Ciri Jatuh Cinta dalam Islam
Jatuh cinta adalah hal yang pasti akan dialami oleh manusia termasuk
umat islam yang taat sekalipun. Cinta dalam pandangan islam tentu tidak hanya
sekedar suka hanya karena fisik dan nafsu semata. Lebih dari itu, ada beberapa ciri jatuh cinta dalam islam yang harus
bisa disikapi dengan benar sesuai syariat.
Dalil Jatuh Cinta dalam Islam
Islam adalah agama yang paling lengkap
karena segala pedoman hidup manusia sudah difirmankan Allah dalam Al Quran.
Demikian halnya dengan cinta. Dalam beberapa ayat dan hadis juga terdapat
pembahasan tentang cinta seperti berikut ini.
1. Dalam Al Quran Surat Ali Imran Ayat 31
Katakanlah
( Muhammad ): Jika kalian benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku
(Muhammad), niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa kalian“. (QS. Alu Imron: 31).
2. Hadis Riwayat Tirmidzi
Siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi
karena Allah, dan tidak memberi karena Allah, maka Sungguh telah sempurna
Imannya.
3. Sabda Nabi yang Diriwayatkan Oleh Imam Ahmad
Sesungguhnya orang-orang yang saling
mencintai, di surga nanti kamar-kamarnya akan terlihat seperti bintang yang
muncul dari timur atau dari barat yang berpijar.
Kemudian sahabat bertanya, "Siapa
mereka itu?" Mereka itu adalah orang-orang yang mencintai karena Allah
'Azzawajalla.
Masih banyak
lagi dalil dan hadis yang membahas tentang perasaan cinta meski sebagian besar
diarahkan hanya untuk Allah semata. Ini menjadi perintah bagi umat islam agar
seharusnya mencintai manusia ataupun lawan jenis hanya karena Allah semata.
Ciri Jatuh Cinta dalam Islam
Dari beberapa dalil, hadis, dan
perkataan sahabat tentang cinta, dapat ditemukan beberapa ciri-ciri seseorang
yang benar-benar jatuh cinta, yaitu :
1. Mengikuti Apa yang Dilakukan Oleh Orang yang
Dicintainya
Ciri pertama adalah senantiasa
mengikuti apa yang dilakukan oleh orang yang dicintainya. Dalam islam, hal yang
diikuti seharusnya perbuatan baik saja. Sementara prilaku negatif yang
dilakukan orang yang dicintai tidak sampai diikuti.
Ini juga senada dengan firman
Allah dalam surat Ali Imran ayat 31 bahwa kalau seorang umat mencintai Nabi
Muhammad, maka ikutilah apa yang dilakukan Nabi Muhammad dalam taat pada Allah.
Ini sangat manusiawi karena orang
yang mencintai akan senantiasa ingin menirukan dan mengikuti. Banyak orang yang
tadinya tidak berkerudung, jadi menggunakan kerudung karena menyukai laki-laki sholeh
yang suka ke masjid.
Oleh karenanya, seorang muslim
harus lebih pandai menjaga pandangannya agar tidak sampai mencintai orang yang
tidak taat dan justru menjauhkannya dari ketaatan pada Allah.
2. Selalu Mengingat yang Dicintainya
Ciri jatuh cinta dalam islam yang
kedua adalah senantiasa mengingat segala hal tentang orang yang dicintainya. Tidak
melulu soal fisik, segala hal dari kegiatan, tempat yang biasa dikunjungi,
hingga benda-benda tertentu selalu mengingatkannya dengan sosok yang dicintai.
Ciri ini juga pernah terjadi pada
Zulaikha istri raja Mesir yang jatuh cinta pada Nabi Yusuf. Apapun yang
dilakukan, selalu mengingatkannya pada Nabi Yusuf.
Ketika ciri ini dialami umat
islam, sudah seharusnya mengalihkannya dengan zikrullah agar ketika memikirkan sosok
yang dicintai setan tidak ikut andil di dalamnya. Seperti Zulaikah yang
akhirnya terpengaruh bisikan setan untuk memfitnah nabi Yusuf.
3. Senantiasa Siap dan Ingin Melindungi yang
Dicintai
Sudah menjadi hal wajar kalau
seseorang yang jatuh cinta akan senantiasa melindungi orang yang dicintai dengan
segenap jiwa dan raga. Siti Khadijah berusaha melindungi Nabi bahkan dengan
segenap jiwa, raga, dan hartanya.
Sampaik akhirnya Siti Khadijah
meninggal dalam kondisi berjuang melindungi Nabi Muhammad yang dicintainya
karena Allah.
Ali bin Abu Thalib juga sanggup
hijrah bersama ke Madinah dimana salah satu rombongannya ada Siti Fatimah ra
yang dicintainya.
Ia sama sekali tidak merasa lelah
berjalan kaki puluhan kilometer demi Allah yang dicintainya, demi Nabi Muhammad
saw, dan demi melindungi seluruh umat islam termasuk Siti Fatimah yang hijrah
waktu itu.
4. Menjaga yang Dicintai dari Hal yang Merugikan
Saat ini banyak ditemukan orang
yang mengaku cinta namun justru merugikan dan menjatuhkan kehormatan wanita
yang katanya dicintai. Menguras harta lelaki yang katanya dicintai. Ini
sebenarnya bukan cinta, tapi hanyalah dorongan nafsu semata.
Orang yang mencintai justru akan
menjaga yang dicintainya agar tidak dirugikan atas perasaannya. Seperti
mengajaknya bermaksiat, ataupun menghabiskan uang pasangan untuk berfoya-foya.
5. Ingin yang Dicintai Mendapatkan yang Terbaik
Meski dalam hatinya ada perasaan cinta, tapi perasaan yang dimiliki tetap
tidak bersikap egois. Sifat egois ini sama dengan nafsu, bukan cinta. Inilah
yang dilakukan oleh Ali bin Abu Thalib saat jatuh cinta pada Siti Fatimah.
Ia merelakan Abu Bakar, Umar, dan Usman untuk dahulu meminang Siti
Fatimah semata-mata agar Fatimah mendapatkan pasangan yang terbaik dan lebih
baik darinya. Namun Allah justru menjodohkan Ali dengan Fatimah sehingga
pengorbanan cintanya itu dibalas dengan ridha Allah.
6. Berkorban Tanpa Mengharap Balasan dari yang
Dicintai
Cinta selalu tidak jauh dengan pengorbanan.
Saat merasa jatuh cinta, ada banyak pengorbanan yang akan dilakukan orang
yang mencintai demi kebahagiaan orang
yang dicintai. Tentu saja pengorbanan ini tanpa mengharap balasan.
Kalau ada balasan yang
diharapkan, berarti perasaan itu tidak bisa disebut dengan perasaan cinta, tapi
hanya perasan ingin memiliki.
Itulah mengapa banyak puisijatuh cinta islami yang selalu
menggambarkan betapa tulusnya perasaan cinta tanpa balas. Demikian juga dengan cinta
kepada Allah semata.
Bahkan dalam kitab Juz 2 halaman 62- 63 , Ibnu Athailah mengatakan bahwa
pecinta sejati itu tidak akan mengharapkan imbalan apapun kepada yang dicintai.
Orang yang mencintai Allah tidak akan mengharap surga atas perasaan
cintanya. Kalau berharap mendapat surga, berarti yang dicintai bukan Allah
melainkan surga.
Sikap Muslim Saat Jatuh Cinta
Lalu bagaimana seharusnya sikap seorang muslim ketika ciri-ciri jatuh
cinta dirasakan ada dalam dirinya? Tentu berusaha untuk menjaga fitrah tersebut
agar tidak menjadi fitnah. Karena sejatinya cinta adalah Fitrah, tapi bisa
menjadi fitnah jika tidak diarahkan dengan benar.
Beberapa sikap berikut bisa dilakukan seseorang kalau merasakan jatuh
cinta sesuai dengan ciri-ciri di atas.
- · Berusaha mengalihkan perasaan tersebut dengan beribadah kepada Allah.
- · Kalau perasaan cinta tidak bisa dihilangkan, berusaha untuk menghalalkan orang yang dicintai dengan benar yakni mengajaknya menikah, bukan pacaran.
- · Ketika tidak mampu menikah, menjaga pandangan dan menjaga jarak pada yang dicintai agar perasaan yang muncul tidak menjadi penyakit hati dan kesempatan setan.
- · Ketika keinginan menikah ditolak oleh orang yang dicintai, menerima dengan lapang dada dan tidak berusaha memaksakan perasaan.
Beberapa ciri jatuh cinta dalam
islam ini seharusnya bisa dijadikan tolak ukur bagi umat muslim untuk
mengetahui mana yang benar perasaan cinta mana yang sekadar nafsu belaka.
Kalau ternyata ciri diatas tidak sesuai, maka perasaan yang dianggap
cinta hanyalah nafsu yang harus dijauhi dan dihilangkan dengan sibuk menjaga
pandangan dan terus beribadah kepada Allah SWT.

Ok..makasih infonya..
ReplyDeletesama-sama
Delete