Bagaimanakah Kedudukan Akhlak dalam islam?




Assalamualaikm wr wb
Bagaimanakah kedudukan akhlak dalam islam? Kok aku lihat kebanyakan ulama-ulama,semakin tinggi ilmunya, semakin jarang yang ceramah soal akhlak, mereka lebih suka berdebat soal aliran-aliran islam, seperti NU, Muhamadiyah,  Syiah, wahabi, dll. Kadang juga mereka lebih suka debat antar agama lain, saling mengejek tanpa perhatikan akhlak sendiri, Sebenarnya seberapa penting sih akhlak???Mana yang seharusnya didahulukan, memperbaiki dan membahas akhlak atau membahas aliran-aliran islam ?

Fenomena Ulama di Indonesia


Memang umat muslim, khususnya di Indonesia, kalau kita perhatikan seperti ini. Semakin tinggi ilmunya, semakin malas membahas akhlak, mereka malah suka adu argument soal aliran-aliran islam. Dan sebenarnya inilah salah satu faktor yang menyebabkan semakin mundurnya akhlak kaum muslimin di Indonesia. Ulama-ulama yang mengaku ilmunya tinggi dengan jutaan gelar, malah cuek dengan akhlak umat muslim.

Kedudukan Akhlak dalam Islam


Padahal kedudukan akhlak dalam islam itu cukup tinggi. Ini dapat kita lihat dari salah satu hadis yang artinya 

“bahwasanya aku (muhammad) )diutus oleh Allah untuk menyempurnakan keluhuran akhlak(Budi pekerti)” (HR. Ahmad)

Dari hadis ini kita tahu bahwa Islam telah menjadikan akhlak sebagai alasan kenapa agama Islam diturunkan, dan kenapa nabi diutus, jadi apalah arti islam kita kalau setelah Rasulullah diutus kepada kita, tapi kita masih tetap saja cuek masalah akhlak.

Islam sendri menganggap orang yang paling tinggi derajat keimanannya adalah orang yang paling mulia akhlaknya, bukan yang paling pndai, pintar berdebat, ataupun kaya.

Dalam hadis telah dikatakan

“ Ya Rasulullah, mukmin yang manakah paling afdhal imannya, Rasulullah s.a.w. bersabda orang yang paling baik akhlaknya antara mereka”

Jadi jelas, bahwa kedudukan akhlak itu demikian tinggi dalam islam, jadi salah kalau ada  ulama yang mengaku ilmunya tinggi tapi lebih memilih berdebat dengan non muslim atau antar aliran, sementara masyarakat di sekitarnya akhlaknya masih gak karuan. Mereka lupa bahwa akhlak yang baik itu jauh lebih memberatkan neraca kebaikan di akhirat nanti dari pada berdebat dg ahli kitab.
Seperti yang  telah dinyatakan dalam hadis,

 “Perkara yang lebih berat diletakkan dalam neraca hari akhirat ialah takwa kepada Allah dan akhlak yang baik”

Berdebat Memperburuk Akhlak


Sementara berdebat sendiri  dalam islam adalah termasuk dari siksaan Allah kepada sebuah ummat. Seperti yang dijelaskan dalam hadis yang artinya

“Tidaklah sebuah kaum menjadi sesat setelah mereka dulunya berada di atas hidayah kecuali yang suka berdebat, kemudian beliau membaca (ayat) “Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja””.HR tirmidzi dn ibnu majjah

Rasulullah bahkan marah jika ada sahabatnya yang berdebat seperti yang ada dalam Al-Musnad dan Sunan Ibnu Majah, dari ‘Abdullah bin ‘Amr

“Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah keluar sedangkan mereka (sebagian shahabat.) sedang berselisih tentang taqdir, maka memerahlah wajah beliau bagaikan merahnya buah rumman karena marah, maka beliau bersabda : “Apakah dengan ini kalian diperintah?! Atau untuk inikah kalian diciptakan?! Kalian membenturkan sebagian Al-Qur’an dengan sebagiannya!! Karena inilah umat-umat sebelum kalian binasa”.

Orang yang suka berdebat itu hafal hadis-hadis ini tapi tidak mengamalkannya.
Semoga dari sini kita bisa lebih faham tingginya kedudukan akhlak, dan  tidak bingung lagi untuk lebih mengutamakan mana antara akhlak atau debat??


3 Responses to "Bagaimanakah Kedudukan Akhlak dalam islam?"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel