Ingin Bertobat? Kuatkan Azam Dengan Mengetahui Bakat Tobat dalam Diri Manusia



Tobat merupakan salah satu jalan bagi seseorang untuk kembali pada kebenaran setelah berada dalam perbuatan dosa. Jika seseorang memiliki sebuah dosa besar ataupun kecil, namun tidak melakukan tobat, maka dosa tersebut tidak akan diampuni oleh Allah SWT. Setiap jiwa seseorang yang masih memiliki iman dalam hatinya, pasti ada rasa ingin tobat walaupun sedikit.

 

Fitrah Manusia Ingin Tobat


Pada dasarnya, setiap manusia itu terlahir dalam keadaan suci, tanpa dosa, dimana bagi seorang muslim suara pertama yang di dengar ketika lahir adalah azan, lafaz Allah. Karena itulah, mengapa setiap orang di dunia ini pada dasarnya memiliki bakat yang sama, yakni menjadi baik. Hanya saja bakat itu seringkali terkubur dengan minat yang salah, yakni maksiat.

Padahal sudah diketahui bersama, bahwa orang yang sukses itu adalah orang yang melakukan sesuatu karena bakat dan minatnya, bukan hanya karena bakat ataupun hanya karena minat. Kalaupun ada minat yang salah, yakni ingin berbuat maksiat, itu sebenarnya datang dari rayuan setan melalui nafsu manusia. Dalam hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Muslim dan Ahmad, Allah berfirman

Inni Kholaqotu ‘ibaadii hunafaa’a kullauhum wa annahum atathumussyayaatiinu  faj taalathum ‘an diinihim

“Sesungguhnya Aku menciptakan hamba Ku dengan lurus ( hati dan jiwanya sejalan dengan agama ) lalu setan datang menyesatkan (manusia) dari agamanya”

Oleh karena itu, sejatinya manusia mempunyai keinginan untuk bertobat, kembali kepada fitrah nya, setelah sekian lama ditinggalkan untuk mengikuti ajakan setan. Tidak menutup kemungkinan, bahwa orang yang non muslim sekalipun memiliki fitrah tobat. Sebagaimana sabda Rasulullah saw

Kullu mauluudin yuuladu ‘all fitroti fa abawaahu yuhawwidaatihi aw yunasshiroootihi aw yumajjimaanihi

“Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci) maka kedua orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi (H.R Bukhari)
Fitrah manusia yang mulia inilah lalu dibelokkan oleh setan sehingga banyak manusia yang tersesat jalan.

 

Lakukan Tobat yang Sesungguhnya


Jika dalam diri seseorang sudah ada keinginan untuk kembali ke fitrahnya , yakni ingin tobat, maka lakukanlah dengan hati nurani, bukan karena dorongan orang lain. Yang harus diingat oleh seseorang adalah, bahwa tobat bukanlah hal sepele, namun hal wajib yang harus dilaksanakan, sesuai dengan perintah Allah dala Al Quran Surah Hud ayat 3

Waanistaghfiruu robbakum, tsumma tawwabu ilayhi

“Dan hendaklah kamu minta ampun kepada Tuhan mu dan bertobatlah kepada Nya”

Dalam bertobat, kita harus melakukannya dengan sungguh-sungguh,  jangan  hanya sekadar bertobat ketika ingat dosa, dan mengulanginya lagi ketika lupa. Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran

Yaa ayyuhalladzii naamanu tuubu ilallaahi taubatannasuuha

“Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah, dengan tobat yang semurni-murninya.

Sekali lagi, tobat yang dimaksud disini adalah tobat sejati, bukan tobat setengah-setengah, atau tobat sambal, dan sejenisnya.

 

Alasan Malas Bertobat


Banyak orang sudah mempunyai rasa ingin tobat yang tinggi, namun masih enggan melakukan tobat dengan sebenar-benarnya . Pertama, mereka beralasan tobat itu hanya wajib dilakukan jika melakukan dosa besar saja, dan dosa kecil cukup dengan minta ampun pada Allah yang Maha mengampuni. Mereka tidak sadar bahwa dosa yang mereka anggap kecil akan jadi besar jika dilakukan berulang kali dan diremehkan begitu saja.

Mereka terlalu sombong untuk bertobat, padahal Rasulullah saw yang bersih dari dosa saja senantiasa bertobat dan minta ampun kepada Allah, tanpa menunggu adanya dosa yang dilakukan. Sebagaimana hadis ang diriwayatkan oleh Bukhari, Rasululah bersabda

‘an abiihuroyroota rodiyallahhu anhu qoola,sami’tu rosuulullohi sollallohu’alaihi wasalam yaquulu, wallohiinni laastaghfirulloha wa atuubu ilaiyhi fil yaumi aktsaro min sab’iinamarrotan

“dari Abu Hurairah ra, ia berkata, ‘saya mendengar Rasulullah saw bersabda ‘demi Allah sesungguhnya saya membaca istighfar  dan bertobat kepada Nya lebih dari 70 kali sehari”

Alasan kedua banyak orang bertobat karena menganggap dirinya sudah terlalu hina, terlalu banyak dosa hingga merasa tidak pantas bertobat. Padahal tobat itu bukan perkara pantas atau tidaknya seseorang, melainkan diterima atau tidak tobat nya. Yang jelas Allah akan senang melihat tobat seseorang, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw

“Sesungguhnya Allah gembira menerima tobat hamba Nya melebihi kegembiraan seseorang diantara kalian ketika menemukan kembali untanya yang hilang di padang yang luas”

 

Mulai Tobat dengan Tiga Langkah Mudah


Oleh karena itu, mulailah kembalikan diri menuju fitrahnya yang selalu ingin tobat , caranya adalah dengan memegang kunci bertobat yakni niat dan azam yang kuat. Setelah memegang kuncinya, barulah lakukan tobat dengan tiga langkah mudah

1.Tinggalkan maksiat yang sudah dilakukan sebelumnya
2. Sesali kesalahan dan perbuatan dosa yang telah dilakukan
3.Dan bertekad lah untuk tidak mengulanginya lagi.

Demikianlah bakat tobat yang ada dalam diri seseorang, serta kunci yang harus dipegang oleh mereka yang ingin tobat. Ingatlah bahwa Allah membentangkan tangan Nya pada waktu malam untuk menerima tobat orang yang berbuat dosa pada siang hari. Dan akan membentangkan tangan Nya pada waktu siang untuk menerima tobat orang yang berbuat dosa pada malam hari, hingga matahari terbit dari barat (HR Muslim)


0 Response to "Ingin Bertobat? Kuatkan Azam Dengan Mengetahui Bakat Tobat dalam Diri Manusia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel