuk pacaran, tentu enggan
akan menyebut dirinya berada dalam hubungan pacaran. Anehnya, meski begitu
mereka memiliki hubungan yang sangat dekat.
Sebut saja A
dan B. Ketika ditanya mereka mengatakan tidak sedang pacaran. Tapi keduanya
selalu berkomunikasi sangat intens, bahkan sering kali diskusi berdua dan
saling memenuhi kebutuhan masing-masing.
Kedekatan ini
pada akhirnya membuat orang yang melihatnya menyebut hubungan mereka sebagai
pacaran islami.
4.
Karena yang Pacaran Pakai Kerudung Syar’i dan Keduanya
Rajin Sholat
Jumlah remaja
yang taat agama di sekolah-sekolah umum saat ini memang sangat terbatas. Tidak
heran saat ada yang rajin shalat dan menggunakan kerudung syar’I akan disebut
sebagai orang yang religius.
Ketika orang
yang sama-sama dikenal religius atau lebih islami dibanding yang lain ini
menjalani hubungan pacaran, orang yang melihatnya spontan akan mengatakan bahwa
keduanya sedang pacaran islami.
Terlebih
ketika keduanya hanya melakukan aktivitas religius dalam hal agama. Misalnya
mengaji bersama, kajian bersama, hingga shalat berjamaah bersama tanpa tahu dalil
dan kejelasan dari hukumpacar jadi imam sholat.
Lalu Bagaimana Islam
Memandang Pacaran Islami di Sekolah?
Dengan
melihat aktivitas yang dilakukan oleh dua sejoli di sekolah yang disebut
pacaran islami ini, maka bagaimanakah islam memandang aktivitas keduanya?
Kalau
kembali pada Al Quran dan hadis sebagai sumber hukum dan rujukan umat muslim,
maka aktivitas pacaran islami di sekolah ini bisa dipandang sebagai berikut.
1.
Haram
- · Ketika pacaran yang dilakukan hanya untuk sekedar menghalalkan istilah pacaran yang pada dasarnya tidak boleh, tentu saja tindakan tersebut haram karena berusaha mencari cara agar hubungan yang dijalin terlihat boleh dalam islam.
- Kalau perbuatan yang dilakukan dua sejoli dalam pacaran islami di sekolah ini mendekatkan pada zina, maka perbuatannya jelas haram.
- Ini merujuk pada firman Allah dalam Al Quran surat Al Isra’ ayat 32 untuk menjauhi zina. Cakupan zina ini juga sangat luas, bisa zina mata dengan tidak menjaga pandangan, zina tubuh yang berduaan sementara yang ketiganya setan.
- Ada juga zina hati yang merasa saling memiliki sebelum halal atau menikah, zina tangan yang bersentuhan dengan bukan mahrom, hingga zina mulut yang mengucapkan perkataan yang menimbulkan syahwat.
2.
Boleh
- · Ketika niat keduanya untuk mengurangi dampak fenomena pacaran di sekolah yang sangat identik dengan perbuatan maksiat.
- Melalui pacaran islami yang dilakukan, mereka berharap tindakan mereka bisa menjadi contoh pacaran yang lebih sehat atau mengurangi besarnya dampak zina pada pacaran umumnya di sekolah.
- Mereka berharap orang-orang akan mengurangi perbuatan maksiat yang sering terjadi dalam pacaran seperti berduaan, berciuman, dan berpegangan tangan dengan mengubah model pacarannya yang mengurangi dampak maksiat yang lebih besar.
- Tentu saja syarat kebolehan yang pertama ini sangat jarang terjadi karena sebagian besar niat seseorang pacaran islami hanya untuk kesenangan diri sendiri dalam memenuhi keinginan saling memiliki saja.
- · Boleh kalau niatnya untuk dakwah. Biasanya orang yang baru belajar islam akan sulit untuk meninggalkan secara serta merta aktivitas yang mereka sukai seperti pacaran dan sejenisnya.
- Agar ajaran islam bisa diterima, maka metode dakwahnya adalah secara bertahap. Kalau langsung dilarang pacaran beberapa kalangan akan sulit menerima.
- Sebagai alternatifnya, mereka diizinkan pacaran tapi dengan cara yang lebih etis atau disebut-sebut sebagai pacaran islami.
- Tapi selama pacaran itu masih dilakukan, pihak pendakwah atau teman yang mendakwahinya tetap secara bertahap wajib menunjukkan ajaran islam yang kaffah, salah satunya dengan tidak berduaan atau pacaran.
- Nantinya orang yang menjalani pacaran islami ini akan bisa mengurangi keinginan pacaran dan bahkan bisa meninggalkan aktivitas pacaran yang katanya islami ini ketika sudah mengenal indahnya islam dan cinta pada Allah dan Rasulnya lebih dari segalanya.
Intinya,
semua tergantung pada niatnya. Tapi tetap aktivitas pacaran yang berupa
berduaan, zina mata, hati, mulut, telinga, perbuatan, akan dihukumi haram
apapun alasannya.
Dengan
banyaknya fenomena pacaran
islami di sekolah ini, maka sebagai seorang muslim seharusnya
bisa bersikap lebih kritis dan mengembalikan semuanya pada Al Quran dan hadis.
Bukan malah mengikuti perbuatan pacaran islami tanpa berusaha untuk mencari
tahu hukumnya dalam islam.

0 Response to "Pacaran Islami di Sekolah"
Post a Comment