Materi Tarbiyah Akhwat, Ibadah yang Benar dalam Islam (Shahihul Ibadah)
Ibadah
adalah suatu bentuk ketaatan kepada Allah yang langsung menghubungkan hamba
dengan Tuhannya. Meski begitu, ibadah tidak boleh sekedar dilakukan untuk
menggugurkan kewajiban saja. Tapi ibadah yang dikehendaki Allah adalah ibadah yang benar dalam islam dan dilakukan karena
Allah saja.
Apabila
ibadah yang dilakukan bukan karena Allah atau karena perintah dan paksaan orang
lain, maka apa yang dilakukan tidak bisa disebut ibadah yang sebenar-benarnya.
Pengertian Ibadah yang
Benar dalam Islam
Ibadah yang lurus
dan benar adalah ibadah yang dilakukan sesuai dengan perintah Allah tanpa ada
yang ditambah-tambahkan atau dikurang-kurangi. Dalam islam sendiri ada banyak sekali bentuk ibadah
yang bisa dilakukan umat muslim.
Ibadah yang
diperintahkan oleh Allah dibedakan menjadi dua jenis yakni ibadah yang sifatnya
wajib dan ibadah yang dianjurkan. Ibadah
wajib adalah ibadah yang diperintahkan Allah dan wajib ditaati. Apabila tidak
ditaati, maka seseorang yang tidak melakukannya akan mendapatkan dosa.
Contoh
ibadah wajib yang tidak boleh ditinggalkan sudah tertera dalam 5 rukun islam,
yakni syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji jika mampu.
Sementara
ibadah yang dianjurkan akan mendapat pahala jika dilaksanakan, tapi tidak akan
berdosa ketika ditinggalkan. Contoh ibadah yang tidak wajib adalah sedekah, senyum,
mendidik keluarga, bekerja, dan masih banyak lagi.
Ibadah yang Benar dalam Al
Quran
Dalam Al
Quran, ada banyak sekali perintah Allah yang bernilai ibadah apabila dilakukan
semata karenanya. Namun beberapa ayat yang berkaitan dengan ibadah secara benar
dan bisa menjadi dasar agar senantiasa memperbaiki ibadah yang dilakukan adalah
:
1. Adz Dzariyaat ayat 56
Dalam ayat
ini dijelaskan bahwa pada dasarnya, Allah menciptakan manusia, jin, dan makhluk lainnya hanya untuk beribadah kepadaNya
saja. Hakikat penciptaan makhluk ini harus disadari oleh manusia agar tidak mengabaikan
ibadah yang sejatinya wajib dilakukan.
Apabila
mengabaikan ibadah, maka manusia bisa disebut sebagai makhluk yang membangkan
karena lupa dengan hakikat diciptakannya. Segala perbuatan dan aktivitas yang
dilakukan manusia selama hidup di dunia tidak akan bernilai apapun tanpa
melakukan ibadah.
2. Al Bayyinah ayat 5
Surat Al
Bayyinah ayat 5 Allah mengingatkan kembali bahwa manusia sejatinya hanya
diperintah untuk menyembah Allah secara ikhlas karena ingin menjalankan agama.
Bentuk ibadah dalam surat ini juga dijelaskan, yaitu salat dan zakat.
Dalam surat
ini Allah secara langsung menjelaskan bentuk ibadah yang benar, yakni yang
dilakukan ikhlas karena mengharap ridha Allah saja. Sementara ibadah yang tidak
dilakukan karena Allah, belum bisa disebut sebagai ibadah yang murni atau
sebenar-benarnya ibadah.
3. Yaasin ayat 61
Selanjutnya
adalah surat Yaasin tepatnya pada ayat 61. Pada ayat ini Allah memerintahkan
hamba-Nya untuk menyembah-Nya. Apabila manusia mau menyembah Allah dengan penuh
kesadaran dan tanggung jawab, maka ia disebut telah menempuh jalan yang lurus.
Pentingnya Ibadah yang
Benar dalam Islam
Urgensi dari
ibadah secara benar sangatlah banyak karena Allah membuat perintah ibadah demi
kebaikan manusia itu sendiri. Hanya saja banyak manusia yang tidak menyadari
akan pentingnya melakukan ibadah dengan benar bagi dirinya. Beberapa urgensi
ibadah yang lurus di antaranya :
1. Bisa Meresapi Ibadah yang Dilakukan
Dengan
melakukan ibadah secara benar, maka manusia sebagai makhluk bisa meresapi makna
ibadah yang dilakukan. Ini juga bisa menjadi salah satu cara agar bisa khusyuk
dalam beribadah dan tidak memikirkan hal lain ketika melakukannya.
2. Mampu Mencegah Diri dari Perbuatan Keji dan
Munkar
Banyak kisah
dan hadis yang menjelaskan bahwa orang yang melakukan ibadah secara rutin bisa
mengurangi perbuatan keji yang dilakukan.
Meskipun saat
ini banyak ditemukan ahli ibadah yang membunuh atau melakukan maksiat, tapi
sedikit banyak ibadah yang dilakukan bisa mengurangi kekejian yang
dilakukannya. Tentu saja manusia tidak tahu maksiat apa yang dilakukan
seseorang hingga akhirnya kekejiannya berkurang akibat rutin ibadah.
3. Mudah Mengaplikasikan Ajaran Agama dalam
Kehidupan Sehari-hari
Ketika bisa
melaksanakan ibadah dengan benar karena Allah, maka seseorang lebih mudah
mengaplikasikan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Kalau badan terbiasa
dipaksakan untuk patuh dan taat beribadah kepada Allah, maka segala
perbuatannya akan terbiasa taat dan lebih mudah menerapkan ajaran agama.
4. Mengerti Hakikat Ibadah Hanya Kepada Allah
Orang yang
bisa melakukan ibadah dengan benar bisa mengerti hakikat sebenarnya dari ibadah
yang dilakukan. Jadi, ia sadar dan tunduk hanya kepada Allah ketika melakukan
ibadah karena sejatinya ia sedang membuktikan ketaatannya sebagai makhluk
kepada Allah.
5. Mencegah dari Syirik Ashghar dan Akbar
Ibadah lurus
yang dilakukan dengan benar sebenarnya juga berkaitan dengan akidah yang bersih dalam diri
seseorang. Ketika ibadah yang dilakukan sudah benar semata karena Allah, ia
akan bebas dari perbuatan syirik asghar dan akbar.
Contoh
syirik asghar yang jarang disadari oleh mereka yang tidak beribadah dengan benar
adalah melaksanakan segala ritual ibadah karena terpaksa atau karena orang
lain. Tentu saja ini bisa menjadi bentuk syirik kecil yang jika dibiarkan
menjadi syirik besar.
Aplikasi dari Ibadah yang
Benar
Dalam
kehidupan sehari-hari, ada banyak sekali contoh aplikasi dan penerapan dari
ibadah yang lurus dan benar. Beberapa di antaranya yang paling mudah ditemui
adalah :
- · Melaksanakan ibadah hanya karena Allah dan tidak mengharapkan pandangan manusia.
- · Senantiasa menjauhi perbuatan munkar karena merasa Allah selalu mengawasinya.
- · Berusaha menjadi diri yang bermanfaat bagi orang lain karena Allah.
- · Berdakwah kepada manusia dengan mengajak kebaikan dan menjauhi kemungkaran.
- · Tidak lalai melakukan ibadah hanya karena kesibukan dan fitnah dunia.
Sebagai
seorang muslim yang berilmu dan mendapatkan tarbiyah yang baik, sudah
sepatutnya mampu melakukan ibadah yang
benar dalam islam. Ini bisa menjadi langkah awal untuk memperbaiki niat ibadah sehingga
mampu mengubah perilaku sehari-hari menjadi lebih baik.

0 Response to "Materi Tarbiyah Akhwat, Ibadah yang Benar dalam Islam (Shahihul Ibadah)"
Post a Comment