Rahasia Dibalik Doa Makan dalam Islam



Makan adalah kebutuhan primer manusia yang  harus dipenuhi, sehingga semua manusia tidak akan pernah luput dari kegiatan makan. Dalam Islam sendiri segala kebutuhan manusia telah diatur dengan sempurna oleh Allah SWT, termasuk tata cara makan yang baik. Sebagai umat muslim, kita diajarkan untuk senantiasa berdo’a sebagai bukti  rasa syukur dan kehambaan kita kepada Allah.

Do’a merupakan dzikrullah, yaitu upaya untuk selalu mengingat Allah. Dengan demikian jika kita membaca do’a untuk semua aktivitas maka kita telah berdzikir sepanjang waktu[1] salah satu doa yang di sunnah kan dalam islam adalah do’a makan dan minum.


Pengertian do’a makan


Do’a bermakna permohonan, sebagaimana firman Allah dalam Al Quran Surah Al Mu’min ayat 40

Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina".

Dari ayat diatas dapat disimpulkan bahwa doa adalah meminta sesuatu kepada Allah agar dikabulkan permohonannya. Dari penjelasan ini dapat disimpulkan bahwa doa  makan adalah permohonan yang diminta kepada Allah  sebelum ataupun sesudah memakan sesuatu.


Dalil Membaca do’a makan


Dalil di sunnahkannya berdoa sebelum makan ini terdapat dalam sabda Rasulullah SAW beliau bersabda:

Dari Wahsyiy bin Harb ra  : Para sahabat berkata : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami sudah makan  tetapi belum kenyang. “ Beliau berasabda: mungkin kalian makan sendiri-sendiri. “Mereka menjawab: Benar. Beliau berasabda lagi : Berkumpullah kalian kalau makan, dan sebutlah nama Allah Ta’ala niscaya kalian mendapat berkah dalam makanan itu[2]
(H.R Abu Daud)

Dari hadis ini dapat kita ketahui bahwa  Rasulullah menyuruh kita menyebut nama Allah agar mendapat berkah dalam makanan. Dan tentunya kita menyebut nama Allah serta meminta kepadaNya  sebelum kita makan agar makanan yang kita makan dari suapan awal sampai akhir mendapat berkah dari Allah SWT, bukan membacanya di pertengahan makan atau di akhir makan.

 Walaupun tidak ada do’a tertentu yang diajarkan Rasulullah sebelum kita makan, namun berdo’a sebelum makan dan artinya ini bisa kita amalkan, mengingat do’a sendiri diperintahkan oleh Allah SWT dalam segala keadaan, selama do’a tersebut hanya ditujukan kepada Allah dan mengandung permohonan yang baik. Jika kita ingin membaca do’a makan meurut sunnah  yang langsung dicontohkan oleh Rasulullah saw maka sebelum makan kita bisa membaca basmalah saja

Dalam banyak hadis yang ada, belum ditemukan lafadz do’a sebelum makan yang dicontohkan Rasulullah SAW, namun ada sebuah atsar dari seorang tabi’in yakni ‘Urwah bin Az Zubair.
“Dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya (‘urwah bin Zubair bin Al Awwam) bahwasanya tidaklah ia dihidangkan makanan atau minuman kecuali pasti ia berdoa dengan beberapa do’a. Ia makan dan minum sesudah berdoa

Allhadulillahilladzii hadaana wa ath’amanaa wa saqoona wa na’amnaa , Allohuakbar. Allohumma al fathnaa ni’matuka bikulli syarrin. Fa Ashbahna minhaa wa amsayna bikulli syarrin. Nas’aluka tamaamaha wa syukrooha. Laakhoyroo illa khoyruka. Wa laa ilaaha ghoyruka ilaahashoolihin. Wa robbal ‘alamiin. Alhamdulillah wa laa ilaa haillallah wasyaa allahu wa laa quwwata illa billah. Allohumma baariklanaa fiima rozaqtanaa waqinaa ‘adzaabannar[3]

Artinya :
Segala puji bagi Allah yang telah memberi kita hidayah dan telah memberi kita makan dan telah memberi kita minum, dan telah member kita nikmat, Allah Maha Besar. Ya Allah jauhkanlah nikmatMu ini dari segala keburukan, dan jadikanlah kami di pagi dan sore hari senantiasa dalam kebaikan kami memohon nikmatM yang sempurna dan kami memohon hidayah agar bisa bersyukur . 
Tidak ada kebaikan kecuali diriMu. Tidak ada Tuhan yang berhak di sembah selain diriMu. Engkau Tuhannya orang-orang shalih dan TuhanNya semesta alam. Segala puji bagi Allah yang tidak ada Tuhan yng berhak disembah selain Allah. Dan segala sesuatu atas kehendak Allah, dan tidak ada daya dan upaya melainkan atas izin Allah. Ya Allah berkahilah makanan yang Kau berikan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa api neraka”

 Namun jika kita ingin membaca do’a  makan lengkap yang disarankan mudah untuk diamalkan oleh banyak orang dan doa makan untuk anak dalam kehidupan sehari-hari adalah, akhir dari do’a yang diucapkan oleh Urwah bin  Az Zubair, yakni

Lafadz Do’a makan Arab
الَّلهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَـنَا، وَقِنَا عَذَابَ الـنَّارِ

Ya Allah berkahilah makanan yang Kau berikan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa api neraka”

Adapun doa sesudah makan telah tertulis jelas dalam hadis shahih riwayat Abu Daud dan Timidzi, yaitu

Dari Mu’az bin Anas ra ia berkata : Rasulullah saw bersabda: “ siapa saja yang telah makan , kemudian membaca :”Alhamdulillahi ath’amani haadza warazaqoonihi min ghairihi haulin minni walaa quwwatin (segala puji bagi Allah zat yang telah memberi makanan ini kepada saya, dan telah mengaruniakan rezki dengan tiada daya dan kekuatan dari diri saya ) maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu”
(HR Abu Daud dan Tirmidzi)[4]


Keutamaan Membaca Do’a Makan


Banyak keutamaan dan hikmah yang bisa di dapatkan seorang muslim dengan berdoa sebelum  dan sesudah makan. Keutamaan ini bisa dijadikan pembelajaran dan penguat seseorang dalam menjaga niat ketika makan, keutamaan tersebut diantaranya

1.Berdo’a sebelum dan sesudah makan mengingatkan kita sebagai hamba Allah yang mendapat rizki makanan dari Yang Maha Memberi Rizki


Dengan berdoa sebelum dan sesudah makan seorang muslim dibiasakan untuk senantisa mengingat 
dan meminta kepada Allah  sebagai pemberi rizki berupa makanan. Seorang muslim juga akan terhindar dari sifat sombong yang menganggap bahwa rizki makanan yang ia dapatkan adalah hasil dari kerja kerasnya.

2.Berdo’a sebelum makan memberikan tubuh kita makanan yang diberkahi Allah


Dengan berdo’a sebelum makan kita akan memakan  makanan yang mendapat berkah dari Allah,  sehingga apa yang masuk ke dalam tubuh kita dan menyatu dalam aliran darah kita adalah makanan yang berkah. Selain itu juga  membawa manfaat untuk seluruh anggota tubuh  serta gerak langkah kita yang telah mendapat pasokan makanan yang diberkahi Allah.

Makanan yang kita makan tanpa menyebut nama Allah seperti hal nya penyakit yang masuk ke dalam tubuh kita. Ia akan tersebar dan menyatu dengan aliran darah bahkan lemak dan organ tubuh yang ada di dalam tubuh kita. Karena pada dasarnya makanan hanyalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Jika makanan yang di masukkan tidak berkah, maka ia akan menimbulkan banyak penyakit dalam tubuh, dalam aliran darah, serta dalam tumpukan lemak makanan yang menjalar ke tubuh karena tidak di berkahi Allah. Selain itu makanan yang tidak diberkahi Allah bisa menjadi sarana susahnya hidayah masuk ke dalam diri kita.

Seperti kita tahu bahwa sumber penyakit kebanyakan dari makanan yang kita makan. Dari penyakit struk, diabetes,hepatitis, dan banyak penyakit lainnya. Sehingga memasukkan makanan yang diberkahi Allah ke dalam tubuh kita menjadi hal yang sangat penting.

3.Berdo’a sebelum dan sesudah makan mengajarkan kita agar tidak lupa kepada Allah sebelum dan sesudah mendapat rezki


Berdo’a sebelum dan sesudah makan akan memberikan pelajaran yang sangat penting bagi manusia dalam penerapannya. Pelajaran tersebut adalah agar kita senantiasa mengingat dan memohon kepada Allah baik sebelum kita mendapatkan nikmat yang kita minta, ataupun sesudah kita mendapat nikmat yang kita minta.

 Kebanyakan manusia meminta kepada Allah hanya jika ia membutuhkan saja, namun setelah apa yang diminta diberikan Allah, maka manusia akan lupa untuk tetap berdo’a dan bersyukur kepada Allah. Contoh kecilnya saja nikmat makanan, dimana ketika akan memakan sudah banyak kita temui seorang muslim membaca do’a sebelum makan. Namun anehnya, banyak orang yang ingat berdoa sebelum makan, tapi sesudah makan ia meinggalkan hidangan begitu saja tanpa ingat berdoa sesudah makan.


Nabi Berdo’a sebelum makan


Dari Abu Umamah ra, ia berkata : apabila nabi saw mengangkat hidangannya beliau membaca : Alhamdulillahi hamdan katsiiran thyyiban mubaarokan fiihi ghaira makfiyyin walaa mustaghnan ‘anhu rabbana (segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak dan baik serta penuh berkah yang tiada terbatas dan sangaat diutuhkan , wahai Tuhan kami)”[5]
(HR Bukhari)

Dari hadis diatas menunjukkan bahwa nabi  juga berdo’a ketika mengangkat hidangannya. Mengangkat hidangan disini bisa berarti Rasulullah membawa hidangannya yang akan dimakan ataupun yang sudah dimakan.


Adab dan tata cara makan sesuai Rasulullah saw


Sebagai seorang muslim ada beberapa adab yang harus kita lakukan dalam makan dan minum, dimana semuanya sudah di ajarkan oleh junjungan kita nabi Muhammad SAW dalam beberapa hadis. Diantaranya

1.Membaca basmallah dan do’a sebelum makan dan minum


Dari Umar bin Salamah ia berkata, Rasulullah SAW bersabda : “ Sebutlah nama Allah dan makanlah dengan tangan kananmu.Serta makanlah dari makanan yang dekat dengan kamu (HR.Bukhari dan Muslim).[6]

Seperti yang kita tahu, untuk mendapat berkah dari Allah maka diawal memakan makanan, kita disunnahkan untuk membaca basmallah. Namun sebagai manusia, tentu kita tidak luput dari sifat lupa, apabila kita tanpa sengaja lupa doa makan atau lupa membaca bismallah, maka kitapun diberi solusi dengan menggantinya membaca

 “Bismillahiawwalahu wa aakhirohu (dengan menyebut nama Allah pada permulaan dan               penghabisan makanan)”  sesuai dengan sabda beliau
Dari Aisyah ra ia berkata: Rasulullah SAW bersabda : “Apabila salah seorang diantara kalian makan,    hendaklah ia menyebutkan nama Allah ta’ala. Apabila lupa menyebut namaNya sewaktu memulai makan, hendaklah ia membaca bismillahiawwalahu wa aakhirohu (dengan menyebut nama Allah pada permulaan dan penghabisan makanan! (HR Abu Daud dan Tirmidzi)

2.Makan menggunakan tangan kanan


Dalam sebuah hadis diriwayatkan oleh Salamah bin Al Akwa ra ia berkata : ada seseorang makan dihadapan Rasulullah saw dengan menggunakan tangan kirinya kemudian beliau bersabda. “Makanlah dengan tangan kananmu!” ia menjawab : “ saya tidak bisa. “Beliau bersabda: “Kamu tidak bisa karena kesombonganmu. “ Setelah itu orang tersebut tidak bisa mengangkat tangannya ke mulut” (HR Muslim)

3.Makan dari makanan yang terdekat


Berkaitan dengan etika pada saat makan bersama atau diundang jamuan makan malam, maka jika banyak makanan yang tersedia saat undangan alangkah baiknya jika kita mengambil makanan yang terdekat. Islam sangat memperhatikan sopan santun, sehingga mengenai hal ini sudah diatur dalam islam.

 Alangkah tidak etis jika kita meraih makanan yang jauh dari kita sehingga melewati makanan yang ada di hadapan kita. Selain itu dengan mengambil makanan yang jauh dan mengabaikan makanan yang dekat, lebih menunjukkan sifat tidak menghargai makanan yang ada di dekat kita.

4.Mengambil makanan dari pinggir

Makan dari pinggir piring ini berkaitan juga dengan berkah makanan, sebagaimana Rasulullah saw bersabda
Dari Ibnu Abbas ra, dari Nabi saw beliau bersabda : “ Berkah itu turun di tengah-tengah makanan, maka makanlah dari pinggir, janganlah memulai dari tengahnya!” (HR Abu Daud dan TIrmidzi)[7]

5.Tidak makan dengan bersandar

Dari Abu Juhaifah Wahab bin Abdullah ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda : “aku tidak pernah makan dengna bersandar”(HR Bukhari)
Namun jika seseorang sedang sakit parah dan tidak memungkinkan untuk makan dengan duduk tegak, boleh makan dengan bersandar.

6.Makan menggunakan tiga jari

Dari Ka’ab bin Malik ra ia berkata: “ Saya melihat Rasulullah saw makan dengan tiga jari. Setelah selesai, beliau menjilat sisa-sisa makanan yang menempel pada jarinya.
Makan menggunakan 3 jari ini bisa diterapkan pada makanan yang tidak mengandung kuah, sehingga mudah di ambil dengan 3 jari.

7.Memperbanyak kawan disaat makan

Rasulullah saw bersabda  : “ Makanan dua orang cukup untuk tiga orang, dan makanan tiga orang cukup untuk empat orang (HR Bukhari dan Muslim)

8.Tidak  memakan kurma atau yang sejenis sekaligus

Selain berdoa jika makan kurma, ada etika yang harus diperhatikan juga dalam memakan buah kurma yaitu tidak memakannya dua buah atau lebih sekaligus

Dari Abdullah bin Suhaim ia berkata : “ Kali tertentu kami bersama dengan Ibnu Zubair mengalami musim paaceklik. Tiba-tiba kami mendapati rezeki kurma. Waktu Abdullah bin Umar ra lewat, ia mendapati kami sedang makan kurma. Kemudian ia berkata : Sesungguhnya Nabi saw melarang untuk makan dua butir kurma sekaligus. : kemudian ia berkata lagi : “kecuali orang itu minta izin kepada kawannya.”(HR Bukhari dan Muslim)

Demikian sempurnanya agama islam yang telah mengatur kehidupan manusia bahkan sampai cara makan dan minum secara detail. Dan islam yang merupakan agamanya orang-orang yang berakal tidak hanya sekadar  mengatur, namun ada banyak sekali hikmah dan manfaat dibalik aturan yang diberikan Allah.

Referensi :
Imam Nawawi, Terjemah Riyadhus Shalihin ( Jakarta: Pustaka Amani,1999 )
Moh Ali Aziz, Do’a-doa eluaraga Bahagia ( Surabaya: Duta Aksara Mulia, 2014)
https://kangaswad.wordpress.com




[1] Do’a do’a keluarga bahagia Ali Aziz,Moh hal v
[2] Terjemahan Riyadhus Shalihin Imam Nawawi jilid 1 halaman 685
[3] https://kangaswad.wordpress.com
[4] Tafsir Riyadhus shalihin jilid 1 hal 679
[5] Terjemahan Riyadhus Shalihin 679
[6] Terjemahan Riyadhus Shalihin hal 675
[7] Terjemahan RIyadhus Shalihin hal 686

0 Response to "Rahasia Dibalik Doa Makan dalam Islam"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel