Asik! Bebas Pacaran Tanpa Batas Tapi Sesuai Syariat




Ya baru mendengar pacaran saja, para remaja tentunya sudah sumringah, pada semangat baca, maklumlah, remaja sekarang paling hobi kalau disuruh baca tentang cinta dan pacaran.  Tetapi kalau baca artikel tentang agama? langsung lari langkah seribu, padahal apa yang ditakutkan?

Fenomena Pacaran di Masyarakat dan Hukumnya dalam Islam

Tentu kita semua sudah tahu, apa yang dimaksud pacaran. Katanya sih, pacaran itu ajang perkenalan, dan pendekatan sebelum menikah, are you sure? Tapi kok sekarang orang pacaran banyak yang cuma untuk main-main saja ya? Pacaran tapi gak sampai nikah, cuma ajang senang-senang saja bagi kaula muda. Katanya kalau gak pacaran gak gaul, katrok, ataupun ndeso.

Seperti kita tahu, pacaran yang kita lihat sekarang ini, lebih didominasi dengan bermesraan nya daripada perkenalannya. Sehingga pacaran yang bagi orang tua dulu dilakukan untuk saling mengenal antar pasangan sebelum menikah, sudah beralih fungsi menjadi ajang bermesraan, bercumbu bebas, sekedar untuk melepaskan hasrat cinta yang didasarkan dengan nafsu syahwat dan hanya berlaku sesaat, tujuannya hanya untuk bersenang-senang.

Islam jelas melarang penganutnya yang belum menikah untuk melakukan hal ini, karena hal ini tentu akan menyebabkan perbuatan yang sangat dibenci Allah, yaitu zina.
Allah Berfirman

Ÿوَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan jangan kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.(QS. Al- Israa: 32

Jelas sekali, untuk mendekati zina saja kita dilarang, apalagi sampai melakukan zina itu sendiri. Apa saja hal yang termasuk mendekati zina? Banyak sekali. Mulai dari pegangan dengan lawan jenis, pandang-pandangan, saling merayu, atau ngegombal lah istilahnya.

 Kenapa itu dibilanng mendekati zina? karena dengan perbuatan itu, kita akan merasa terangsang untuk melakukan hal yang lebih. Pertama memang cuma pegangan saja, tapi setelah pegangan , kok rasanya enak ya? Akhirnya nyoba pelukan, loh kok lebih enak lagi akhirnya nyoba yang lebih dari itu, sampai akhirnya terjadilah hal yang tidak diinginkan.

Bahkan tanpa kita sadari, sebenarnya pandangan, ataupun ngegombal , itu sudah masuk zina, dimana dalam sebuah  hadis yang diriwayatkan Bukhari Muslim Rasulullah bersabda

“Zinanya mata adalah melihat [sesuatu], zinanya lisan adalah mengucapkan [sesuatu], zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan [sesuatu], sedangkan alat kelamin membenarkan atau mendustakan itu [semua]. …”

Dan semua itu biasanya dilakukan dalam hubungan pacaran. Buktinya, gak sedikit dari kita, khususnya masyarakat indonesia yang hamil diluar nikah gara-gara pacaran. Banyak yang menikah dini, karena untuk menutupi aib, bahkan sampai ada yang aborsi dan membuang anak hasil zina di panti asuhan, atau lebih parahnya di jalanan. Naudzubillah, semoga kita semua bisa menjaga diri dari maksiat,
          

Cara Bebas Pacaran yang Sesuai Syariat     


Setelah memahami hukum islam lebih mendalam, biasanya para remaja muslim yang masih punya keinginan untuk menjaga agamanya,  dan mendekatkan diri kepada Allah, akan berusaha untuk menjauhi itu semua. Tapi tentu sangat sulit dengan mempertahankan prinsip agama di zaman hedonisme seperti ini, bagaikan mempertahankan diri di tengah hutan yang penuh dengan hewan buas.

 Apalagi bagi remaja yang punya nafsu tinggi, pasti bakal kelabakan mengendalikan dirinya. Untuk itulah, islam sudah memberikan 2 jalan untuk kita semua, yaitu menikah, atau rajin berpuasa bagi yang belum siap menikah. Walaupun begitu, kita sebagai remaja tentunya tetap ingin tau bagaimana sih rasanya pacaran, bisa saja remaja merasakan pacaran dengan ara menikah muda.

Menikah yang dilakukan melalui taaruf, yang hanya membutuhkan waktu sekitar semingguan, setelah itu langsung menikah. Berhubung kita baru kenal, tentu saat menikah kita pasti saling malu kan? Anggap kita ini orang yang baru ketemuan.

Lama kelamaan, malu kita akan hilang, dan kita pun mulai tertarik satu sama lain, dan mulai banyak ngobrol. Dan inilah PDKT kita. Setelah PDKT, tentu kita mulai rasa seneng kan, ya jelaslah, secara tiap hari ketemu. Akhirnya Kita nyatakan cinta deh

 “ sayang,, suamiku/ istriku, aku cinta kamu, aku beruntung banget bisa kenal sama kamu”
sweet banget kan?

Sang cewek/istri udah kesemsem deh. Gak beda jauh kan dengan pacaran yang dilakukan orang-orang disekeliling kita?bahkan ini jauh lebih nikmat dan aman dari itu. Setelah menyatakan cinta, biasanya kita lihat orang pacaran itu ngajak pasangannya jalan-jalan berdua, pegang-pegangan, mesra-mesraan, bahkan sampai ada yang kebablasan.

Setelah menikah kita juga bisa mengajak suami/istri  untuk jalan-jalan (honeymoon), bergandengan tangan, atau bermesraan seperti mereka, sampai kebablasan yang menyenangkan, karena hamilnya dalam pernikahan.

Sama aja kan dengan orang pacaran? Cuma bedanya, kalau orang pacaran seperti yang biasa kita lihat (before married) akan mendapatkan dosa, semakin mesra, semakin besar dosa yang kita dapat, sedangkan kalau pacaran after marriage, kalau kita bermesraan dengan pasangan, kita akan mendapat pahala. Wah enak dong yah, udah dapat seneng, bisa muasin nafsu, eh dapat pahala pula. Gak percaya? Yuk kita simak hadis dibawah ini

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika kalian bersetubuh dengan istri-istri kalian termasuk sedekah!.” Mendengar sabda Rasulullah itu para sahabat keheranan dan bertanya: “Wahai Rasulullah, seorang suami yang memuaskan nafsu birahinya terhadap istrinya akan mendapat pahala ?” Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab: “Bagaimana menurut kalian jika mereka (para suami) bersetubuh dengan selain istrinya, bukankah mereka berdosa .? “Jawab para shahabat : “Ya, benar”. Beliau bersabda lagi : “Begitu pula kalau mereka bersetubuh dengan istrinya (di tempat yang halal), mereka akan memperoleh pahala!”. (Hadits Shahih Riwayat Muslim, Ahmad dan Nasa’i).

Dalam hadis lain yang khususnya ditunjukkan untuk kaum perempuan/istri,  dari Abdullah bin Salam, bahwa Rasulullah bersabda

Sebaik-baik istri ialah istri yang menyenangkan kamu bila engkau memandang (nya), dan taat kepadamu bila engkau menyuruh (nya), serta menjaga dirinya dan harta bendamu di waktu engkau tidak berada bersamanya.”

Oleh karena itu, berdandan untuk suami merupakan bagian dari ibadah. Sehingga istri kelak akan mendapatkan balasan dan pahala dari Allah di akhirat kelak. Wah enak kan, kalau after marriage, dandan untuk pasangan kita dapat pahala, kalau before marriage? Ya jawab sendiri

Jadi sekarang untuk para remaja muslim and muslimah, don’t worry. Kita juga bisa kok ngerasain pacaran. Jangan sampai terpengaruh dengan kata-kata teman

 “ah lu kalau tetap fanatik sama agama lu, kagak mau pacaran, lu kagak akan pernah ngerasain indahnya masa remaja, indahnya pacaran and  indahnya jatuh cinta. Masa muda itu untuk dinikmati, bukan untuk dibatasi”

Wah siapa bilang.. mereka yang berkata seperti itu jelas salah besar. Mereka gak sadar kalau agama islam itu agama yang sempurna, urusan pacaran aja sudah dibuat lebih indah dari yang dibuat manusia, yakni pacaran setelah menikah. Semuanya sudah diatur dalam Al Quran and hadis. Undang undangnya jauh lebih lengkap and pas. Ya iya lah, yang buat aja Tuhan Allah, sang Khaliq, mana mungkin gak pas.


3 Responses to "Asik! Bebas Pacaran Tanpa Batas Tapi Sesuai Syariat"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel