Ternyata Inilah Pentingnya Make Up dalam Islam Bagi Wanita
Banyak kalangan muslimah yang baru berhijrah, enggan menggunakan make up dengan alasan menghindari tabarruj yang dilarang dalam islam. Padahal, ada banyak alasan yang justru menyebabkan pentingnya make up dalam islam.
Tabarruj sendiri berarti sengaja menunjukkan perhiasan atau keindahannya secara berlebihan kepada lawan jenis yang bukan mahrom. Mengenai larangan tabarruj terdapat dalam Al Quran surah Al Ahzab yat 33, di mana dalam surat ini juga, Allah memerintahkan wanita menutup auratnya.
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu, dan janganlah berhias dan bertingkah laku seperti orang jahiliyah zaman dahulu”
Orang jahiliyah dahulu dan saat ini memiliki kesamaan, yakni sengaja berhias diri untuk mencari perhatian dengan menampilkan aurat atau menggunakan pakaian mencolok agar menarik perhatian. Hal inilah yang dilarang dalam islam. Lalu bagaimana make up bisa dikatakan penting dalam islam?
Jika sudah mengetahui definisi tabarruj, tentu sangat berbeda dengan trend make up yang berkembang saat ini. Make up sendiri merupakan segala perlengkapan yang digunakan untuk menunjang penampilan agar lebih segar atau cantik.
Peralatan untuk menunjang kecantikan sebenarnya sudah ada sejak dahulu, misalnya minyak rambut (HR An Nasa’i), eyeliner (HR Tirmidzi 2048 ), henna atau pacar (H. R Abu Dawud). Saat ini, peralatan tersebut sudah dikemas dengan lebih praktis dalam produk kecantikan yang beredar.
Namun, muslimah tetap harus berhati-hati dalam memilih kandungan make up, terlebih jika produksinya berasal dari negara non muslim. Hal ini penting untuk menghindari kandungan bahan yang haram seperti minyak babi, dan lainnya.
Dengan demikian, jelas bahwa menghindari tabarruj bukan berarti anti menggunakan make up, karena wanita tetap harus menjaga penampilannya, karena berbagai alasan seperti yang akan dijelaskan pada pembahasan berikutnya.
Wanita diciptakan dengan fitrah kecantikan alami yang ada dalam dirinya, sebagai rasa syukur kepada Allah, maka kecantikan harus tetap dijaga dan dipelihara dengan cara yang benar sesuai syariat islam.
Selain itu, ada beberapa hal yang menyebabkan pentingnya make up dalam islam bagi wanita, sehingga harus menggunakannya yaitu :
1. Untuk menyenangkan Suami di dalam Rumah
Menyenangkan suami merupakan kewajiban istri setelah menikah, bahkan ia menjadi pahala jika dilakukan dengan ikhlas karena Allah. Oleh sebab itu, menggunakan make up untuk semua merupakan hal yang sangat penting.
Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari, Rasulullah bersabda bahwa sebaik-baik wanita adalah mereka yang bisa menyenangkan suami jika dilihat, selalu taat pada suami jika diperintah, dan bisa menjaga harta suaminya ketika ditinggalkan.
Banyak suami selingkuh, atau tidak mampu menundukkan pandangannya kepada wanita yang bukan mahrom karena istri di rumah tidak mampu berpenampilan cantik. Padahal di tempat kerja, ataupun di jalan, setiap hari para suami akan melihat rekan kerja wanita yang berdandan rapi, dan cantik.
Ketika terjadi perselingkuhan, lelaki yang sering disalahkan, padahal faktor utamanya bisa jadi karena istri di rumah tidak berdandan dengan alasan sudah memiliki suami. Kepulangan suami dari tempat kerja disambut dengan daster bau bawang, yang membuat mereka tidak nyaman.
Kondisi ini menyebabkan wanita tetap harus menggunakan make up untuk memperindah penampilan di hadap suami, sehingga menyenangkan jika dilihat.
2. Menjaga harga Diri Suami Ketika Keluar Rumah
Setiap laki-laki memiliki tipe dan karakter yang berbeda, bahkan beberapa di antara mereka justru lebih suka istrinya berpenampilan natural, tanpa menggunakan make up sama sekali. Namun, hal ini bukan menjadi alasan wanita tetap tidak bermake up.
Walaupun lisan laki-laki mengatakan tidak suka, namun pada dasarnya mereka tetap menyukai wanita yang terlihat rapi, dan cantik secara alami, sehingga jika memiliki suami seperti ini istri bisa menggunakan riasan make up yang lebih lembut dan natural.
Hal ini juga penting untuk menjaga harga diri suami, di mana terkadang wanita sama sekali tidak berdandan hingga ketika membeli bumbu di warung penampilannya tampak lusuh. Akibatnya orang akan melihat ia sebagai isrtri yang tidak bahagia atau tidak dirawat suami.
Hal ini secara tidak langsung bisa menjatuhkan harga suami di depan banyak orang yang melihatnya. Oleh sebab itu, walaupun berada di rumah sebisa mungkin tetap rapi dan sedikit bermake up agar terlihat segar ketika harus membeli bumbu, atau keperluan lain di lingkungan tetangga.
3. Media atau Sarana Dakwah
Wajah dan penampilan adalah hal pertama yang akan diperhatikan seseorang ketika komunikator berbicara, walaupun menggunakan niqab dan masker. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya bagian tubuh yang satu ini.
Bayangkan jika ada dua orang penasihat, yang satu berpenampilan pucat, dan lusuh, sementara yang satu lagi berpenampilan rapi, dan enak dilihat, tentu nasihat yang lebih didengarkan dari penasihat yang rapi, walaupun durasinya lebih lama.
Padahal, setiap muslim, termasuk wanita dikenai kewajiban untuk saling
beramar ma’ruf nahi mungkar sesuai bidang dan kemampuannya. Jika wanita tidak
berdandan dan tidak terlihat segar, jangankan mendengar dakwahnya, mendekati
saja orang akan malas.
Syekh Al Baijuri mengatakan bahwa penampilan dan pakaian yang bagus bagi seorang ulama bisa menjaga wibawanya ilmu di hati umat, selama tidak ada kesombongan di dalamnya. Sementara untuk wanita tentu dengan memperhatikan batasan bermake up yang diperbolehkan dan tidak mengandung tabaruj.
Media dakwah wanita, selain anak , dan muridnya jika bekerja sebagai
guru, maka tetangga juga bisa menjadi media dakwah. Misalnya jika masih
dikelilingi tetangga yang awam akan agama, wanita bisa memperkenalkan keindahan
islam, melalui akhlak dan perilaku baik di hadapan tetangga. Agar mereka
tertarik mengikuti, tentu penampilan tetap harus dijaga.
1. Menggunakan bahan make up yang halal.
Make up yang halal menggunakan bahan-bahan organik dan bahan campuran serta alat yang bebas dari najis. Selain itu, tentu tidak mengandung campuran babi, dan barang haram lainnya seperti yang dapat menghalangi air wudhu.
2. Tidak Berlebihan.
Segala perbuatan yang berlebihan akan mendatangkan kemudharatan, termasuk dalam berdandan. Hal ini sudah tertuang dalam Al Quran Surah Al A’raf ayat 31 yang bunyinya
“ Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan”
3. Tidak diniatkan untuk mencari perhatian.
Dalam hadis yang sudah sangat terkenal, tentu semua muslimah tahu bahwa
segala sesuatu tergantung niatnya. Jika berdandan untuk mencari perhatian, maka
yang ia dapatkan adalah perhatian orang lain, bukan ridha Allah, yang bisa
mendatangkan dosa.
Sementara jika berdandan dengan niat karena Allah, untuk suami, atau untuk mempermudah dakwah, dan sebagainya, maka ber make up yang dilakukan akan bernilai pahala, insya Allah.
4. Tidak melanggar berbagai batasan syariat, di antaranya
· Tetap menutup aurat wanita (seperti dalam QS An Nur ayat 31)
· Tidak menggunakan wewangian yang mencolok.
· Tidak menyambung rambut dan mencukur alis.
· Tidak menyerupai laki-laki.
· Tidak menyerupai orang kafir.
Melihat pentingnya make up dalam islam, wanita tidak seharusnya serta merta menolak make up atau penunjang kecantikan lainnya dan membiarkan penampilan lusuh. Namun, harus pandai memilih jenis make up yang halal, natural, dan tentunya tidak mencolok.
Selain itu, yang terpenting adalah tetap menjaga niatnya, apakah bermake up untuk dipamerkan kepada orang lain agar terlihat cantik, atau memiliki niat yang syar’i, seperti untuk menyenangkan suami, atau sarana dakwah.

0 Response to "Ternyata Inilah Pentingnya Make Up dalam Islam Bagi Wanita"
Post a Comment