Mengapa harus Demokrasi



Mendengar kata demokrasi , mungkin setiap orang memiliki persepsi yang berbeda beda. Ada yang memahami demokrasi sebagai system yang baik dan cocok untuk Indonesia, namun ada beberapa kalangan  yang mengharamkan demokrasi.

Makna Demokrasi


Demokrasi sendiri merupakan suatu sitem pemerintahan dimana semua warga negaranya memiliki hak untuk mengambil suatu keputusan dalam suatu negara. Demokrasi secara terbuka mengizinkan semua warga yang sah di suatu negara untuk berpartisipasi, menyuarakan pendapat. Namun di Indonesia sendiri, pendapat tersebut diwakilkan oleh perwakilan beberapa orang terpilih yang dipegang oleh Dewan Perwakilan Rakyat

Memang, istilah demokrasi ini muncul dari barat, khususnya kaum kafir. Mungkin, al inilah yang menyebabkan sebagian orang menolak demokrasi dan mengatakan bahwa demokrasi itu haram karena ini merupakan system pemerintahan orang kafir, dan kita sebagai umat muslim haram menggunakan system ini.

Pemahaman Islam Tentang Demokrasi


Pada masanya, Rasulullah saw memang menggunakan system khilafah dalam mengatur pemerintahan, bukan demokrasi. Hal inilah yang membuat sebagian kalangan tidak mau mengikuti system demokrasi dan berusaha agar Khilafah ditegakkan.  Sebagai kepatuhan yang sempurna kepada perintah Allah untuk menjalankan Islam secara kaffah. Sesuai dengan firman Allah dalam surah Al Baqoroh 208

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.”

Dari ayat ini jelas Allah memerintahkan umat islam untuk menjalankan Islam secara keseluruhan, dan melarang mengamalkanya setengah-setengah. Pantas saja kalau beberapa golongan yang menolak demokrasi mengatakan bahwa demokrasi itu system kafir dan jejak setan yang tidak boleh diikuti.

Demokrasi Sebagai Langkah Awal Menegakkan Khalifah


Namun pertanyaaannya, bagaimanakah langkah umat muslim  dalam menegakkan khalifah di negara demokrasi seperti Indonesia saat ini? Apakah dengan cara mengajak semua masyarakat untuk golput dalam pemilu? Kalau iya, sekarang pikirkan.

Di Indonesia tidak hanya berpenduduk Islam, namun juga ada umat Kristen, Hindu, dan 3 agama lainnya yang sudah diakui Negara Indonesia. Seandainya semua umat Islam keluar dari system, tentu system ini akan dipegang oleh kaum kafir. Mereka mengambil alih pemerintahan Indonesia.

Berarti dengan golput, berarti seorang muslim telah merelakan orang kafir untuk memimpin Indonesia, ini justru berbahaya. Lalu bagaimana caranya?
Tiada jalan lain, mau tidak mau, seseorang harus tetap masuk ke dalam system demokrasi, demi mengambil alih pemerintahan. Dengan syarat, niatnya adalah untuk menegakkan islam, bukan ikut-ikutan politik karena ingin kekuasaan.

Apakah Harus Mengikuti Sistem Orang Kafir Demi Kemaslahatan?


 Rasulullah sendiri pernah menggunakan system orang kafir dalam sebuah peperangan, yakni pada saat perang Khandak yang menggunakan system parit sebagai pertahanan. Membuat parit itu adalah usulan dari Salman al Farishi yang merupakan mantan orang Majusi. Dan system itu ia dapat dari tempat asalnya yang dipimpin oleh orang kafir.

Jadi, kita bisa sedikit berpikir, seandainya ada rumah yang terbakar dan di dalamnya ada sebuah anak kecil yang harus ditolong, apakah harus menolong mereka hanya dengan berteriak dari luar rumah demi menghindari api? tentu tidak.
Mau tidak mau seseorang harus berani menerobos masuk ke dalam api itu demi menyelamatkan anak kecil tadi.

Demikianlah halnya umat muslim saat ini, demi menegakkan khilafah, menyelamatkan Indonesia dari kehancuran pemerintahan kafir,  harus masuk kedalam system demokrasi, walaupun demokrasi itu adalah berbahaya.



0 Response to "Mengapa harus Demokrasi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel