Ciri ciri Teman yang Baik Menurut Islam
.
Manusia adalah makhluk sosial
yang tidak bisa hidup sendirian. Fitrah inilah yang membuat manusia cenderung
membuat sebuah ikatan pertemanan baik sedikit ataupun banyak. Agar tidak salah
pergaulan, Anda wajib mengetahui ciri-ciri
teman yang baik menurut islam.
Sebagai agama yang sempurna,
ciri-ciri teman yang baik menurut islam ini tentunya juga berlaku secara umum
dan bisa diterapkan oleh semua orang.
Pentingnya Teman yang Baik
Banyak orang berkata betapa beruntungnya mereka yang bisa memiliki
banyak teman dan selalu dikenal dimanapun berada. Padahal tidak semua orang
yang mempunyai banyak teman memiliki kehidupan yang bahagia dan menyenangkan.
Apabila teman yang dimiliki bukan
teman yang benar-benar baik dan tulus, justru pertemanan hanya akan merugikan
diri sendiri dan orang lain. Bahkan bahayanya, hubungan pertemanan itu justru
berujung kekecewaan.
Inilah mengapa seseorang dituntut
untuk bisa memilih teman yang baik dan tulus tanpa mengharap imbalan apapun
dari hubungan pertemanan tersebut.
Bahkan dalam sebuah hadis riwayat
Bukhari, orang yang berteman dengan teman yang baik diibaratkan seperti
berteman dengan penjual minyak wangi. Ia hanya akan mendapat kebaikan darinya.
Apabila membeli bisa mendapatkan minyak wangi, jika tidak membeli minimal
terkena baunya yang wangi.
Ciri-ciri Teman yang Baik Menurut Islam
Bagi Anda yang masih merasa
kesulitan dalam mencari teman yang baik menurut islam ataupun secara umum, maka
ada beberapa kriteria yang minimal ada dari teman tersebut. Beberapa kriteria
dan ciri teman yang baik tersebut di antaranya:
1. Tidak Mengajak pada Aktivitas yang Sia-sia
Apalagi Menyimpang
Teman yang baik tidak akan
berusaha mengajak ataupun mempengaruhi temannya untuk ikut serta melakukan
aktivitas yang sia-sia. Misalnya jalan-jalan ke mall terlalu sering hanya untuk
sekedar makan atau belanja barang yang sudah dimiliki.
Kalau mengajak pada perbuatan
sia-sia saja sudah dianggap teman yang kurang baik, apalagi mengajak pada
perbuatan menyimpang seperti berjudi, minum-minuman keras, ataupun bermaksiat.
Apabila ada seorang teman yang
sama sekali tidak pernah mengajak pada perbuatan menyimpang ataupun jarang
mengajak pada kegiatan sia-sia, maka ini bisa dikategorikan teman yang baik.
Kalaupun ingin menghilangkan
stres atau sekedar membangun kebersamaan, minimal aktivitas shoping dan
traveling tidak dilakukan terlalu sering dan berlebihan.
2. Tidak Membuat Seseorang Harus Mengorbankan
Keluarga
Ciri selanjutnya yang jarang
disadari oleh kebanyakan orang adalah tidak membuat temannya harus mengorbankan
keluarga. Orang yang memiliki kepribadian baik tentu menyadari bahwa keluarga
adalah harta yang sangat berharga dan tidak boleh ditinggalkan.
Bahkan islam juga mengajarkan
agar seseorang menjaga hubungan dan akhlak yang baik di mulai dari keluarga
terlebih dahulu. Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran surat At Tahrim ayat 6.
Selain itu, masih banyak sumber
hadis lainnya yang menggambarkan perilaku Nabi sehari-hari yang sangat baik dan
hangat kepada keluarganya.
Jadi, apabila sampai ada teman
yang membuat kebersamaan dengan keluarga berkurang atau justru memburuk, ini
jelas bukan teman yang baik dan harus dijauhi.
3. Selalu Menyenangkan Saat Bersama
Teman yang baik tentu juga selalu
menyenangkan jika dilihat atau ketika bersama. Ia tidak akan membuat temannya
sedih atau merasa terzalimi atas perbuatan tidak nyaman yang dilakukan.
Meskipun memiliki masalah sebesar apapun, teman akan selalu berwajah ceria dan
menyenangkan.
Untuk itulah islam menganjurkan
salam kepada muslim ketika baru bertemu. Ini juga menjadi contoh kalau
pertemuan yang baik adalah yang membuat teman senang baik melalui doa yang
terkandung dalam salam ataupun dengan wajah menyenangkan.
4. Mengajak Pada Kegiatan Positif
Usia remaja identik dengan
perbuatan sia-sia dan tidak berfaedah hanya untuk kesenangan belaka. Tapi ini
tidak berlaku bagi teman yang masuk kriteria baik.
Teman yang baik mungkin oleh
sebagian orang terlihat membosankan karena kegiatannya tampak monoton. Padahal
tidak semua teman baik itu membosankan.
Ada banyak kegiatan positif yang
bisa mereka lakukan bersama teman, seperti belajar bersama, olahraga bersama,
mengaji bersama, mengembangkan hobi, bisnis yang halal, belanja kebutuhan pokok
bersama, dan masih banyak lagi.
5. Selalu Mengingatkan Pada Allah
Ciri-ciri sekaligus kriteria
teman yang baik dalam islam yang paling penting adalah yang bisa mengingatkan
kepada Allah dan mengajak temannya untuk tidak melupakan Allah. Sayangnya,
kriteria orang yang seperti ini sekarang justru dianggap sok alim dan tidak
memiliki banyak teman.
Padahal, apabila berteman karena
Allah, tentu orang yang seperti ini justru menguntungkan karena banyaknya keutamaan berteman karena Allah.
Teman yang selalu mengingatkan
pada Allah masuk dalam kriteria teman yang baik. Kriteria ini juga senada
dengan yang disampaikan Nabi dalam sebuah hadis riwayat Ahmad dan Tirmidzi
tentang orang yang bisa menjadi teman baik.
6. Bersedia Membantu Saat Dibutuhkan
Ciri teman yang baik dan paling
mudah dilihat selanjutnya adalah yang selalu bersedia membantu ketika dibutuhkan.
jadi ia tidak hanya datang saat butuh saja. Tapi selalu siap membantu ketika dibutuhkan
oleh temannya.
7. Tetap Ada Saat Kondisi Sulit
Teman dengan ciri-ciri ini paling
sulit ditemukan. Padahal, dalam kondisi sulit itulah yang menentukan apakah
teman benar-benar tulus atau tidak.
Bahkan Ali ra yang merupakan jendela ilmunya Nabi juga pernah menjawab ketika salah satu sahabat ada
yang mengatakan bahwa temannya sangat banyak.
Ali mengatakan bahwa ia baru bisa
menghitung temannya setelah ia berada dalam kesulitan. Berarti teman yang datang
saat seseorang merasa sulit itulah yang bisa disebut sebagai teman.
Dengan mengetahui beberapa ciri-ciri teman yang baik dalam islam,
hendaknya seseorang bisa memperhatikan terlebih dahulu siapa yang akan
dijadikan teman. Apabila kriteria baik tersebut tidak ada dalam dirinya, hendaknya
sekadar berteman biasa dan menjaga silaturahim saja.

0 Response to "Ciri ciri Teman yang Baik Menurut Islam"
Post a Comment