Jika Mampu Hidup Sendiri Lalu Mengapa Kita Harus Menikah?


Menikah dan memiliki keluarga harmonis dengan pasangan yang disukai adalah impian setiap orang. Namun, masih ada beberapa kalangan yang enggan menikah karena merasa sudah mampu hidup sendiri, dan takut ataupun trauma untuk berkeluarga. Untuk mengatasi hal ini, seseorang harus tahu alasan mengapa kita harus menikah terlebih bagi seorang muslim yang dasar hidupnya adalah agama.

Penyebab Enggan Menikah


Menikah bukan semata-mata urusan mampu atau tidak, namun lebih pada kebutuhan yang kita sadari atau tidak sehingga alasan mengapa kita harus menikah sejatinya tidak perlu dipertanyakan. Semua orang pasti membutuhkan pernikahan karena banyaknya kelemahan dalam diri yang harus dipenuhi, baik dari penjagaan nafsu, ataupun kebutuhan teman hidup. Rasa tidak butuh menikah karena sudah merasa mampu memenuhi kebutuhannya sendiri adalah karena bibit kesombongan yang ada dalam dirinya.

Selain kesombongan yang tidak disadari, ada pula faktor lain yang memicu keengganan seseorang untuk menikah, seperti rasa trauma di masa lalu. Selain itu, perasaan tidak mampu dalam hal finansial kerap kali menjadi alasan utama. Padahal Allah sudah menjanjikan kemampuan bagi seseorang yang mau menikah sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran Surah An Nur:32

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahaya mu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”

Sebenarnya kemampuan yang Allah berikan tidak hanya dalam hal finansial, namun lebih luas dari itu, seperti kemampuan fisik dan psikologis. Sehingga bagi mereka yang merasa trauma, tidak perlu khawatir dan ragu untuk menjalani pernikahan karena luka di masa lalu. Karena ketika seseorang sudah menikah karena Allah, dan akad dilakukan, maka segala perasaan khawatir, trauma, dan rasa tidak mampu memimpin rumah tangga sebelum menikah akan sirna.

 

Beberapa Alasan Mengapa Kita Harus Menikah


Alasan utama menikah bagi seorang muslim hendaknya karena ingin menjalankan sunah nabi Muhammad SAW sebagai panutan dan teladan hidup. Karena teladan hidup kita adalah Rasulullah, maka sejatinya sunah nya juga harus diikuti. Terlebih nabi Muhammad saw memberi ancaman kepada muslim yang enggan menikah

“… Demi Allah, sesungguhnya akulah yang paling takut kepada Allah, dan paling takwa kepada Nya diantara kalian. Akan tetapi aku berpuasa, dan aku berbuka, aku salat dan aku pun tidur, dan aku juga menikahi wanita. Maka barangsiapa yang tidak menyukai sunah ku ia tidak termasuk golongan ku”
(HR Bukhari 5063)

Dari hadis tersebut, dapat disimpulkan bahwa ancaman nabi Muhammad saw kepada orang yang enggan menikah atau menjalankan sunah adalah tidak termasuk golongan umat nya. Dimana kita tahu bahwa umat nabi Muhammad nanti akan sangat membutuhkan syafaat di akhirat kelak.

 Namun jika, tidak diakui Rasulullah sebagai umatnya karena enggan menikah, maka mana mungkin akan mendapatkan syafaat nya. Selain itu, masih ada banyak alasan lainnya yang harus diketahui oleh mereka yang masih ragu atau enggan untuk menikah, diantaranya

 

1.Untuk Memenuhi Kebutuhan Jasmani


Banyak yang tidak menyadari bahwa jasmani seseorang sebenarnya butuh menikah, sehingga jika seseorang tidak menikah dalam waktu lama akan menyebabkan beberapa gangguan kesehatan. Salah satunya adalah kondisi fisik yang cepat menua, bahkan hingga gangguan kanker akibat pengaruh telomer yang pendek.

Hal ini berdasarkan sebuah penelitian di Taiwan yang menemukan bahwa mereka yang memiliki pasangan suami atau istri memiliki telomere yang lebih besar. Sementara mereka yang hidup sendiri baik karena melajang ataupun bercerai memiliki telomere yang lebih pendek. Penelitian ini sudah dipublikasikan dalam jurnal Age and Ageing yang melibatkan 300 orang dewasa sebagai objek penelitian.

Dengan mengetahui fakta di atas, maka sesorang hendaknya tidak egois terhadap perasaannya yang merasa mampu hidup sendiri. Karena pada dasarnya jasmani kita membutuhkan pasangan hidup yang dihalalkan dalam pernikahan. Dan inilah alasan pertama yang harus dipertimbangkan terkait mengapa kita harus menikah.

 

2.Memenuhi Kebutuhan Psikologis


Tidak dapat dipungkiri, bahwa manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain, selain untuk teman hidup, juga untuk membantu memenuhi kebutuhan. Hal inilah yang kemudian menjadi alasan mengapa kita harus menikah dimana seseorang yang tidak menikah, maka kebutuhan psikologis nya tidak terpenuhi dengan baik. Salah satunya adalah dalam meredam nafsu dan hasrat biologis yang fitrah ada dalam diri manusia.

Selain meredam nafsu, dorongan cinta yang ada dalam diri manusia juga harus dipenuhi, dimana cinta adalah perasaan ingin memiliki seseorang karena senang kepada lawan jenis. Beberapa orang juga butuh pernikahan karena dorongan psikologi untuk mengubah status sosial dari anak menjadi istri atau suami, hingga orang tua, dan kakek atau nenek.

 

3.Memenuhi Kebutuhan Rohani


Bagi kalangan religius dan mengerti agama, khususnya agama islam, maka alasan utama mengapa kita harus menikah tentu untuk memenuhi perintah Allah dan sunah Rasul. Dimana jika seseorang menjalankan yang diperintahkan Allah maka akan bernilai ibadah. Dengan menjalankan ibadah, akan memberikan ketenangan tersendiri bagi yang menjalankannya.

Selain itu, dalam islam sendiri, menikah merupakan ibadah yang paling lama dibandingkan dengan ibadah lainnya. Sehingga jika seseorang sudah menemukan alasannya untuk menikah, yakni beribadah, maka ia akan diliputi ketengan dalam menjalankan pernikahan. Bahkan setiap gerak langkah yang terlihat biasa bisa bernilai ibadah, seperti melayani suami atau menyenangkan hati istri.

 

4.Menjaga Kesehatan


Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa orang yang menikah akan mengurangi resiko beberapa penyakit seperti kanker dan penuaan dini. Beberapa penyakit kelamin yang membahayakan akibat gonta ganti pasangan tanpa mau menikah juga  kerap muncul. Karena tidak adanya konsistensi satu pasangan yang terjaga seperti dalam hubungan pernikahan.

Sementara itu orang yang melakukan hubungan suami istri dalam pernikahan, justru akan membuat kesehatannya lebih terjaga. Seperti mencegah terjadinya penumpukan zat homosistein penyebab penyakit jantung, meningkatkan fungsi otak, serta membuat tidur lebih nyenyak. Inilah beberapa alasan kesehatan mengapa kita harus menikah.

 

5.Memiliki Generasi Penerus



Apa artinya hidup kaya, banyak harta, memiliki perusahaan, bahkan pondok pesantren, jika tidak memiliki generasi yang meneruskan segala karier dan dakwah kita. Segala jejak kecerdasan ataupun ilmu pengetahuan yang kita miliki tidak ada yang meneruskan karena tidak adanya keturunan. Kita hidup, kaya, memiliki segalanya, namun dinikmati sendiri, hingga mati tanpa ada yang meneruskan, tentu hal ini sangat mengerikan.

Nabi Muhammad saw bahkan menyarankan umatnya untuk memperbanyak keturunan, bahkan ketika menikah pun disuruh memilih wanita yang subur agar banyak keturunan.

“Nikahilah wanita yang pengasih dan punya banyak keturunan, karena aku sangat bangga karena sebab kalian dengan banyak pengikut ku”
 (HR Abu Daud 2050)

Alasan lainnya terkait keturunan, mengapa kita harus menikah adalah karena anak akan memberikan banyak keuntungan di dunia ataupun akhirat. Di dunia, anak bisa menjadi penyejuk mata dan menyenangkan orang tua dengan kebaikan dan kesuksesan. Sementara di akhirat anak yang baik bisa menjadi syafaat untuk orang tuanya, bahkan doa anak sholih masuk dalam amal jariyah.

Dengan beberapa alasan di atas, hendaknya bisa membuka hati seseorang untuk lebih menurunkan rasa egois dan sombong terhadap pernikahan. Karena banyaknya kebaikan yang akan diberikan Allah kepada seseorang yang mau menikah, selain kebutuhannya yang bisa terpenuhi. Demikianlah alasan serta jawaban mengapa kita harus menikah padahal sudah merasa mampu hidup sendiri.


0 Response to "Jika Mampu Hidup Sendiri Lalu Mengapa Kita Harus Menikah?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel