Bagaimanakah Kedudukan Akhlak dalam islam?
Tuesday, December 3, 2019
3 Comments
Bagaimanakah kedudukan akhlak dalam islam? Kok aku lihat kebanyakan ulama-ulama,semakin tinggi ilmunya, semakin jarang yang ceramah soal akhlak,
mereka lebih suka berdebat soal aliran-aliran islam, seperti NU, Muhamadiyah, Syiah,
wahabi, dll. Kadang juga mereka lebih suka debat antar agama lain, saling mengejek tanpa perhatikan akhlak sendiri, Sebenarnya seberapa penting sih
akhlak???Mana yang seharusnya didahulukan, memperbaiki dan membahas akhlak atau
membahas aliran-aliran islam ?
Fenomena Ulama di Indonesia
Memang umat muslim, khususnya di Indonesia, kalau kita perhatikan
seperti ini. Semakin tinggi ilmunya, semakin malas membahas akhlak, mereka malah
suka adu argument soal aliran-aliran islam. Dan sebenarnya inilah salah satu
faktor yang menyebabkan semakin mundurnya akhlak kaum muslimin di Indonesia.
Ulama-ulama yang mengaku ilmunya tinggi dengan jutaan gelar, malah cuek dengan
akhlak umat muslim.
Kedudukan Akhlak dalam Islam
Padahal kedudukan akhlak dalam islam itu cukup tinggi. Ini dapat
kita lihat dari salah satu hadis yang artinya
“bahwasanya aku (muhammad) )diutus
oleh Allah untuk menyempurnakan keluhuran akhlak(Budi pekerti)” (HR. Ahmad)
Dari hadis ini kita tahu bahwa Islam telah menjadikan akhlak
sebagai alasan kenapa agama Islam diturunkan, dan kenapa nabi diutus, jadi
apalah arti islam kita kalau setelah Rasulullah diutus kepada kita, tapi kita
masih tetap saja cuek masalah akhlak.
Islam sendri menganggap orang yang paling tinggi derajat
keimanannya adalah orang yang paling mulia akhlaknya, bukan yang paling pndai,
pintar berdebat, ataupun kaya.
Dalam hadis telah dikatakan
“ Ya Rasulullah,
mukmin yang manakah paling afdhal imannya, Rasulullah s.a.w. bersabda orang
yang paling baik akhlaknya antara mereka”
Jadi
jelas, bahwa
kedudukan
akhlak itu demikian tinggi dalam islam, jadi salah kalau ada ulama yang mengaku ilmunya tinggi tapi lebih memilih berdebat dengan non muslim atau antar
aliran, sementara masyarakat di sekitarnya akhlaknya masih gak karuan. Mereka lupa bahwa akhlak yang baik itu
jauh lebih memberatkan neraca kebaikan di akhirat nanti dari pada berdebat dg
ahli kitab.
Seperti
yang telah dinyatakan dalam hadis,
“Perkara yang lebih berat diletakkan dalam neraca hari akhirat
ialah takwa kepada Allah dan akhlak yang baik”
Berdebat Memperburuk Akhlak
Sementara berdebat sendiri dalam islam adalah termasuk dari siksaan Allah kepada sebuah ummat. Seperti yang dijelaskan
dalam hadis yang artinya
“Tidaklah sebuah kaum menjadi sesat setelah mereka dulunya berada
di atas hidayah kecuali yang suka berdebat, kemudian beliau membaca (ayat)
“Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud
membantah saja””.HR tirmidzi dn ibnu majjah
Rasulullah bahkan marah jika ada sahabatnya
yang berdebat seperti yang ada dalam Al-Musnad dan Sunan Ibnu Majah, dari ‘Abdullah bin ‘Amr
“Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah keluar
sedangkan mereka (sebagian shahabat.) sedang berselisih tentang taqdir, maka
memerahlah wajah beliau bagaikan merahnya buah rumman karena marah, maka beliau
bersabda : “Apakah dengan ini kalian diperintah?! Atau untuk inikah kalian
diciptakan?! Kalian membenturkan sebagian Al-Qur’an dengan sebagiannya!! Karena
inilah umat-umat sebelum kalian binasa”.
Orang
yang suka
berdebat itu hafal hadis-hadis ini tapi tidak mengamalkannya.
Semoga
dari
sini
kita bisa lebih faham tingginya kedudukan akhlak, dan tidak bingung lagi untuk lebih mengutamakan
mana antara akhlak atau debat??

nice info mba, akhlakul karimah.
ReplyDeleteterimakasih, semoga bermanfaat
ReplyDeleteSperti kata org, akhlak nomor 1, yang paling diutamakan dibandingkan ilmu
ReplyDelete