Materi Tarbiyah Akhwat Tujuan Tarbiyah Bagi Wanita
Tarbiyah
atau pendidikan islam memberikan banyak sekali manfaat bagi manusia, termasuk
wanita. Adapun tujuan tarbiyah bagi
wanita tentu bukan sekadar memberikan pendidikan dan pengenalan islam saja.
Lebih dari itu, tujuan adanya tarbiyah ini sangat luas hingga mencapai
kepentingan umat.
Tujuan Tarbiyah Bagi Wanita
Secara umum,
tujuan pemberian pendidikan islam pada wanita bisa dikategorikan menjadi tiga
jenis yang masing-masing memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupan. Beberapa tujuan tersebut meliputi :
1. Tujuan untuk Individu
Tujuan pertama diperuntukkan bagi wanita yang mendapatkan tarbiyah itu sendiri. Secara umum, tarbiyah ini diberikan untuk membentuk kepribadian muslimah yang lebih integral. Ada 10 muwashofat tarbiyah yang harus dimiliki dan dipahami muslimah, yaitu :
· Ibadah yang lurus atau shahihul ibadah.
· Akhlak yang kokoh atau matinul khuluq.
· Mampu dan mandiri dalam mencari penghidupan
atau qadir ‘alal kasbi.
· Wawasan yang luas atau mustaqaful fikri.
· Fisik yang kuat atau qowiy al jism.
· Pejuang diri sendiri atau mujahid linafsih.
· Teratur dalam urusannya atau munazham di
syu’unih.
· Memperhatikan waktu serta disiplin atau harisun
‘alal waqtih.
· Bermanfaaf bagi orang lain atau nafi’ li
ghairih
2. Tujuan untuk Keluarga
Tujuan dalam
keluarga memiliki cakupan yang tidak sederhana. Dalam hal ini, wanita yang
mendapatkan tarbiyah tidak hanya dituntut mampu untuk membina keluarganya saja.
Tapi juga persiapan untuk membangun keluarga yang islami dimulai dari memilih
pasangan yang sesuai.
Adapun
tujuan tarbiyah bagi wanita khususnya untuk keluarga bisa dirinci sebagai
berikut.
·
Mendapat Pasangan yang Bisa Mendukung Dakwah
Bagi wanita yang belum menikah, sudah sepatutnya
mencari pasangan yang juga memiliki pemikiran islami dan tujuan dakwah islam
yang sama. Nantinya pasangan juga akan berperan dalam mendukung kiprah dakwah
dalam keluarga dan masyarakat.
Mendapatkan pasangan yang juga mengerti tentang
pemahaman agama tentunya membantu keluarga untuk saling mendukung dan
mengingatkan dalam hal kebaikan.
Dengan tujuan inilah, maka menjadi hal yang wajar bila
seorang guru yang memberikan materi tarbiyah tadi berkenan membantu mencarikan
pasangan yang sesuai dengan wanita tarbiyah tadi.
Sesuai yang dimaksud tentunya sesuai dalam urusan
agama karena memiliki visi dan misi yang sama dalam bidang dakwah.
Namun yang perlu digaris bawahi, mencarikan di sini hanya
sebatas membantu saja. Apabila wanita tadi ingin mencari jodohnya sendiri, maka
guru tidak berhak memaksakan untuk mencarikan jodoh atau menjodohkan.
·
Membentuk Keluarga yang Mendapat Bimbingan Islam
dengan Baik
Peran wanita yang besar dalam keluarga baik dalam mendidik
anak dan mendukung suami menjadikan tarbiyah begitu penting bagi mereka. Dengan
adanya pendidikan islam, diharapkan wanita bisa membina keluarga yang bernuansa
islami dan menjadi contoh yang baik.
·
Membentuk Keluarga yang Mampu Terlibat dalam
Amalan Keislaman
Tidak sekadar membina dan membimbing keluarga saja, lebih
dari itu wanita juga diharapkan mampu membimbing keluarga agar bisa terlibat
langsung dalam amalan keislaman. Misalnya saja dakwah dalam masyarakat,
kegiatan sosial, pendidikan, dan amal pergerakan lainnya.
3. Tujuan untuk Masyarakat
Tujuan
tarbiyah bagi wanita untuk kepentingan masyarakat menempati
posisi yang paling urgen saat ini. Beberapa tujuan yang seharusnya bisa dicapai
dengan tarbiyah wanita adalah :
·
Meningkatkan Jiwa Sosial dan Hati yang Peka
Wanita yang mendapat tarbiyah tentunya lebih peka dan
peduli terhadap kondisi masyarakat dan pemerintahan. Dengan kepekaan yang
tinggi tersebut, wanita akhirnya secara sadar berusaha memperbaikinya dimulai
dari bersosialisasi kepada masyarakat dalam lingkup kecil.
·
Mempersiapkan Wanita untuk Berperan dalam
Peradaban
Tidak dapat dipungkiri bahwa peradaban manusia juga berada
dalam peran wanita. Bahkan calon-calon pemimpin berasal dari rahim seorang
wanita. Untuk itulah, wanita yang memiliki keislaman yang baik tentunya juga bisa membangun peradaban yang
baik pada generasi mendatang sejak dalam kandungan.
·
Mempersiapkan Wanita untuk Menjadi Calon
Pemimpin Sesuai Porsinya
Pemimpin identik dengan laki-laki. Padahal, dalam agama
wanita juga bisa menjadi pemimpin khususnya memimpin keluarga. Sementara di
masyarakat, wanita juga bisa menjadi pemimpin atau kelompok wanita lainnya
dalam masyarakat.
Sedikit banyak, pemimpin dalam kelompok wanita juga
berpengaruh besar pada kondisi masyarakat mengingat kelompok wanita saat ini
semakin banyak di masyarakat.
Apabila kelompok wanita tersebut dipimpin oleh wanita
yang memiliki keislaman yang baik, tentu kerusakan akhlak dan agama dalam
masyarakat bisa diminimalisir dan mudah diperbaiki.
4. Tujuan Dakwah
Tujuan
terakhir yang membuat pentingnyapendidikan islam bagi wanita adalah tujuan dakwah. Dakwah adalah menyeru seseorang
berbuat baik dan mengajak untuk menjauhi kemungkaran. Agar dakwah bisa diterima
dengan mudah oleh seorang mad’u, tentu saja pendakwah juga harus memiliki
kriteria tertentu.
Ingat,
pendakwah atau da’i memang tidak harus seorang Kiyai, Nyai, Ustadz, dan Ustadzah.
Siapa saja yang mampu mengajak perbuatan ma’ruf dan melarang perbuatan mungkar
dengan dasar hukum Al Quran dan Hadis sebagai pedomannya bisa dikatakan da’i.
Dengan
tujuan inilah, wanita diberikan tarbiyah atau pendidikan islam sehingga mampu
mendakwahkan ilmu agama kepada masyarakat luas.
Ini sangat memungkinkan tersebarnya ajaran agama islam yang lebih menyeluruh
dan tidak hanya setengah-setengah.
Beberapa tujuan tarbiyah bagi wanita di atas
seharusnya bisa membuka mata para wanita betapa pentingnya pendidikan islam
atau tarbiyah bagi mereka. Bahkan apabila dilakukan dengan kesadaran dan niat
karena Allah, maka setiap langkah kakinya akan dibalas pahala oleh Allah SWT.

0 Response to "Materi Tarbiyah Akhwat Tujuan Tarbiyah Bagi Wanita"
Post a Comment