Ciri ciri Ruqyah Syar’iyyah

Banyak orang yang kerasukan atau diganggu jin akibat perbuatan syirik yang dilakukan sendiri atau orang terdekat. Sebagai solusinya,  islam mengajarkan proses ruqyah untuk mengeluarkan jin tersebut. Namun Anda wajib mengetahui ciri-ciri ruqyah syar’iyyah agar terhindar dari peruqyah syirik.

Ciri-ciri ini harus diperhatikan mengingat saat ini sudah marak berbagai pengobatan jin yang mengatasnamakan ruqyah. Padahal antara proses yang dilakukan dengan apa yang diajarkan dalam islam tidak sesuai.

Ciri-ciri Ruqyah Syar’iyyah

Ruqyah yang tidak sesuai syariat islam tidak hanya memperparah gangguan jin dalam tubuh, tapi juga bisa merusak iman pasien yang dimasuki jin. Untuk mencegah hal ini, ciri-ciri dari ruqyah syar’i perlu dicermati. Ciri-ciri tersebut di antaranya :

1.       Peruqyah Mengucapkan Insya Allah Saat Ditanya Kemampuannya Meruqyah

Saat menyanggupi permintaan orang untuk membantu meruqyah pasien, peruqyah syar’iyyah akan mengucapkan Insya Allah. Ini menjadi penekanan bahwa ia sadar akan kelemahannya sebagai manusia. Sementara segala kesuksesan proses ruqyah  diyakini atas izin dan kekuatan Allah semata.

Apabila ada peruqyah yang mengatakan saya mampu, justru pernyataannya perlu diragukan karena tidak menyertakan Allah dalam usahanya. Dikhawatirkan proses ruqyah yang akan dilakukannya tidak sesuai dengan ajaran islam dan malah terperosok pada syirik.

2.      Mengajak Mahrom untuk Proses Ruqyah

Selama proses ruqyah berjalan, seorang alim dan abid yang akan meruqyah akan selalu mengajak mahrom dalam prosesnya. Dalam hal ini mahrom dari sisi pasien, sehingga kondisinya tidak hanya berdua dengan pasien.

Apabila dibutuhkan penanganan dan bantuan dalam memegang dan mengendalikan pasien, mahrom pasien lah yang akan diminta untuk mengambil alih. Ini akan mempermudah proses dan menjauhkan dari fitnah setan yang pandai mengambil cela ketika lawan jenis berdua tanpa mahrom.

3.      Menyuruh Pasien Menggunakan Pakaian Syar’i

Tidak hanya menyuruh mengajak mahrom, peruqyah juga akan menyuruh pasien untuk menggunakan pakaian syar’i demi meminimalisir fitnah setan. Ketika proses berjalan, pakaian yang syar’i bisa menjaga aurat pasien yang bisa saja tersingkap secara tidak sengaja.

Beberapa peruqyah biasanya ada juga yang menyuruh pasiennya shalat sunnah sebelumnya. Jadi saat proses ruqyah masih menggunakan mukena atau peralatan shalat.

4.      Menggunakan Sarung Tangan untuk Meruqyah yang Bukan Mahrom

Semua peruqyah syar’iyyah pasti akan menggunakan sarung tangan apabila ingin meruqyah pasiennya, khususnya dari lawan jenis. Sarung tangan ini membantu menjaga peruqyah agar tidak bersentuhan kulit dengan yang bukan mahrom.

Terlebih pada pasien yang melakukan reaksi hebat dan membutuhkan penekanan pada titik-titik tertentu pada bagian tubuhnya.

5.      Membaca Ta’awudz

Sebelum melakukan ruqyah, bacaan akan selalu diawali dengan ta’awudz yang memiliki arti meminta perlindungan Allah dari gangguan setan yang terkutuk. Bacaan ini sangat sesuai dengan proses ruqyah yang akan dilakukan oleh seseorang untuk mengusir jin dari tubuh atau rumah.

Ini juga menjadi bukti bahwa peruqyah meyakini bahwa penolong dari proses ini hanya Allah semata. Sementara dirinya tidak berdaya apa-apa tanpa bantuan Allah.

6.      Membacakan Ayat-ayat Al Quran

Ciri-ciri ruqyah syar’iyyah yang paling mudah dilihat dan ditandai adalah membacakan ayat-ayat Al Quran pada pasien ruqyah. Ayat-ayat ruqyah pengusir jin ini juga dipilih dari surat dan ayat yang memang sesuai syariat dan hadis.

Jadi, tidak ada ayat yang dibuat-buat sendiri dengan makna yang tidak sesuai dengan proses ruqyah serta tidak ada tuntutannya dalam Al Quran ataupun hadis.

7.      Tidak Menggunakan Media Ruqyah yang Tidak Sesuai Syariat

Media ruqyah yang umum digunakan sesuai dengan syariat islam adalah air, daun bidara, serta garam krosok. Media lain seperti keris, tulisan arab, bunga, air yang dibacakan mantra dan dimasukkan botol bukan termasuk media ruqyah yang sesuai syariat.

Apabila peruqyah tidak menggunakan media-media yang tidak sesuai syariat, bisa dipastikan peruqyah ini sesuai kaidah dan ajaran islam. Ini jauh berbeda dengan beberapa orang yang masih beranggapan bahwa pengobatan jin tanpa media justru dianggap kurang sakit dan profesional.

8.      Mengajak Pasien Ruqyah untuk Taat Kepada Allah

Ciri terakhir adalah selalu mengajak pasien untuk taat kepada Allah dan melakukan ibadah yang diwajibkan ataupun disunnahkan. Ini jauh berbeda dengan ciri-ciri ruqyah tidak syar’I yang justru bisa mengajak pasiennya untuk melakukan ritual syirik dan mempercayai selain Allah.

Manfaat  Ruqyah Syar’iyyah

Apabila sudah melakukan ruqyah yang sesuai syariat islam, ada banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh pasien ataupun orang lain yang ada di sekitarnya.  Itulah mengapa proses ruqyah ini menjadi salah satu sunnah yang mendapatkan pahala jika dilakukan karena Allah.

Berikut adalah beberapa manfaat dari ruqyah syar’iyyah yang bisa dirasakan oleh pasien, ataupun pihak bersangkutan yang ada ataupun turut serta menyaksikan proses ruqyah ini.

1.      Atas Izin Allah Bisa Mengeluarkan Jin dari Tubuh

Manfaat pertama tentu saja atas izin Allah  bisa mengeluarkan jin dari tubuh pasien. Ini tentu sangat menguntungkan karena jin yang bercokol di dalam tubuh pasien sudah keluar dan tidak mempengaruhi pasien lagi untuk berbuat maksiat.

2.      Meningkatkan Keimanan Pasien

Peruqyah akan terus mengajak pasien agar semakin mendekatkan diri kepada Allah dan hanya meminta pertolongan pada Allah saja. Hal ini tentu bisa meningkatkan keimanan pasien, terlebih bagi mereka yang sebelumnya jauh dari agama.

Selain itu, ketika pasien sembuh atas izin Allah, pasien bisa semakin kuat keimanannya karena percaya bahwa kesembuhannya benar-benar sepenuhnya karena pertolongan Allah.

3.      Membantu Pasien untuk Taubat yang Sesungguhnya

Pasien juga diarahkan untuk bertaubat atas segala dosa yang telah dilakukan. Hal ini disebabkan karena dosa menjadi salah satu media setan dan jin untuk merasuki tubuh pasien. Jadi, mau tidak mau pasien akan diarahkan untuk menyadari kesalahannya dan bertaubat atas dosa segala dosa yang telah dilakukan.

4.      Beberapa Peruqyah Ada yang Mengislamkan Jin

Manfaat lain yang jarang ditemukan adalah mampu mengislamkan jin yang tadinya kafir. Dalam proses ruqyah, ada beberapa peruqyah yang berhasil membuat jin sadar akan kewajibannya untuk taat kepada Allah. Pada akhirnya jin tersebut masuk islam sebelum keluar dari tubuh pasien.

5.      Proses Ruqyah Menjadi Pelajaran bagi yang Melihatnya

Orang lain yang melihat proses ruqyah syar’iyyah tentu bisa mengambil pelajaran dari apa yang telah dilihatnya. Mereka semakin yakin bahwa jin itu benar adanya dan salah satu penyebab jin masuk justru karena dosa yang dilakukan manusia serta lemahnya iman yang dimiliki.

Dengan begitu, orang yang melihat proses ruqyah akan terdorong untuk menguatkan keimanan dan menjauhi perbuatan dosa.

Ciri-ciri ruqyah syar’iyyah ini bisa menjadi bekal bagi Anda yang ingin melakukan ruqyah agar tidak sampai salah mencari peruqyah. Ketika ditemukan tindakan peruqyah yang tidak sesuai ciri-ciri ini, sebaiknya menghentikan proses ruqyah atau mencari peruqyah lain yang sesuai syariat dan lebih terpercaya.



0 Response to "Ciri ciri Ruqyah Syar’iyyah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel