Mengapa harus Demokrasi
Tuesday, December 3, 2019
Add Comment
Mendengar kata demokrasi , mungkin setiap orang memiliki persepsi
yang berbeda beda. Ada yang memahami demokrasi sebagai system yang baik dan
cocok untuk Indonesia, namun ada beberapa kalangan yang
mengharamkan demokrasi.
Makna Demokrasi
Demokrasi sendiri merupakan suatu sitem pemerintahan dimana semua
warga negaranya memiliki hak untuk mengambil suatu keputusan dalam suatu
negara. Demokrasi secara terbuka mengizinkan semua warga yang sah di suatu
negara untuk berpartisipasi, menyuarakan pendapat. Namun di Indonesia sendiri,
pendapat tersebut diwakilkan oleh perwakilan beberapa orang terpilih yang
dipegang oleh Dewan Perwakilan Rakyat
Memang, istilah demokrasi ini muncul dari barat, khususnya kaum
kafir. Mungkin, al inilah yang menyebabkan sebagian orang menolak demokrasi dan
mengatakan bahwa demokrasi itu haram karena ini merupakan system pemerintahan
orang kafir, dan kita sebagai umat muslim haram menggunakan system ini.
Pemahaman Islam Tentang Demokrasi
Pada masanya, Rasulullah saw memang menggunakan system khilafah
dalam mengatur pemerintahan, bukan demokrasi. Hal inilah yang membuat sebagian
kalangan tidak mau mengikuti system demokrasi dan berusaha agar Khilafah
ditegakkan. Sebagai kepatuhan yang
sempurna kepada perintah Allah untuk menjalankan Islam secara kaffah. Sesuai
dengan firman Allah dalam surah Al Baqoroh 208
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.”
Dari ayat ini jelas Allah memerintahkan umat islam untuk
menjalankan Islam secara keseluruhan, dan melarang mengamalkanya
setengah-setengah. Pantas saja kalau beberapa golongan yang menolak demokrasi
mengatakan bahwa demokrasi itu system kafir dan jejak setan yang tidak boleh
diikuti.
Demokrasi Sebagai Langkah Awal Menegakkan Khalifah
Namun pertanyaaannya, bagaimanakah langkah umat muslim dalam menegakkan khalifah di negara demokrasi
seperti Indonesia saat ini? Apakah dengan cara mengajak semua masyarakat untuk
golput dalam pemilu? Kalau iya, sekarang pikirkan.
Di Indonesia tidak hanya berpenduduk Islam, namun juga ada umat
Kristen, Hindu, dan 3 agama lainnya yang sudah diakui Negara Indonesia.
Seandainya semua umat Islam keluar dari system, tentu system ini akan dipegang
oleh kaum kafir. Mereka mengambil alih pemerintahan Indonesia.
Berarti dengan golput, berarti seorang muslim telah merelakan
orang kafir untuk memimpin Indonesia, ini justru berbahaya. Lalu bagaimana
caranya?
Tiada jalan lain, mau tidak mau, seseorang harus tetap masuk ke
dalam system demokrasi, demi mengambil alih pemerintahan. Dengan syarat,
niatnya adalah untuk menegakkan islam, bukan ikut-ikutan politik karena ingin
kekuasaan.
Apakah Harus Mengikuti Sistem Orang Kafir Demi Kemaslahatan?
Rasulullah sendiri pernah
menggunakan system orang kafir dalam sebuah peperangan, yakni pada saat perang
Khandak yang menggunakan system parit sebagai pertahanan. Membuat parit itu
adalah usulan dari Salman al Farishi yang merupakan mantan orang Majusi. Dan
system itu ia dapat dari tempat asalnya yang dipimpin oleh orang kafir.
Jadi, kita bisa sedikit berpikir, seandainya ada rumah yang
terbakar dan di dalamnya ada sebuah anak kecil yang harus ditolong, apakah
harus menolong mereka hanya dengan berteriak dari luar rumah demi menghindari
api? tentu tidak.
Mau tidak mau seseorang harus berani menerobos masuk ke dalam api
itu demi menyelamatkan anak kecil tadi.
Demikianlah halnya umat muslim saat ini, demi menegakkan khilafah,
menyelamatkan Indonesia dari kehancuran pemerintahan kafir, harus masuk kedalam system demokrasi,
walaupun demokrasi itu adalah berbahaya.

0 Response to "Mengapa harus Demokrasi"
Post a Comment