Keajaiban Sedekah ( Cerpen Nyata Berkah Diatas Tangan-tangan Kusam)



Sedekah adalah salah satu perbuatan yang sangat terpuji, baik dalam pandangan sosial ataupun agama. Banyak keajaiban sedekah yang akan didapatkan seseorang yang mau mengeluarkan hartanya untuk orang yang lebih membutuhkan. Salah satunya adalah yang tertulis dalam cerpen disadur dari kisah nyata oleh Fitria NF berikut

Siang itu, matahari tampak lebih terik dari biasanya. Udara panas semakin membakar  dan memeras keringat, di manapun mata memandang, selalu tampak orang mengibaskan kipas keangkuhan mereka, berusaha menghilangkan hawa panas yang diturunkan Sang Pencipta untuk meluluhkan hati-hati yang beku dan lupa akan Tuhan Nya.

Jauh di sudut kota  Negara, tampak seorang  nenek tua berjilbab kusam yang berjalan bungkuk sambil menyeret sebuah karung besar. Keringatnya tampak deras membanjiri wajahnya yang sudah keriput. Beberapa saat kemudian nenek itu duduk di trotoar sambil mengibaskan kerudung lusuh yang ia pakai. Tak jauh dari tempatnya duduk, terdengar deru motor dan teriakan pengendaranya.

“ Fitri, bulan depan jangan nunggak lagi ya, aku udah capek nulis nama kamu di daftar utang!” suara itu diarahkan pada seorang gadis SMA yang berjalan pelan dengan keringat yang membasahi pakaiannya, sesaat kemudian gadis yang dipanggil Fitri itu  duduk disebelah nenek yang istirahat tadi.

 “Assalamualaikum Mbah” sapanya sambil memandang karung besar berisi setumpuk sampah plastik  yang dibawa oleh nenek di sebelahnya.

“Waalaikumsalam nak” jawab Sang Nenek sambil tersenyum

Mbah , kalau boleh tau dapat uang berapa kalau ngumpulin sampah sekarung  itu? dan seharinya biasa dapat berapa” tanya Fitri sok kenal.

“paling cuma 5000 nak, sehari bisa sampai 20000” jawabnya merendah. Fitri mulai tertarik  menginterogasi nenek di sebelahnya. Seorang nenek yang untuk berjalan saja susah, rela menjadi pemulung sampah yang pendapatannya sehari hanya 20000. Dia lebih memilih berusaha daripada mengemis yang pendapatannya bisa lebih dari itu.

Mbah, emang anak-anaknya ke mana?”

“Ndak tau nak, setelah menikah mereka semua pergi  entah ke mana” Jawab Sang nenek, matanya sudah dipenuhi genangan air yang tidak ia tumpahkan.

“Setelah itu mereka gak pernah mengunjungi Mbah lagi?” tanya gadis itu lagi.

Nenek itu menggeleng tanpa menjawab. “Ternyata anak durhaka tidak hanya ada di tv” kata Fitri dalam hati. Ia menjadi tidak tega melihat nenek di sebelahnya, ia merogoh uang 10000-an di saku, ia ingin memberikannya pada nenek itu, tetapi tiba-tiba keraguan mengusik hatinya, sebenarnya uang itu akan ia tabung untuk  membayar ujian. Namun keraguan itu seketika sirna saat ia  ingat pada ceramah gurunya.

 Siapa memudahkan orang lain karena Allah, maka Allah akan memudahkannya. Janganlah  ragu berbuat baik, karena ragu itu adalah pengaruh setan.

Kata-kata itu bagaikan nuklir  yang dengan sekejap menghancurkan dinding keegoisan dalam hatinya.  “Nenek itu jauh lebih membutuhkan uang ini, biarlah aku coba meminta uang ujian pada ayahku” pikirnya.

“Mbah, ini ada sedikit dari saya, semoga bermanfaat ya mbah”

“Alhamdulillah, makasih  nak” jawab Sang nenek sambil menerima dengan tangan kusamnya yang setiap hari digunakan untuk memunguti sampah, demi segenggam nasi. Hari sudah menjelang sore ketika Fitri sampai di halaman rumahnya. Ibunya yang melihat kedatangannya langsung mendekatinya.

“Fit, jangan bicara dulu dengan ayahmu” katanya masih dengan wajah muram.

“Emang kenapa Bu?”

“Dia marah gara-gara Ibu minta uang buat bayar ujian kamu. Katanya dia banyak pengeluaran. Kalau bisa, kamu tu kerja apa gitu fit, buat bayar ujian. Ayahmu sudah gak bisa diharap, stres dia”  kata ibu Fitri sambil membiarkan anaknya mencium tangannya. Fitri menjadi lesu mendengar perkataan ibunya.

Setelah sholat ia merebahkan dirinya di tempat tidur, pikirannya terus menerawang mencari cara agar bisa bayar ujian tepat waktu. Ia tidak mau ketua kelasnya menghinanya seperti tadi siang.

“Assalamualaikum”  terdengar salam dari luar.
“Waalaikumussalam, eh mbak Ma” jawab Fitri sambil membukakan pintu.

“Maaf  Fit, gak bilang dulu mau ke sini. Ini mbak Ma cuma mau bayar uang hasil ngetik skripsi kemarin, jangan ditolak lagi ya” kata Mbak Qoimah sambil menyodorkan 2 lembar uang ratusan. Tetangganya itu memang sering menyuruh Fitri mengetik tugas kuliah, dan terakhir kemarin adalah tugas skripsinya.

“Alhamdulillah makasih banyak ya Mbak Ma, jadi ngerepotin” kata Fitri sambil tersenyum gembira, padahal ia tak pernah mengharapkan uang bayaran.. Niatnya hanya ingin membantu dan mencari pengalaman. Lumayan pelajar SMA tau cara membuat skripsi.

Ternyata rizki Allah memang tak bisa diduga datangnya. Beban pikiran yang sejak tadi menghantuinya kini sudah teratasi. Setelah menerima uang itu, rasa malasnya terkikis sudah, ia merasa ini adalah kemudahan dari Allah agar ia semangat belajar. Jadwal besok adalah Al Qur’an dan Hadis. Baru membaca beberapa halaman, matanya tertarik pada suatu kalimat dipojok  kanan buku itu.

 Umpama orang yang menyedekahkan hartanya di jalan Allah, seperti sebuah biji  yang tumbuh menjadi 7 tangkai. Pada tiap tangkai berbuah 100 biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang dikehendakinya. Allah mempunyai karunia luas lagi Maha Mengetahui.( Q.S Al Baqaroh:261).

“Subhanallah, jadi semua rezeki yang aku dapatkan hari ini adalah janji Nya yang sudah tertulis dalam Al Qur’an” gumam Fitri. Sekarang baru ia mengerti, ternyata  Allah mencatat uang yang ia berikan pada nenek tadi sebagai sedekah yang kemudian Dia lipatgandakan.

Siang ini Fitri berniat untuk menemui nenek kemarin, ternyata namanya adalah Mbah Sri. Ia sudah menyiapkan uang  untuk Mbah Sri. Ternyata  berbagi dengan orang yang lebih membutuhkan itu tak akan mengurangi harta sedikitpun. Malah itu akan menjadi 2 kenikmatan. Nikmat karena bisa membantu orang lain, dan nikmat menerima balasan yang lebih besar dari Allah.

“Assalamualaikum Mbah, masih inget sama saya?”

“Oh ,inget. Sampean cucune mbah Inem engkang wau dalu mantenan to?
(kamu cucunya mbah Inem yang tadi malam menikah kan?)” jawab Mbah Sri ceplas-ceplos. Ternyata dia sudah lupa, maklumlah nenek-nenek. Fitri hanya mengangguk tanpa mengatakan bahwa dugaan Mbah Sri padanya itu salah besar.

Demikianlah cerpen ringan yang menceritakan tentang balasan Allah kepada orang yang mau bersedekah dengan ikhlas. Semoga cerpen singkat tentang keajaiban sedekah di atas bisa mendorong semangat kita untuk semakin rajin bersedekah kepada mereka yang lebih membutuhkan. Hal yang perlu diingat dalam meningkatkan keikhlasan adalah seringlah asah perasaan kita agar lebih sensitif dengan melihat banyaknya orang yang ada di bawah, namun tetap semangat untuk mencari rezeki yang halal.



0 Response to "Keajaiban Sedekah ( Cerpen Nyata Berkah Diatas Tangan-tangan Kusam)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel