Ciri ciri Ruqyah Tidak Syar'i yang Harus Diwaspadai

 

Ruqyah menjadi salah satu cara syar’i yang bisa ditempuh ketika seseorang diganggu atau dirasuki oleh jin. Sayangnya sekarang sudah marak praktik ruqyah yang tidak sesuai syariat Islam dan membahayakan keimanan. Untuk menghindarinya, ciri-ciri ruqyah tidak syar'i perlu diketahui sebelum memutuskan untuk ruqyah.

 

Ciri-ciri Ruqyah Tidak Syar’i

 

Bagi orang yang awam agama, tentu saja akan mengalami kesulitan dalam membedakan antara ruqyah syar’i dengan yang syirik. Ketika peruqyah membawa tulisan Arab atau membaca beberapa doa dengan bahasa Arab, sebagian orang menyimpulkan itu sebagai ruqyah syar’i.

Padahal, ada banyak ciri-ciri ruqyah tidak syar'i yang jarang disadari karena terburu-buru ingin mengeluarkan jin dari tubuh. Ciri-ciri yang patut diwaspadai tersebut meliputi :

 

1. Menyentuh Kulit Bukan Mahrom Saat Proses Ruqyah

 

Proses ruqyah bukan menjadi alasan seseorang untuk melanggar syariat islam. Ciri pertama yang paling mudah dilihat dari ruqyah yang tidak syar’i adalah peruqyah yang menyentuh langsung kulit pasien yang bukan mahromnya.

Misalnya peruqyah laki-laki, selama pengobatan ia justru memegang kaki, kepala, atau bagian tubuh pasien lainnya tanpa alas.  Ini jelas menjadi indikator bahwa ruqyah yang dilakukan tidak sesuai syariat islam.

Padahal, jin dan setan justru akan memanfaatkan peluang orang yang melanggar batasan ini untuk berbuat dosa dan melanggar aturan Allah. Meskipun pasien sudah tua, peruqyah yang benar-benar syar’i akan berusaha tetap membatasi kulit agar tidak bersentuhan.

 

2. Tidak Membatasi Hubungan dengan Lawan Jenis Selama Ruqyah

 

Selanjutnya bisa dilihat dari batasan peruqyah terhadap lawan jenis. Orang yang bisa menerapkan ayat-ayat ruqyah dengan baik sesuai syariat pasti menjaga batasan dengan lawan jenis. Misalnya menunduk saat bicara dengan pasien bukan mahrom, serta menyuruh pasien untuk mengajak mahrom selama ruqyah.

Seorang peruqyah tahu betul karakter setan yang sangat mudah mencari cela manusia agar berbuat maksiat dan melanggar perintah Allah. Oleh sebab itu, peryuqyah syar’I tidak akan memberikan cela tersebut kepada setan.

 

3. Tidak Membacakan Ayat Suci Al Quran Sesuai Hadis

 

Allah sudah menurunkan beberapa ayat dalam Al Quran yang memiliki kelebihan dalam mengusir jin. Ayat Al Quran untuk mengusir jin ini sudah terdapat dalam beberapa hadis shahih yang disampaikan langsung oleh nabi.

Apabila ditemukan perqyah yang hanya membaca ayat tertentu saja dan berulang kali, ini juga bisa menjadi indikasi ruqyah tersebut tidak syar’i. Apalagi kalau ayat tersebut sampai diyakini sebagai ayat yang memiliki kekuatan khusus atau pusaka penolak jin. Padahal segala kekuatan datangnya dari Allah.

 

4. Peruqyah Mengaku Melihat Jin

 

Ciri-ciri ruqyah tidak syar'i tipe ini paling banyak ditemui di Indonesia. Anehnya masyarakat muslim Indonesia bisa percaya begitu saja. Padahal Allah sendiri sudah berfirman bahwa tidak ada yang bisa melihat jin dalam wujud aslinya.

Kalaupun jin itu bisa terlihat, ia berubah ke wujud lain seperti manusia ataupun hewan. Perlu diketahui, ketika seseorang benar-benar bisa melihat makhluk tak kasat mata, itu berarti dalam dirinya ada jin yang membantu penglihatan tersebut.

Ini berarti ada dua kemungkinan terkait peruqyah yang mengaku melihat jin dalam diri pasien ini. Kemungkinan pertama ia berdusta, dan kemungkinan kedua dia sendiri kemasukan jin. Tentu saja orang seperti ini tidak mampu meruqyah orang lain secara syar’i kalau dirinya sendiri ada jinnya.

 

5. Menjadikan Tulisan Al Quran Sebagai Obat dan Jimat

 

Memang benar Al Quran diturunkan Allah sebagai obat, dan ada beberapa ayat Al Quran yang atas izin Allah bisa dipakai mengusir jin. Tapi ini bukan berarti ayat tersebut ditulis dalam selembaran kertas dan dijadikan jimat untuk dibawa kemana-mana. 

Kalau hal ini dilakukan, justru menandakan kalau perbuatan itu syirik karena lebih meyakini selembaran kertas bertuliskan ayat dibandingkan Allah.

 

6. Peruqyah Bertingkah Seolah Sedang Berkelahi dengan Jin

 

Beberapa peruqyah melakukan tindakan dan gerakan aneh seolah sedang melawan jin seperti memukul dan mendorong. Ini juga mustahil karena mereka tidak bisa menyentuh sesuatu yang tidak terlihat. Kalaupun mengaku melawan jin dengan cara seperti itu, jelas dalam dirinya juga ada jin yang merasuki.

7. Menjadikan Perantara Kesembuhan yang Tidak Sesuai Syariat

 

Banyak perantara kesembuhan yang diberikan peruqyah syirik kepada pasiennya sebagai penjagaan dan obat. Misalnya air yang ditiup dengan bacaan atau mantra yang dibuat sendiri, ataupun keris dan benda-benda lain yang dianggap bisa menyembuhkan dan melindungi pasien.

Kalaupun ingin membuat obat sebagai perantara kesembuhan, biasanya sudah sesuai dengan syariat islam dan catatan medis. Misalnya daun bidara, air, dan garam krosok.

Adapun untuk penyakit dari jin yang merusak organ tertentu, biasanya diberi obat herbal sesuai medis dan halal untuk mengobati organ tersebut. Seperti orang yang organ lambungnya diserang jin, bisa diberi ikan lele goreng yang sudah dibacakan ayat suci Al Quran saat mengolahnya.

 

8. Ada Ucapannya yang Mengandung Kesyirikan

 

Setiap ucapan dari peruqyah sebaiknya juga diperhatikan dengan teliti. Jangan sampai mengandung kesyirikan yang tidak disengaja baik asghar atau akbar. Ucapan kesyirikan tersebut misalnya “saya bisa mengusir jin dalam tubuh Anda”.

Itu sudah termasuk syirik karena menganggap dirinya bisa tanpa bantuan Allah. Sebaliknya peruqyah syar’i akan selalu mengucapkan insya Allah.

 

Bahaya Ruqyah Tidak Syar’i

 

Proses Ruqyah yang tidak syar’i memang harus dihindari karena bisa menimbulkan bahaya dan masalah baru bagi diri pasien yang terkena jin. Beberapa bahaya yang bisa terjadi apabila mengobati dirinya pada peruqyah yang tidak syar’i adalah :

 

1. Bisa Menjerumuskan Seseorang pada Perbuatan Syirik

 

Ucapan dan ritual syirik yang disampaikan peruqyah tidak syar’i sedikit banyak akan mempengaruhi pasiennya yang terus mendengar. Akibatnya, pasien yang tidak tahu apa-apa akan ikut terjun dalam dosa syirik yang termasuk salah satu dosa terbesar umat muslim.

 

2. Memperbanyak Jin yang Masuk ke Tubuh

 

Cara yang tidak syar’i justru akan membuat jin semakin menyukai orang yang melakukannya. Akibatnya, jin lain juga tertarik untuk merusak keimanan pasien sehingga semakin jauh dari jalan Allah.

 

3. Mudah Dimasuki Jin Lain

 

Kalaupun jin yang awalnya dianggap menganggu itu memang hilang, jin lain bisa saja terpancing untuk memasuki tubuh pasien ruqyah tidak syar’i ini. Faktor penarik mereka adalah karena ingin semakin merusak akidah pasien agar durhaka pada Allah.

 

4. Menjauhkan Diri Dari Agama

 

Peruqyah tidak syar’i akan memberikan saran-saran yang tidak sesuai syariat islam kepada pasiennya untuk menghindari jin. Saran ini bisa membuat pasien justru semakin jauh dari agama. Bukannya sembuh, penyakit dalam dirinya semakin bertambah khususnya penyakit terkait keimanan.

 

5. Membuat Orang Mudah Memandang Baik Perbuatan Buruk

 

Karena tidak bisa mengenali ciri-ciri ruqyah tidak syar'i, pasien akan memandang apa yang dilakukan peruqyah syirik itu benar. Akibatnya, dirinya terbiasa memandang baik semua yang dilakukan peruqyah walaupun salah.

Agar bisa terhindar dari bahaya peruqyah palsu atau syirik, maka beberapa ciri-ciri ruqyah tidak syar'i ini perlu diketahui sebagai bekal ketika akan mendatangi peruqyah dan mengusir jin dalam diri. Pastikan juga meneguhkan keimanan bahwa segala kesembuhan dan kekuatan hanya milik Allah semata. 

0 Response to "Ciri ciri Ruqyah Tidak Syar'i yang Harus Diwaspadai"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel