Aku Ingin Berhenti dari Masturbasi (Kisah Motivasi )



Banyak remaja yang seringkali terjerat kebiasaan masturbasi karena suatu faktor dan kondisi yang tidak baik. Salah satunya adalah, pelampiasan akan rasa kecewa kepada sesuatu, serta rasa kesepian yang tidak mampu ditaklukan. Namun, dari sekian banyak informasi, mayoritas mereka yang melakukan masturbasi merasa bersalah akan perbuatannya, dan Ingin berhenti dari masturbasi, hanya saja tidak tahu caranya.

Berikut akan disajikan cerpen motivasi yang disadur dari kisah nyata seseorang yang bersedia menceritakan pengalamannya. Semoga kisah ini bermanfaat dan cara yang dilakukan bisa anda terapkan di rumah.

 

Awal Mengenal Masturbasi


Sebut saja namaku Andin, aku tinggal di daerah perkotaan yang sangat liar dan tidak memiliki batasan dalam bergaul. Namun keluargaku tergolong cukup baik dalam membatasi pergaulan anak-anaknya. Saat itu aku masih duduk di bangku SMP kelas 1 semester akhir, dimana pertama kali aku mengalami menstruasi sebagai tanda awal pubertas. Saat itu aku sangat gembira karena akhirnya aku merasa lebih dewasa, dan boleh berpacaran seperti teman-temanku.

Saat itu aku memiliki wajah yang cukup standar, bahkan terbilang agak jelek karena belum bisa merawat diri dengan baik. Hal inilah yang selalu menjadi kendalaku dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis. Iya, tanpa sepengetahuan orang tua ku, aku mencari-cari pacar agar bisa seperti teman-temanku. Namun, hal itu tak kunjung aku dapatkan karena parasku.

Suatu hari aku yang hobi membaca sudah kehabisan buku untuk aku baca, uniknya karena terlalu suka membaca, aku membaca semua buku-buku pelajaran kakak, dan ayahku, yang kebanyakan berisi tentang agama. Karena kehabisan buku, aku diam-diam melirik buku yang dibaca kakak ku, dengan bergambar wanita dewasa berpakaian sexi. Awalnya aku jijik melihat tampilan dari buku itu, namun karena bosan dan ingin membaca, terpaksa aku mengambil buku itu dari lemari kakaku secara diam-diam.


Aku lupa judulnya, yang jelas tentang cinta dan misteri. Di sinilah pertama kali awal kebiasaan buruk itu terjadi. Aku membaca satu bagian cerita yang menceritakan tenang adegan yang tidak sepatutnya aku baca. Saat itu aku yang masih polos, merasakan sensasi yang sangat nikmat ketika membacanya. Hingga tanpa sadar aku menempelkan guling pada kemaluanku dan terjadilah masturbasi yang menjijikkan.

Awalnya aku menikmati kebiasaan ini, namun lama kelamaan aku merasa bersalah entah pada siapa. Yang jelas perasaan gelisah, dan takut menyertaiku. Akhirnya aku memutuskan untuk menghentikan kebiasaan tersebut. Namun, menginjak kelas 3 SMP aku seringkali dikecewakan oleh lawan jenis yang ku kenal di hp. Karena mereka mau berpacaran denganku, namun setelah bertemu mereka kabur karena melihat wajahku yang sangat standar.

Akhirnya aku memutuskan untuk mau berpacaran dengan siapapun, walaupun orangnya jelek dan lebih tua dariku. Benar saja, aku memiliki banyak pacar laki-laki yang usianya jauh lebih tua dari ku. Awalnya aku senang, namun lama kelamaan, mereka menunjukkan sikap ingin mengajariku perbuatan maksiat, seperti berciuman bahkan lebih.

Namun, sungguh Allah Maha baik pada ku, Dia memberiku anugerah rasa malu dan jijik yang berlebihan sehingga setiap kali pacarku mulai merayu dan membicarakan perihal maksiat, aku bukannya terangsang, namun malah merasa sangat jijik dan kabur. Walaupun kabur dari mereka, terkadang aku teringat oleh kata-kata rayuan dari banyak laki-laki yang aku pacaari, dan setiap tengah bulan, muncullah nafsu birahiku yang aku lampiaskan dengan masturbasi.

 

Perjuangan Meninggalkan Masturbasi


Kebiasaan itu terus aku lakukan, walaupun dalam diriku sudah ada tekad untuk meninggalkannya, namun kekuatan pertengahan bulan selalu mengumpulkan nafsu yang cukup besar sehingga pada tanggal-tanggal pertengahan aku selalu kalah dengan nafsu. Demikian gejolak antara perasaan bersalah, ingin menghentikan kebiasaan, hingga kesulitan untuk berhenti semua tercampur baur.

Pada suatu ketika, aku berusaha membenarkan kebiasaanku karena aku melakukannya untuk menghindari maksiat dengan lawan jenis. Aku mencoba browsing di internet perihal hukum onani atau masturbasi. Hasilnya, aku justru menemukan banyak ancaman mengerikan yang melarang sesorang melakukan masturbasi.

Kebetulan ketika SMA aku berada di sekolah yang religius, di sana aku banyak mendapatkan pelajaran tentang islam. Mulailah aku memantapkan langkahku untuk berhijrah menjadi muslim yang menjalankan agama seutuhnya, aku mulai berjilbab, dan membatasi diriku dari komunikasi antara lawan jenis, bahkan senantiasa menundukkan pandangan.

Namun yang namanya nafsu, tetap saja sulit dihentikan. Dalam keadaan sepi, di rumah, terlebih pada pertengahan bulan, kebiasaan itu terkadang masih aku lakukan. Dan setelah melakukannya , aku merasa berdosa dan menangis tersedu-sedu, mohon ampun pada Allah.

Aku mencoba berjuang lebih keras, dan mencari tips islami menghentikan kebiasaan yang menjijikkan ini. Dan di mana pun aku browsing, jawabannya selalu sama, yakni menikah atau puasa sunah. Aku mengawali dengan mengerjakan puasa sunah ayamul bit. Disinilah aku tertegun, bahwa ternyata islam menyunahkan puasa ayamul bit ( 3 hari dalam pertengahan bulan) karena nafsu manusia memang selalu meningkat pada hari-hari tersebut. Subhanallah.

Aku semakin mantap memulai rutinitas puasa ayamul bit, namun baru beberapa bulan aku menyerah, aku merasa terlalu berat karena puasanya dilakukan 3 hari berturut-turut. Akhirnya aku mencoba puasa sunah yang ku rasa lebih ringan, yakni puasa Senin-kamis. Dan Alhamdulillah, kebiasaan itu perlahan berkurang.

Namun, ternyata semua tidak berjalan mulus begitu saja. Ketika aku berada di titik terlemah, banyak menghadapi masalah, sehingga kesulitan tidur, lagi-lagi aku melakukan kebiasaan tersebut, karena setelah melakukannya aku bisa tertidur dengan nyenyak. Dan bangunnya, kembali aku menangis tersedu-sedu mohon ampun pada Allah.

Karena terlalu jengkel, akhirnya aku berazam pada diriku sendiri, jika aku melakukan masturbasi, maka aku harus shalat malam 6 rakaat ditambah witir. Lalu aku meletakkan al Quran di kamar ku, karena bisanya aku meletakkannya di tempat salat khusus yang ada di rumah. Hasilnya, alhamdulillah, aku bisa berhenti dari kebiasaan tersebut. Selain karena nafsuku berkurang akibat  puasa yang rutin aku lakukan, peletakan al Quran di dalam kamar juga aku rasa cukup ampuh. Karena setelah aku mengaji, dan aku meletakkannya di kamar, maka ketika aku ingin melakukan masturbasi di kamar, aku erasa malu dengan al Quran yang aku baca.


Demikianlah kisah seorang hamba Allah yang berjuang meninggalkan kecanduan dari kebiasaan yang dilarang dalam Islam. Bagi remaja muslim yang memiliki kebiasaan sama, dan ingin berhenti ,maka cara yang dilakukan Andin (nama samaran) bisa diterapkan.


 Pelajaran yang bisa di ambil, jika anda  Ingin berhenti dari masturbasi atau kebiasaan buruk lainnya, niatkanlah dengan sungguh-sungguh, serta sesali perbuatan yang dilakukan. Karena niat andalah yang akan menjadi kekuatan serta media Allah memberi solusi. Insya Allah.

0 Response to "Aku Ingin Berhenti dari Masturbasi (Kisah Motivasi )"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel