Keajaiban Sedekah ( Cerpen Nyata Berkah Diatas Tangan-tangan Kusam)
Tuesday, January 28, 2020
Add Comment
Sedekah adalah salah satu perbuatan yang sangat terpuji, baik dalam
pandangan sosial ataupun agama. Banyak keajaiban
sedekah yang akan didapatkan seseorang yang mau mengeluarkan hartanya untuk
orang yang lebih membutuhkan. Salah satunya adalah yang tertulis dalam cerpen
disadur dari kisah nyata oleh Fitria NF berikut
Siang itu, matahari tampak lebih terik dari biasanya. Udara panas semakin
membakar dan memeras keringat, di manapun
mata memandang, selalu tampak orang mengibaskan kipas keangkuhan mereka, berusaha
menghilangkan hawa panas yang diturunkan Sang Pencipta untuk meluluhkan
hati-hati yang beku dan lupa akan Tuhan Nya.
Jauh di sudut kota Negara,
tampak seorang nenek tua berjilbab kusam
yang berjalan bungkuk sambil menyeret sebuah karung besar. Keringatnya tampak
deras membanjiri wajahnya yang sudah keriput. Beberapa saat kemudian nenek itu
duduk di trotoar sambil mengibaskan kerudung lusuh yang ia pakai. Tak jauh dari
tempatnya duduk, terdengar deru motor dan teriakan pengendaranya.
“ Fitri, bulan depan jangan nunggak lagi ya, aku udah capek nulis
nama kamu di daftar utang!” suara itu diarahkan pada seorang gadis SMA yang
berjalan pelan dengan keringat yang membasahi pakaiannya, sesaat kemudian gadis
yang dipanggil Fitri itu duduk disebelah
nenek yang istirahat tadi.
“Assalamualaikum Mbah”
sapanya sambil memandang karung besar berisi setumpuk sampah plastik yang dibawa oleh nenek di sebelahnya.
“Waalaikumsalam nak” jawab Sang Nenek sambil tersenyum
“Mbah , kalau boleh tau dapat uang berapa kalau ngumpulin
sampah sekarung itu? dan seharinya biasa
dapat berapa” tanya Fitri sok kenal.
“paling cuma 5000 nak, sehari bisa sampai 20000” jawabnya merendah.
Fitri mulai tertarik menginterogasi
nenek di sebelahnya. Seorang nenek yang untuk berjalan saja susah, rela menjadi
pemulung sampah yang pendapatannya sehari hanya 20000. Dia lebih memilih
berusaha daripada mengemis yang pendapatannya bisa lebih dari itu.
“Mbah, emang anak-anaknya ke mana?”
“Ndak tau nak, setelah menikah mereka semua pergi entah ke mana” Jawab Sang nenek, matanya
sudah dipenuhi genangan air yang tidak ia tumpahkan.
“Setelah itu mereka gak pernah mengunjungi Mbah lagi?” tanya
gadis itu lagi.
Nenek itu menggeleng tanpa menjawab. “Ternyata anak durhaka tidak
hanya ada di tv” kata Fitri dalam hati. Ia menjadi tidak tega melihat nenek di sebelahnya,
ia merogoh uang 10000-an di saku, ia ingin memberikannya pada nenek itu, tetapi
tiba-tiba keraguan mengusik hatinya, sebenarnya uang itu akan ia tabung
untuk membayar ujian. Namun keraguan itu
seketika sirna saat ia ingat pada ceramah
gurunya.
Siapa memudahkan orang
lain karena Allah, maka Allah akan memudahkannya. Janganlah ragu berbuat baik, karena ragu itu adalah
pengaruh setan.
Kata-kata itu bagaikan nuklir
yang dengan sekejap menghancurkan dinding keegoisan dalam hatinya. “Nenek itu jauh lebih membutuhkan uang ini,
biarlah aku coba meminta uang ujian pada ayahku” pikirnya.
“Mbah, ini ada sedikit dari saya, semoga bermanfaat ya mbah”
“Alhamdulillah, makasih nak”
jawab Sang nenek sambil menerima dengan tangan kusamnya yang setiap hari
digunakan untuk memunguti sampah, demi segenggam nasi. Hari sudah menjelang
sore ketika Fitri sampai di halaman rumahnya. Ibunya yang melihat kedatangannya
langsung mendekatinya.
“Fit, jangan bicara dulu dengan ayahmu” katanya masih dengan wajah
muram.
“Emang kenapa Bu?”
“Dia marah gara-gara Ibu minta uang buat bayar ujian kamu. Katanya
dia banyak pengeluaran. Kalau bisa, kamu tu kerja apa gitu fit, buat bayar
ujian. Ayahmu sudah gak bisa diharap, stres dia” kata ibu Fitri sambil membiarkan anaknya
mencium tangannya. Fitri menjadi lesu mendengar perkataan ibunya.
Setelah sholat ia merebahkan dirinya di tempat tidur, pikirannya
terus menerawang mencari cara agar bisa bayar ujian tepat waktu. Ia tidak mau
ketua kelasnya menghinanya seperti tadi siang.
“Assalamualaikum” terdengar
salam dari luar.
“Waalaikumussalam, eh mbak Ma” jawab Fitri sambil membukakan pintu.
“Maaf Fit, gak bilang dulu
mau ke sini. Ini mbak Ma cuma mau bayar uang hasil ngetik skripsi kemarin,
jangan ditolak lagi ya” kata Mbak Qoimah sambil menyodorkan 2 lembar uang
ratusan. Tetangganya itu memang sering menyuruh Fitri mengetik tugas kuliah,
dan terakhir kemarin adalah tugas skripsinya.
“Alhamdulillah makasih banyak ya Mbak Ma, jadi ngerepotin” kata
Fitri sambil tersenyum gembira, padahal ia tak pernah mengharapkan uang
bayaran.. Niatnya hanya ingin membantu dan mencari pengalaman. Lumayan pelajar
SMA tau cara membuat skripsi.
Ternyata rizki Allah memang tak bisa diduga datangnya. Beban
pikiran yang sejak tadi menghantuinya kini sudah teratasi. Setelah menerima
uang itu, rasa malasnya terkikis sudah, ia merasa ini adalah kemudahan dari
Allah agar ia semangat belajar. Jadwal besok adalah Al Qur’an dan Hadis. Baru
membaca beberapa halaman, matanya tertarik pada suatu kalimat dipojok kanan buku itu.
Umpama orang yang
menyedekahkan hartanya di jalan Allah, seperti sebuah biji yang tumbuh menjadi 7 tangkai. Pada tiap
tangkai berbuah 100 biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang dikehendakinya.
Allah mempunyai karunia luas lagi Maha Mengetahui.( Q.S Al Baqaroh:261).
“Subhanallah, jadi semua rezeki yang aku dapatkan hari ini adalah
janji Nya yang sudah tertulis dalam Al Qur’an” gumam Fitri. Sekarang baru ia
mengerti, ternyata Allah mencatat uang
yang ia berikan pada nenek tadi sebagai sedekah yang kemudian Dia
lipatgandakan.
Siang ini Fitri berniat untuk menemui nenek kemarin, ternyata
namanya adalah Mbah Sri. Ia sudah menyiapkan uang untuk Mbah Sri. Ternyata berbagi dengan orang yang lebih membutuhkan
itu tak akan mengurangi harta sedikitpun. Malah itu akan menjadi 2 kenikmatan.
Nikmat karena bisa membantu orang lain, dan nikmat menerima balasan yang lebih
besar dari Allah.
“Assalamualaikum Mbah, masih inget sama saya?”
“Oh ,inget. Sampean cucune mbah Inem engkang wau dalu mantenan
to?
(kamu cucunya mbah Inem yang tadi malam menikah kan?)” jawab Mbah
Sri ceplas-ceplos. Ternyata dia sudah lupa, maklumlah nenek-nenek. Fitri hanya
mengangguk tanpa mengatakan bahwa dugaan Mbah Sri padanya itu salah
besar.
Demikianlah cerpen ringan yang menceritakan tentang balasan Allah
kepada orang yang mau bersedekah dengan ikhlas. Semoga cerpen singkat tentang keajaiban sedekah di atas bisa
mendorong semangat kita untuk semakin rajin bersedekah kepada mereka yang lebih
membutuhkan. Hal yang perlu diingat dalam meningkatkan keikhlasan adalah
seringlah asah perasaan kita agar lebih sensitif dengan melihat banyaknya orang
yang ada di bawah, namun tetap semangat untuk mencari rezeki yang halal.

0 Response to "Keajaiban Sedekah ( Cerpen Nyata Berkah Diatas Tangan-tangan Kusam)"
Post a Comment