Dunia Maya Bedah Ruang Privasi Buka jalur Dakwah Fardhiyah
Thursday, March 12, 2015
Add Comment
Siapa yang tidak mengenal dunia maya. Sejak
munculnya internet dunia maya menjadi salah satu tempat nongkrong faforit bagi masyarakat, dari anak kecil,
sampai yang dewasa. Tidak hanya remaja saja.
Dunia maya yang kita kenal
dengan cyberspace dalam bahasa inggris adalah media elektronik dalam jaringan komputer yang banyak dipakai untuk keperluan
komunikasi satu arah maupun timbal balik
secara online (terhubung langsung). Dunia maya ini merupakan integrasi
dari berbagai peralatan teknologi komunikasi dan jaringan komputer . Kata
“cyberspace” berasal dan pertama kali diperkenalkan oleh
penulis novel fiksi ilmiah William Gibson, dalam buku ceritanya “Burning
Chrome”. 1982 dan menjadi populer pada
novel berikutnya Neuromancer[1]
Saat ini, dunia maya telah
membuka ruang privasi dan mengintip gerak setiap orang. Melalui tangan seni
jurnalis yang bekerja sama dengan teknologi, setiap yang dilakukan orang bisa kita ketahui dalam
dunia maya. Bahkan hal pribadi, seperti hubungan intim, atau masalah rumah
tangga yang sejatinya menjadi rahasia setiap orang menjadi terbongkar dengan
adanya kecanggihan teknologi yang dibungkus dalam dunia lain, yaitu dunia maya,
atau Dumay. Ini terjadi karena manusia itu sendiri yang sengaja menyebarkan
urusan pribadinya, mengeluh dan bercerita di dunia maya. Akhirnya cyber
bullying pun terjadi.[2] Seseorang terbiasa menceritakan maslahya di
dunia maya, dengan menyembunyikan identitasnya, padahal kecanggihan
teknologipun mamu melacak identitas asli yang mereka sembunyikan. Namun privasi
juga bisa terbongkar karena keisengan
tangan jahil manusia dan keteledoran mereka dalam menjaga privasi. Sehingga
rahasia yang tidak ingin ia buka, menjadi berita yang umum dan bukan rahasia
lagi.
Kalau kita kaitkan dengan
agama, sebenarnya fenomena ini sudah Allah sindir dalam Al Quran dengan
jelasnya. Dimana manusia memiliki tabiat yang senantiasa mengeluh,dan kikir,
sebagaimana allah singgung dalam Al Quran surah al ma’aarij ayat 19-21
Sesungguhnya manusia diciptakan
bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh
kesah. dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,
Manusia
juga senantiasa bangga menunjukkan rahasianya pada orang lain, bahkan dalam hal
yang sangat intim, dan maksiat sekalipun mereka banggakan. Inilah yang sangat
dilarang dalam agama sehingga Rasulullah
bersabda
Dari Abu Sa'id al-Khudriy, dia berkata, Rasulullah
Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam bersabda, "Sesungguhnya manusia yang
paling jelek kedudukanna di Hari Kiamat, adalah seorang laki-laki (suami) yang
bercampur (bersetubuh) dengan isterinya, kemudian membeberkan rahasia
(isteri)-nya tersebut." (HR.Muslim)
Allah juga telah menyindir segala sikap
orang yang membeberkan keputus asaannya di media maya, dan kemudian
sombong ketika mendapatkan anugerahNya.Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran
surah Al Isra’ :17
Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada
manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong;
dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa.
Kita lihat di dunia maya, ketika seseorang memilikii masalah maka dengan
mudahnya ia membagikan dan menceritakan masalahnya dalam media sosial, seperti
facebook, twitter, dan sebagainya. Bahkan blog
yang fungsi utamanya untuk membagikan informasi dan media membagi pengetahuan dengan menuls, sudah berubah fungsi menjadi media curhat, dan pelampiasan emosi dengan menulis kisah pribadnya dalam bentuk essay ataupun puisi. Mereka mengeluhkan semua masalah mereka dalam media, dan juga membeberkan segala rasa putus asanya ketika terjadi masalah. Tidak hanya itu, ketika mendapat kesenangan, pecinta dunia maya terbiasa memamerkan kesenangannya di dunia maya tersebut. Inilah fenomena yang disindir Allah dalam Al Quran..
yang fungsi utamanya untuk membagikan informasi dan media membagi pengetahuan dengan menuls, sudah berubah fungsi menjadi media curhat, dan pelampiasan emosi dengan menulis kisah pribadnya dalam bentuk essay ataupun puisi. Mereka mengeluhkan semua masalah mereka dalam media, dan juga membeberkan segala rasa putus asanya ketika terjadi masalah. Tidak hanya itu, ketika mendapat kesenangan, pecinta dunia maya terbiasa memamerkan kesenangannya di dunia maya tersebut. Inilah fenomena yang disindir Allah dalam Al Quran..
Ruang privasi benar benar
sudaah diperkosa oleh dunia maya yang terus bekerjasama dengan bantuan
teknologi. Banyak sisi negatif yang diakibatkan dari hal ini, namun tanpa kita
sadar banyak juga keuntungan positif yang bisa kita raup,. Tidaka hanya
keuntungan dalam hal duniawi kita, namun juga keuntungan bagi akhirat kita.
Bagaimana mungkin keuntungan akhirat bisa diraih dengan adanya dunia maya?
Dengan berfikir lebih jeli dan cerdas, maka kita akan menemukan jawabannya.
Dampak negatif dari Dunia
Maya
Banyak sekali kasus kriminal (cyber
crime) dan kejahatan lainnya yang sering kita dengar karena adanya dunia
maya.
Cyber
crime sendiri menurut Forester dana
Morrison mendefinisikan kejahatan komputer sebagai aksi kriminal dimana komputer
digunakan sebagai senjata utama.
Sedangkan Tavani memberikan definisi cybercrime
yang lebih menarik, yaitu kejahatan dimana tindakan kriminal hanya bisa
dilakukan dengan menggunakan teknologi
cyber dan terjadi di dunia cyber.
Andi Hamzah dalam bukunya “aspek aspek pidana di
bidang Komputer” (1989) mengartikan cybercrime sebagai kejahatan di bidang
komputer secara umum dapat diartikan sebagai penggunaan komputer secara ilegal.
Contoh tindakan kejahatan yang termasuk
tindakan cyber crime adalah penipuan lelang online, penipuan kartu kredit, pemalsuan identitas,
pornografi dll.[3]
Contoh
kasus kejahatan kartu kredit yaitu yang ada di Yogyakarta yang telah menangkap
lima carder dan mengamankan barang bukti bernilai puluhan juta, yang di dapat
dari merchant luar negeri. Begitu juga yang dilakukan oleh seorang mahasiswa
dari perguruan tinggi Bandung. Akibat perbuatannya selama setahu, pihak di
jermahn dirugikan sebesar 70 juta. Kasus lainnya adalah penyerangan terhada
jaringan internet KPU yang baru baru ini kita dengar. Dan yang paling marak
adalah kasus pelecehan seksual yang berawal dari dunia maya, yang menampilkan
situs porngrafi, dan pembuatan grup grup tertentu yang mempertemukan antara
pelacur dan pelanggannya..
Kalau kita membicarakan kasus kejahatan di dunia
maya sangat banyak sekali. Namun kita
lebih fokuskan pada ruang privasi kita yang sudah di babat oleh dunia maya.
Misalkan saja sebuah kasus beredarnya foto bugil seorang pelajar SMA yang ia
sendiri tidak menyadari foto tesebut, dan ternyata yang menyebarkan bukanlah
dirinya, tapi kekasih yang dendam kepadanya yang pernah menyimpan foto foto
iseng gadis itu, yang tidak berniat untuk menyebarkannya. Dari sebuah keisengan
menjadi petaka.
Dunia
Maya sebagai media efektif dakwah fardhiyah
Kalau
tadi kita membahas dampak negatif dari dunia maya. Maka selanjutnya yang jadi
perhatian kita adalah dampak positifnya. Bicara mengenai dampak positif dari
dunia maya tak akan ada habisnya, karena banyak sekali dampak positf yang
ditimbulkan, dan memmang Tujuan awal adanya dunia maya adalah untuk memberikan
manfaat bagi manusia. Seperti memudahkan dalam berkomunikasi, bekerja,
mengakses informasi, dan menyebarkan informasi.[4]
Diantara dampak positif dari dunia maya adalah,
adanya bisnis online, diskusi online, kuliah online, dsb.
Dan
yang tak pernah kita bayangkan adalah, media dakwah online, tepat nya dakwah
fardhiyah. Kita tidak pernah sadar kalau adanya dunia maya justru membuka jalan
lebar bagi kita untuk melakukan dakwah fardhiyah.
Dakwah
fardhiyah sendiri artinya ajakan atau seruan ke jalan Allah yang dilakukan
seorang da’i (penyeru) kepada orang lain secara personal atau individual,
agar orang tersebut mau menuju ketaatan
kepada Allah.
Dengan
adanya media sosial, dunia maya, kita bisa berteman dengan siapapun, sejauh
apapun jaraknya, tanpa harus bertemu. Disinilah sebnarnya potensi dakwah
fardhiyah itu muncul. Dengan kepiawaian kita dalam bermain di dunia maya, kita
bisa mencari teman sebanyak banyaknya sebagai objek dakwah. Tidak kita pungkiri, kita sering melihat
adanya persahabatan hanya melalui media facebook tanpa bertemu.
Dengan memiliki banyak teman, kita bisa berdakwah
kepada mereka dengan cara cara yang baik, sesuai dengan trik trik dakwah
fardhiyah. Jadi tanpa bertemu, kita bisa merubah seseorang untuk lebih taat
kepada Allah, ber amar ma’ruf nahi munkar.
Tentu hal ini juga memiliki trik yang sama ketika
berdakwah di dunia nyata.
Kiat
praktis dakwah fardhiyah menurut Syaikh Musthafa mayshur ada tujuh[5],
yaitu
- Membina hubungan dan mengenal setiap orang yang hendak di dakwahi (menarik simpati). Dengan menanyakan dan selalu memperhatikan ketika mad’u tidak ada. Demikian seterusnya, tanpa berbicara langsung tentng masalah dakwah , agar hatinya lebih terbuka dan siap menerima perkataan yang dapat diambil manfaatnya.
Melalui dunia maya, kita bisa
melakukan hal ini, dengn cara berteman d=baik dengan teman dunia maya. Kita
tunjukkan sikap baik kita dan setia mendengarkan keluh kesah mereka, lalu
perlahan kita berikan solusi yang mendekatkannya pada agama.
- Membangkitkan iman yang mengendap dalam jiwa. Pembicaraan jangan langsung diarahkan pada masalah iman, tapi berjalan secara tabi’i seolah olah tidak di sengaja, dan memanfaatkan moment tertentu.
- Memperkenalkan dirinya dengan perkara yang bernuansa ketaatan kepada Allah. Misalnya dengan memberikan buku bacaan dan lingkungan yang baik yang terdiri dari orang orang yang sholeh. Dalam dunia maya ini sangat mudah kita lakukan, mengingat banyak sekali web islami yang ada, kita bisa men share pengetahuan yang ada di dalamnya, atau mengirimkan e-book islami kepada mereka, objek dakwah kita.
- Menjelaskan tentanng pengertian ibadah secara keseluruhan dengan niat yang benar.
- Menjelaskan kepada objek dakwah tentang keberadaan kita tidak hanya sekedar islam, tapi memiliki tanggunjawab sebagai hamba yang harus dipenuhi
- Memberikan kesadaran bahwa dalam menunaikan tanggungjawab itu tidak bisa secara individu, namun harus berkelompok
- Memberikan kesadaran kepada mad’u tenang pentingnya sebuah kelompok
Dan yang paling terpenting dari dakwah fardhiyah
tidak hanya mengajarkan, namun ada tahap pembinaan di dalamnya dimana kita
harus memantaunya terus menerus. Seperti
dakwah pada pelacur yang terus di pantau. Dengan media sosial kita dengan mudah
dapat memantau perkembangan religius objek dakwah kita, karena tabiat manusia
yang suka membeberkan masalahnya di media.
Dalm hal ini, dakwah fardhiyah melalui dunia maya
bisa dilakukan lebih mudah daripada dunia nyata, karena kita bisa meliput
dan mengawasi objek dakwah kita dimana
semua kegiatannya bisa dilihat di dumay.
Penggerak
dakwah sendiri memiliki 3 point penting, diantaranya
- Pemberian Motivasi
Ini sangat penting kita
berikan kepada objek dakwah kita, agar mereka melakukan suatu kebaikan itu atas
keinginannya sendiri melalui motivasi yang telah kita berikan. Hal ini sangat
mudah kita berikan dengan mengirim video motivasi, atau tulisan tulisan yang
berisi motivasi. Kita sebagai da’i hannya memilih saja yang mana yang cocok
untuk mitra dakwah kita, tanpa harus membuat kata kata motivasi.
- Melakukan Bimbingan
Dengan adanya dunia maya, dan
cepatnya akses komunikasi melalui internet, bimbinga bisa kita lakukan secara
intensif kepada mad’u. Tidak sesulit memberi bimbingan di dunia nyata yang
butuh waktu untuk bertatap muka dan sebagaiya.
- Penyelenggaraan komunikasi (memantau)
Setelah objek dakwah mau
mengikuti apa yang kita ajarkan, dan semakin berubah kearah baik, maka kita
tida langsung meninggalkannya, namun kita harus tetap menjalin komunikasi, dan
memantau gerak geriknya. Kita bisa dengan rajin melihat status,, atau tulisan
yang di update di media sosial. Dari situ kita bisa mengetahui perkembangan
objek dakwah kita.[6]
Tahap Ini sangat penting bagi kita, dimana kita tahu setiap orang memiliki jiw
yang berbeda beda, dan orang yang baru pertama kali mengenal kebearan,
pendiriannya masih mudah goyah. Kalau kita tidak memataunya belum tentu mereka
istiqomah menjalankan apa yang telah
dilakukannya.
Contohnya saja kasus artis Tya
subiakto yang melepas jilbabnya setelah bercerai dengan suami. Padahal
sebelumnya ia adalah komposer yang senantiasa berjilbab. Namun ketika ditanya
wartawan ia membantah hal itu dan mengatakan
ia melepas jilbab sebagai wujud rasa protesnya kepada ayahnya yang
mengabaikannya dan ibunya dengan
menikahi wanita lain[7]
Seandainya da’i mau memantau objek dakwah
misalnya tya, maka ketika terjadi kekecewaan kepada ayhnya, kita sebagai da’i
bisa mengarahkannya dan memberikan solusi atas permasalahannya melalui dunia
maya, bukan dengan melepas jilbab.
Itulah kehebatan dunia maya
jika kita mampu memanfaatkannya dengan baik. Memang ruang privasi kita telah
diperkosa oleh dunia maya, tapi tanpa sadar itu juga membuka jalan baru bagi
berlakunya dawah fardhiyah untuk kita.

0 Response to "Dunia Maya Bedah Ruang Privasi Buka jalur Dakwah Fardhiyah "
Post a Comment